12 research outputs found
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DISERTAI MULTIMEDIA UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA KELAS VIII SMP 18 MALANG
ABSTRAK Harmawati, Diah. 2016. Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing disertai Multimedia untuk Mengembangkan Karakter dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Siswa Kelas VIII SMP 18 Malang. Tesis, Jurusan Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Sri Endah Indriwati, M. Pd., (II) Dr. Abdul Gofur, M. Si. Kata kunci: modul, multimedia, inkuiri terbimbing, karakter, dan berpikir kritis Pengembangan modul berbasis inkuiri terbimbing disertai multimedia diharapkan dapat digunakan sebagai penunjang belajar siswa. Pembelajaran IPA kebanyakan masih dibelajarkan dengan menggunakan metode konvensional yaitu dengan ceramah. Media yang digunakan hanya mengandalkan buku cetak panduan, modul berbasis inkuiri disertai multimedia belum ada yang membuat. Guru SMP 18 Malang sebenarnya sudah menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbimbing, namun masih terpisah-pisah. Materi yang dianggap masih sulit kebanyakan yang terkait dengan mekanisme kerja organ. Jenis penelitian merupakan penelitian pengembangan. Model penelitian pengembangan menggunakan Thiagarajan. Tahapan model pengembangan Thiagarajan meliputi define, design, develop, dan desseminate. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi 82,14%, validasi ahli media (modul) 83,33%, validasi ahli media (multimedia) 80,55%, validasi guru 98,88%, validasi siswa 94,19%. Nilai karakter II siswa telah tuntas. Nilai berpikir kritis II siswa telah tuntas. Keterlaksanaan sintak inkuiri terbimbing 91,40%. Berdasarkan pencapaian hasil validasi produk pengembangan telah layak digunakan. Kesimpulan bahwa modul inkuiri terbimbing disertai multimedia dapat mengembangkan karakter dan berpikir kritis siswa
PELATIHAN PEMBUATAN GOOGLE DRIVE UNTUK GURU - GURU TK AL-FATAH
Keadaan saat ini yang terjadi dalam pembelajaran mendorong semua pihak untuk melakukan pembelajaran secara daring dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas melakukan penyimpanan data berupa tugas dan file materi. Semua kegiatan yang dilakukan oleh guru saat ini harus dilakukan secara online. Para guru di TK AL-Fatah terbebani dengan besarnya file penyimpanan data karena harus mengirim data satu-persatu ke siswa didiknya melalui Whatsapp sehingga media penyimpanan Smartphone penuh. Dengan adanya permasalahan tersebut tim melakukan pengabdian masyarakay untuk menyelesaikan maslaah tersebut. Google Drive sebagai media penyimpanan dan berbagi bahan ajar bagi guru TK Al-Fatah yang berbasis cloud yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu berupa workshop. Tim pengabdian melakukan pelatihan secara langsung dengan 1 narasumber sebagai pemateri workshop dan 2 pendamping untuk mendampingi guru dalam pelaksanaan workshop. Pelatihan ini dapat menambah pengetahuan guru dalam memanfaatkan Google Drive sebagai media penyimpanan bahan ajar
ANALYZING TEACHER’S INSTRUCTIONAL AND NONVERBAL COMMUNICATION IN EFL CLASSROOM
The objectives of this research were to find out the teacher’s instructional language, kinds of nonverbal communication
and effects in EFL Classroom. The objects of the research were the teacher and students of one primary school in
Merauke.
The approach employed was qualitative approach. The type of this research applied discourse analysis (DA). Data
collection was conducted through observation by recording and interview. Data from observa tion was used to know the
teacher’s instructional Language and kinds of nonverbal communication. Interview was used to know the effects of using
the teacher’s instructional Language and nonverbal communication to the students.
The research findings showed that (1) the teacher’s instructional language in the classroom activities covered
explanations, asking questions, giving feedback, and giving corrections. In term of explanation, the teacher used English,
switched and mixed the Indonesian language. The teacher used display question to know the students understanding
related to the material. She used referential question to start the classroom and when she checked the progress of the
students’ activity. In giving feedback, mostly same with explanation, the teacher also used English even she switched
and mixed her language with Indonesian. The teacher used direct correction and indirect correction in giving correction.
Repetition was also found in explanation, asking question, giving feedback and giving correction. (2 that the kind) The
findings revealed s of nonverbal communication used by the teacher in the classroom included gesture, body movement
and posture, eye contact and facial expression. These nonverbal were applied to explain some unclear verbal
communication. (3) The last, the findings showed that there were positive and negative effects of the teacher’s
instructional language The positive effects included motivating the students in studying, increasing the students’
vocabulary mastery, making them be more active to speak, giving enthusiasm in studying. Meanwhile, the negative
effects revealed the students felt nervous to speak when the teacher looked at them and even she stood beside them.
Fundamentally, this research gave great contributions in education, could help student’s confidence and enthusiasm to
speak particularly in English learning teaching process
PENGEMBANGAN FINGER PUPPET KHAS PAPUA SEBAGAI MEDIA BERCERITA UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA PADA ANAK KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK SE DISTRIK MERAUKE
Abstrak
Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada anak Taman Kanak-Kanak Se-Distrik Merauke, yaitu rendahnya kemampuan bahasa anak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengembangkan sebuah media bercerita untuk mengembangkan kemampuan bahasa pada anak Taman Kanak-Kanak kelompok B Se-Distrik Merauke.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development, yaitu suatu metode penelitian untuk mengembangkan atau menghasilkan suatu produk pembelajaran dengan langkah-langkah: (1) menentukan potensi dan masalah, (2) megumpulkan informasi, (3) mendesain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk skala kecil, (7) revisi produk, (8) uji coba produk skala besar, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Penelitian ini di lakukan terhadap 7 Taman Kanak-Kanak Se-Distrik Merauke, dengan total subjek penelitian sebanyak 228 anak. Spesifikasi produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebuah media yang dihasilkan berupa Finger puppet khas Papua untuk media bercerita dan cerita-cerita anak yang dihasilkan selama penelitian yang dituangkan dalam sebuah buku panduan. Penjelasan langkah-langkah penggunaan dibuat buku panduan media Finger puppet Khas Papua. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis kualitatif berupa penilaian, kritik, serta saran yang dikemukakan oleh ahli pendidikan usia dini, sedangkan teknik analisis kuantitatif dalam penelitian ini berupa analisis terhadap nilai jawaban pertanyaan yang diberikan oleh anak Taman Kanak-Kanak.
Kata Kunci: Finger puppet, media, bercerita, kemampuan bahasa, Taman Kanak-kanak
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI DISERTAI MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA SISWA KELAS VIII SMP 18 MALANG
The material is considered to be still difficult mostly related to the mechanism of action of the organ. SMP 18 Malang used as a place to study because there are elements of inquiry has actually been used by teachers, but still fragmentary, syntactic inquiry has not been implemented in full. Learning science most are still using the conventional method of the lectures. The medium used there only rely on manual print books, there module be accompanied inquiry interactive multimedia no one has made. Inquiry-based modules with interactive multimedia expected to be used to support student learning. This type of research is the development of research. The research model development using Thiagarajan. Stages Thiagarajan models include define, design, develop, and desseminate. However on hold at the stage of development research desseminate. Analysis of data using qualitative descriptive analysis. The results showed 82.14% of matter expert validation, validation media experts 83.33%, teachers validation 98.88%, validation students 94.19%. Based on the achievement of product development validation results are valid and fit for use. Suggestions that more needs to be done should be printed and manufactured product development.
Materi yang dianggap masih sulit kebanyakan yang terkait dengan mekanisme kerja organ. SMP 18 Malang dijadikan untuk tempat penelitian karena disana unsur-unsur inkuiri sebenarnya sudah digunakan oleh guru, namun masih terpisah-pisah, sintak inkuiri belum dilaksanakan secara utuh. Pembelajaran IPA kebanyakan masih dibelajarkan dengan menggunakan metode konvensional yaitu dengan ceramah. Media yang digunakan di sana hanya mengandalkan buku cetak panduan, di sana modul berbasis inkuiri disertai multimedia interaktif belum ada yang membuat. Modul berbasis inkuiri disertai multimedia interaktif diharapkan dapat digunakan sebagai penunjang belajar siswa. Jenis penelitian merupakan penelitian pengembangan. Model penelitian pengembangan menggunakan Thiagarajan. Tahapan model pengembangan Thiagarajan meliputi define, design, develop, dan desseminate. Namun pada tahan penelitian pengembangan hanya pada tahapan desseminate. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi 82,14%, validasi ahli media 83,33%, validasi guru 98,88%, validasi siswa 94,19%. Berdasarkan pencapaian hasil validasi produk pengembangan telah valid dan layak digunakan. Saran yang perlu dilakukan lebih lanjut sebaiknya produk pengembangan dicetak dan diproduksi
Meningkatkan Kemampuan Berbicara melalui Kegiatan Bercerita Berbantu Media Finger Puppet pada Anak Kelompok B
Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak TK kelompok B melalui bercerita berbantu media finger puppet di TK Negeri Pembina Merauke. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas secara kolaborasi. Model penelitian yang digunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini yaitu anak kelompok B1 di TK Negeri Pembina Merauke, sejumlah 26 anak. Metode pengumpulan data dilakukan melalui tes berbicara (lisan), observasi, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Kemampuan berbicara dikatakan berhasil apabila 80% dari 26 jumlah anak telah mencapai indikator kemampuan berbicara pada kriteria berkembang sesuai harapan (BSH). Kegiatan bercerita berbantu media finger puppet dapat meningkatkan kemampuan berbicara pada anak kelompok B di TK Negeri Pembina Merauke. Hal ini ditunjukkan dari presentase kemampuan berbicara pada siklus I meningkat sebesar 35% dari kondisi awal 38% meningkat menjadi 73%. Kemampuan berbicara pada siklus II meningkat sebesar 12% dari siklus I 73% meningkat menjadi 85%
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA SISWA KELOMPOK A TK SANTA MARIA FATIMA MERAUKE MELALUI MEDIA GAMBAR BERSERI
Abstrak
Kemampuan Bercerita pada Anak Usia dini dapat dikembangkan melalui Media Gambar Berseri. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan Kemampuan Bercerita adalah menggunakan Media Gambar Berseri. Penelitian dilakukan pada anak kelompok A TK Santa Maria Fatima Merauke. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Pada setiap siklus dilaksanakan 2 kali pertemuan. Subyek penelitian berjumlah 18 anak terdiri dari 10 anak Laki-laki dan 8 anak Perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan praktek langsung dan dokumentasi. Analisis data deskritif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pada setiap pertemuan mengalami peningkatan Kemampuan Bercerita Siswa menggunakan Media Gambar Berseri yakni pada siklus I mencapai 3 anak (17%), pada siklus II mengalami peningkatan mencapai 15 anak (83%) dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH).
Kata Kunci: Meningkatkan, Kemampuan Bercerita , Media Gambar Berseri
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI DISERTAI MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA SISWA KELAS VIII
The material is considered to be still difficult mostly related to the mechanism of action of the organ. SMP 18 Malang used as a place to study because there are elements of inquiry has actually been used by teachers, but still fragmentary, syntactic inquiry has not been implemented in full. Learning science most are still using the conventional method of the lectures. The medium used there only rely on manual print books, there module be accompanied inquiry interactive multimedia no one has made. Inquiry-based modules with interactive multimedia expected to be used to support student learning. This type of research is the development of research. The research model development using Thiagarajan. Stages Thiagarajan models include define, design, develop, and desseminate. However on hold at the stage of development research desseminate. Analysis of data using qualitative descriptive analysis. The results showed 82.14% of matter expert validation, validation media experts 83.33%, teachers validation 98.88%, validation students 94.19%. Based on the achievement of product development validation results are valid and fit for use. Suggestions that more needs to be done should be printed and manufactured product development.
Materi yang dianggap masih sulit kebanyakan yang terkait dengan mekanisme kerja organ. SMP 18 Malang dijadikan untuk tempat penelitian karena disana unsur-unsur inkuiri sebenarnya sudah digunakan oleh guru, namun masih terpisah-pisah, sintak inkuiri belum dilaksanakan secara utuh. Pembelajaran IPA kebanyakan masih dibelajarkan dengan menggunakan metode konvensional yaitu dengan ceramah. Media yang digunakan di sana hanya mengandalkan buku cetak panduan, di sana modul berbasis inkuiri disertai multimedia interaktif belum ada yang membuat. Modul berbasis inkuiri disertai multimedia interaktif diharapkan dapat digunakan sebagai penunjang belajar siswa. Jenis penelitian merupakan penelitian pengembangan. Model penelitian pengembangan menggunakan Thiagarajan. Tahapan model pengembangan Thiagarajan meliputi define, design, develop, dan desseminate. Namun pada tahan penelitian pengembangan hanya pada tahapan desseminate. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan validasi ahli materi 82,14%, validasi ahli media 83,33%, validasi guru 98,88%, validasi siswa 94,19%. Berdasarkan pencapaian hasil validasi produk pengembangan telah valid dan layak digunakan. Saran yang perlu dilakukan lebih lanjut sebaiknya produk pengembangan dicetak dan diproduksi
The Effect of Cooperative Learning Methods and Interest in Learning to the Ability Sort the Mathematical Pattern
Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga Jawa Barat (Penelitian Dilakukan Pada Bidang Kebudayaan Olahraga)
This research is a qualitative research that aims to find out why sports policy in West Java is able to produce various awards. Seeing the extent of the assessment of sports policy in West Java in the Field of Early Childhood Sports Culture. The author tries to focus on policies in the field of sports acculturation, more specifically sports acculturation policies in the Karawang district. The method used in this study uses a qualitative method by carrying out several approaches to the study of literature, interviews and field studies in the field under study. The purpose of this qualitative research is to know the continuation of sports development after the leadership of the Governor and the head of West Java and the district in particular, and to find out the direction of West Java sports development policies specifically in the field of sports culture in Karawang district and new policies or evaluations of the policies that have been implemented
