1,799,492 research outputs found
Kinerja dan Performa Algoritma Kompressi Lossless Terhadap Objek Citra Digital
Kompresi pada citra digital berfungsi untuk memampatkan data agar dapat menghemat tempat penyimpanan dengan atau tanpa mengurangi kualitas dari citra. Dalam teknik pengolahan citra untuk mendapatkan citra dengan kualitas tinggi dibutuhkan memori penyimpanan yang tidak sedikit sehingga kebutuhan akan penggunaan memori penyimpanan dirasakan sangat tinggi. Oleh karena itu diterapkanlah metode kompresi terhadap berbagai objek data guna mengurangi beban memori yang dimiliki, dalam hal ini adalah citra digital, tanpa harus mengurangi informasi data tersebut saat dilakukan proses pengembalian data atau dekompresi. Ini berarti metode yang digunakan bersifat lossless. Paper ini mencoba menganalisa untuk mengetahui kinerja dan performa dari beberapa algoritma kompresi untuk objek citra digital yang terbagi menjadi dua jenis yaitu citra berwarna dan grayscale dengan format *.jpg, *.bmp, *.tif, Algoritma yang akan diuji adalah Algoritma Huffman, LZW dan RLE yang merupakan metode kompresi lossless. Setiap algoritma kompresi memiliki kompleksitas yang berbeda – beda, baik dari segi kinerja pengkompresian ataupun performa dalam hal ini kecepatan melakukan kompresi dan dekompresi. Algoritma Huffman secara keseluruhan dapat di nilai baik karena memiliki kompabilitas tinggi untuk dapat mengkompresi format objek citra. Algoritma LZW menghasilkan performa waktu kompresi dan dekompresi yang kurang baik tetapi algoritma ini memiliki kinerja kompresi yang tinggi. Algoritma RLE, memiliki kompabilitas kemampuan yang tidak cukup bagus dari kedua algoritma sebelumnya. Untuk menguji algoritma kompresi lossless pada citra digital ini, dibuat modul program menggunakan bahasa C++, guna menguji objek citra digital
SOSIALISASI PENGGUNAAN APE KELAS AWAL DI SD CITRA BAKTI
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memperkenalkan kepada guru dan murid tentang penggunaan media pembelajaran yaitu dalam bentuk Alat Permainan Edukatif (APE). Sosialisasi ini diharapkan agar guru mampu meningkatkan keterampilan dalam menciptakan alat permainan edukatif yang beragam yang disesuaikan dengan materi dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan minat dan keaktifan siswa kelas awal dalam peroses pembelajaran tersebut. Kelas awal di SD Citra Bakti sendiri terdiri dari kelas 1, 2, dan kelas 3. Pada fase ini, guru sangat membutuhkan media pembelajaran yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa dalam belajar yang salah satu bentukanya adalah APE. APE mengandung kesesuaian dengan kebutuhan dan indikator capaian kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa, memiliki kemudahan dalam penggunaannya, serta meningkatkan minat siswa dalam kegiatan belajar. Kegiatan pengabdian dalam bentuk sosialisasi ini, dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama sosialisasi penggunaan APE pada tingkat SD kelas awal di SD Citra Bakti dan tahap kedua yaitu penyerahan hasil pengembangan APE kepada SD Citra Bakti. Diharapkan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat tentang sosialisasi penggunaan APE kelas awal di SD Citra Bakti ini, dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam menciptakan APE yang semakin beragam, dan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa SD kelas awal di SD Citra Bakti
Pemutuan Ketimun Pengolahan Citra (Cucumber Image Processing)
Info lebih lanjut hub:
Lembaga Penelitian Universitas Jember
Jl. Kalimantan No.37 Jember telp. 0331-339385 Fax. 0331-337818Metode grading mempengaruhi keseragaman pada setiap kelas mutu suatu
produk, dan metode grading yang baik menjadi acuan bagi produsen dan konsumen
dalam menentukan harga suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
algoritma pengolahan citra ketimun yang mampu menggolongkan ketimun dalam tiga
kelas mutu yaitu A, B, dan afkir. Sampel yang digtrnakan adalah 150 ketimun segar.
Citra ketimun diolah untuk mendapatkan enam parameter mutu yang sesuai dengan
kriteria grading ketimun yaitu panjang, tre4 perimeter, atea cacat, indeks R (r), dan
indeks G (g), yang akan digunakan sebagai input padajaringan syaraf tiruan. Sembilan
variasi jaringan syaraf tiruan (JST) dikembangkan untuk pelatihan JST (120 data).
Bobot-bobot dari pelatihan variasi JST terbaik digunakan pada propagasi maju untuk
menduga kelas mutu data testing (30 data), kemudian diintegrasikan pada program
pengolah citra ketimun sehingga secara otomatis program dapat menduga kelas mutu
citra ketimua.
Parameter mutu hasil pengolahan citra memiliki relevansi dengan kriteria
grading ketimun. Variasi terbaik JST untuk pemrograman adalah variasi dengan
karakteristik konstanta learning rate 0,4 dan l0 node lapisan tersembunyi. Validasi
menunjukkan bahwa dari 30 data testing progrcm pengolahan citra edamame memiliki
akurasi 100 persen.PENELITIAN DIPA_200
Pemanfaatan Citra SPARSA Buatan Untuk Penajaman Citra Penginderaan Jauh
Interpretasi sebuah citra penginderaan jauh akan semakin baik bila citra mempunyai batas antar obyek yang tajam. Untuk mempertajam (sharphening) sebuah citra dilakukan penajaman melalui transformasi misalnya pemerataan histogram, memninggikan kontras atau dengan penambahan nilai Laplacian. Salah satu penambahan Laplacian adalah dengan menambahkan suatau citra sparsa (citra yang nilai komponennya sebagian besar adalah nol). Citra sparsa dapat dibuat dengan transformasi antara lain dengan transformasi curvelet. Hasil penajamaan dengan cara ini cukup baik secara visual.Hal.167-17
DESAIN TEKNIK TRANSMISI DATA CITRA SATELIT REMOTE SENSING
Abstrak Pada teknologi dunia satelit saat ini. Kebutuhan data citra Remote Sensing meningkat kapasitasnya dari era sebelumnya ,dikarenakan faktor meningkatnya data citra karena semakin besarnya area pixel sebuah sensor citra seperti CCD,CMOS bit data dari konversi sensor matriks dapat melebihi 8 bit dan biasanya 12 bit dan untuk jenis sensor lain yang lebih maju teknologinya, pada sensor citra linier dengan metoda pencitraan permukaan dilakukan satu demi sate seperti peralatan scanner. Ini menghasilkan limpahan data yang lebih besar dari sensor, tergantung dari optimasi rata rata waktu untuk menscan satu citra,limpahan data periu diperkecil untuk transfer data citra yang lebih maju,untuk mendapatkan gambar yang di download lebils banyak. Teknik kompresi untuk limpahan data diperlukan untuk keperluan tersebut. Piksel, CCD, CMOS, download, limpahan data, citra Abstract In these days of satellite world technology. The need of remote sensing data Image is Increasing than the era's before, because of its huge image data and the more large pixel area for an image sensor etc CCD,CMOS data bits from the converted matrix data sensor is more than 8 bit In one pixel usually 12 bits and the more other advance sensor techonolgy Is the Linear image sensor that is in capturing Image with a method of scanning the surface oneja a time like a scanner devices, this conclude even more bigger data stream from the sensor depending the optimization time slew rate for scan one picture. The data stream needs to be small for the advance picture transfer In result more images can be downloaded in reduced time, a compression technique for data stream required for these purposes. Key Word: pixel, CCD, CMOS, download, data steam, imageHal. 7-14: ilus.; 24,5 c
PENERAPAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI SEBAGAI WADAH PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA STKIP CITRA BAKTI YANG ANTI KORUPTIF
tujuan penelitian ini adalah untuk mewujudkan pembentukan karakter mahasiswa STKIP Citra Bakti Ngada yang anti koruptif, jujur, displin, bersih, dan tranparan
AKUISISI CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN MATLAB
Sistem visual manusia tersebut terdiri atas gabungan dari proses perekaman dan pendeteksian obyek. Oleh karenanya, manusia memiliki kemampuan untuk mengenali obyek tertentu dari sekumpulan obyek yang dilihatnya. Selain itu, manusia juga mengetahui penamaan tiap obyek, yang tentunya akan mempermudah dalam mendeteksi suatu obyek. Kemampuan visual manusia, sangat berbeda dengan kemampuan sistem visual mesin (machine vision). Pada sistem visual mesin, hasil perekaman alat optik tidak dapat langsung diterjemahkan, didefinisikan dan dikenali oleh komputer. Oleh karenanya, pada sistem visual mesin dibutuhkan proses pengolahan citra terlebih dahulu. Proses pengolahan citra tingkat rendah/ dasar (low level image processing) yang dapat digunakan adalah segmentasi. Dikarenakan citra yang digunakan adalah citra berwarna, maka dari itu dipilih metoda segmentasi amplitudo yaitu multilevel color component thresholding (pemberian ambang batas pada tiap-tiap tingkatan warna). Selanjutnya, hasil keluaran proses segmentasi warna yang berupa informasi citra ini nantinya akan digunakan untuk pengolahan citra lebih lanjut. Pengolahan lebih lanjut dari hasil segmentasi warna ini adalah deteksi obyek (object detection). Pendeteksian obyek dalam suatu citra merupakan suatu permasalahan mendasar dalam banyak aplikasi analisis citra
ANALISIS HASIL KOREKSI RADIOMETRI RELATIF UNTUK CITRA KAMERA MATRIKS SATELIT LAPAN A-2
Abstrak Kamera matriks merupakan salah satu muatan satelit LAPAN A-2. Citra yang dihasilkan dan kamera satelit tersebut pada kenyataannya mengalami distorsi secara radiometri. Oleh karena itu, koreksi radiometri perlu dilakukan untuk menghasilkan citra dengan kualitas radiometri yang lebih baik. Penelitian mengenai koreksi radiometri telah dilakukan, tetapi pada prosesnya citra hasil koreksi belum sempurna khususnya secara visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk dapat mengurangi cacat radiometri pada citra yaitu dengan menggunakan suatu nilai sebagai pengalidark citra. Diperlukan proses analisis antar kanal citra sebelum citra memasuki proses demosaicing dan enhancement. Berdasarkan hasil koreksi yang dilakukan, penggunaan nilai pengali dark citra dapat meningkatkan kualitas citra hasil koreksi. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa faktor pengalidark pada jenis citra homogen dan heterogen memiliki nilai yang sedikit berbeda, yaitu selisih 0,1 padaband blue. Secara umum, metode ini dapat dijadikan sebagai metode alternatif untuk mengurangi cacat pada citra khususnya secara visual jika data kalibrasi kamera tidak tersedia secara lengkap. Diharapkan metode ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan citra dengan kualitas yang lebih baik. Abstract Matrix camera is one of the payload of LAPAN A-2 satellite. Image from the satellite camera is distorted by radiometric distortion. Therefore, radiometric correction should be done to produce a better image quality. Radiometric correction research has been performed, however the corrected image is not perfect visually. The method used in this research to improve image quality requires a value as dark image multiplier factor. Image band analysis process is needed before demosaicing and enhancement process. Based on experiments that have been done, the implementation of dark image multiplication factor can improve quality of the corrected image. From this research, it is also known that the multiplier factor on uniform and non uniform image are slightly different. Generally, this method can be used as an alternative method to reduce radiometric defects on the image when camera calibration data is not available completely. In the future, the method is expected to be developed to produce image with better quality.Hal. 241-250 :ilus.; 30 C
ORIENTASI DISRUPSI PRAKONSEP DESAIN GEDUNG REKTORAT CITRA BAKTI
Telah dilaksanakan  pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan menghasilkan gambar skematik atau desain prakonsep Gedung Rektorat Citra Bakti. Model pengabdian yang diadopsi adalah model partisipatory rural appraisal. Sedangkan  metode menggunakan studi literatur dan kelayakan dengan ruang lingkup analisis pasar, lokasi, finansial dan teknis. Program kebutuhan bangunan, pembuatan sketsa desain awal, pembuatan 3D dan pembuatan dokumen desain. Penggunaan metode tersebut mempertimbangkan beberapa faktor, seperti: Kompleksitas proyek terkait proyek yang lebih kompleks umumnya membutuhkan proses pradesain yang lebih detail. Anggaran terkait dengan proyek dengan anggaran terbatas mungkin perlu menyederhanakan proses pradesain. Waktu, pertimbangan ketersediaan waktu juga dipertimbangkan karena hal ini dapat memengaruhi metode pradesain yang dipilih. Desain skematik didasarkan pada beberapa referensi, pedoman dan peraturan yang berlaku di indonesia. Deregulasi tersebut seperti  Undang-undang Nomor 28 Tahun 2022, Peraturan, ketentuan dan petunjuk teknis turunnan dari undang-undang tersebut. Pedoman teknis bangunan gedung, Peraturan Beton Indonesia (PBI) dan standar-standar relevan yang berlaku di Indonesia. Disamping itu menggunakan acuan referensi seperti data arsistek. Hasil dari pengabdian ini adalah berupa desain prakonsep atau pradesain perencanaan gedung Rektorat Citra Bakt
ANALISIS CITRA PLASMODIUM MALARIA DALAM DARAH MENGGUNAKAN PENGOLAHAN CITRA
Telah dilakukan penelitian analisis citra plasmodium malaria dalam darah dengan mengolah sebanyak 35 data citra sekunder. Data tersebut dikelompokkan berdasarkan mikroskop yang digunakan, yaitu 31 citra diperoleh dari jenis mikroskop binokuler dan 4 citra dari jenis mikroskop cahaya yang terbagi atas 9 citra untuk data latih dan 26 citra untuk data uji. Penelitian pengolahan citra ini menggunakan Software Matlab yang dibantu Software Photoshop CS6 untuk proses penginputan citra menggunakan fungsi ???imread??? dengan terlebih dahulu melakukan proses cropping pada citra data latih, bagian eritrosit yang terdapat plasmodium dan pada bagian plasmodiumnya. Kemudian dilakukan juga Pre-processing untuk menghilangkan noise menggunakan metode Salt and Pepper Noise dan hasilnya 1 citra yang memiliki noise. Setelah itu, diperolehlah hasil citra RGB yang dikonversi ke citra grayscale. Kemudian dilakukan proses segmentasi warna berdasarkan nilai mean dan standar deviasi. Hasil citra ditandai dengan warna putih (255) dan warna hitam (0). Selanjutnya dilakukan proses deteksi tepi menggunakan metode deteksi tepi sobel dan hasilnya terlihat penebalan garis tepi pada plasmodium. Hasil dari deteksi tepi dan segmentasi warna ditumpukkan (overlay) yang ditandai oleh adanya penambahan garis tepi berwarna hitam pada plasmodium. Melalui proses segmentasi warna didapatkan persentase luas plasmodium dalam darah < 9 %. Pada proses identifikasi 26 data citra uji, 20 citra yang berhasil dan 6 citra dinyatakan gagal diidentifikasi. Sehingga persentase keberhasilan dari segmentasi warna pada identifikasi adalah 76,9 % untuk 26 data input
- …
