514 research outputs found
Analisis Perencanaan Strategis pada Perusahaan Ritel Studi Kasus: Budiman Swalayan
Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi strategi dengan cara melakukan analisis baik secara eksternal maupun internal perusahaan. Objek penelitian ini adalah Budiman Swalayan yang berada di jalan Sawahan, Padang Timur, Kota Padang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara dengan beberapa stakeholders Budiman Swalayan yaitu manajer, karyawan, dan pelanggan serta melakukan observasi secara langsung pada Budiman Swalayan itu sendiri. Alat (tools) yang digunakan dalam membuat formulasi strategi adalah Matriks SWOT dan Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi alternatif yang dapat diterapkan oleh Budiman Swalayan yaitu: (1) menambah jenis produk yang ditawarkan, (2) membuka cabang baru, (3) menurunkan harga produk, (4) mempertahankan citra atau image perusahaan, dan (5) memberikan layanan delivery order kepada pelaggan. Setelah dilakukan evaluasi terhadap lima strategi tersebut dengan menggunakan QSPM, didapat satu strategi prioritas yaitu menambah jenis produk yang ditawarka
RAHMAT SALEH NASUTION: DARI GARIN HINGGA MENJADI ANGGOTA DPRD PROVINSI SUMATERA BARAT (2001-2019)
Skripsi ini berjudul “Rahmat Saleh Nasution:Dari Garin Hingga Menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (2001-2019)” penulisan skripsi ini menjelaskan tentang latar belakang keluarga Rahmat Saleh Nasution, masa kecil dan pendidikan Rahmat Saleh Nasution, perjalanan masa dewasa Rahmat Saleh Nasution yang mencakup berkeluarga, masa perkuliahan, dan awal mula karir politik Rahmat Saleh Nasution. Dan kiprah Rahmat Saleh Nasution di DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2014-2019.
Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejarah biografi. Penelitian ini mengunakan metode penelitian sejarah yang dimulai dengn heuristik (pengumpulan sumber) seperti arsip atau dokumen pribadi Rahmat Saleh Nasution, sumber lisan melalui wawancara. Untuk menganalisis permasalahan dibutuhkan sumber-sumber sekunder, seperti buku-buku hasil penelitian serta berita-berita di media cetak maupun di media elektronik. Kemudian langkah selanjutnya adalah kritik intern maupun ekstern yang bertujuan menyatakan dan mengklasifikasi sumber-sumber untuk ditafsirkan. Setelah itu dilakukan interpretasi data agar mendapatkan sumber yang valid. Langkah akhirnya adalah historiografi yaitu penulisan kembali hasil penelitian baik itu melalui studi pustaka atau wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Rahmat Saleh Nasution benar-benar berjuang dengan hasil kerja kerasnya sendiri berjuang di Kota Padang dengan tujuan awal menimba ilmu di Universitas Andalas hingga menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2014-2019. Di periode pertama ini Rahmat Saleh Nasution menduduki beberapa posisi yang cukup penting yaitu sebagai sektretaris Fraksi PKS di DPRD Prov. Sumbar 2014-2019, Pimpinan Komisi II Bidang Ekonomi dan Pimpinan Komisi V Bidang Kesejahteraan Rakyat. Dan ia berhasil melanjutkan hingga ke periode 2019-2024 di DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Kata Kunci: Biografi, Rahmat Saleh Nasution, DPRD Provinsi Sumatera Barat
Paradigma Humanisme Theosentris Dalam Pendidikan Islam Dimensi Metodologis Pembelajaran
KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
Syukur Alhamdulillah puji dan puja bagi Allah swt atas limpahan rahmat dan kurnia-Nya kepada para pecinta ilmu pengetahuan. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw para sahabatnya dan keluarganya sekalian.
Buku yang diberi judul: Paradigma Humanisme Theosentris dalam Pendidikan Islam: Dimensi Metodologi Pembelajaran telah dapat dirampungkan atas petunjuk dan hidayah Allah swt. Banyak pihak yang turut menyumbang atas selesainya buku ini, terutama sumbangan moril, dan semangat dari putra putri penulis serta istri yang tercinta. Sumbangan materil berupa biaya penerbitan sepenuhnya disumbangkan oleh IAIN Ar-Raniry melalui Pembantu Rektor IV, untuk itu penulis mengucapkan terimakasih.
Buku ini merupakan sebuah sumbangan fikiran untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, yang menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dijiwai oleh semangat kemanusiaan dan dilandasi keteguhan iman dan taqwa (IMTAQ).
Secara teoretik dan emperik, pendidikan merupakan media yang amat fungsional dalam upaya pembentukan manusia yang berkualitas, yang pada gilirannya berpengaruh dalam peningkatan mutu kehidupan, dan mengangkat harkat dan martabat masyarakat secara merata, harmoni dan kontinu.
Berangkat dari wawasan bahwa manusia memiliki potensi dan sumberdaya manusia untuk memudahkan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, seperti ‘aql (berpotensi untuk berfikir), lubb, fu’ad dan juga sering disebut qalb (berpotensi untuk berzikir), serta indra (panca indra) yang bersifat fisik (berpotensi untuk bekerja keras).
Pendidikan yang dikembangkan berdasarkan paradigma humanisme theosentris selalu mempertimbangkan pada potensi dan sumberdaya manusia, baik dalam proses maupun produk pendidikan, sehingga antara proses dan produk pendidikan menjadi harmonis. Demikian juga pendidikan memiliki kesesuaian antara harapan dan cita-cita manusia dalam hidup dan kehidupan berbangsa, bernegara, beriman dan bertaqwa kepada Allah swt.
Tujuan dari buku ini ialah mengontekstualisasikan masalah metodologi pendidikan Islam. Kami yakin banyak tulisan yang senada bahkan lebih menyorot masalah pendidikan humanis dan teologis, baik dengan nama dan istilah yang digunakan sama ataupun berbeda. Setidak-tidaknya tulisan ini turut urun rembuk dalam berbagai kepentingingan, khususnya dalam kepentingan memperkaya khazanah pemikiran pendidikan Islam.
Akhirnya, hanya kepada Allah kita berserah diri, kelebihan dan kekurangan di sana sini terpulang pada perspektif dan metodologi berfikir masing-masing pembaca. Kritikan yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan ke depan.
Salam hormat
Penulis
Perlakuan Akuntansi Zakat sebagai Salah Satu Elemen dalam Laporan Keuangan: Suatu Introduksi Akuntansi Baru dalam Financial Statement
Zakat is one of the pillars of Islam, it is even the most visible pillar of society among the pillars of Islam. Many efforts have been made by the community to increase the role of zakat, one of which is through the establishment of BAZIS. BAZIS reports zakat funds collected from the community every year as a form of accountability to muzakki, munfiq, mushaddiq, advisory boards, and Allah SWT, but many financial reports issued by BAZIS are still not following Islamic sharia provisions. Based on the various existing deficiencies, the solution for reporting the financial statements of LAGZIS Masjid Raden Patah Brawijaya University should be in the form of a balance sheet, Zakat Funds Statement, and Infaq and Shadaqah Funds Statement as a substitute for an income statement and a report on changes in capital.Zakat merupakan salah satu rukun Islam, bahkan merupakan rukun kemasyarakatan yang paling tampak di antara sekian rukun-rukun Islam. Banyak upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk meningkatkan peran zakat, yang salah satunya melalui pendirian BAZIS. BAZIS melaporkan dana zakat yang dihimpun dari masyarakat setiap tahun sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada muzakki, munfiq, mushaddiq, dewan penasihat, dan Allah SWT, akan tetapi banyak laporan keuangan yang diterbitkan oleh BAZIS yang masih kurang sesuai dengan ketetapan syariah Islam. Berdasarkan berbagai kekurangan yang telah ada, maka solusi pelaporan atas laporan keuangan LAZIS Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya seharusnya berupa neraca, Zakat Funds Statement, dan Infaq and Shadaqah Funds Statement sebagai pengganti laporan laba rugi serta laporan perubahan modal
KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966
ABSTRAK
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer.
Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer
ABSTRACT
In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military.
Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar
PROSES KREATIF MAMAT RAHMAT DALAM KENDANG TARI TRADISI SUNDA
ABSTRAKMamat Rahmat adalah sosok pengendang tari tradisi Sunda yang pada saat ini masih konsisten dalam bidangnya sebagai pengendang. Kemampuannya dalam kendang tari tradisi Sunda banyak didedikasikan untuk ISBI Bandung karena telah memberikan penghidupan bagi dirinya. Di sisi lain, kemampuannya pun banyak diminta oleh sanggar sanggar tari yang ada di kota Bandung seperti Studio tari Indra, Pusbitari, dan sebagainya. Sebagai pengendang tari tradisi Sunda, ia mampu memberikan pengungkapan karakter dalam tari tradisi Sunda melalui tepakan kendangnya. Maka[PO1] tidaklah berlebihan dan sepantasnya apabila ia menyandang gelar sebagai maestro kendang tari. Dalam tulisan ini akan diungkap bagaimana proses kreatif Mamat Rahmat dalam mencapai kompetensinya sebagai pengendang tari Tradisi Sunda. Penulis akan mengupas pembahasannya melalui metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Mamat Rahmat mampu menjadi seorang pengendang tari Sunda yang kreatif, karena ditunjang oleh faktor keturunan (genetik), keterampilan, pengalaman, kepribadian, dan juga bisa menari.Kata Kunci: Mamat Rahmat, Proses Kreatif, Kendang Tari Sunda. ABSTRACTA Creative Process of Mamat Rahmat in Sundanese Traditional Dance Kendang, June 2020. Mamat Rahmat is a figure of drummer of Sundanese traditional dance who is still consistent in his field as a drummer. His skill in Sundanese traditional dance drums (kendang) is mostly dedicated to ISBI Bandung because he has been given his livelihood here. On the other hand, his skill has been much demanded by many dance studios in Bandung such as Indra dance studios, Pusbitari, and so on. As a drummer of Sundanese traditional dance, he is able to provide the expression of character in Sundanese traditional dance through his drum beat. So it is not excessive and appropriate if he bears the title as a maestro of dance kendang. In this paper, it will be revealed how is the creative process of Mamat Rahmat in achieving his competence as a drummer of Sundanese traditional dance. The author will explore the discussion through the method of observation and interviews. The result of this study shows that Mamat Rahmat is able to become a creativeSundanese dance drummer because he is supported by heredity (genetic), skills, experience, personality, and dancing ability.Keywords: Mamat Rahmat, Creative Process, Sundanese Dance Kendang. [PO1]Oleh sebab itu
Sistem Informasi Pemesanan Dan Pembelian Tiket Bus Online Berbasis Web Pada P.O. Budiman
P.O. Budiman merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa transportasi bus dimana penyajian pemesanan tiket, informasi jadwal keberangkatan, dan transaksi pembayaran masih bersifat manual dan ini menjadi salah satu permasalahan yang ada. Guna mempermudah calon penumpang untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik, maka perlu adanya suatu aplikasi pemesanan tiket bus berbasis Web secara online. Dalam penelitian ini, untuk membangun aplikasi tersebut penulis menggunakan metode perancangan berorientasi objek dengan menggunakan UML (Unfied Modelling Languange). Aplikasi terdiri dari empat bagian yakni Admin, Pimpinan dan Pengguna (User). Sistem aplikasi yang berbasis web ini dibangun dengan bahasa pemprograman PHP dengan beberapa software pembantu seperti Microsoft Word 2010, web server XAMPP, database MySQL, dan Adobe Dreamweaver. Hasil pengujian yang menggunakan blackbox system menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi sesuai kebutuhan pengguna. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menggunakan blackbox System, aplikasi dinyatakan berjalan dengan baik
Meningkatkan Akuntabilitas Pelayanan Publik Melalui City Branding
Dalam sector pemerintahan, branding belum terlalu familiar bahkan ada yang menganggap branding dalam pemerintahan tidak penting. Branding dalam sektor pemerintahan terkait dengan produk unggulan dalam pelayanan yang disediakan oleh pemerintah setempat. Pada hakikatnya, pemerintah mengemban tiga fungsi pemerintahan, yaitu pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan. Namun secara umum, pemerintah mempunyai fungsi pelayanan, yaitu sebagai penyedia layanan (provider) jasa publik yang tidak diprivatisasikan, layanan sipil, dan layanan birokrasi. Branding dalam sektor pemerintahan sangat diperlukan untuk membangun citra positif apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Branding dalam pemerintahan dibangun melalui konsep marketing pemerintahan, yang terdiri dari unsur Product yang sesuai dengan harapan masyarakat, Promotion, yang dilakukan kepada target yang potensial, penetapan Price (harga) produk atau jasa pelayanan, dan Place (tempat) penyelenggaraan pelayanan. Tulisan ini bertujuan menjelaskan penerapan konsep branding dalam sektor pemerintahan, khususnya pemerintahan daerah. Tulisan ini didukung oleh data yang diperoleh dari hasil penelitian
- …
