1,720,983 research outputs found

    sj-docx-1-sms-10.1177_20563051221122792 – Supplemental material for Who Gets Exposed to Political Misinformation in a Hybrid Media Environment? The Case of the 2019 Indonesian Election

    No full text
    Supplemental material, sj-docx-1-sms-10.1177_20563051221122792 for Who Gets Exposed to Political Misinformation in a Hybrid Media Environment? The Case of the 2019 Indonesian Election by Taberez Ahmed Neyazi, Aaron Yi Kai Ng, Ozan Kuru and Burhanuddin Muhtadi in Social Media + Society</p

    Collective Memory, Democratic Ambivalence, and Authoritarian Notions of Democracy: Explaining the Rise of Prabowo Subianto

    No full text
    In 2024, Prabowo won by the greatest margin in Indonesian presidential election history, garnering over 96 million votes. How did Prabowo win so decisively, despite his deep ties to the dark authoritarian past and allegations of human rights violations? Utilizing the original national survey data prior to the 2024 presidential election, the author finds that authoritarian beliefs and nostalgia for the authoritarian past do not explain support for Prabowo. Instead, authoritarian notions of democracy such as support for military governments and strongman leaders are highly linked to Prabowo support. Although supporting Prabowo does not necessarily indicate support for the return of authoritarianism, it does imply that many Indonesians may either be unconcerned or naïve about potential challenges to the current political system, or have a concept of democracy that aligns with the idea of a strong, powerful personalistic leadership that has been a central selling point of Prabowo's presidential candidacy

    Dilema PKS: suara dan syariah

    No full text
    Buku ini adalah tesis Burhanuddin Muhtadi di Australian National University, membahas fenomena PKS dari sudut pandang keilmuan, mulai dari asal-usulnya sebagai jamaah tarbiyah pada masa orde baru, pengaruh ideologis dari Ikhwanul Muslimin mesir, pendiriaan Partai Keadilan pada awal reformasi sampai dinamika internal antara berbagai aspirasi dalam PKS. Serta strategi PKS memperjuangkan agenda politik islamisnya di panggung politik Indonesia

    Vote Buying in Indonesia

    No full text

    Bijdragen tot de Taal-, Land en Volkenkunde, vol. 174, n° 2-3, 2018

    No full text
    Bijdragen tot de Taal-, Land en Volkenkunde, vol. 174, n° 2-3, 2018 Table of Contents Research Articles Entrepreneurs of Grievance : Drivers and Effects of Indonesia’s Islamist Mobilization by Marcus Mietzner, Burhanuddin Muhtadi and Rizka Halida Then and Now : Campaigns to Achieve Rice Self-Sufficiency in Indonesia by Jamie S. Davidson The Trials of Rābiʿa al-ʿAdawīyya in the Malay World :The Female Sufi in the Hikayat Rabiʿah by Mulaika Hijjas Back to Sendangsono : A Marian Pilg..

    Vote Brokerage, Personal Networks, and Agency Loss

    No full text

    Politik Uang dan New Normal dalam Pemilu Paska-Orde Baru

    No full text
    Berapa banyak pemilih yang menjual suaranya di Indonesia, dan seberapa efektif itu? Dielaborasi dari berbagai metode survei ? apakah individu, observasional, atau berasal dari eksperimen daftar, proporsi pemilih yang berpartisipasi dalam pembelian suara dalam pemilihan 2019 adalah antara 19,4% dan 33,1%. Kisaran ini relatif tinggi menurut standar internasional, dengan tingkat pembelian suara di Indonesia menjadi yang terbesar ketiga di dunia. Mengingat bahwa eksperimen daftar dan pertanyaan survei langsung menghasilkan temuan yang tidak konsisten, dapat disimpulkan bahwa pembelian suara lebih kecil kemungkinannya untuk distigmatisasi, dan praktik semacam itu telah menjadi normal baru selama pemilihan. Studi ini juga menemukan bahwa sistem proporsional daftar terbuka Indonesia membentuk sisi penawaran pembelian suara. Di bawah sistem pemilihan semacam itu, para kandidat dipaksa untuk bersaing dengan para partisan untuk mendapatkan suara pribadi. Dan karena, menurut sistem daftar terbuka, kursi (atau kursi) yang diamankan oleh suatu partai harus dialokasikan kepada kandidat partai yang memperoleh suara terbanyak, calon hanya perlu memenangkan sepotong kecil suara untuk mengalahkan partai mereka. -partisan. Untuk melakukannya, mereka perlu membedakan diri dari rekan-rekan partai mereka, termasuk dengan membeli suara

    Perang bintang 2014 : konstelasi dan prediksi pemilu dan pilpres

    No full text
    Pemilu 2014 sudah di depan mata. Genderang perang telah ditabuh. Dana triliunan rupiah dipertaruhkan. Inilah pertandingan politik yang paling seru. Kemunculan sejumlah gejala elektoral baru: merebaknya fenomena emoh partai atau deparpolisasi, semakin kencangnya perang media, dan semakin besarnya proporsi pemilih mengambang (swing voters) menjadikan pertandingan politik ini semakin ditunggu, terlebih dengan tampilnya bintang-bintang baru calon presiden nonpartai yang diharapkan membawa harapan baru. Lalu, bagaimana akhir dari pertarungan politik ini? Adakah bintang politik baru yang bersinar di tengah iklim kepartaian yang bernuansa oligarki dan transaksional? Buku ini memberikan prediksi pemenang perang bintang politik 2014 melalui analisis dan data-data akurat yang bisa dipertanggungjawabkan
    corecore