2 research outputs found
Asuhan Keperawatan Jiwa: Penerapan Social Skill Training Pada Tn. F Dengan Isolasi Sosial Di Ruangan Sadewa Di RSJ Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor
Isolasi sosial adalah keadaan kesepian yang dianggap berbahaya dan tidak menyenangkan oleh orang lain, hal ini ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengkomunikasikan emosi. Klien yang terisolasi secara sosial kesulitan untuk
berbicara secara efektif, menyampaikan keinginan mereka, dan berinteraksi dengan orang lain. Studi kasus ini menggunakan metode berupa rangkaian asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnose, intervensi, implementasi dan evaluasi.
Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan terdapat penurunan tanda dan gejala isolasi sosial dibandingkan sebelum diterapkan terapi social skill training. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah klien mampu mengenal penyebab isolasi
sosial serta mampu berinteraksi dengan orang lain dan mampu mendemonstrasikan terapi social skill training yang telah diberikan. Sarannya diharapkan semoga penerapan terapi ini dapat dilanjutkan dan juga dapat memberikan ide dalam
pelaksanaan asuhan keperawatan pada individu yang mengalami masalah isolasi sosial.
Kata Kunci : Isolasi Sosial, Social Skill Trainin
HUBUNGAN MOTIVASI DAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN PENERAPAN KOMUNIKASI TERAUPETIK PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG
Pendahuluan: Penerapan komunikasi teraupetik sangat penting untuk diketahui oleh perawat di rumah sakit jiwa dikarenakan hal ini berkaitan dengan pelayanan yang akan diberikan perawat yaitu untuk membina hubungan saling percaya antara perawat dengan pasien gangguan jiwa. Namun dalam penerapannya motivasi dan beban kerja perawat sering kali menjadi hal yang bisa mempengaruhi dan juga bisa menjadi hambatan perawat dalam menerapkan komunikasi teraupetik.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan motivasi dan beban kerja perawat dengan penerapan komunikasi teraupetik pada pasien gangguan jiwa di RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang
Metode: metode penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian menggunakan metode purposive sampling untuk mengambil sampelnya. Populasinya dalam penelitian ini adalah perawat di RSJ Prof. DR. V. L. Ratumbuysang Manado, berjumlah 60 orang menggunakan uji Chi Square.
Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan penerapan komunikasi teraupetik pada pasien gangguan jiwa di RSJ Prof. Dr. V.L. Ratumbuysang dengan nilai p value 0,032 0,05.
Kesimpulan: motivasi perawat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penerapan komunikasi teraupetik pada pasien gangguan jiwa sehingga diketahui motivasi perawat mempunyai hubungan dengan pemberian komunikasi teraupetik.
Kata Kunci: Beban Kerja Perawat, Motivasi Perawat, Pasien ODGJ, Penerapan Komunikasi Teraupetik
Kepustakaan : 42 Jurnal dan 2 Buk
