1,720,997 research outputs found
EVALUASI FORMAT MEDIA BROSUR OLYMPIC PADA PT. CAHAYA SAKTI MULTI INTRACO CABANG BENGKULU
The purposes of this research were: 1) to find out the formatting steps of Olympic
brochure media at PT. Cahaya Sakti Multi Intraco Brach Bengkulu, and 2) to evaluate
the formatting steps of Olympic brochure media at PT. Cahaya Sakti Multi Intraco
Brach Bengkulu. The samples of this research were as many as 52 people which
consisted of 35 respondents who understand about brochure media while the rest 17
respondents only given questionnaire. The samples were selected by using accidental
sampling technique. The method of analyzing the data used in this research was
descriptive analysis by using distribution of frequency table and average scores. The
research result showed that: (1) the respondents’ evaluation toward the font and font
size used on the brochure has getting better with the average perception score of 3,72;
(2) the respondents’ evaluation toward the language used on the brochure has getting
better with the average perception score of 4.21; (3) the respondents’ evaluation
toward the writing and the picture used on the brochure has getting better with the
average perception score of 4.00; (4) the respondents’ evaluation about the colors
used on the brochure has getting better with the average perception score of 3.90; (5)
the respondents’ evaluation toward the distribution of the brochures has getting better
with the average perception score of 3,95; (6) the respondents’ evaluation toward the
body of the brochure has getting better with the average perception score of 3,48; and
(7) the steps taken by the management of PT. Cahaya Sakti Multi Intraco in using
promotion media with brochure format were already effective in persuading
subscribers to the Olympic products
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS KONSUMEN DALAM MEMBELI BAN MOBIL MEREK DUNLOP PADA PT SULTAN KASIM BENGKULU (Studi Kasus Pada Pemilik Kendaraan Pribadi Roda Empat Di Kota Bengkulu)
The objective of this research is to knowing the factors influence of customer
loyalty to used Dunlop car tire in Bengkulu City. This Research represent type research
of survey that is research taking sample from a population using questioner as compiler
of the data. Data type the used is primary data which taken by questioner. Population
in research are all customers’ of Dunlop car tire in Bengkulu City. Method of intake
sample is accidental sampling, while respondent amounting 150 respondents. Method
analyzes data the used is descriptive analysis and factor analysis.
Pursuant to result of data analysis obtained result of that is the reduction of 25
factors was finding six new factors influence of customer loyalty to used Dunlop car tire
in Bengkulu City. The sevent factors that : product, price and promotion, assurance and
location, reference group, experience and satisfaction, and according and trend
PENGARUH STATUS-QUO BIAS, OVERCONFIDENCE BIAS DAN HERDING BIAS TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI DENGAN ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI PEMODERASI
Pasar modal merupakan tempat bagi berbagai pihak yang melakukan jual beli
saham dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Untuk mendapatkan keuntungan yang
maksimal maka diperlukan untuk mengetahui informasi penting sebelum melakukan
keputusan investasi saham, informasi penting yang dimaksud salah satunya yaitu
mengetahui perkembangan jumlah investor yang ada di pasar modal, karena dalam
pengambilan keputusan investasi saham banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya
adalah psikologi, sehingga mendorong investor untuk bertindak secara tidak rasional.
Dalam penelitian ini faktor psikologi yang diangkat adalah bias yaitu status quo bias,
overconfidence bias dan herding bias. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui apakah investor saham yang tergabung dalam Galeri Investasi yang ada di
perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu mengalami bias yaitu status quo bias,
overconfidence bias dan herding bias terhadap keputusan investasi saham dan untuk
mengetahui apakah analisis fundamental sebagai pemoderasi dapat memberi pengaruh
memperkuat atau memperlemah pada masing-masing bias.
Oleh karena itu untuk menghindari atau mengurangi ketidakrasionalan
Markowits (1992) mengungkapkan pentingnya diversifikasi untuk mengurangi risiko,
karena keputusan investasi berkaitan erat dengan keputusan penganggaran modal
sehingga banyak proses pemilihan aternatif pada saat pengambilan keputusan investasi
saham. Konsep dalam berinvestasi saham yaitu semakin besar resiko, semakin besar
pula return yang diharapkan. Untuk mendapatkan return yang sesuai dengan harapan
maka sebelum pengambilan keputusan investasi saham perlu melakukan analisis, salah
satunya analisis fundamental.
Penelitian ini jenis penelitian kuantitatif yang sumber datanya adalah data
primer. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu status quo bias, overconfidence
bias dan herding bias, sedangkan variabel dependenya yaitu keputusan investasi
saham. Untuk menghasilkan penelitian yang menarik peneliti menambahkan variabel
moderasi yaitu analisis fundamental. Populasi dalam penelitian ini yaitu investor saham
yang ada di Provinsi Bengkulu yang sampelnya berjumlah 395 responden yang
ditentukan menggunakan rumus slovin.
Investor yang ada di Provinsi Bengkulu pada tahun 2022 berjumlah 49.380
orang yang kenaikkanya mencapai 74,4 persen. Inklusi pasar modal tertinggi berada di
Kota Bengkulu dan sekitar 42,3 persen investor saham di Provinsi Bengkulu
merupakan pelajar dan mahasiswa. Karakteristik responden dalam penelitian ini
viii
melalui lima pernyataan yaitu jenis kelami, usia, pekerjaan, pengalaman menjadi
investor, dan tempat terdaftar. Tanggapan responden untuk status quo bias
dikategorikan tinggi dengan nilai rata-rata 3,90 , untuk overconfidence bias
dikategorikan sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,34 dan herding bias juga dalam
kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,05. Kemudian pada keputusan investasi rata�ratanya 3,93 masuk dalam kategori tinggi dan untuk tanggapan analisis fundamental
dikategorikan tinggi dengan nilai rata-rata 3,58.
Dari pengujian menunjukkan bahwa status quo bias berpengaruh terhadap
keputusan investasi saham, dan overconfidence bias tidak berpengaruh terhadap
keputusan investasi saham. Kemudian pada herding bias berpengaruh terhadap
keputusan investasi saham, untuk analisis fundamental menunjukkan hasil bahwa dapat
memoderasi artinya dapat memperkuat pengaruh status quo bias dan herding bias
terhadap keputusan investasi saham. Sedangkan untuk hasil herding bias menunjukkan
bahwa analisis fundamental memperlemah pengaruh overconfidence bias terhadap
keputusan investasi saham.
Kata kunci: Status Quo Bias, Overconfidence Bias , Herding Bias, Keputusan Investasi
Saham, Analisis Fundamenta
PENGARUH SHARIA FINANCIAL LITERACY, DISPOSABLE INCOME, DAN RELIGIUSITAS TERHADAP NIAT MENABUNG DI BSI PADA GEN Z
Penelitian ini secara umum menguji pengaruh sharia financial literacy,
disposable income dan religiusitas terhadap niat menabung di BSI pada Gen-Z.
Indonesia memiliki penduduk sebanyak 278.696 ribu jiwa dan didominasi oleh
penduduk yang beragama Islam sebanyak 244,41 juta (87,1%) (BPS,2023).
Dengan melihat data penduduk Indonesia didominasi oleh agama Islam, sudah
seharusnya bank syariah tidak mengalami ketertinggalan dibandingkan bank
konvesional. Namun nyatanya bank syariah masih mengalami ketertinggalan
dibandingkan bank konvesional. Ketertinggalan ini terjadi karena kurangnya
kepercayaan dan kurangnya penegtahuan masyarakat khususnya mengenai literasi
keuangan syariah atau sharia financial literacy hingga membuat masyarakat
termasuk Gen-Z kurang berminat untuk menabung apalagi untuk niat menabung
(Rusydiana, 2016). Niat menabung ialah suatu tindakan yang memperlihatkan
keinginan seseorang untuk menggunakan produk tabungan sebagai respon atas
rasa ketertarikannya terhadap produk tabungan yang telah ia amati (Nurjannah &
Pratikto, 2022). Niat atau keinginan seseorang untuk menabung timbul karena
berbabagai faktor, baik itu faktor internal dan ekternal. Penelitian ini berasumsi
bahwa literasi keuangan syariah, pendapatan yang dapat dibelanjakan, dan
religiusitas dapat mempengaruhi niat menabung seseorang di BSI.
Penelitian ini menggunakan variabel niat menabung sebagai variabel y yang
dimana niat menabung dapat dijelaskan dengan menggunakan Theory of Planned
Behavior (TPB). TPB ialah teori yang berhubungan dengan perilaku individu,
khususnya sikap, normatif subjektif, dan kontrol perilaku (keyakinan terhadap
perilaku). Sharia financial literacy diibaratkan sebagai faktor informasi yang
mempengaruhi sikap dan kontrol perilaku; TPB menjelaskan kontrol perilaku
pada disposable income; TPB menjelaskan sikap, norma subjektif dan kontrol
perilaku pada religiusitas. Pengukuran indikator setiap variabel menggunakan
indikator dari penelitian terdahulu yakni indikator niat menabung dari Dewi et al.
(2022), indikator sharia financial literacy dari Rozikin & Sholekhah (2020),
indikator disposable income dari Sunarsih & Wijayantie (2021), dan indikator
religiusitas dari Prasetyo & Anitra (2020).
Jenis penelitian ini ialah kuantitatif dan data yang disajikan pada penelitian
ini ialah deskriptif. Sumber data yang digunakan iala data primer yang diperoleh
melalui pengumpulan data berupa kuesioner berisi pernyataan yang digunakan
untuk memperoleh informasi responden melalui google form. Populasi penelitian
ini ialah Gen-Z Kota Bengkulu. Pengambilan sampel menggunakan teknik
purposive sampling dengan kriteria berumur 17-26 tahun, beragama islam,
i
ii
berdomisili di Kota Bengkulu, mempunyai uang saku/pendapatan, dan
mempunyai keinginan atau berniat menabung. Jumlah responden yang mengisi
kuesioner sebanyak 423 orang, namun responden yang sesuai kriteria berjumlah
269 orang. Oleh karena itu sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah
269 orang. Data yang didapatkan dianalisis dengan software SmartPLS 3.0.
Metode analisis data yang digunakan penelitian ini ialah metode Partial Least
Square (PLS). Pengujian data menggunakan model pengukuran (outer model),
model struktural (inner model) dan pengujian hipotesis menggunakan
bootstrapping.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1.) Sharia financial literacy
berpengaruh positif signifikan terhadap niat menabung di BSI pada Gen-Z Kota
Bengkulu sebesar 0,277, yang dimana menandakan bahwa semakin tinggi tingkat
sharia financial literacy Gen-Z, maka akan semakin tinggi juga niat
menabungnya di BSI. Dikatakan berpengaruh karena nilai t-table-nya 4,244
(>1,96) dan p-values-nya 0,001 (<0,005); 2.) Disposable income berpengaruh
positif signifikan terhadap niat menabung di BSI pada Gen-Z Kota Bengkulu
sebesar 0,196, yang dimana menandakan bahwa semakin besar pendapatannya
atau disposable income-nya, maka akan semakin besar niat menabung Gen-Z di
BSI. Dikatakan berpengaruh karena nilai t-table-nya 2,591 (>1,96) dan p-values�nya 0,010 (<0,005); 3.) Religiusitas berpengaruh positif signifikan terhadap niat
menabung di BSI pada Gen-Z Kota Bengkulu sebesar 0,192, yang dimana
menandakan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitasnya, maka semakin tinggi
pula niat menabung Gen-Z di BSI. Dikatakan berpengaruh karena nilai t-table-nya
3,353 (>1,96) dan p-values-nya 0,001 (<0,005).
Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu persebaran kuesioner penelitian
masih belum bisa melingkupi semua Gen-Z di Kota Bengkulu karena
persebarannya belum merata, khususnya pada siswa dan sampel yang digunakan
hanya 269 orang. Saran untuk instansi pemerintah dan perbankan syariah
diharapkan bisa lebih sering melakukan sosialisasi serta pembekalan terkait
program-program yang dapat meningkatkan sharia financial literacy dan juga
pentingnya menabung ke Gen-Z seperti seminar. Hal ini dikarenakan masih
terdapat 22 orang pada sampel penelitian yang tidak memiliki tabungan dan masih
banyak yang belum memahami tentang literasi keuangan syariah atau sharia
financial literacy Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pengembangan,
sumbang pemikiran, dan bahan informasi yang bisa dikembangkan oleh peneliti
selanjutnya.
Kata Kunci: Niat Menabung, Sharia Financial Literacy, Disposable Income,
Religiusitas
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS LAYANAN HOTEL ZAL BENGKULU
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan Hotel Zal Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu fenomena tertentu. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Responden penelitian ini adalah konsumen yang menginap pada Hotel Zal Bengkulu yang diambil dengan teknik accidental sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan tabel distribusi frekuensi, rata-rata, persentase dan analisis SERVQUAL. Berdasarkan penelitian di lapangan dan analisis data, diperoleh hasil-hasil sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi reliability sebesar 3,69 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,83; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan; (2) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi responsiveness sebesar 3,35 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,69; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan; (3) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi assurance sebesar 3,59 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,75; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan; (4) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi empathy sebesar 3,67 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,81; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan; dan (5) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi tangibles sebesar 3,63 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,77; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SAAT TERJADINYA PANDEMI (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BEI)
Dampak krisis ekonomi global dikarenakan pandemi COVID-19 sudah
merambat ke Indonesia dan mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi
untuk bertahan di masa sulit ini. Aktivitas ekonomi mengalami kelambatan seperti
pada pertumbuhan perusahaan sub sektor farmasi. Selama pandemi Covid-19 para
investor banyak melakukan evaluasi untuk mengetahui kinerja keuangan
perusahaan terlebih dahulu sebagai langkah untuk mengambil kebijakan
berinvestasi selama pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui peningkatan kinerja keuangan pada saat masa pandemi di sektor
farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kinerja keuangan merupakan suatu analisis untuk menilai sejauh mana
perusahaan telah melaksanakan aktivitas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Penilaian kinerja keuangan terdiri dari empat penilaian yaitu rasio likuiditas, rasio
solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas. Rasio likuiditas adalah rasio
yang menunjukkan hubungan kas dan aset lancar lainnya dengan kewajiban
lancar. Rasio leverage/solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Rasio
profitabilitas merupakan sekelompok rasio yang memperlihatkan pengaruh
gabungan dari likuiditas, manajemen aset, dan hutang terhadap hasil operasi.
Rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas
perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya.
Metode pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kuantitatif.
Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek
Indonesia yaitu laporan keuangan Perusahaan Sub Sektor Farmasi dari tahun 2017
sampai 2021. Analisis rasio yang dipakai dalam penelitian ini meliputi analisis
rasio likuiditas (Current Ratio), solvabilitas (Debt to Assets Ratio dan Debt to
Equity ratio), profitabilitas (Return on Asset, Return on Equity dan Net Profit
Margin) dan aktivitas (Total Assets Turn Over), serta membandingkan rasio
tersebut sebelum dan saat pandemi covid 19.
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan nilai rata-rata sebelum dan saat terjadinya pandemi pada
perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di BEI. Setelah dilakukan uji
hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa tidak
ix
x
terdapat perbedaan yang signifikan dari kinerja keuangan perusahaan
sebelum dan saat pandemi covid-19 pada perusahaan yang terdaftar di BEI.
Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ditolak. Dari hasil analisis yang
dilakukan dalam penelitian ini munujukkan bahwa hipotesis ditolak.
Berdasarkan hasil penelitian rasio likuiditas yang dipakai dalam penelitian
ini meliputi analisis rasio likuiditas (Current Ratio), solvabilitas (Debt to Assets
Ratio dan Debt to Equity ratio), aktivitas (Return on Asset, Return on Equity dan
Net Profit Margin) dan profitabilitas (Total Assets Turn Over) dapat disimpulkan
bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan sebelum dan saat pandemi
Covid-19. Saran bagi perusahaan adalah harus lebih efektif dan efisien dalam
mengelola dana menganggur agar perusahaan dapat mempertahankan dan
mengembangkan hasil yang telah dicapai. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan
dapat menambahkan indikator yang diteliti.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan; Rasio Keuangan; Penilaian Rasi
KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DIUKUR DENGAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED, FINANCIAL VALUE ADDED, DAN MARKET VALUE ADDED (Studi Pada Perusahaan Perbankan BUMN Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia)
Penilaian kinerja merupakan salah satu faktor penting bagi perusahaan
karena pengukuran tersebut dapat digunakan untuk menilai keberhasilan
perusahaan yang bersangkutan. Selama ini pengukuran kinerja secara tradisional
lebih menitikberatkan pada sisi finansial, tanpa mempertimbangkan aspek lainnya
misalnya kesejahteraan pemilik (Iriana, 2003). Kinerja keuangan perusahaan
menunjukkan kondisi yang sebenarnya kekuatan dan kelemahan perusahaan.
Untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, harus dilakukan
pemeriksaan kesehatan keuangan perusahaan secara rutin (Sugiarti, 2007). Dalam
mencapai tujuan perusahaan yang telah direncanakan, kinerja keuangan
perusahaan merupakan tujuan utama yang harus dicapai. Berbagai strategi
pengukuran kinerja keuangan perusahaan yang akan dialakukan untuk mencapai
kinerja keuangan perusahaan yang baik. Analisis yang sering digunakan oleh
perusahaan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan ialah analisis rasio
keuangan. Namun metode dengan rasio keuangan akan sangat baik jika digantikan
dengan metode Economic Value Added, Financial Value Added, dan Market
Value Added sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan. Rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan perusahaan Perbankan
BUMN yang listing di BEI berdasarkan EVA, FVA, dan MVA. Serta tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja keuangan perusahaan
perbankan BUMN yang listing di BEI berdasarkan Economic Value Added,
Financial Value Added, dan Market Value Added.
Konsultan Stern Steward Management Service pada tahun 1993 di Amerika
Serikat memperkenalkan konsep Economic Value Added (EVA) dan Market
Value Added (MVA) sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan pada nilai
tambah ekonomis perusahaan dan nilai tambah pasar untuk mengatasi kelemahan
dari rasio keuangan. Ditambah dengan alat ukur Financial Value Added (FVA)
sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan yang bertujuan untuk memberi
nilai tambah pada sisi finansial perusahaan. Husnan dan Pudjiastuti (2004),
mengatakan “EVA menunjukan ukuran yang baik sejauh mana perusahaan telah
menambah nilai terhadap para pemilik perusahaan”. FVA merupakan pengukuran
kinerja keuangan perusahaan yang mengukur nilai tambah finasial perusahaan
dengan mempertimbangkan kontribusi aset tetap dalam menghasilkan laba bersih
perusahaan (Sandias, Lopes, dan Gonzales, 2002). MVA dinyatakan sebagai
selisih antara nilai pasar ekuitas (market value equity) dengan nilai buku ekuitas
(economic book value of equity). Kekayaan pemegang saham akan menjadi
maksimal dengan memaksimalkan perbedaan antara nilai pasar ekuitas
x
xi
perusahaan dengan jumlah modal ekuitas yang diinvestasikan investor. Perbedaan
ini disebut nilai tambah pasar (Market Value Added) (Brigham dan Houston,
2011).
Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dimana penelitian ini hanya
mendeskripsikan atau menggambarkan data perusahaan yang diteliti yang telah
terkumpul. Sampel dalam penelitian ini adalah empat perusahaan BUMN pada
sub sektor perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Metode dalam
pengambilan sampel ini adalah dengan teknik nonprobability sampling dengan
menggunakan jenis sampling, yaitu sampel jenuh, dimana teknik penentuan
sampel bila semua anggota populasi digunakan menjadi sampel. Hal ini sering
dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. Sedangkan metode pengumpulan data
dalam penelitian ini adalah dengan cara dokumentasi. Metode dokumentasi ini
dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari pencatatan data laporan keuangan
perusahaan pada Laporan Keuangan empat Perusahaan Perbankan BUMN yang
Listing di Bursa Efek Indonesia pada periode 2013-2016 yang diambil dari
website resmi BEI di http://idx.co.id dan www.bi.go.id. Serta pada metode
analisisnya, penelitian ini menggunakan alat ukur seperti EVA, FVA, MVA, dan
Statistik Deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian yang diolah dengan menggunakan program
SPSS v.22, dapat ditarik kesimpulan antara lain, Nilai Economic Value Added
(EVA) ke empat perusahaan perbankan dari tahun 2013 sampai 2016 memiliki
nilai rata-rata yang positif sehingga terjadi proses nilai tambah ekonomis bagi
perusahaan atau perusahaan tidak mampu membayarkan kewajiban kepada para
penyandang dana baik kreditor maupun pemegang saham. Nilai Market Value
Added (MVA) ke empat perusahaan perbankan dari tahun 2013 sampai 2016
memiliki nilai rata-rata positif yang menunjukkan manajemen telah berhasil
memberikan nilai tambah melalui pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar atas saham
yang diterbitkan atau perusahaan mampu menjual saham di pasar dengan harga
premium. Nilai Financial Value Added (FVA) ke empat perusahaan perbankan
dari tahun 2013 sampai 2016 memiliki nilai rata-rata positif menunjukkan
manajemen telah berhasil memberikan nilai fiansial bagi perusahaan atau ada nilai
finansial lebih manakala keuntungan bersih perusahaan dan penyusutan mampu
menutupi equivalent depreciation.
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Economic Value Added, Financial Value Added,
dan Market Value Adde
ANALISIS HOME SELECTION BIAS, CONFIRMATION BIAS, DAN HERDING TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI (STUDI EMPIRIS : PADA GALLERY INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) BENGKULU)
Perkembangan perekonomian suatu negara sangat penting, termasuk di
Indonesia. Investasi merupakan faktor yang mendukung perkembangan tersebut,
termasuk dalam sektor pasar modal. Pasar modal berperan sebagai sumber
pendanaan bagi perusahaan dan sarana investasi bagi investor. Hal ini
memungkinkan individu untuk berinvestasi melalui saham dan obligasi
perusahaan dengan harapan mendapatkan keuntungan, sementara perusahaan
dapat menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan operasional. Data
menunjukkan bahwa jumlah investor pasar modal di Indonesia terus meningkat
setiap tahun, menandakan manfaat yang dirasakan oleh individu atas investasi ini.
Bahkan di daerah seperti Bengkulu, jumlah investor pasar modal juga mengalami
peningkatan yang signifikan. Peningkatan ini disebabkan oleh kesadaran
masyarakat akan pentingnya investasi legal, terutama dalam menghadapi pandemi
Covid-19. Peningkatan investasi saham di pasar modal juga disebabkan oleh
pertumbuhan harga saham yang menguntungkan. Meskipun demikian, masih
diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi pasar modal dan mengatasi bias�bias emosi dan kognitif yang dapat mempengaruhi keputusan investasi investor.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Home Selection Bias,
Confirmation Bias, dan Herding terhadap keputusan investasi para investor di
Bengkulu. Home Selection Bias adalah kecenderungan individu untuk memilih
pasar domestik dengan alasan yang sulit dijelaskan secara rasional. Confirmation
Bias adalah kecenderungan individu untuk hanya mempercayai informasi yang
mendukung keyakinannya dan mengabaikan informasi yang bertentangan.
Herding adalah perilaku individu yang meniru tindakan orang lain tanpa
pertimbangan yang matang.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi
kausal, yang artinya penelitian ini membahas hubungan sebab akibat antar
variabel (Sekaran & Bougie, 2016). Penelitian ini menguji pengaruh dari variabel
independen terhadap dependen. Pengumpulan sample dilakukan dengan cara
menyebar kuosioner secara online, jumlah responden pada penelitian ini yaitu 106
responden.
x
Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Confirmation Bias berpengaruh
terhadap keputusan Investasi. Home selection Bias berpengaruh terhadap
keputusan Investasi. Herding berpengaruh terhadap keputusan Investasi.
Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan mengenai home selection
bias, confirmation bias, dan herding pada investor di Kota Bengkulu, terdapat
beberapa saran yang dapat disampaikan kepada investor terkait permasalahan
penelitian ini. Pertama, disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan
variabel lain yang dapat mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi
keputusan investasi investor. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan untuk
menambahkan literatur yang relevan, memperluas sampel, serta menggunakan
variabel moderasi atau modifikasi dengan variabel lain guna meningkatkan
kualitas penelitian di masa yang akan datang. Dengan demikian, dapat
menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif dan informatif bagi investor di
Bengkulu.
Kata Kunci: home selection bias, confirmation bias, herding, keputusan
investasi
PENGARUH EFIKASI DIRI KEUANGAN DAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI
Perilaku pengelolaan keuangan pribadi adalah kemampuan seseorang
dalam mengatur dana keuangan sehari-hari melalui perencanaan, penganggaran,
pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan (Kholilah,
2013). Selain itu, perilaku pengelolaan keuangan pribadi berhubungan dengan
tanggung jawab keuangan seseorang mengenai cara pengelolaan keuangan yang
meliputi pengelolaan uang dan aset lainnya dengan cara yang dianggap produktif
(Ida, 2010). Seorang individu perlu memiliki rasa keyakinan diri dalam
kemampuan mereka sendiri atau yang disebut juga sebagai efikasi diri keuangan
(Farell, dkk 2015). Selain itu, agar memiliki perilaku keuangan yang baik maka
harus didasari pada locus of control yang baik pula. locus of control yang baik
yaitu yang berdasarkan orientasi internal. Internal locus of control cenderung
meyakini bahwa kemampuan dan kemauan diri sendiri lebih menentukan apa yang
menjadi keberhasilan hidup (Robbins, 2008). Individu yang mengendalikan
sendiri nasib keuangannya maka akan dapat mengelola keuangannya dengan baik.
Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah efikasi diri keuangan
dan internal locus of control berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pribadi
dan apakah ada perbedaan tingkat pengelolaan keuangan keuangan yang dimiliki
mahasiswa FEB dan non-FEB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh efikasi diri keuangan dan internal locus of control terhadap pengelolaan
keuangan pribadi dan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengelolaan
keuangan yang dimiliki mahasiswa FEB dan non-FEB.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Variabel yang
digunakan adalah pengelolaan keuangan pribadi sedangkan variabel independen
dalam penelitian ini adalah efikasi diri keuangan dan internal locus of control.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang
diperoleh secara langsung dalam bentuk kuesioner yang disebarkan secara
langsung kepada mahasiswa FEB dan mahasiswa non-FEB di Universitas
Bengkulu. Populasi penelitian ini sebanyak 14.672 mahasiswa sedangkan sampel
yang dapat diolah sebanyak 109 sampel dari FEB dan 95 sampel dari non-FEB.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel efikasi diri keuangan
berpengaruh terhadap pengelolaan keuangna pribadi. Hal ini ditunjukkan dengan
nilai P yang diperoleh 0,000 < 0,05 (5%) untuk program FEB dan non-FEB.
Sedangkan untuk variabel internal locus of control tidak berpengaruh terhadap
pengelolaan keuangan pribadi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai P yang diperoleh
0,527 > 0,05 (5%) untuk FEB dan 0,622 > 0,05 (5%) untuk non-FEB. Hasil
pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa hubungan antara internal locus of
control dengan efikasi diri keungan tidak signifikan dengan nilai P yang
diperoleh 0,235 > 0,05 (5%) untuk FEB dan 0,573 > 0,05 (5%) untuk non-FEB.
Selain itu, berdasarkan perbandingan rata-rata pengelolaan keuangan mahasiswa
FEB memiliki tingkat pengelolaan keuangan pribadi yang tinggi sebesar 3,22
sedangkan non-FEB sebesar 3,07.
Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah variabel efikasi diri
keuangan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa FEB
dan non-FEB di Universitas Bengkulu. sedangkan variabel internal locus of
control tidak berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pribadi dan efikasi diri
keuangan pada mahasiswa FEB dan non-FEB. Adapun saran yang dapat diberikan
dalam penelitian ini adalah bagi orang tua, pihak universitas, dan lembaga
keuangan untuk dapat memberikan pendidikan keuangan kepada para anak muda
agar mengerti bagaimana cara mengelola keuangan pribadi masing-masing
individu. Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis seharusnya dapat
mengelola keuangannya dengan baik karena telah mendapatkan pengetahuan
pengelolaan keuangan dari mata kuliah di kampus. Bagi peneliti selanjutnya dapat
menggunakan penelitian ini sebagai dasar acuan untuk penelitian selanjutnya
sehingga penelitian mengenai efikasi diri keuangan dan internal locus of control
pada pengelolaan keuangan pribadi dapat dikembangkan lagi.
Kata kunci : pengelolaan keuangan pribadi, efikasi diri keuangan, internal locus of
contro
- …
