120,469 research outputs found

    Caridina bruneiana Choy 1992

    No full text
    Caridina bruneiana Choy, 1992 Caridina bruneiana Choy, 1992: 49, Figs.1–4 [type locality: Brunei]; Wowor et al., 2004:343, Fig. 7A–C. Material examined. – Singapore: 2 males, cl 3.0– 3.1 mm, 1 female, cl 3.5 mm, 17 ovigerous females, cl 4.8–6.1 mm, RMNH D 16621, Jurong, Singapore, coll. E. R. Alfred, 22 Mar.1958; 3 males, cl 3.0– 3.5 mm, 3 females, cl 2.3–3.2 mm, ZRC 1979.4.18.13–18, Sungai Peng Siang, 12 miles from Chua Chu Kang Road, Singapore, 18 Aug.1961. Habitat. – Similar to C. peninsularis, i.e. in streams or rivers with seawater influence. Remarks. – With regard to the form of the rostrum, Caridina bruneiana is very similar to C. peninsularis, with which it has been found to occur together. However, it can be separated from C. peninsularis by the relatively higher rostrum, higher number of postorbital rostral teeth (2–3 vs. 3–5) and spinules on the dactylus of fifth pereiopod (19–22 vs. 38–42); and the absence of a spine on the preanal carina. Its presence in Singapore suggests a wider distribution in the Peninsular Malaysia, although it is not formally known there at present. Distribution. – Borneo, Singapore (Choy, 1992; present study).Published as part of Cai, Yixiong, Ng, Peter K. L. & Choy, Satish, 2007, Freshwater Shrimps Of The Family Atyidae (Crustacea: Decapoda: Caridea) From Peninsular Malaysia And Singapore, pp. 277-309 in Raffles Bulletin of Zoology 55 (2) on page 284, DOI: 10.5281/zenodo.533354

    Youth learners: The authentic neglected species learning for an unknown future

    No full text
    Abstract: This paper reports on a major research project that investigated youth learning. Specific parts of the project have been published in other literature (Choy 2000, Choy and Delahaye 2000 and Choy and Delahaye 2001), and this paper provides an overview of the findings. The Study Process Questionnaire, the Student Orientation Questionnaire and the Learning Preference Assessment were completed by 448 youths (aged 18 to 24 years) from TAFE 59 % and university (41%). Fifty three youths participated in five follow-up focus groups. Generally, youths studied in this project were found to be surface learners with low level of readiness for self-directed learning but, surprisingly, they showed a high preference for a combination of structured and unstructured learning. Youth comments on formal learning, the learning institutions and role conflicts are discussed. Finally, the paper suggests that learners progress through a four stage development sequence and that youth learners are at Stage 2

    A. Kleinman, P. Kunstadter, E. Rüssel Alexander, J. L. Gale, eds., Medicine in Chinese Cultures : Comparative Studies of Health Care in Chinese and Other Societies

    No full text
    Choy Kwei Meng. A. Kleinman, P. Kunstadter, E. Rüssel Alexander, J. L. Gale, eds., Medicine in Chinese Cultures : Comparative Studies of Health Care in Chinese and Other Societies. In: L'Homme, 1979, tome 19 n°2. pp. 116-121

    Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pak Choy ( Brassica Rapa L. Var Chinenesis ) Di Polibag

    No full text
    Pak choy ( Brassica rapa L. var chinensis ) merupakan sayuran yang bermanfaat bagi tubuh manusia karena kandungan gizinya. Data produksi pak choy di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Periode tahun 2009 - 2011, produksi pak choy meningkat dari 562.838 ton menjadi 591.225 ton (Badan Pusat Statistik, 2011). Daerah pusat penyebaran pak choy antara lain, Cipanas, Lembang, Pengalengan, Malang, dan Tosari. Untuk menunjang kesuburan media tanam pemberian pupuk anorganik juga diperlukan. Faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan pak choy yaitu media tanam,karena media tanam adalah faktor terpenting sebelum kita melakukan penanaman. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian respon penelitian Pengaruh beberapa pemberian dosis pupuk dan media tanam terhadap pertumbuhan tanaman pak choy ( Brassica rapa L. var chinensis) di polibag. Tujuan dari penelitian ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk dan juga pengaplikasian media tanam terhadap pertumbuhan yang terjadi pada tanaman pak choy ( Brassica rapa L. Var chinensis). Hipotesis penelitian ini ialah pengaruh pemberian dosis pupuk yang diberikan dan media tanam terhadap pertumbuhan tanaman pak choy ( Brassica rapa L. var chinensis) Penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni sampai agustus 2016 di lahan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, bertempat di perumahan Griyasanta, dengan perlakuan media tanam tanah, kompos, sekam dan juga menggunakan dosis pupuk untuk pertumbuhan tanaman pak choy. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak kelompok faktorial. Rancangan perlakuan terdiri dari dua faktor, yaitu faktor pemupukan dan media tanam. Dari kedua faktor tersebut didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Pengamatan non destruktif meliputi Tinggi tanaman, Jumlah daun pertanaman. Pengamatan dilakukan pada umur tanaman 7 hst, 14 hst, 21 hst, 28 hst. Pengamatan destruktif meliputi Luas daun, Bobot basah tanaman, Bobot kering tanaman, dilakukan pada saat tanaman siap dipanen. Analisis data hasil pengamatan menggunakan uji F dengan metode Sidik Ragam (ANOVA) Apabila tidak terjadi interaksi dilakukan uji BNT 5% dilakukan pada hasil rata-rata perlakuan tunggal yang menpunyai pengaruh terhadap variabel pengamatan. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan pemberian beberapa dosis pupuk dan media tanam pada parameter pengamatan tinggi tanaman, bobot segar, bobot kering dan luas daun, tetapi pada jumlah daun terdapat interaksi antara pemberian beberapa dosis pupuk dan media tanam yang berbeda nyata. Hasil pengamatan mingguan didapatkan perlaukuan pemberian beberapa dosis pupuk tidak ada interaksi dengan media tanam pada parameter jumlah daun yang tidak berbeda nyata pada 7 – 28 hari setelah tanam. Pada pengamatan bobot segar, bobot kering, dan luas daun tanaman pak choy, diperoleh hasil yang tertinggi yaitu kobinasi perlakuan dengan perbandingan dosis pupuk NPK 100 kg/ha : Urea 125 kg/ha : ZA 100 kg/ha ( P3 ) dan media tanam tanah, kompos, sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1 ( M3 )

    Pertumbuhan Dan Produktivitas Sawi Pak Choy (Brasica Rapa L.) Pada Umur Ransplanting Dan Pemberian Mulsa Organik

    No full text
    Potensi produksi tanaman pak choy belum optimal, rendahnya produksi pak choy dikarenakan pada teknik budidayanya petani cendrung tidak memperhatikan kondisi lingkungan mikro dan masih belum adanya standart transplanting yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan teknik budidaya pak choy dengan penggunaan mulsa dan saat transplanting yang tepat. Dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2013 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji - Batu. Penelitian menggunakan Rancangan dengan 16 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah pak choy tanpa mulsa dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa sekam dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa jerami dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa paitan dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaks antara mulsa organik dan umur transplanting pada pertumbuhan dan produktivitas pak choy. Pertumbuhan pak choy yang ditransplanting 20 hst lebih cepat dibandingkan 5 hst disemu

    Pengaruh Biourine Dan Jenis Pupuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Pak Choy (Brassica Chinensis L.)

    No full text
    Pak choy (Brassica chinensis L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Permintaan sayuran pak choy yang cukup tinggi tidak seimbang dengan jumlah produksi tanaman tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh biourine sapi dan jenis pupuk pada pertumbuhan dan hasil tanaman pak choy (Brassica chinensis L.). Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 3 kali ulangan yang terdiri dari 7 perlakuan: P0: Biourine (1000 L ha-1), P1: Biourine + pupuk phonska (800 kg ha-1), P2: Biourine + jamur mikoriza (20 g/tanaman), P3: Biourine + jamur Trichoderma sp. (15 mL), P4: Biourine + kompos kotoran sapi (10 ton ha-1) P5: Biourine + kompos seresah UB (20 ton ha-1), P6: POC ( Pupuk Organik Cair). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kombinasi biourine dan pupuk phonska 800 kg ha-1 (P1) berpengaruh nyata pada umur 21 dan 28 hst. Perlakuan P1 yaitu pemberian kombinasi biourine sapi dengan pupuk Phonska rata-rata pertumbuhan pakchoy lebih baik daripada perlakuan lainnya pada parameter tinggi, luas daun, panjang tanaman, bobot basah tanaman, bobot basah daun, bobot kering daun, diameter bonggol. Pada komponen hasil (panen) untuk total bobot segar tanaman/ha dan total bobot segar konsumsi/ha, perlakuan P1 memberikan hasil tertinggi 55.75 ton ha-1 dan pengaruh nyata terhadap perlakuan lain

    PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS SAWI PAK CHOY (Brasica rapa L.) PADA UMUR TRANSPLANTING DAN PEMBERIAN MULSA ORGANIK

    No full text
    Potensi produksi tanaman pak choy belum optimal, rendahnya produksi pak choy dikarenakan pada teknik budidayanya petani cendrung tidak memperhatikan kondisi lingkungan mikro dan masih belum adanya standart transplanting yang tepat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan teknik budidaya pak choy dengan penggunaan mulsa dan saat transplanting yang tepat. Dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2013 di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji - Batu. Penelitian menggunakan Ranca-ngan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 16 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan ialah pak choy tanpa mulsa dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa sekam  dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa jerami  dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss, pak choy dengan pemberian mulsa paitan dengan umur transplanting 5, 10, 15 dan 20 hss. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara mulsa organik dan umur transplanting pada pertumbuhan dan produktivitas pak choy. Pertumbuhan pak choy yang ditransplanting 20 hst lebih cepat dibandingkan 5 hst disemua variabel pertumbuhan. Kata kunci: pak choy, transplanting, mulsa, produktivita

    Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Berbagai Waktu Tanam Pak choy (Brassica chinensis L.) dalam Sistem Tumpangsari

    No full text
    Jagung (Zea mays L.) dan pak choy (Brassica chinensis L.) ialah komoditi pertanian yang prospektif untuk dikembangkan di Indonesia. Hasil panen kedua tanaman ini memiliki permintaan pasar yang tinggi. Ekspor jagung Indonesia sebanyak 40.000-50.000 ton, namun angka impor masih tinggi, sekitar 400.000 hingga 1,8 juta ton per tahun. Sedangkan pak choy mempunyai prospek yang cukup cerah karena dapat meningkatkan pendapatan petani, sumber gizi masyarakat, pengembangan agribisnis, peningkatan pendapatan negara melalui pengurangan impor dan memacu pertumbuhan ekspor. Pada tahun 2010-2011, berdasarkan riset Oxfam menunjukkan lahan pertanian meningkat menjadi 37,5%, namun rata-rata kepemilikan lahan tiap petani turun menjadi 0,7 ha dari 1,5 ha. Oleh karena itu, diperlukan usaha atau teknik budidaya yang tepat untuk meningkatkan produktivitas lahan yaitu tumpangsari. Namun, budidaya dengan sistem ini meningkatkan kompetisi dalam memperebutkan faktor pertumbuhan. Untuk mengurangi kompetisi dari pola tumpangsari jagung dan pak choy, maka dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanam yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan waktu tanam pak choy yang tidak menyebabkan penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada sistem tumpangsari dan 2) mendapatkan nilai LER (Land Equivalent Ratio) yang tinggi pada sistem tumpangsari jagung dan pak choy. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ialah 1) penanaman pak choy bersamaan dengan jagung dan 1 minggu setelah tanam jagung pada sistem tumpangsari jagung dan pak choy tidak menyebabkan penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung dan 2) tumpangsari tanaman jagung dan pak choy dapat meningkatkan nilai LER dibandingkan dengan penanaman monokultur. Penelitian dilaksanakan di Dusun Grogolan, Desa Ngembe, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian ±100 m dpl dan suhu antara 26-30 °C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 7 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan-perlakuan tersebut yaitu P1: Tanaman jagung ditumpangsarikan dengan tanaman pak choy, ditanam bersamaan, P2: Tanaman jagung ditumpangsarikan dengan tanaman pak choy, ditanam 1 minggu setelah jagung, P3: Tanaman jagung ditumpangsarikan dengan tanaman pak choy, ditanam 2 minggu setelah jagung, P4: Tanaman jagung ditumpangsarikan dengan tanaman pak choy, ditanam 3 minggu setelah jagung, P5: Tanaman jagung ditumpangsarikan dengan tanaman pak choy, ditanam 4 minggu setelah jagung, P6: Penanaman jagung secara monokultur, P7: Penanaman pak choy secara monokultur. Parameter pengamatan yang diamati untuk jagung ialah tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang (non destruktif), luas daun dan bobot kering total tanaman (destruktif), diameter tongkol, bobot segar tongkol, bobot kering tongkol, bobot pipilan kering dan bobot 1000 butir (panen) serta Land Equivalent ratio (LER). Sedangkan untuk pak choy ialah tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter bonggol (non destruktif), luas daun dan bobot kering total tanaman (destruktif), bobot segar panen dan bobot konsumsi (panen). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F dengan taraf 5%) untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan yang diberikan, dilanjutkan dengan BNT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan penanaman tanaman pak choy sebagai tanaman sela pada berbagai waktu tanam dalam sistem tumpangsari dengan jagung tidak menyebabkan penurunan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Tumpangsari tanaman jagung dan pak choy yang ditanam bersamaan dan 1-4 minggu setelah jagung mampu meningkatkan produktivitas lahan. Nilai Land Equivalent ratio (LER) tertinggi terdapat pada perlakuan jagung tumpangsari dengan pak choy yang ditanam bersamaan, yaitu sebesar 1,73. Tumpangsari tanaman jagung dan pak choy yang ditanam bersamaan dan 1 minggu setelah jagung mampu meningkatkan hasil panen total dan menguntungkan secara ekonomi

    Studi Perakaran pada Ruang Tumbuh yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pak Choy (Brassica chinensis L.)

    No full text
    Pak choy (Brassica chinensis L.) ialah tanaman sayuran daun dari keluarga Cruciferae yang mempunyai nilai ekonomi tinggi setelah kubis krop, kubis bunga dan broccoli. Tanaman jenis ini berkembang pesat di daerah sub tropis maupun tropis. Pengembangan budidaya pak choy mempunyai prospek yang cukup cerah karena dapat meningkatkan pendapatan petani, sumber gizi masyarakat, perluasan kesempatan kerja, pengembangan agribisnis, peningkatan pendapatan negara melalui pengurangan impor dan memacu laju pertumbuhan ekspor. Namun pertumbuhan penduduk yang semakin pesat dan perluasan areal pemukiman menyebabkan lahan pertanian yang produktif semakin sempit. Hal ini menjadi penghambat untuk dilakukannya budidaya pak choy di lahan. Upaya untuk mengatasinya adalah dengan mengembangkan teknik budidaya sistem pot atau polibag. Pot adalah suatu wadah yang diisi dengan media untuk tempat tumbuh tanaman (Palungkun, Indriani dan Widyastuti, 1993). Budidaya dalam pot berarti juga membatasi ruang tumbuh bagi tanaman. Jumlah tanaman serta ruang tumbuh sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian tentang studi perakaran pada ruang tumbuh yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pak choy. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus 2009 di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Batu, Kotamadya Malang. Lokasi ketinggian tempat adalah ± 683 m dpl. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkul, sabit, meteran, timbangan analitik, penggaris panjang, alat tulis, kamera, oven, LAM (Leaf Area Meter). Bahan yang digunakan antara lain benih pak choy varietas Green Fortune dan varietas Green Pak Choy (Caisim), kompos, arang sekam, tanah, furadan, bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman pak choy (Brassica chinensis L.) karena pengaruh perbedaan ruang tumbuh. Hipotesis yang diajukan bahwa perbedaan ruang tumbuh akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman pak choy (Brassica chinensis L.). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok dengan 8 perlakuan, antara lain: (P1) ruang tumbuh 1 dengan 1 tanaman var. Green Fortune; (P2) ruang tumbuh 1 dengan 1 tanaman var. Green Pak Choy (Caisim); (P3) ruang tumbuh 2 dengan 2 tanaman var. Green Fortune; (P4) ruang tumbuh 2 dengan 2 tanaman var. Green Pak Choy (Caisim); (P5) ruang tumbuh 3 dengan 3 tanaman var. Green Fortune; (P6) ruang tumbuh 3 dengan 3 tanaman Green Pak Choy (Caisim); (P7) ruang tumbuh 4 dengan 4 tanaman var. Green Fortune; (P8) ruang tumbuh 4 dengan 4 tanaman var. Green Pak Choy (Caisim). Pengamatan dilakukan dengan cara non destruktif, destruktif dan panen. Pengamatan non destruktif dilakukan setelah tanaman berumur 10 hari setelah tanam dengan interval pengamatan 10 hari sekali. Pengamatan non destruktif meliputi: Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun per tanaman, dan diameter tajuk per tanaman. Pengamatan destruktif meliputi: panjang akar (cm), bobot segar akar tanaman (g), bobot kering akar tanaman (g) dan luas daun per tanaman (cm2). Pengamatan panen meliputi: bobot total tanaman (g), bobot konsumsi (g), Analisis data dilakukan menggunakan analisis ragam (F Hitung) dengan taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 perlakuan yang diteliti, bahwa perbedaan ruang tumbuh berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan akar tanaman pak choy, dimana ruang tumbuh 3 dengan 3 tanaman varietas green pak choy (caisim) mempunyai panjang akar lebih tinggi 42,16% dari ruang tumbuh 1 dengan 1 tanaman varietas green fortune, yaitu 23,267 cm dan pada variabel panen semua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil tanaman pak choy
    corecore