1,720,960 research outputs found
A Tool Detects Violation Of Road Markings Using Ultrasonic Sensors Based On Internet Of Things
In our daily lives, of course we often see the number of motorbike or car vehicles that do not care about the traffic lights, even though the traffic is red, but there are always vehicles that stop or even slightly cross the white line that is specifically for pedestrians so that can pass when the traffic lights are red. Ultrasonic sensors work based on the principle of reflection of sound waves, where these sensors produce sound waves which then capture it again with a time difference as the basis for sensing. After analyzing the needs, the author will build a Tool to Detect Road Marking Violations Using the Internet-Based Ultrasonic Sensor on the grounds that all the components needed in building the tool already exist. Which is where the driver will be exposed to a photo if it crosses the marking line that has been provided on the highway. Because the concept of the internet of things involves tools with users to communicate. The composition of the algorithm, the author uses python which has become the default programming language raspbian operating system. Algortihm construction in the tool is a red light algorithm, an ultrasonic sensor algorithm, an image capture algorithm, and an algorithm for sending text and images via email. Traffic officers will be facilitated because the tool is in accordance with the traffic light seconds, can take pictures, and also officers are informed in the form of text and images
PENERAPAN METODE MOVENET UNTUK DETEKSI KETEPATAN GERAKAN DALAM OLAHRAGA BULU TANGKIS
Badminton is a sport that requires mastery of precise movement techniques. Conventional training methods that rely heavily on coaches’ visual observations are often subjective and have limitations in monitoring fast and detailed movements in real time, especially for players who train independently. This study aims to design and develop an Android-based mobile application that utilizes the MoveNet algorithm to detect and evaluate the accuracy of basic badminton movements. The system employs computer vision and pose estimation to track 17 human body keypoints and analyze seven fundamental movements: smash, drop shot, drive, serve, lob, backhand, and netting. The application is developed with TensorFlow Lite integration to enable efficient processing on mobile devices. Testing is conducted using the black-box testing method, and model performance is evaluated using a confusion matrix. The results show that the model is able to classify movements with an average accuracy of 78%, precision of 78%, and recall of 78%. The system is proven to provide real-time visual feedback in the form of a body skeleton and movement evaluation, making it effective as an objective and data-driven tool to support independent training.Bulu tangkis merupakan olahraga yang menuntut penguasaan teknikgerak yang presisi. Metode pelatihan konvensional yang sangat bergantung pada observasi visual pelatih sering kali bersifat subjektif dan memiliki keterbatasan dalam memantau detail gerakan cepat secara real-time, terutama bagi pemain yang berlatih secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah aplikasi mobile berbasis Android yang memanfaatkan algoritma MoveNet untuk mendeteksi dan mengevaluasi ketepatan gerakan dasar bulu tangkis. Sistem ini menggunakan Computer Vision dan Pose Estimation untuk melacak 17 titik kunci (keypoints) tubuh manusia dan menganalisis tujuh jenis gerakan fundamental: smash, drop shot, drive, servis, lob, backhand, dan netting. Aplikasi dikembangkan dengan integrasi TensorFlow Lite untuk pemrosesan yang efisien pada perangkat mobile. Pengujian dilakukan menggunakan metode Blackbox Testing dan evaluasi kinerja model menggunakan Confusion Matrix. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model mampu mengklasifikasikan gerakan dengan rata-rata akurasi sebesar 78%, presisi 78%, dan recall 78%. Sistem ini memanfaatkan model MoveNet sebagai algoritma utama untuk mendeteksi dan melacak pose tubuh manusia melalui input video secara real-time, dengan performa yang kompetitif dibandingkan metode pose estimation lain pada perangkat mobile. Selain itu, studi terkini menunjukkan bahwa human pose estimation memiliki potensi tinggi untuk digunakan sebagai sistem motion capture dalam analisis gerakan olahraga. Sistem terbukti mampu memberikan umpan balik visual berupa kerangka tubuh (skeleton) dan evaluasi gerakan secara real-time, sehingga efektif digunakan sebagai alat bantu latihan mandiri yang objektif dan berbasis dat
Prototype Internet of Things pada Smart Class menggunakan Radio Frequency Identification (RFID)
Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah yang terkadang ditemukan pada data absensi akibat kelalaian ataupun kecelakaan terhadap media absensi. Absensi yang dilakukan dengan cara menandatangani kertas absen juga dapat mengganggu kelas, serta data absen tidak langsung dimasukkan ke dalam basis data. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan untuk membuat sebuah prototype yang digunakan sebagai ilustrasi dari sebuah ruang kelas. Prototype ini memiliki sistem absensi yang tersinkronisasi dengan pengunci pintu dan lampu, sehingga dapat meningkatkan keamanan dan kebersihan disamping menyelesaikan masalah utama. Sistem absensi yang dirancang dalam prototype ini digunakan dengan cara men-tap kartu RFID pada modul RFID, dan data absensi langsung masuk ke dalam basis data, sehingga potensi kehilangan data menjadi lebih sedikit. Selain itu mahasiswa dan dosen dapat menjadi lebih mudah untuk melakukan proses absensi dan dapat menjadi lebih fokus pada kelas yang berlangsung. Prototype juga diuji dengan serangkaian pengujian dan dapat disimpulkan bahwa prototype yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan mendapatkan respon positif berbagai orang, baik itu mahasiswa maupun dosen.Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi masalah yang terkadang ditemukan pada data absensi akibat kelalaian ataupun kecelakaan terhadap media absensi. Absensi yang dilakukan dengan cara menandatangani kertas absen juga dapat mengganggu kelas, serta data absen tidak langsung dimasukkan ke dalam basis data. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan untuk membuat sebuah prototype yang digunakan sebagai ilustrasi dari sebuah ruang kelas. Prototype ini memiliki sistem absensi yang tersinkronisasi dengan pengunci pintu dan lampu, sehingga dapat meningkatkan keamanan dan kebersihan disamping menyelesaikan masalah utama. Sistem absensi yang dirancang dalam prototype ini digunakan dengan cara men-tap kartu RFID pada modul RFID, dan data absensi langsung masuk ke dalam basis data, sehingga potensi kehilangan data menjadi lebih sedikit. Selain itu mahasiswa dan dosen dapat menjadi lebih mudah untuk melakukan proses absensi dan dapat menjadi lebih fokus pada kelas yang berlangsung. Prototype juga diuji dengan serangkaian pengujian dan dapat disimpulkan bahwa prototype yang dibuat dapat berfungsi dengan baik dan mendapatkan respon positif berbagai orang, baik itu mahasiswa maupun dosen
Twitter Opinion Mining Analysis of Web-Based Handphone Brand Using Naïve Bayes Classification Method
Social Media is now very commonly used for the benefit of society. People mostly use social media to convey information, give opinions, even for media to express themselves. One of the social media that is widely used to convey this information is Twitter. From the use of Twitter, a public opinion tweet emerged about a mobile phone product. The more that is posted on Twitter about cellphones, the more public opinion will arise about cellphone brands. From these opinions, a classification is needed that can distinguish Neutral, Negative, or Positive Opinions. Sentiment analysis or opinion mining is one part of text mining that can help with these problems. In connection with the above, an application is designed that can analyze sentiment analysis from Twitter using the Naïve Bayes classification method. The results of the application of the Naïve Bayes classification method will result in a classification of sentiments into neutral, negative, or positive opinion
RANCANG BANGUN ALAT DOORLOCK DENGAN BIOMETRIK SIDIK JARI
Keamanan rumah merupakan aspek krusial dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dengan meningkatnya kasus pencurian sebesar 23,46% selama masa pandemi. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi dalam sistem keamanan rumah yang lebih modern, andal dan pintar. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan sistem doorlock berbasis biometrik dan Internet of Things (IoT) yang mampu memberikan perlindungan maksimal sekaligus kemudahan bagi penggunaan. Penelitian ini merancang dan membangun prototipe sistem doorlock yang menggunakan sensor sidik jari FPM10A sebagai metode autentikasi utama. Sistem dikendalikan oleh mikrokontroler ESP8266 yang terintegrasi dengan platform Home Assistant untuk memungkinkan kontrol jarak jauh melalui perangkat pintar. Sensor magnet reed digunakan untuk mendeteksi kondisi terbuka atau tertutupnya pintu, sedangkan data sidik jari disimpan langsung di alat guna meningkatkan kecepatan, keandalan dan keamanan proses autentikasi. Untuk memastikan keberlanjutan operasional, sistem juga dilengkapi dengan baterai cadangan agar tetap berfungsi saat terjadi pemadaman listrik. Pengujian dilakukan menggunakan metode black-box serta penyebaran kuesioner kepada pengguna untuk menilai kenyamanan dan keandalannya. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu mengenali sidik jari secara akurat, memberikan notifikasi saat pintu dibuka tanpa izin, dan tetap berfungsi dalam kondisi darurat. Kesimpulannya, sistem ini efektif meningkatkan keamanan rumah dan membuktikan bahwa integrasi biometrik dan IoT merupakan solusi yang praktis serta adaptif terhadap kebutuhan modern
Implementation of Face Mask Detection Using Phyton Programming Language
Since the beginning of the pandemic in 2019, people in Indonesia have been required to wear masks. Although until now the pandemic has ended, the need to use masks is still very much needed such as to maintain health, avoid air pollution and others. In detecting mask users, an application is needed that can help human work. Currently, the Python programming language is widely used to build applications in the field of computer vision, one of which is this face mask detection application. This application will detect mask users, whether they are wearing a mask or not. This developed application uses the Yolo model using the Face Mask Detection dataset developed by Larxel, where the Yolo model can work on the dataset provided. The test results show that the Yolo model can recognize mask users with an accuracy value above 90%. The second experiment was carried out to detect several faces of mask users, the Yolo model can recognize mask users or not with an average accuracy value of 91.75%. For future research, it is also expected to use other models besides Yolo and make comparisons of several models and make improvements to the problems that exist in each model and use real time data
PERANCANGAN ALAT SENSOR JARAK DAN KEAMANAN PADA KENDARAAN MOBIL DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIC DAN SENSOR GETAR BERBASIS ARDUINO
Mobil merupakan alat transportasi yang memudahkan aktivitas manusia dalam berpergian.Pengendara terkadang tidak bisa mengontrol kecepatan mobil dan memperkirakan jarak mobilketika macet sedang terjadi dikarekan keterbatasan pandangan, selain itu teknologi sekarangini memudahkan manusia dalam banyak hal, contohnya seperti alat untuk keamanankendaraan. Dari masalah tersebut dibutuhkan sistem keamanan pada mobil yang dapatmengirimkan informasi jika terjadi kejadian yang mencurigakan pada kendaraan mobil yang kitapakai. Sehingga hal yang tidak di inginkan bisa diperkecil kemungkinannya. Oleh karna itupeneliti membuat alat yang dapat mendeteksi jarak menggunakan sensor ultrasonic dan alatkeamanan mobil menggunakan sensor getar serta menggunakan modul gsm untukmemberikan notifikasi kepada pemilik mobil apabila sensor getar menerima sinyal getaran yangmerupakan pertanda adanya gangguan pada mobil yang kita gunakan. Pembuatan alat inimenggunakan metode Prototype yang dalam pembuatannya menggunakan suatu alur yangringkas dan tersusun hingga dapat penilaian oleh pengguna. Dari hasil penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa alat yang saya buat dapat dirancang menggunakan Arduino sebagai sistemuntuk mengendalikan. IDE, Sensor Ultrasonic HC-SR04 yang dapat membaca jarak hingga4meter, Sensor Getar SW-420 yang memiliki arus 15mA, dan Modul GSM SIM 800L yangmemiliki network hingga 1900 MHz, dapat berhasil beroperasi menjadi satu kesatuan alat yangberfungsi.Mobil merupakan alat transportasi yang memudahkan aktivitas manusia dalam berpergian.Pengendara terkadang tidak bisa mengontrol kecepatan mobil dan memperkirakan jarak mobilketika macet sedang terjadi dikarekan keterbatasan pandangan, selain itu teknologi sekarangini memudahkan manusia dalam banyak hal, contohnya seperti alat untuk keamanankendaraan. Dari masalah tersebut dibutuhkan sistem keamanan pada mobil yang dapatmengirimkan informasi jika terjadi kejadian yang mencurigakan pada kendaraan mobil yang kitapakai. Sehingga hal yang tidak di inginkan bisa diperkecil kemungkinannya. Oleh karna itupeneliti membuat alat yang dapat mendeteksi jarak menggunakan sensor ultrasonic dan alatkeamanan mobil menggunakan sensor getar serta menggunakan modul gsm untukmemberikan notifikasi kepada pemilik mobil apabila sensor getar menerima sinyal getaran yangmerupakan pertanda adanya gangguan pada mobil yang kita gunakan. Pembuatan alat inimenggunakan metode Prototype yang dalam pembuatannya menggunakan suatu alur yangringkas dan tersusun hingga dapat penilaian oleh pengguna. Dari hasil penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa alat yang saya buat dapat dirancang menggunakan Arduino sebagai sistemuntuk mengendalikan. IDE, Sensor Ultrasonic HC-SR04 yang dapat membaca jarak hingga4meter, Sensor Getar SW-420 yang memiliki arus 15mA, dan Modul GSM SIM 800L yangmemiliki network hingga 1900 MHz, dapat berhasil beroperasi menjadi satu kesatuan alat yangberfungsi
a Taskboard System Based On Website (Case Study: CV Nukegraphic Indonesia): Taskboard
CV. Nukegraphic Indonesia as one of the fast growing website in Indonesia would require a lot of support, including support in the field of Information Technology. Recording task list that still use manual systems, often prevent the processing of information about the details of the status of the task and the status of projects ongoing or already completed in the form of a percentage of each project, as well as recording task that still use paper media is also considered only will lead to waste in paper usage. Recording task that is only made in the scope of the company's staff also hinder the work process of the company when staff are outside the company. The method used in the manufacture of a web-based application taskboard this form of collecting data through observation and questionnaires were distributed in the scope of the company. The test results of these applications concluded that with the application taskboard-based website is an account executive can find out information about the details of the status and the status of the project in a short time, because the data processing has been made into a computerized provided through the application, both an account executive and members are also more easy in knowing the task that must be done even though it is outside the company. With this application is expected to help the performance of employees in a company to be more productiv
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
