1,730,847 research outputs found

    Optimalisasi Pelestarian Curik Bali (Leucopsar rothschildi) di Pusat Pembinaan Populasi Curik Bali Tegal Bunder Taman Nasional Bali Barat (TNBB)

    No full text
    Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan Hasil penelitian menunjukan bahwa teknik konservasi yang diterapkan dalam melestarikan Curik Bali di Pusat Pembinaan Populasi Curik Bali Tegal Bunder yaitu (1) Dilakukan pemilihan pasangan indukan oleh penangkar untuk mendapat calon indukan generasi baru. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih induk yang relatif masih muda/masa usia produktif, dipilih indukan yang sehat, tidak cacat tubuh dan tidak kurus. (2) Dilakukan tukar menukar indukan oleh penangkar untuk menghindari terjadinya perkawinan sedarah (inbreeding). (3) Dilakukan pemeliharaan pasangan induk diantaranya pembersihan kandang (sanitasi), pemberian pakan Curik Bali, dan perlindungan terhadap gangguan hewan liar seperti moyet pada saat mengeram atau merawat piyik. Penangkaran oleh masyarakat merupakan upaya dalam rangka mengembangkan konservasi Curik Bali secara ex situ melalui program penangkaran Curik Bali berbasis masyarakat. Kegiatan penangkaran oleh masyarakat desa yakni Desa Sumberklampok sudah dirintis sejak bulan November 2010 yang dikenal dengan kelompok penangkar Manuk Jegeg. Kelompok Penangkar Curik Bali Sumberklampok (KPCBS) Kendalakendala pelestarian Curik Bali disebabkan dari dua faktor yaitu faktor internal yang berasal dari dalam tubuh Curik Bali berupa gen yang kurang atau tidak bagus akan menurun pada anaknya yang menyebabkan cacat tubuh/tidak sehat dan faktor eksternal yang disebabkan karena pengaruh luar berupa iklim yang tidak menentu antara musim panas dan musim penghujan menyebabkan Curik Bali sangat sulit untuk beraktivitas. Upaya penanggulangan yang dilakukan dengan mengganti indukan yang kualitas gennya baik. Berdasarkan data perkembangan populasi Curik Bali di penangkaran, Pusat pembinaan populasi Curik Bali Tegal Bunder dari tahun ketahun yakni tahun 2012-2016 diketahui persentase tingkat keberhasilan dalam meningkatkan populasi Curik Bali tiap tahunnya, yaitu tahun 2012 sebesar 19,35%, tahun 2013 sebesar 15,97%, tahun 2014 sebesar 19,04%, tahun 2015 sebesar 22,27% dan tahun 2016 sampai 30 April 2016 sebesar 23,38% dan dengan hasil ini, usaha pelestarian populasi Curik Bali di pusat pembinaan populasi Curik Bali Tegal Bunder TNBB dapat dinyatakan berhasil dari kualitas usaha penangkaran

    Ino chu zu [cartographic material] /

    No full text
    Relief shown pictorially and by shading.; Supplement to: Chizu = Map by Nihon Kokusai Chizu Gakkai = Journal of the Japan Cartographers Association, vol. 38, no. 2 2000, p. 11. ISSN 0009-4897; Map series of Japan showing towns and mountains.; Original maps are kept at: Tokyo Kokuritsu Hakubutsukan.; Original complete in 8 sheets. howrever only 1 sheet reproduced in this facsimile, covering tokyo to Mount Fuji.; Also available online http://nla.gov.au/nla.map-vn2204711.Chizu = Map

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN PERMAINAN TRADISIONAL CURIK-CURIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E berbantuan permainan tradisional curik-curik terhadap pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPA kelas IV sekolah dasar gugus IV Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPA khususnya di kelas IV. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan sampel terpilih yaitu kelas IV SD Negeri 1 Banjar kelompok eksperimen dan kelas IV SD Negeri 9 Banjar sebagai kelompok kontrol. Desain penelitian ini adalah post-test only control design. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah soal esai yang diberikan pada saat post-test. Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata kelompok eksperimen 75,8214 dan kelompok kontrol 63,7407. Berdasarkan uji-t dengan menggunakan rumus polled variance diperoleh thitung > ttabel yaitu 4,059 > 2,005. Hal ini membuktikan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E berbantuan permainan curik-curik tradisional terhadap pemahaman konsep pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SD Gugus IV Kabupaten Banjar

    Studi Populasi dan Produktivitas Curik Bali (Leucopsar rothschildi) Di Taman Nasional Bali Barat

    No full text
    INDONESIA Penelitian mengenai jumlah populasi burung Curik Bali telah ditelititi pada tahun 2013 dan tidak diketahui publikasi hasil penelitian yang terbaru dan dikhawatirkan populasi burung yang langka ini berkurang. Disamping itu produktivitas Curik Bali belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi Curik Bali di Taman Nasional Bali Barat, dan produktivitas Curik Bali di Taman Nasional Bali Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Nasional Bali Barat selama 2 bulan yaitu pada bulan April - Mei 2019. Lokasi pengambilan data dalam penelitian ini dari 3 SPTN Taman Nasional Bali Barat yaitu SPTN Wilayah I (Cekik), SPTN Wilayah II (Tegal Bunder), dan SPTN Wilayah III (Teluk Terima dan Ambyarsari). Penghitungan populasi Curik Bali dilakukan dengan menggunakan metode survey ke lokasi penelitian selama 5 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi Curik Bali pada kandang pembiakan di Pusat Penangkaran Jalak Bali TNBB pada saat pengamatan yang terhitung dari tanggal 9 Juli 2018 hingga 26 Juli 2018 adalah sebanyak 335 ekor burung. Produktivitas Curik Bali di UPKPJB (Unit Pengelolaan Khusus Pelestarian Jalak Bali) di Tegal Bunder sebanyak 5 ekor anakan dan 8 telur dari 45 kandang pembiakan. INGGRIS Research on the population of the Bali Curik bird was investigated in 2013. There is no known publication of the latest research results. That is feared that the population of this rare bird is decreasing. Besides, the productivity of Curik Bali is unknown. This study aims to determine the total population of Bali Curik in West Bali National Park, and the productivity of Bali Curik in West Bali National Park. This research was carried out in West Bali National Park for 2 months, from April to May 2019. The location of data collection in this study was from 3 SPTNs in West Bali National Park, namely SPTN Region I (Cekik), SPTN Region II (Tegal Bunder), and SPTN Region III (Teluk Accept and Ambyarsari). Calculation of the population of Curik Bali was carried out using a survey method to the research location for the last 5 years. The results showed that the population of Bali curd in breeding cages at the Bali Starling Breeding Center TNBB at the time of observation from 9 July 2018 to 26 July 2018 was 335 birds. The productivity of Curik Bali in UPKPJB (Special Management Unit for Conservation of Bali Starling) in Tegal Bunder is 5 chicks and 8 eggs from 45 breeding cages. ARAB تمالتحقيقفيالبحثعنطائرباليكوريكفيعام 2013 ولايوجدنشرمعروفلآخرنتائجالبحثويخشىأنعددهذاالطائرالنادرآخذفيالتناقص. إلىجانبذلك،فإنإنتاجيةكوريكباليغيرمعروفة. تهدفهذهالدراسةإلى:تحديدإجماليعددسكانباليكوريكفيحديقةباليالغربيةالوطنية،وتحديدإنتاجيةباليكوريكفيحديقةباليالغربيةالوطنية. تمإجراءهذاالبحثفيمنتزهويستباليالوطنيلمدةشهرين،منأبريلإلىمايو 2019. وكانموقعجمعالبياناتفيهذهالدراسةمن 3 شبكات SPTN فيحديقةغربباليالوطنية،وهي SPTN Wil I (Cekik) ،SPTN Wil.II (Tegal Bunder) و SPTN Wil.III (TelukTerimaوAmbyarsari). تمإجراءحسابسكانكوريكباليباستخدامطريقةمسحلموقعالبحثعلىمدىالسنواتالخمسالماضية. أظهرتالنتائجأنتعدادخثارةباليفيأقفاصالتكاثرفيمركزباليستارلينجللتربية TNBB فيوقتالمراقبةمن 9 يوليو 2018 إلى 26 يوليو 2018 كان 335 طائرًا. إنتاجيةCurik Bali في UPKPJB (وحدةالإدارةالخاصةللحفاظعلى Bali Starling) في Tegal Bunder هي 5 فراخو 8 بيضاتمن 45 قفصتكاثر

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERORIENTASI PADA PERMAINAN CURIK- CURIK TERHADAP MINAT BELAJAR IPAS DI SD NEGERI 2 BANYUNING

    No full text
    Kajian penelitian dilakukan guna mengetahui pengaruh yang signifikan pembelajaran inkuiri berorientasi pada Permainan Curik- curik terhadap minat belajar IPAS siswa. Penelitian menggunakan jenis perlakuan semu data dikumpulkan dengan pengambilan tes dan telaah dokumen, data diolah dengan melakukan uji validitas butir, reliabilitas butir, normalitas, homogenitas, dan uji paired sampel t-test. Sebanyak 72 siswa menjadi populasi penelitian. Sampel menggunakan 22 orang siswa yaitu kelas IV B. Pengkajian data yang digunakan berdasarkan hipotesis penelitian menggunakan uji paired sampel t-test, hasil diperoleh menunjukkan jumlah responden pada kelompok percobaan adalah df = 22 – 1 = 21 pada taraf signifikan 5% didapatkan nilai ttabel yaitu 1,721. Dari perhitungan tersebut diketahui bahwa thitung > ttabel yakni 23,517 > 1,721 dan 0,00 < 0,05. Inilah yang menunjukkan ditemukannya perbedaan pengaruh yang signifikan minat belajar IPAS siswa pada kelompok perlakuan sebelum maupun setelah diberikan perlakuan Model Inkuiri berorientasi pada Permainan Curik- curik terhadap minat belajar IPAS siswa kelompok IV SD N 2 Banyuning

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN PERMAINAN CURIK-CURIK TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR GUGUS VI YUDISTIRA KECAMATAN NEGARA

    No full text
    Penelitian Eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pada mata pelajaran IPAS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar Gugus VI Yudistira Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian eksperimen ini termasuk jenis quasi eksperimen yang didesain dengan konsep Post Test Only Control Group. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI Yudistira Kecamatan Negara dengan jumlah populasi 238 orang. Sampel penelitian ini adalah Kelas Eksperimen yaitu kelas IV B dengan jumlah siswa 23 orang dan Kelas Kontrol yaitu kelas IV A dengan jumlah siswa 24 orang di SD Negeri 2 Kaliakah. Hasil tersebut diperoleh dari penentuan sampel melalui simple random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes dan instrumen berbentuk pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 25 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada kelas IV SD Negeri 2 Kaliakah Kecamatan Negara, menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik terhadap hasil belajar IPAS. Hal ini dapat dilihat berdasarkan rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik yaitu 85,7 dengan standar deviasi 6,80, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional yaitu 76,8 dengan standar deviasi 6,34. Taraf signifikan t (tabel) dengan jumlah responden 45= 0,2876, sehingga dapat dilihat dari signifikansi yang dihasilkan pada uji-t dinyatakan bahwa 12,36 > 0,2876. Jadi, dengan demikian model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) berbantuan permainan curik-curik mempunyai pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV Sekolah Dasar Gugus VI Yudistira Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2022/2023

    "Ino" colour aberration in gentoo penguin (Pygoscelis papua) in Antarctica

    No full text
    Two main types of pigments, carotenoids and melanin, primarily determine plumage colouration in birds. Carotenoids are obtained from food, while melanin formation involves metabolic processes and is genetically determined. Melanin pigments comprise pheomelanin (red/brown) and eumelanin (brown/black). Any change in the formation processes of these types of pigments may lead to abnormal colouration of an individual For example, a strong qualitative reduction of both types of melanin defines a colour mutation called "ino". On 15 Dec 2003, an ino chick of a gentoo penguin (Pygoscelis papua); was observed at Stranger Point, 25 de Mayo/King George I, South Shetland (62° 16´ S, 58° 37´ W). The following year, on 5 Dec 2004, an ino prebreeder gentoo penguin was seen at the same locality. During 2006/07 breeding season an ino adult of the same species successfully reared 2 normally coloured chicks. The ino penguin we observed showed pale brown colour in the normally dark areas of the plumage in this species. It had reddish eyes and grey claws. The beak remained orange but the normally dark culmen was grey. In summary, the ino penguin showed a clear reduction of the darkest areas of the body changing from black to pale brown in plumage and from black to grey in other tissues such as beak and claws. Nevertheless, the distinctive colour pattern of a gentoo penguin was still recognisable. To our knowledge this is the 1st report of an ino gentoo penguin, following van Grouwes (2006) classification.Fil: Juares, Mariana Alejandra. Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas; Argentina. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; ArgentinaFil: Negrete, Javier. Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas; Argentina. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; ArgentinaFil: Mennucci, Jorge Augusto. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; ArgentinaFil: Longarzo, Mria Lucrecia. Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas; Argentina. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; ArgentinaFil: Coria, Néstor Rubén. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; Argentin

    "Ino" colour aberration in gentoo penguin (Pygoscelis papua) in Antarctica

    No full text
    Two main types of pigments, carotenoids and melanin, primarily determine plumage colouration in birds. Carotenoids are obtained from food, while melanin formation involves metabolic processes and is genetically determined. Melanin pigments comprise pheomelanin (red/brown) and eumelanin (brown/black). Any change in the formation processes of these types of pigments may lead to abnormal colouration of an individual For example, a strong qualitative reduction of both types of melanin defines a colour mutation called "ino". On 15 Dec 2003, an ino chick of a gentoo penguin (Pygoscelis papua); was observed at Stranger Point, 25 de Mayo/King George I, South Shetland (62° 16´ S, 58° 37´ W). The following year, on 5 Dec 2004, an ino prebreeder gentoo penguin was seen at the same locality. During 2006/07 breeding season an ino adult of the same species successfully reared 2 normally coloured chicks. The ino penguin we observed showed pale brown colour in the normally dark areas of the plumage in this species. It had reddish eyes and grey claws. The beak remained orange but the normally dark culmen was grey. In summary, the ino penguin showed a clear reduction of the darkest areas of the body changing from black to pale brown in plumage and from black to grey in other tissues such as beak and claws. Nevertheless, the distinctive colour pattern of a gentoo penguin was still recognisable. To our knowledge this is the 1st report of an ino gentoo penguin, following van Grouwes (2006) classification.Fil: Juares, Mariana Alejandra. Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas; Argentina. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; ArgentinaFil: Negrete, Javier. Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas; Argentina. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; ArgentinaFil: Mennucci, Jorge Augusto. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; ArgentinaFil: Longarzo, Mria Lucrecia. Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas; Argentina. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; ArgentinaFil: Coria, Néstor Rubén. Ministerio de Relaciones Exteriores, Comercio Interno y Culto. Dirección Nacional del Antártico. Instituto Antártico Argentino; Argentin

    sj-pdf-1-ino-10.1177_17557380211037370 - Supplemental material for Principles of telemedicine

    No full text
    Supplemental material, sj-pdf-1-ino-10.1177_17557380211037370 for Principles of telemedicine by Diane Baylis in InnovAiT</p

    sj-pdf-1-ino-10.1177_17557380231162391 - Supplemental material for Homelessness and primary care: Problems and solutions

    No full text
    Supplemental material, sj-pdf-1-ino-10.1177_17557380231162391 for Homelessness and primary care: Problems and solutions by Dr AlexHuey in InnovAiT</p
    corecore