1,720,997 research outputs found

    EVALUASI FORMAT MEDIA BROSUR OLYMPIC PADA PT. CAHAYA SAKTI MULTI INTRACO CABANG BENGKULU

    No full text
    The purposes of this research were: 1) to find out the formatting steps of Olympic brochure media at PT. Cahaya Sakti Multi Intraco Brach Bengkulu, and 2) to evaluate the formatting steps of Olympic brochure media at PT. Cahaya Sakti Multi Intraco Brach Bengkulu. The samples of this research were as many as 52 people which consisted of 35 respondents who understand about brochure media while the rest 17 respondents only given questionnaire. The samples were selected by using accidental sampling technique. The method of analyzing the data used in this research was descriptive analysis by using distribution of frequency table and average scores. The research result showed that: (1) the respondents’ evaluation toward the font and font size used on the brochure has getting better with the average perception score of 3,72; (2) the respondents’ evaluation toward the language used on the brochure has getting better with the average perception score of 4.21; (3) the respondents’ evaluation toward the writing and the picture used on the brochure has getting better with the average perception score of 4.00; (4) the respondents’ evaluation about the colors used on the brochure has getting better with the average perception score of 3.90; (5) the respondents’ evaluation toward the distribution of the brochures has getting better with the average perception score of 3,95; (6) the respondents’ evaluation toward the body of the brochure has getting better with the average perception score of 3,48; and (7) the steps taken by the management of PT. Cahaya Sakti Multi Intraco in using promotion media with brochure format were already effective in persuading subscribers to the Olympic products

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LOYALITAS KONSUMEN DALAM MEMBELI BAN MOBIL MEREK DUNLOP PADA PT SULTAN KASIM BENGKULU (Studi Kasus Pada Pemilik Kendaraan Pribadi Roda Empat Di Kota Bengkulu)

    No full text
    The objective of this research is to knowing the factors influence of customer loyalty to used Dunlop car tire in Bengkulu City. This Research represent type research of survey that is research taking sample from a population using questioner as compiler of the data. Data type the used is primary data which taken by questioner. Population in research are all customers’ of Dunlop car tire in Bengkulu City. Method of intake sample is accidental sampling, while respondent amounting 150 respondents. Method analyzes data the used is descriptive analysis and factor analysis. Pursuant to result of data analysis obtained result of that is the reduction of 25 factors was finding six new factors influence of customer loyalty to used Dunlop car tire in Bengkulu City. The sevent factors that : product, price and promotion, assurance and location, reference group, experience and satisfaction, and according and trend

    PENGARUH STATUS-QUO BIAS, OVERCONFIDENCE BIAS DAN HERDING BIAS TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI DENGAN ANALISIS FUNDAMENTAL SEBAGAI PEMODERASI

    No full text
    Pasar modal merupakan tempat bagi berbagai pihak yang melakukan jual beli saham dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal maka diperlukan untuk mengetahui informasi penting sebelum melakukan keputusan investasi saham, informasi penting yang dimaksud salah satunya yaitu mengetahui perkembangan jumlah investor yang ada di pasar modal, karena dalam pengambilan keputusan investasi saham banyak hal yang mempengaruhi, salah satunya adalah psikologi, sehingga mendorong investor untuk bertindak secara tidak rasional. Dalam penelitian ini faktor psikologi yang diangkat adalah bias yaitu status quo bias, overconfidence bias dan herding bias. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah investor saham yang tergabung dalam Galeri Investasi yang ada di perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu mengalami bias yaitu status quo bias, overconfidence bias dan herding bias terhadap keputusan investasi saham dan untuk mengetahui apakah analisis fundamental sebagai pemoderasi dapat memberi pengaruh memperkuat atau memperlemah pada masing-masing bias. Oleh karena itu untuk menghindari atau mengurangi ketidakrasionalan Markowits (1992) mengungkapkan pentingnya diversifikasi untuk mengurangi risiko, karena keputusan investasi berkaitan erat dengan keputusan penganggaran modal sehingga banyak proses pemilihan aternatif pada saat pengambilan keputusan investasi saham. Konsep dalam berinvestasi saham yaitu semakin besar resiko, semakin besar pula return yang diharapkan. Untuk mendapatkan return yang sesuai dengan harapan maka sebelum pengambilan keputusan investasi saham perlu melakukan analisis, salah satunya analisis fundamental. Penelitian ini jenis penelitian kuantitatif yang sumber datanya adalah data primer. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu status quo bias, overconfidence bias dan herding bias, sedangkan variabel dependenya yaitu keputusan investasi saham. Untuk menghasilkan penelitian yang menarik peneliti menambahkan variabel moderasi yaitu analisis fundamental. Populasi dalam penelitian ini yaitu investor saham yang ada di Provinsi Bengkulu yang sampelnya berjumlah 395 responden yang ditentukan menggunakan rumus slovin. Investor yang ada di Provinsi Bengkulu pada tahun 2022 berjumlah 49.380 orang yang kenaikkanya mencapai 74,4 persen. Inklusi pasar modal tertinggi berada di Kota Bengkulu dan sekitar 42,3 persen investor saham di Provinsi Bengkulu merupakan pelajar dan mahasiswa. Karakteristik responden dalam penelitian ini viii melalui lima pernyataan yaitu jenis kelami, usia, pekerjaan, pengalaman menjadi investor, dan tempat terdaftar. Tanggapan responden untuk status quo bias dikategorikan tinggi dengan nilai rata-rata 3,90 , untuk overconfidence bias dikategorikan sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,34 dan herding bias juga dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,05. Kemudian pada keputusan investasi rata�ratanya 3,93 masuk dalam kategori tinggi dan untuk tanggapan analisis fundamental dikategorikan tinggi dengan nilai rata-rata 3,58. Dari pengujian menunjukkan bahwa status quo bias berpengaruh terhadap keputusan investasi saham, dan overconfidence bias tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi saham. Kemudian pada herding bias berpengaruh terhadap keputusan investasi saham, untuk analisis fundamental menunjukkan hasil bahwa dapat memoderasi artinya dapat memperkuat pengaruh status quo bias dan herding bias terhadap keputusan investasi saham. Sedangkan untuk hasil herding bias menunjukkan bahwa analisis fundamental memperlemah pengaruh overconfidence bias terhadap keputusan investasi saham. Kata kunci: Status Quo Bias, Overconfidence Bias , Herding Bias, Keputusan Investasi Saham, Analisis Fundamenta

    PENGARUH SHARIA FINANCIAL LITERACY, DISPOSABLE INCOME, DAN RELIGIUSITAS TERHADAP NIAT MENABUNG DI BSI PADA GEN Z

    No full text
    Penelitian ini secara umum menguji pengaruh sharia financial literacy, disposable income dan religiusitas terhadap niat menabung di BSI pada Gen-Z. Indonesia memiliki penduduk sebanyak 278.696 ribu jiwa dan didominasi oleh penduduk yang beragama Islam sebanyak 244,41 juta (87,1%) (BPS,2023). Dengan melihat data penduduk Indonesia didominasi oleh agama Islam, sudah seharusnya bank syariah tidak mengalami ketertinggalan dibandingkan bank konvesional. Namun nyatanya bank syariah masih mengalami ketertinggalan dibandingkan bank konvesional. Ketertinggalan ini terjadi karena kurangnya kepercayaan dan kurangnya penegtahuan masyarakat khususnya mengenai literasi keuangan syariah atau sharia financial literacy hingga membuat masyarakat termasuk Gen-Z kurang berminat untuk menabung apalagi untuk niat menabung (Rusydiana, 2016). Niat menabung ialah suatu tindakan yang memperlihatkan keinginan seseorang untuk menggunakan produk tabungan sebagai respon atas rasa ketertarikannya terhadap produk tabungan yang telah ia amati (Nurjannah & Pratikto, 2022). Niat atau keinginan seseorang untuk menabung timbul karena berbabagai faktor, baik itu faktor internal dan ekternal. Penelitian ini berasumsi bahwa literasi keuangan syariah, pendapatan yang dapat dibelanjakan, dan religiusitas dapat mempengaruhi niat menabung seseorang di BSI. Penelitian ini menggunakan variabel niat menabung sebagai variabel y yang dimana niat menabung dapat dijelaskan dengan menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB). TPB ialah teori yang berhubungan dengan perilaku individu, khususnya sikap, normatif subjektif, dan kontrol perilaku (keyakinan terhadap perilaku). Sharia financial literacy diibaratkan sebagai faktor informasi yang mempengaruhi sikap dan kontrol perilaku; TPB menjelaskan kontrol perilaku pada disposable income; TPB menjelaskan sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku pada religiusitas. Pengukuran indikator setiap variabel menggunakan indikator dari penelitian terdahulu yakni indikator niat menabung dari Dewi et al. (2022), indikator sharia financial literacy dari Rozikin & Sholekhah (2020), indikator disposable income dari Sunarsih & Wijayantie (2021), dan indikator religiusitas dari Prasetyo & Anitra (2020). Jenis penelitian ini ialah kuantitatif dan data yang disajikan pada penelitian ini ialah deskriptif. Sumber data yang digunakan iala data primer yang diperoleh melalui pengumpulan data berupa kuesioner berisi pernyataan yang digunakan untuk memperoleh informasi responden melalui google form. Populasi penelitian ini ialah Gen-Z Kota Bengkulu. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria berumur 17-26 tahun, beragama islam, i ii berdomisili di Kota Bengkulu, mempunyai uang saku/pendapatan, dan mempunyai keinginan atau berniat menabung. Jumlah responden yang mengisi kuesioner sebanyak 423 orang, namun responden yang sesuai kriteria berjumlah 269 orang. Oleh karena itu sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 269 orang. Data yang didapatkan dianalisis dengan software SmartPLS 3.0. Metode analisis data yang digunakan penelitian ini ialah metode Partial Least Square (PLS). Pengujian data menggunakan model pengukuran (outer model), model struktural (inner model) dan pengujian hipotesis menggunakan bootstrapping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1.) Sharia financial literacy berpengaruh positif signifikan terhadap niat menabung di BSI pada Gen-Z Kota Bengkulu sebesar 0,277, yang dimana menandakan bahwa semakin tinggi tingkat sharia financial literacy Gen-Z, maka akan semakin tinggi juga niat menabungnya di BSI. Dikatakan berpengaruh karena nilai t-table-nya 4,244 (>1,96) dan p-values-nya 0,001 (<0,005); 2.) Disposable income berpengaruh positif signifikan terhadap niat menabung di BSI pada Gen-Z Kota Bengkulu sebesar 0,196, yang dimana menandakan bahwa semakin besar pendapatannya atau disposable income-nya, maka akan semakin besar niat menabung Gen-Z di BSI. Dikatakan berpengaruh karena nilai t-table-nya 2,591 (>1,96) dan p-values�nya 0,010 (<0,005); 3.) Religiusitas berpengaruh positif signifikan terhadap niat menabung di BSI pada Gen-Z Kota Bengkulu sebesar 0,192, yang dimana menandakan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitasnya, maka semakin tinggi pula niat menabung Gen-Z di BSI. Dikatakan berpengaruh karena nilai t-table-nya 3,353 (>1,96) dan p-values-nya 0,001 (<0,005). Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu persebaran kuesioner penelitian masih belum bisa melingkupi semua Gen-Z di Kota Bengkulu karena persebarannya belum merata, khususnya pada siswa dan sampel yang digunakan hanya 269 orang. Saran untuk instansi pemerintah dan perbankan syariah diharapkan bisa lebih sering melakukan sosialisasi serta pembekalan terkait program-program yang dapat meningkatkan sharia financial literacy dan juga pentingnya menabung ke Gen-Z seperti seminar. Hal ini dikarenakan masih terdapat 22 orang pada sampel penelitian yang tidak memiliki tabungan dan masih banyak yang belum memahami tentang literasi keuangan syariah atau sharia financial literacy Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pengembangan, sumbang pemikiran, dan bahan informasi yang bisa dikembangkan oleh peneliti selanjutnya. Kata Kunci: Niat Menabung, Sharia Financial Literacy, Disposable Income, Religiusitas

    ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS LAYANAN HOTEL ZAL BENGKULU

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan Hotel Zal Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang merupakan penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu fenomena tertentu. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Responden penelitian ini adalah konsumen yang menginap pada Hotel Zal Bengkulu yang diambil dengan teknik accidental sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan tabel distribusi frekuensi, rata-rata, persentase dan analisis SERVQUAL. Berdasarkan penelitian di lapangan dan analisis data, diperoleh hasil-hasil sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi reliability sebesar 3,69 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,83; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan; (2) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi responsiveness sebesar 3,35 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,69; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan; (3) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi assurance sebesar 3,59 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,75; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan; (4) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi empathy sebesar 3,67 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,81; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan; dan (5) Nilai rata-rata persepsi harapan konsumen dimensi tangibles sebesar 3,63 lebih kecil dari nilai rata-rata kinerja pelayanan 3,77; yang berarti bahwa pelayanan yang diberikan oleh Hotel Zal Bengkulu sangat memuaskan

    ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SAAT TERJADINYA PANDEMI (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR FARMASI YANG TERDAFTAR DI BEI)

    No full text
    Dampak krisis ekonomi global dikarenakan pandemi COVID-19 sudah merambat ke Indonesia dan mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi untuk bertahan di masa sulit ini. Aktivitas ekonomi mengalami kelambatan seperti pada pertumbuhan perusahaan sub sektor farmasi. Selama pandemi Covid-19 para investor banyak melakukan evaluasi untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan terlebih dahulu sebagai langkah untuk mengambil kebijakan berinvestasi selama pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kinerja keuangan pada saat masa pandemi di sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kinerja keuangan merupakan suatu analisis untuk menilai sejauh mana perusahaan telah melaksanakan aktivitas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penilaian kinerja keuangan terdiri dari empat penilaian yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas. Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan hubungan kas dan aset lancar lainnya dengan kewajiban lancar. Rasio leverage/solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Rasio profitabilitas merupakan sekelompok rasio yang memperlihatkan pengaruh gabungan dari likuiditas, manajemen aset, dan hutang terhadap hasil operasi. Rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Metode pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia yaitu laporan keuangan Perusahaan Sub Sektor Farmasi dari tahun 2017 sampai 2021. Analisis rasio yang dipakai dalam penelitian ini meliputi analisis rasio likuiditas (Current Ratio), solvabilitas (Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity ratio), profitabilitas (Return on Asset, Return on Equity dan Net Profit Margin) dan aktivitas (Total Assets Turn Over), serta membandingkan rasio tersebut sebelum dan saat pandemi covid 19. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata sebelum dan saat terjadinya pandemi pada perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di BEI. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan paired sample t-test menunjukkan bahwa tidak ix x terdapat perbedaan yang signifikan dari kinerja keuangan perusahaan sebelum dan saat pandemi covid-19 pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ditolak. Dari hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini munujukkan bahwa hipotesis ditolak. Berdasarkan hasil penelitian rasio likuiditas yang dipakai dalam penelitian ini meliputi analisis rasio likuiditas (Current Ratio), solvabilitas (Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity ratio), aktivitas (Return on Asset, Return on Equity dan Net Profit Margin) dan profitabilitas (Total Assets Turn Over) dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan sebelum dan saat pandemi Covid-19. Saran bagi perusahaan adalah harus lebih efektif dan efisien dalam mengelola dana menganggur agar perusahaan dapat mempertahankan dan mengembangkan hasil yang telah dicapai. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan indikator yang diteliti. Kata Kunci : Kinerja Keuangan; Rasio Keuangan; Penilaian Rasi

    KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DIUKUR DENGAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED, FINANCIAL VALUE ADDED, DAN MARKET VALUE ADDED (Studi Pada Perusahaan Perbankan BUMN Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia)

    No full text
    Penilaian kinerja merupakan salah satu faktor penting bagi perusahaan karena pengukuran tersebut dapat digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan yang bersangkutan. Selama ini pengukuran kinerja secara tradisional lebih menitikberatkan pada sisi finansial, tanpa mempertimbangkan aspek lainnya misalnya kesejahteraan pemilik (Iriana, 2003). Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan kondisi yang sebenarnya kekuatan dan kelemahan perusahaan. Untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, harus dilakukan pemeriksaan kesehatan keuangan perusahaan secara rutin (Sugiarti, 2007). Dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah direncanakan, kinerja keuangan perusahaan merupakan tujuan utama yang harus dicapai. Berbagai strategi pengukuran kinerja keuangan perusahaan yang akan dialakukan untuk mencapai kinerja keuangan perusahaan yang baik. Analisis yang sering digunakan oleh perusahaan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan ialah analisis rasio keuangan. Namun metode dengan rasio keuangan akan sangat baik jika digantikan dengan metode Economic Value Added, Financial Value Added, dan Market Value Added sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan perusahaan Perbankan BUMN yang listing di BEI berdasarkan EVA, FVA, dan MVA. Serta tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja keuangan perusahaan perbankan BUMN yang listing di BEI berdasarkan Economic Value Added, Financial Value Added, dan Market Value Added. Konsultan Stern Steward Management Service pada tahun 1993 di Amerika Serikat memperkenalkan konsep Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan pada nilai tambah ekonomis perusahaan dan nilai tambah pasar untuk mengatasi kelemahan dari rasio keuangan. Ditambah dengan alat ukur Financial Value Added (FVA) sebagai alat ukur kinerja keuangan perusahaan yang bertujuan untuk memberi nilai tambah pada sisi finansial perusahaan. Husnan dan Pudjiastuti (2004), mengatakan “EVA menunjukan ukuran yang baik sejauh mana perusahaan telah menambah nilai terhadap para pemilik perusahaan”. FVA merupakan pengukuran kinerja keuangan perusahaan yang mengukur nilai tambah finasial perusahaan dengan mempertimbangkan kontribusi aset tetap dalam menghasilkan laba bersih perusahaan (Sandias, Lopes, dan Gonzales, 2002). MVA dinyatakan sebagai selisih antara nilai pasar ekuitas (market value equity) dengan nilai buku ekuitas (economic book value of equity). Kekayaan pemegang saham akan menjadi maksimal dengan memaksimalkan perbedaan antara nilai pasar ekuitas x xi perusahaan dengan jumlah modal ekuitas yang diinvestasikan investor. Perbedaan ini disebut nilai tambah pasar (Market Value Added) (Brigham dan Houston, 2011). Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dimana penelitian ini hanya mendeskripsikan atau menggambarkan data perusahaan yang diteliti yang telah terkumpul. Sampel dalam penelitian ini adalah empat perusahaan BUMN pada sub sektor perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Metode dalam pengambilan sampel ini adalah dengan teknik nonprobability sampling dengan menggunakan jenis sampling, yaitu sampel jenuh, dimana teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan menjadi sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara dokumentasi. Metode dokumentasi ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari pencatatan data laporan keuangan perusahaan pada Laporan Keuangan empat Perusahaan Perbankan BUMN yang Listing di Bursa Efek Indonesia pada periode 2013-2016 yang diambil dari website resmi BEI di http://idx.co.id dan www.bi.go.id. Serta pada metode analisisnya, penelitian ini menggunakan alat ukur seperti EVA, FVA, MVA, dan Statistik Deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang diolah dengan menggunakan program SPSS v.22, dapat ditarik kesimpulan antara lain, Nilai Economic Value Added (EVA) ke empat perusahaan perbankan dari tahun 2013 sampai 2016 memiliki nilai rata-rata yang positif sehingga terjadi proses nilai tambah ekonomis bagi perusahaan atau perusahaan tidak mampu membayarkan kewajiban kepada para penyandang dana baik kreditor maupun pemegang saham. Nilai Market Value Added (MVA) ke empat perusahaan perbankan dari tahun 2013 sampai 2016 memiliki nilai rata-rata positif yang menunjukkan manajemen telah berhasil memberikan nilai tambah melalui pertumbuhan nilai kapitalisasi pasar atas saham yang diterbitkan atau perusahaan mampu menjual saham di pasar dengan harga premium. Nilai Financial Value Added (FVA) ke empat perusahaan perbankan dari tahun 2013 sampai 2016 memiliki nilai rata-rata positif menunjukkan manajemen telah berhasil memberikan nilai fiansial bagi perusahaan atau ada nilai finansial lebih manakala keuntungan bersih perusahaan dan penyusutan mampu menutupi equivalent depreciation. Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Economic Value Added, Financial Value Added, dan Market Value Adde

    ANALISIS HOME SELECTION BIAS, CONFIRMATION BIAS, DAN HERDING TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI (STUDI EMPIRIS : PADA GALLERY INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX) BENGKULU)

    No full text
    Perkembangan perekonomian suatu negara sangat penting, termasuk di Indonesia. Investasi merupakan faktor yang mendukung perkembangan tersebut, termasuk dalam sektor pasar modal. Pasar modal berperan sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan dan sarana investasi bagi investor. Hal ini memungkinkan individu untuk berinvestasi melalui saham dan obligasi perusahaan dengan harapan mendapatkan keuntungan, sementara perusahaan dapat menggunakan dana tersebut untuk pembiayaan operasional. Data menunjukkan bahwa jumlah investor pasar modal di Indonesia terus meningkat setiap tahun, menandakan manfaat yang dirasakan oleh individu atas investasi ini. Bahkan di daerah seperti Bengkulu, jumlah investor pasar modal juga mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatan ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi legal, terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19. Peningkatan investasi saham di pasar modal juga disebabkan oleh pertumbuhan harga saham yang menguntungkan. Meskipun demikian, masih diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi pasar modal dan mengatasi bias�bias emosi dan kognitif yang dapat mempengaruhi keputusan investasi investor. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Home Selection Bias, Confirmation Bias, dan Herding terhadap keputusan investasi para investor di Bengkulu. Home Selection Bias adalah kecenderungan individu untuk memilih pasar domestik dengan alasan yang sulit dijelaskan secara rasional. Confirmation Bias adalah kecenderungan individu untuk hanya mempercayai informasi yang mendukung keyakinannya dan mengabaikan informasi yang bertentangan. Herding adalah perilaku individu yang meniru tindakan orang lain tanpa pertimbangan yang matang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kausal, yang artinya penelitian ini membahas hubungan sebab akibat antar variabel (Sekaran & Bougie, 2016). Penelitian ini menguji pengaruh dari variabel independen terhadap dependen. Pengumpulan sample dilakukan dengan cara menyebar kuosioner secara online, jumlah responden pada penelitian ini yaitu 106 responden. x Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Confirmation Bias berpengaruh terhadap keputusan Investasi. Home selection Bias berpengaruh terhadap keputusan Investasi. Herding berpengaruh terhadap keputusan Investasi. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan mengenai home selection bias, confirmation bias, dan herding pada investor di Kota Bengkulu, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan kepada investor terkait permasalahan penelitian ini. Pertama, disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan variabel lain yang dapat mengetahui faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan investasi investor. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambahkan literatur yang relevan, memperluas sampel, serta menggunakan variabel moderasi atau modifikasi dengan variabel lain guna meningkatkan kualitas penelitian di masa yang akan datang. Dengan demikian, dapat menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif dan informatif bagi investor di Bengkulu. Kata Kunci: home selection bias, confirmation bias, herding, keputusan investasi

    PENGARUH EFIKASI DIRI KEUANGAN DAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PRIBADI

    No full text
    Perilaku pengelolaan keuangan pribadi adalah kemampuan seseorang dalam mengatur dana keuangan sehari-hari melalui perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian, dan penyimpanan (Kholilah, 2013). Selain itu, perilaku pengelolaan keuangan pribadi berhubungan dengan tanggung jawab keuangan seseorang mengenai cara pengelolaan keuangan yang meliputi pengelolaan uang dan aset lainnya dengan cara yang dianggap produktif (Ida, 2010). Seorang individu perlu memiliki rasa keyakinan diri dalam kemampuan mereka sendiri atau yang disebut juga sebagai efikasi diri keuangan (Farell, dkk 2015). Selain itu, agar memiliki perilaku keuangan yang baik maka harus didasari pada locus of control yang baik pula. locus of control yang baik yaitu yang berdasarkan orientasi internal. Internal locus of control cenderung meyakini bahwa kemampuan dan kemauan diri sendiri lebih menentukan apa yang menjadi keberhasilan hidup (Robbins, 2008). Individu yang mengendalikan sendiri nasib keuangannya maka akan dapat mengelola keuangannya dengan baik. Rumusan masalah dalam penelitian adalah apakah efikasi diri keuangan dan internal locus of control berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pribadi dan apakah ada perbedaan tingkat pengelolaan keuangan keuangan yang dimiliki mahasiswa FEB dan non-FEB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efikasi diri keuangan dan internal locus of control terhadap pengelolaan keuangan pribadi dan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengelolaan keuangan yang dimiliki mahasiswa FEB dan non-FEB. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Variabel yang digunakan adalah pengelolaan keuangan pribadi sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah efikasi diri keuangan dan internal locus of control. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dalam bentuk kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada mahasiswa FEB dan mahasiswa non-FEB di Universitas Bengkulu. Populasi penelitian ini sebanyak 14.672 mahasiswa sedangkan sampel yang dapat diolah sebanyak 109 sampel dari FEB dan 95 sampel dari non-FEB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel efikasi diri keuangan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangna pribadi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai P yang diperoleh 0,000 < 0,05 (5%) untuk program FEB dan non-FEB. Sedangkan untuk variabel internal locus of control tidak berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pribadi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai P yang diperoleh 0,527 > 0,05 (5%) untuk FEB dan 0,622 > 0,05 (5%) untuk non-FEB. Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa hubungan antara internal locus of control dengan efikasi diri keungan tidak signifikan dengan nilai P yang diperoleh 0,235 > 0,05 (5%) untuk FEB dan 0,573 > 0,05 (5%) untuk non-FEB. Selain itu, berdasarkan perbandingan rata-rata pengelolaan keuangan mahasiswa FEB memiliki tingkat pengelolaan keuangan pribadi yang tinggi sebesar 3,22 sedangkan non-FEB sebesar 3,07. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah variabel efikasi diri keuangan berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa FEB dan non-FEB di Universitas Bengkulu. sedangkan variabel internal locus of control tidak berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan pribadi dan efikasi diri keuangan pada mahasiswa FEB dan non-FEB. Adapun saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah bagi orang tua, pihak universitas, dan lembaga keuangan untuk dapat memberikan pendidikan keuangan kepada para anak muda agar mengerti bagaimana cara mengelola keuangan pribadi masing-masing individu. Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis seharusnya dapat mengelola keuangannya dengan baik karena telah mendapatkan pengetahuan pengelolaan keuangan dari mata kuliah di kampus. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai dasar acuan untuk penelitian selanjutnya sehingga penelitian mengenai efikasi diri keuangan dan internal locus of control pada pengelolaan keuangan pribadi dapat dikembangkan lagi. Kata kunci : pengelolaan keuangan pribadi, efikasi diri keuangan, internal locus of contro
    corecore