4 research outputs found

    Hybrid Anaerobic Baffled Reactor-Filter Downflow UntukMendukung Green Building DalamPengolahan Air Limbah Domestik

    No full text
    RINGKASANCayarini, Filomina Dwi. 2019. Hybrid Anaerobic Baffled Reactor - Filter Downflow Untuk Mendukung Green Building Dalam Pengolahan Air Limbah Domes-tik. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anie Yulistyorini, S.T.,M.Sc.,Ph.D (II) Drs. Mujiyono, M.Pd.Kata kunci: green building, pengolahan air limbah domestik, HABR-filter downflowKonservasi air adalah sebuah metode yang dapat dilakukan untuk mendaur ulang air limbah dalam mendukung green building. Metode ini dapat dilakukan dengan mengolah air limbah yang dihasilkan dari bangunan hunian. Pada penelitian ini sistem Hybrid Anaerobic - Filter Downflow (HABR-filter downflow) digunakan untuk mengolah air limbah domestik. Sistem HABR-filter downflow merupakan sistem pengolahan air limbah kombinasi antara sistem ABR dengan media filter pada beberapa ruangnya (chamber) dengan tipe aliran air downflow pada kompartemen filternya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia dan fisik air limbah domestik sebelum dan sesudah diolah dengan sistem HABR-filter downflow serta performa sistem HABR-filter downflow. Penelitian berlokasi di IPAL KPP Purworupo, Jalan Bareng Raya 2, Kota Malang. Pengambilan sampel air limbah dilakukan di 3 titik yaitu inlet, sebelum filter dan outlet. Penelitian dilakukan selama 5 minggu, dengan pengambilan sampel 2 kali seminggu. Air limbah domestik yang belum dan sudah diolah diuji di Lab Jasa Tirta I Kota Malang. Kemudian hasil uji parameter dibandingkan dengan standar baku mutu air limbah domestik yang berlaku (PERMENLHK NO.68 Tahun 2016 and PERDA JATIM NO.2 Tahun 2008). Hasil desain HABR-filter downflow berupa reaktor berbahan fiber glass berukuran 75 x 20 x 45 cm, debit 20 lt/hari, memiliki 6 kompartemen (chamber), pada 2 kompartemen terdapat filter dengan tebal ± 20 cm, aliran berupa U-turn, HRT 72 jam (3 hari), memiliki perpipaan yang alirannya downflow pada kompartemen filter. Sifat kimia air limbah yang belum diolah memiliki BOD 279,433 mg/L, TSS 314,3 mg/L, TKN 22,325 mg/L, Total Fosfor (TF) 10,116 mg/L, Total Coliform (TC) 252,28 MPN/100 ml, DO 1,135 mgO2/L, dan pH 6,81, sedangkan sifat fisik berupa suhu24°C, warna air cokelat gelap, memiliki endapan pada bagian bawah reaktor, dan berbau menyengat. Pada air limbah yang telah diolah memiliki sifat kimia berupa BOD 16,819 mg/L, TSS 12,912 mg/L, TKN 7,732 mg/L, TF 6,053 mg/L, TC 150,3 MPN/100 mL, pH 7,99, dan DO 3,389 mgO2/L, sedangkan sifat fisik berupa suhu 24°C, warna air bening kekuningan, tidak memiliki endapan pada bagian bawah reaktor, dan tidak berbau menyengat. Nilai efisiensi penurunan kadar BOD, TSS, TKN, TF, dan TC sebesar 94%, 96%, 65,4%, 40,2%, dan 40,4%

    Pola Permukiman Pesisir Desa Nelayan Muncar (Studi Kasus: Dusun Sampangan, Banyuwangi)

    Get PDF
    Sampangan Hamlet is part of Muncar Fishing Village, which is experiencing regional development that affects the physical condition of the environment. The changing physical condition of the environment can certainly affect the shape or settlement pattern of this fishing village. This study aims to reveal the coastal settlement pattern of Muncar Fishermen Village, where it is located in Sampangan Hamlet, Banyuwangi. The research method used is qualitative, using spatial analysis with GIS, and supporting data from documents, interviews, and field observations. The results of the study show that in the aspect of seaside settlement patterns in the form of perpendicular parallel to the sea line, while those located some distance away have a mixed pattern (grid and spinal), the use of open space there are 2 types, namely diffuse and centralized patterns, the location and orientation of settlements in the form of land space and transitions, a circulation hierarchy consisting of collective, local, and environmental, and 44.86% land use for settlements

    Korelasi antara Konfigurasi Ruang dan Dimensi Keberlanjutan Sosial Desa Nelayan Muncar Banyuwangi (Studi Kasus: Dusun Sampangan)

    No full text
    Pengembangan Kawasan Minapolitan di Desa Nelayan Muncar Banyuwangi tepatnya di Dusun Sampangan menyebabkan perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi dan menciptakan konfigurasi ruang baru pada wilayah ini. Dusun Sampangan justru masuk sebagai wilayah kumuh setelah adanya pengembangan kawasan. Kondisi ini menimbulkan suatu pemikiran bahwa konfigurasi ruang yang terbentuk pasca pengembangan wilayah belum tentu mendukung keberlanjutan sosial terutama terhadap kualitas hidup Masyarakat Sampangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan konfigurasi ruang, menilai keberlanjutan sosial, serta menelaah korelasi antara konfigurasi ruang dan keberlanjutan sosial di Sampangan. Konfigurasi ruang pada studi ini diuraikan dengan analisis spasial melalui GIS dan space syntax, sehingga didapatkan hasil berupa kenampakan konfigurasi ruang. Dimensi keberlanjutan sosial dinilai dan dievaluasi dengan analisis statistik melalui pengisian kuesioner terkait keberlanjutan sosial kepada 130 responden penduduk Sampangan, dalam 13 pembagian zona studi. Analisis statistik pada keberlanjutan sosial ini berupa regresi linier berganda dan skoring, sehingga didapatkan nilai variabel paling berpengaruh dan tingkat keberlanjutan sosial di Dusun Sampangan. Kemudian, korelasi antara konfigurasi ruang dan dimensi keberlanjutan sosial ditelaah dengan analisis statistik berupa korelasi pearson, yang menjelaskan kekuatan hubungan antara variabel-variabel nilai struktur konfigurasi ruang dengan variabel dimensi keberlanjutan sosial. Hasil studi menunjukkan bahwa kenampakan konfigurasi ruang Sampangan terdiri atas: keberadaan guna lahan, hierarki jalan, bentuk permukiman berdasarkan pola jalur pergerakan, letak dan orientasi bangunan, bentuk dan pemanfaatan ruang terbuka, serta nilai struktur ruang yang berupa: konektivitas, kedalaman, integrasi, pilihan, dan intelegensi. Konfigurasi ruang Dusun Sampangan secara keseluruhan memiliki kejelasan struktur ruang kategori tinggi, dengan nilai R2 sebesar 0,695 dari angka 1, yang berarti kejelasan struktur ruang Dusun Sampangan sudah baik sehingga masyarakat Sampangan dapat dengan mudah memahami struktur ruang tempat tinggalnya. Kemudian, tingkat keberlanjutan sosial Dusun Sampangan dipengaruhi secara langsung oleh aksesibilitas, infrastruktur sosial, ruang terbuka, karakter lingkungan permukiman, rasa kebersamaan, interaksi atau hubungan sosial, jejaring sosial, rasa tempat, keamanan dan keselamatan, partisipasi, ruang untuk masa depan, dengan total pengaruh simultan 55,2%. Lalu pengaruh parsial berupa aksesibilitas, rasa kebersamaan, interaksi sosial, dan rasa tempat dengan berpengaruh secara langsung pada tingkat keberlanjutan sosial Sampangan, dengan total pengaruh parsial 51,3%. Hasil skoring tingkat keberlanjutan sosial sebesar 3,94 dari nilai total 5,00, yang berarti DusunSampangan berkategori “baik” yang berarti “berkelanjutan”. Secara keseluruhan konfigurasi ruang Sampangan yang berupa nilai struktur konektivitas, kedalaman, integrasi, pilihan, dan intelegensi berkorelasi dengan dimensi keberlanjutan sosial terutama pada aksesibilitas, infrastruktur sosial, interaksi sosial, rasa tempat, serta keamanan dan keselamatan, dengan kategori kekuatan hubungan cukup kuat sampai sangat kua
    corecore