1,720,958 research outputs found
PENGEMBANGAN MODEL SISTEM INFORMASI MONITORING PERKEMBANGAN SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
ABSTRAKPerkembangan siswa di sekolah bukan semata-mata hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua dalam memonitoring perkembangan anaknya merupakan sebuah keharusan dan tidak boleh dikesampingkan. Secara ideal, sekolah menempati posisi sebagai sarana pendidikan formal dan pembinaan moral anak agar bisa memposisikan dirinya dengan baik dalam masyarakat. Sedangkan rumah (orang tua) merupakan sarana pendidikan dasar moral anak dalam kegiatan sehari-harinya. Selain itu, rumah diharapkan menjadi pendukung kebijakan yang diterapkan sekolah. Dengan demikian, tercapailah keselarasan antara sekolah dan rumah dalam membimbing dan mendidik anak.Untuk menciptakan keselarasan tersebut diperlukan sistem komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua. Bentuk sistem komunikasi yang dimaksud adalah sebuah sistem informasi yang dapat memonitor perkembangan anak di sekolah, baik oleh pihak sekolah itu sendiri, maupun orang tua di rumah.Penulis dalam hal ini, bermaksud mengembangkan sebuah model sistem informasi monitoring perkembangan siswa sekolah menengah atas di mana penulis bekerja sebagai pengajar, yaitu SMA Negeri 7 Bogor. Sistem informasi yang berjalan saat ini masih sering menggunakan cara manual, seperti melalui surat, telepon, dan kunjungan wali kelas yang tentunya kurang efektif maupun efisien. Padahal sekolah telah cukup lama memiliki website sekolah, namun belum digunakan secara optimal.Kata KunciPengembangan model, sistem informasi monitoring, perkembangan siswa
WORKSHOP MOTIVASI KARIR SISWA SMK MUHAMMADIYAH PARAKAN JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA DALAM MELAMAR KERJA
Dampak era Revolusi Industri 4.0 sangat berpengaruh pada segala sektor kehidupan, terutama sektor-sektor yang bergantung pada penggunaan teknologi informasi. Revolusi industri 4.0 mengakibatkan terjadinya kolaborasi teknologi dunia maya dengan teknologi otomatisasi. Tak luput hal ini berdampak pula pada dunia pendidikan.Berdasarkan data keluaran Badan Pusat Statistik bulan Agustus 2021, jumlah pengangguran terbuka menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan, lulusan SMK menempati urutan kedua pengangguran terbanyak setelah lulusan SMA. Sebanyak 23,2% diwakili oleh lulusan SMK. Untuk SMK Muhammadiyah Parakan terdapat beberapa permasalahan pada siswa di antaranya banyak siswa yang masih bingung harus melanjutkan pendidikan atau terjun ke dunia kerja setelah lulus sekolah. Untuk itu, diperlukan sebuah bentuk dorongan/motivasi dan pengetahuan yang mampu menjawab kebingungan dan mengarahkan mereka. Wujud nyata dari upaya tersebut adalah melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat dalam bentuk workshop motivasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan dunia kerja di bidang TI yang melibatkan para dosen dan mahasiswa Universitas Pamulang Tangerang Selatan, Banten.Pelaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai bentuk komitmen sosial terhadap lingkungan sekitar kampus, khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. Upaya ini diwujudkan dengan partisipasi dosen dan mahasiswa secara langsung di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.Kata kunci: Pengabdian Kepada Masyarakat, Tri Darma Perguruan Tinggi, Workshop Motivas
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Manajemen dan Layanan Administrasi Kelurahan Berbasis Web Menggunakan Metode Rapid Application Development (RAD) (Studi Kasus: Kantor Kelurahan Buaran)
An Information System is a system that uses computer technology to collect, process, store, analyze and disseminate information. The information system of administrative services and information management of the urban village is intended to increase efficiency in terms of public service as well as honorary employees in Buaran Village. Therefore, further research is needed to float this application. The purpose of making this application is to provide convenience for village officials in managing services as well as information services to provide efficiency in community services. The next steps taken in this case are system analysis, design and testing of the system. This implementation uses the PHP programming language and as a database uses MySQL. This research can be concluded that this application can be used to handle administrative service processes and personnel activities so that this information system is expected to provide some convenience for sub-district employees at the Buaran Village office.Sistem Informasi adalah sistem yang menggunakan teknologi berupa komputer guna untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis serta menyebarkan informasi. Pada sistem informasi manajemen dan pelayanan administrasi kelurahan dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dalam hal pelayanan masyarakat juga pegawai honorer yang ada di Kelurahan Buaran. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengambangkan aplikasi ini. Tujuan dari pembuatan aplikasi ini untuk memberikan kemudahan kepada pegawai kelurahan dalam melakukan pengurusan layanan administrasi juga menginformasikannya guna memberikan efisiensi dalam pelayanan masyarakat. Langkah selanjutnya yang dilakukan dalam hal ini yaitu analisis sistem, perancangan dan pengujian pada sistem. Implementasi ini digunakan Bahasa pemrograman PHP dan sebagai database digunakan MySQL. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini dapat digunakan untuk menangani proses layanan administrasi dan kegiatan kepegawaian honorer sehingga sistem informasi ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi pegawai kelurahan di kantor Kelurahan Buaran
SISTEM INFORMASI PRESENSI SMARTCARD GURU BERBASIS RFID DENGAN METODE RAD (STUDI KASUS PADA SMK YPK JAYA)
ABSTRAK Presensi atau kehadiran merupakan salah satu hal penting dari penilaian didalam sebuah kelompok organisasi perusahaan ,institusi kampus ataupun sekolah, Informasi yang dihasilkan dapat menentukan seseorang seberapa produktivitas dan prestasinya dalam berkerja. Semakin banyak jumlah anggota didalam sebuah organisasi akan menghambat waktu yang dibutuhkan untuk melakukan dan masalah dalam pengumpulan data kehadiran anggota. Proses pencatatan pelaporan dan kehadiran karyawan di di sekolah SMK YPK JAYA masih menggunakan manual, Setiap periode tertentu pegawai administrasi mengambil kertas daftar hadir, sehingga alat pencatatan kehadiran Guru yang konvensional ini memerlukan banyak intervensi petugas bagian administrasi SDM. Hal ini sering memberi peluang ada nya manipulasi data kehadiran apa bila pengawasan yang kontinyu pada proses ini tidak dilakukan dengan semestinya. Tujuan dari Penelitian ini adalah mengatasi masalah presensi kehadiran para guru SMK YPK Jaya dengan membangun sistem informasi presensi kehadiran berbasis RFID , Radio Frequency Identification atau disebut RFID adalah sebuah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang atau objek yang menggunakan sarana terminologi untuk menyimpan dan mengambil nomor seri yang unik melalui gelombang radio secara otomatis. Metode pengembangan sistemnya menggunakan metode Rapid Appliaction Development. dimana tahapan metode pengembangan mulai dari Identifikasi, workshop design, dan Implementasi. Kata Kunci : Presensi kehadiran, Rapid Application Development, RFID ABSTRACTPresence or attendance is one of the important things in an assessment within a group of company organizations, campus or school institutions. The information produced can determine a person's productivity and achievement at work. The more number of members in an organization will hamper the time needed to perform and problems in collecting member attendance data.The process of recording employee reporting and attendance at the YPK JAYA Vocational School still uses manuals. Every certain period the administrative staff takes the attendance list paper, so this conventional teacher attendance recording tool requires a lot of intervention from HR administration staff. This often provides opportunities for manipulation of attendance data if continuous monitoring of this process is not carried out properly. The purpose of this research is to overcome the attendance problem of YPK Jaya Vocational High School teachers by building an RFID-based attendance information system. unique via radio waves automatically. The system development method uses the Rapid Application Development method. where the stages of the development method start from identification, workshop design, and implementation.Keywords: Presence presence, Rapid Application Development, RFID
PELATIHAN MEMBANGUN APLIKASI MOBILE MENGGUNAKAN MIT AI2 PADA SISWA SMK DARUSSALAM CIPUTAT TANGERANG SELATAN
ABSTRAK
PELATIHAN MEMBANGUN APLIKASI MOBILE MENGGUNAKAN MIT AI2 PADA SISWA SMK DARUSSALAM CIPUTAT TANGERANG SELATAN. Siswa dan Siswi Sekolah Menengah Kejuruan SMK Darussalam pada umumnya belum pernah mempelajari bagaimana membangun sebuah aplikasi mobile, berbasis android dengan mudah , walaupun mungkin sudah ada yang mengenal dengan belajar ototidak , tetapi tidak merata untuk semua siswa dan siswi. Pengetahuan yang kurang terhadap bagaimana membangun aplikasi mobile seluler membuat siswa memiliki kemampuan yang terbatas, sehingga akan sulit bersaing dengan yang lainnya di dunia kerja nantinya. MIT App Inventor adalah sebuah tools pemrograman berbasis blocks yang memungkinkan para pemula untuk memulai pemrograman dan membangun aplikasi untuk perangkat mobile Android. Pelatihan yang dilakukan yaitu memberikan gambaran umum mengenai bagaimana membuat aplikasi mobile dengan mudah, kemudian mempraktekan penerapan agar bisa digunakan sebagai sarana untuk membuat aplikasi berbasis mobile. Metode yang akan digunakan dalam luaran penelitan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah ceramah, diskusi dan pelatihan. Target luaran lainnya dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Darussalam adalah peningkatan pengetahuan dan skill siswa dan siswi , video kegiatan, artikel pada media cetak atau online dan artikel jurnal
Kata kunci : Aplikasi Mobile; Mit App Inventor
ABSTRACT
TRAINING TO BUILD MOBILE APPLICATIONS USING MIT AI2 FOR STUDENTS OF DARUSSALAM VOCATIONAL SCHOOL, CIPUTAT, SOUTH TANGERANG. Darussalam Vocational High School students and students in general have never learned how to build an Android-based mobile application easily, although there may be those who are familiar with auto learning, but this is not the same for all students. Insufficient knowledge of how to build mobile applications means students have limited abilities, so it will be difficult to compete with others in the world of work later. MIT App Inventor is a blocks-based programming tool that allows beginners to start programming and building applications for Android mobile devices. The training carried out is to provide a general overview of how to create mobile applications easily, then practice the implementation so that it can be used as a means to create mobile-based applications. The methods that will be used in community service activities are lectures, discussions and training. The output target of the community service program implemented at the Darussalam Vocational High School (SMK) is increasing the knowledge and skills of pupils and students, activity videos, articles in print or online media and journal articles
Keywords: Mobile Application; Mit App Inventor
 
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PASIEN PUSKESMAS SADENG PASAR DENGAN METODE EXTREME PROGRAMMING
ABSTRAKPERANCANGAN SISTEM INFORMASI PASIEN PUSKESMAS SADENG PASAR DENGAN METODE EXTREME PROGRAMMING. Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, baik secara langsung maupun tidak langsung di sarana pelayanan kesehatan. Puskesmas adalah suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat. Hal itu pula yang dilakukan oleh Pusekesmas Sadeng Pasar Desa Babakan Sadeng Kabupaten Bogor. Saat ini ini sistem pengolahan data pasien masih menggunakan sistem konvensional, yaitu masih mengandalkan lembaran kertas dan buku sebagai media dokumentasi atau pendataan semua kegiatan di puskesmas. Akibatnya, proses pendataan dan pencarian data pasien sering mengalami keterlambatan. Di samping itu, resiko kehilangan data pasien dan transaksi pelayanan sering terjadi, karena proses penyimpanannya kurang teratur. Berkenaan dengan permasalahan tersebut, diperlukan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dapat memudahkan seluruh kegiatan di puskesmas. Metode Pengembangan Sistem yang digunakan pada penelitian adalah Extreme Programming yaitu sebuah proses rekayasa perangkat lunak yang cenderung menggunakan pendekatan berorientasi objek dan sasaran. Dengan adanya sistem informasi pasien berbasis web ini, Diharapkan ke depannya Pusekesmas Sadeng Pasar bisa menjadi lebih baik lagi dalam proses pendataan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengatasi masalah keterlambatan pendataan dan pencarian data pasien di Pusekesmas Sadeng Pasar dengan membangun sistem informasi pasien yang sudah terkomputerisasi. Dengan sistem yang akan dibuat ini diharapkan akan dapat membantu dan mempermudah dalam pelaksanaan pendataan pasien. Dalam perancangan sistem ini penulis, menggunakan menggunakan pemodelan UML (Unified Modelling Language), bahasa PHP dan dalam perancangan Database menggunakan MySQL.
Kata Kunci: Pasien, Puskesmas, Extreme Programming, UML, MySQL
ABSTRACTSADENG PASAR HEALTH CENTER PATIENT INFORMATION SYSTEM DESIGN USING EXTREME PROGRAMMING METHOD . A patient is every person who consults about their health problems to obtain the necessary health services, either directly or indirectly at a health service facility. Puskesmas is an organizational unit that operates in the field of health services which is at the forefront and has a mission as a center for service development health, which carries out comprehensive and integrated health guidance and services for the community. This is also what is done by the Sadeng Community Health Center, Babakan Sadeng Village Market, Bogor Regency. Currently, the patient data processing system still uses a conventional system, that is, it still relies on sheets of paper and books as a medium for documentation or data collection for all activities at the health center. As a result, the process of collecting data and searching for patient data often experiences delays. In addition, the risk of losing patient data and service transactions often occurs, because the storage process is less organized. Regarding this problem, a computerized information system is needed that can facilitate all activities at the community health center. The system development method used in the research is Extreme Programming, which is a software engineering process that tends to use an object and target oriented approach. With this web-based patient information system, it is hoped that in the future the Sadeng Pasar Health Center can be even better in the patient data collection process. The aim of this research is to overcome the problem of delays in data collection and searching for patient data at the Sadeng Pasar Health Center by building a computerized patient information system. It is hoped that the system that will be created will help and simplify the implementation of patient data collection. In designing this system the author uses UML (Unified Modeling Language) modeling, the PHP language and in designing the database using MySQL.
Keywords: Patient, Public Health Center, Extreme Programming, UML, MySQ
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
APLIKASI LOCATION BASED SERVICE UNTUK MELAKUKAN TRACKING BERBASIS ANDROID DENGAN METODE RAPID APPLICATION DEVELOPMENT
ABSTRAKMasyarakat saat ini untuk menuju suatu tempat yang belum pernah dikunjungi cukup dengan mengandalkan GPS dan aplikasi aplikasi berbasis GPS. Dari GPS ini pun kita bisa mengetahui letak posisi seseorang, SPBU, rumah makan, tempat wisata, dan lain sebagainya. Dilihat dari kegunaannya GPS sangat bermanfaat dan memudahkan kita dalam melakukan aktifitas tracking. Tracking salah satu nya berfungsi untuk memonitor karyawan disuatu perusahaan yang menyediakan jasa pengiriman (kurir). Studi kasus penelitian ini adalah PT. Richeese Factory cabang Kelapa Dua Depok, dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa sistem pengiriman makanan disana masih bersifat manual dan tidak terstruktur, sehingga tidak bisa dipastikannya kapan kurir selesai mengantar makanan ke tempat tujuan. Tidak adanya pemantauan / tracking kurir delivery order setelah mereka melakukan pengiriman makanan ke tempat tujuan pun membuat tidak efisien dan tidak maksimal untuk pengiriman pesanan berikutnya, tentunya ini sangat merugikan perusahaan dan pemantauan. Sistem tracking kurir adalah suatu keharusan untuk menilai kualitas kinerja mereka serta meningkatkan kualitas usaha pelayanan bidang delivery order. Solusi permasalahan penelitian ini adalah membuat Aplikasi Location Based Service untuk melakukan tracking menggunakan metode pengembangan sistem Rapid Application Development berbasis Android, dimana tahapan metode pengembangan mulai dari Identifikasi, workshop design, dan Implementasi. Luaran yang diharapkan pada penelitian ini adalah jurnal nasional, Kata Kunci: Location Based Service, Android, Delivery Order, GPS, Tracking. ABSTRACTToday's society to go to a place that has never been visited enough to rely on GPS and GPS-based applications. From this GPS, we can find out the location of a person's position, gas stations, restaurants, tourist attractions, and so on. Judging from its usefulness, GPS is very useful and makes it easier for us to do tracking activities. Tracking one of them works to monitor employees in a company that provides delivery services (couriers). The case study of this research is PT. Richeese Factory Kelapa Dua Depok branch, from observations it can be seen that the food delivery system there is still manual and unstructured, so it cannot be ascertained when the courier finishes delivering to the destination.There is no purpose to monitor / track courier orders after they have delivered food to the place, it is not efficient and not optimal for the next order, of course it is very detrimental to the company and monitoring. Courier tracking system is a must to assess the quality of their performance as well as improve the service quality of the order delivery field. The solution to this research problem is to create a Location Based Service Application for tracking using the Android-based Rapid Application Development system development method, where the development stages start from identification, workshop design, and implementation. The expected outputs in this research are national journals.Keywords: Location Based Services, Android, Delivery Order, GPS, Tracking
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
