1,721,045 research outputs found
Biografi K.H. Abdul Halim (1887-1962)
Kehadiran tokoh Abdul Halim di panggung sejarah kaum Muslim bumiputera telah membawa spirit tersendiri. Di tengah berkecamuknya wajah masyarakat yang cenderung statis, fatalis, Abdul Halim membesut pola kehidupan dinamis, progresif, dan mewartakan perang kepada segala bentuk penindasan dan ketidakadilan. Pengaruhnya, dari gerak perjuangan yang diamininya, telah banyak memberikan kontribusi bagi tumbuhnya pola-pola perjuangan yang kemudian diikuti generasi sesudahnya. Penelusuran Abdul Halim dan sejumlah aktivitasnya bermaksud mencari dan mereguk otentisitas perjuangannya. Ini menjadi penting, di tengah pergumulan gaya hidup yang selalu mengidolakan tokoh global, “kita” mesti bersikap arif terhadap tokoh lokal yang mempunyai andil besar dalam upayanya menemukan sejarah bangsa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk memperoleh eksplanasi tentang persoalan yang diteliti digunakan pendekatan multi-dimensional dengan menggu-nakan teori konflik dari Ralp Dahrendorf.
Berdasarkan hasil kajian ditemukan fakta sebagai berikut: Pertama, perjuangan Abdul Halim dalam menemukan identitas kebangsaan telah dirintis sejak masa mudanya hingga wafat menjemputnya. Kedua, melalui organisasi yang didirikannya, Abdul Halim berhasil memberikan solusi bagi masyarakat pribumi terutama dalam pendidikan, dakwah, dan sosial. Ketiga, sebagai penghargaan pemerintah terhadap segala perjuangan yang dimainkannya adalah anugerah tanda kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia berupa Bintang Mahaputera Utama pada 1992, anugerah Bintang Mahaputera Adipradana dan Pahlawan Nasional pada 2008
Pemikiran Muhammad Taqi Misbah Yazdi relasi fitrah dan iman
Manusia menjadi salah satu misteri kecil dari semesta alam ini. Seluruh tingkah lakunya merupakan cerminan kesempurnaan atas pengenalan dirinya. Jalan pengenalan yang menjadikan tingkat sensitifitas kemanusiaan terbentuk dengan baik dan sempurna. Pengenalan diri yang membawa kepada arah kajian fitrah dan iman yang mencakup berbagai wacana tentang daya-daya terkuat yang dimiliki manusia yang diletakkan oleh Sang pencipta. Hal itu meliputi kecenderungan mengetahui, berkuasa atau menguasai, cinta dan penghambaan, mencari kenikmatan, kecenderungan tak terbatas.
Tujuan penulisan buku ini dimaksudkan untuk mencapai pada suatu pemahaman yang khas kaitannya dengan pemikiran Muhammad Taqi Mishbah Yazdi. Diantaranya untuk mengetahui lebih dalam lagi bagaimana konsepsi Muhammad Taqi Mishbah Yazdi tentang fitrah dan iman, serta relasi yang terbentuk.
Penulisansecara kualitatif ini dilakukkan dengan metode deskripsi, yaitu dengan menguraikan secara teratur pemikiran Muhammad Taqi Mishbah Yazdi tentang fitrah dan iman. Sedangkan teknik yang digunakan adalah studi kepustakaan, yaitu dengan menggunakan data primer karya Muhammad Taqi Mishbah Yazdi dan data skunder yang berhubungan dengan pemikiran Muhammad Taqi Mishbah Yazdi. Dengan demikian penulisan ini dapat menjawab perumusan masalah.
Dari data-data yang ditemukan menunjukan bahwa fitrah dan iman merupakan dasar pokok ke arah sempurnanya kehidupan. Sehingga penting adanya jalinan relasi yang kuat antara keduanya, yang meliputi. Pertama, relasi eksistensial fitrah dan iman. Kedua, relasi timbal balik fitrah dan iman. Ketiga, relasi gerak menyempurna.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Muhammad Taqi Mishbah Yazdi memandang fitrah dan iman bukanlah hanya sebagai suatu pemberian dan potensi belaka. Setiap manusia haruslah berusaha menemukan dan mengarahkan dirinya kepada kesempurnaan insaninya dengan mengarahkan berbagai aktifitas. Usaha pengenalan fitrah dan iman melalui rasio dan nalar akan membawa kepada sikap penghargaan dan tanggung jawab manusia itu sendiri, sehingga terbentuklah sosok manusia sempurna (insan kamil)
Filsafat Umum
Filsafat bisa dimengerti dengan sifat-sifat yang dilahirkan dan melekat padanya dan tanpanya, ia tak terpahami. Sifat umum yang disebut sebagai karakternya, yaitu radikal, kritis, dan reflektif. Istilah” radikal” dimaknai sebagai bentuk keingintahuan tentang suatu objek secara menyeluruh, mendalam, dan sampai ke penyebab awalnya (First Causal atau first causal). Istilah “kritis” dimaknai sebagai bentuk seni bertanya. Untuk memahami suatu objek, maka sifat kritis mesti dimiliki seseorang untuk sampai pada pemahaman yang tepat tentang suatu objek. “tidak bertanya sesat di jalan”. Kalimat bijak ini sangat cocok disematkan pada istilah tersebut. Sementara, istilah reflektif bisa dimaknai sebagai sikap berpikir yang keras, fokus, dan serius. Tiga karakter tersebut tidak bermaksud membatasi karakter-karakter lain yang lebih spesifik sesuai dengan relasi filsafat dengan objeknya yang lain.
Secara umum, Filsafat dibagi menjadi tiga, yaitu: Epistemologi, Ontologi, dan Axiologi. Pengertian populer epistemologi, yaitu teori pengetahuan yang membahas tentang sumber pengetahuan, karakter dasar pengetahuan, dan keabsahan atau validitas pengetahuan. Pengertian istilah Ontologi, yaitu teori tentang “ada” atau “Ada”. Ontologi lebih umum dikenal sebagai objek pengetahuan. Pembahasannya yang terkait dengan alam menjadikannya dikenal sebagai Kosmologi. Ia juga terkadang disinonimkan dengan Metafisika yang mengupas sesuatu yang berada dibelakang objek fisik. Sedangkan Axiologi adalah teori tentang nilai dalam segala macam, jenis, dan bentuknya. Istilah ini lebih masyhur dimaknai sebagai manfaat ilmu pengetahuan. Tiga dimensi ini sebagai struktur utuh dan solid yang membentuk filsafat sehingga menjadikannya sebagai grand mother of science. Slogan ini mengantarkan filsafat sebagai kebijaksanaan, kebijaksanaan sebagai pengetahuan, dan pengetahuan sebagai kebaikan (knowledge is good)
Masa depan Pengelolaan Jurnal di Indonesia?
Materi ini di sampaikan pada acara Workshop Munas RJ
Ritual Siklus Kehidupan di Cirebon
Mantenan merupakan salah satu perjalanan dari tahap kehidupan yang penting, karena merupakan awal peralihan dari satu tahap ke tahap yang lainnya, dan diharapkan berlangsung dengan lancar dan selamet. Jadi agar semuanya lancar dan selamet atau untuk merayakan syukuran keberhasilan melalui peralihan tahap maka diadakanlah selametan, atau hajatan, atau syukuran yang didalamnya disertai sesajen.
Sesajen adalah menghidangkan makanan, minuman, buah-buahan atau bunga kepada makhluk halus atau leluhur. Maksudnya untuk tolak bala agar apa yang diinginkan terkabul dan sukses, mengundang rezeki, keselamatan, kesehatan, kebahagiaan dan lain-lain.
Semua bahan-bahan yang ada di dalam sesajen semuanya mempunyai makna dan maksud tertentu, seperti pedaringan yang ditutup dengan kail putih bermakna mengundang rezeki, sesajen yang diluar rumah dan ditancapkan sebatang bambu bermakna informasi kepada masyarakat bahwa akan ada hajatan dirumah tersebut, dan lain-lain.
Ritual atau Ritual sekitar kelahiran merupakan tradisi yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Islam di Cirebon, maka keberadaan tradisi ini memungkinkan diisi dengan nilai-nilai Islam, seperti pembacaan Al-Quran dan Kitab Barzanji
Optimalisasi Tools Untuk Menulis: Cara Mudah Menguasai Ms. Word dan Mendeley
Menulis karya ilmiah merupakan salah satu kewajiban akademik yang harus ditempuh setiap mahasiswa. Tugas ini merupakan media untuk menuliskan kompetensi yang dimilikinya dalam bentu karya tulis ilmiah. Mengingat pentingnya tugas ini dalam memenuhi kurikulum perguruan tinggi, maka harus dibuat panduan penulisan skripsi sebagai pedoman bersama untuk membantu para mahasiswa menyelesaikan tugas akhir berupa penulisan skripsi. Besar harapan semoga buku pedoman ini mempermudah mahasiswa dalam proses penulisan karya ilmiah. Di buku ini dikemukakan beberapa panduan penulisan karya ilmiah mulai dari teknis pengetikan menggunakan Ms. Word, membuat kutipan dengan memanfaatkan aplikasi Mendeley, sampai pada cara mencari referensi dan cara bagaimana mencari jurnal untuk media publikasi karya ilmiah tersebut
- …
