1,720,963 research outputs found

    Analisis Tipologi Permukiman Pesisir Di Desa Babul Makmur Dan Desa Miteum, Kabupaten Simeulue

    No full text
    Pulau Simeulue merupakan wilayah kepulauan di Provinsi Aceh memiliki pertumbuhan permukiman pesisir yang masih berkembang. Permukiman pesisir merupakan permukiman yang terdiri atas hunian penduduk, bangunan instansi pemerintah, rumah ibadah dan lingkungan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan wilayah pesisir, berada antara perbatasan perairan dan daratan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menemukan tipologi permukiman pesisir yang berkembang di Pulau Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan pendekatan applied research (penelitian terapan) berdasarkan respon di lapangan terkait tipologi permukiman pesisir. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dan kajian preseden terhadap penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian diharapkan dapat menemukan tipologi permukiman pesisir di dua desa yaitu Desa Babul Makmur dan Desa Miteum di Kecamatan Simeulue Barat

    Kajian Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Lapangan Hiraq Lhokseumawe dalam Perspektif Islami

    No full text
    Ruang terbuka publik merupakan area atau ruang umum yang direncanakan sebagai tempat pertemuan dan tempat beraktivitas manusia secara individu maupun kelompok. Dalam Islam, ruang terbuka publik memiliki peran penting sebagai bagian dari kewajiban manusia untuk menjaga kelestarian alam dan ciptaan Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan ruang terbuka publik Lapangan Hiraq Lhokseumawe dalam perspektif Islami. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode observasi dan wawancara mendalam kepada pengguna Lapangan Hiraq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapangan Hiraq dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai aktivitas, seperti bersantai dan rekreasi, bermain, mengadakan acara sosial, dan berdagang. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat dilihat dalam perspektif Islami sebagai aktivitas yang bermanfaat dan dianjurkan, seperti bersantai dan rekreasi untuk meredakan stres dan meningkatkan kesehatan mental, bermain untuk mengembangkan fisik dan kreatifitas anak-anak, mengadakan acara sosial untuk mempererat hubungan silahturahmi, dan berdagang untuk mencari rezeki yang halal. Namun, dalam pemanfaatan Lapangan Hiraq masih terdapat beberapa kekurangan, seperti kebersihan yang belum optimal, keamanan yang perlu ditingkatkan, keindahan yang perlu dibenahi

    Kajian Penggunaan Konsep Warna Pada Arsitektur Islami Terhadap Karakter Anak

    No full text
    Warna merupakan salah satu elemen penting dalam arsitektur yang tidak hanya berfungsi sebagai aspek estetis, tetapi juga memiliki pengaruh psikologis terhadap suasana dan perilaku pengguna ruang, termasuk pada anak usia dini. Dalam arsitektur Islami, warna memiliki nilai simbolik dan spiritual yang dapat dikaitkan dengan pembentukan karakter anak. TK Kemala Bhayangkari yang terletak di Kota Lhokseumawe merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang menggunakan beragam elemen warna dalam desain ruang belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan konsep warna dalam arsitektur Islami terhadap karakter anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan tahapan studi literatur, observasi langsung, dokumentasi visual, dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan warna seperti putih, kuning, hijau, dan ungu memiliki dampak positif terhadap suasana hati dan perilaku anak. Warna putih menciptakan kesan bersih dan tenang, kuning memberikan semangat dan kreativitas, sementara hijau memberikan ketenangan dan kesegaran. Penggunaan warna-warna ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif secara psikologis dan spiritual, serta berperan dalam membentuk karakter anak seperti disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan empati

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore