1,732,918 research outputs found
Percakapan Diam-Diam : Puisi Lelaki Budiman
Dalam buku Percakapan Diam-Diam, 47 puisi dituliskan oleh Lelaki Budiman dan 16 gambar dibuat oleh Koskow
Edy Budiman Data for Informatics
The results of measuring the use of internet data and the data analysis for assistance decision making
using the optimization metho
Budiman seperti Nabi Musa a.s.
“TOLONG ambilkan alat kawalan jauh televisyen itu.”
“Nanti gosok semua baju saya.”
“Kenapa tak kemas rumah?”
“Kenapa tak buat lagi kopi yang saya minta tadi? Kalau macam ni baik pergi kedai Mamak lagi cepat!”
Itu antara dialog biasa dalam rumahtangga. Mungkin si suami sudah terbiasa mengarah isteri tanpa menyelami letih atau sibuknya isteri sepanjang hari di rumah sebagai pengurus hal ehwal rumah, manakala di pejabat sebagai kakitangan swasta atau kerajaan.
Jika ditambah tolak waktu kerja isteri, ternyata si isteri sudah kerja melebihi kadar biasa tanpa rehat yang cukup, apatah lagi bayaran tambahan. Perlu diingatkan ketika akad disambut dahulu, perjanjian sebuah rumahtangga bukan perjanjian antara ‘tuan’ lelaki dengan seorang hamba wanita, tetapi perkongsian hidup antara dua manusia yang punyai hati dan perasaan.
Masih segar dalam ingatan pada pagi Jumaat 23 Julai 1999, ketika Mantan Menteri Besar Kelantan, Almarhum Datuk Nik Abdul Aziz memberi khutbah nikah pada hari perkahwinan penulis. Beliau mengahwinkan penulis sebagai wakil wali kepada mentua penulis.
Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/mega/agama/budiman-seperti-nabi-musa-a-s-1.863489#ixzz5lE24oETl
© Utusan Melayu (M) Bh
Budiman Mahallah kitchen
This book narrates budiman journey in Mahallah Kitchen. Budiman Mahallah Kitchen who are searching for adab (virtue), budi (kindness) and sejahtera (peace). By doing so, budiman and budiwati will have the capacity of bijak berbudi (wisdom in kindness), berani (brave) and bijaksana (full with wisdom). Budiman and budiwati with these attributes will manifest budi bahasa (rasa), budi pekerti (rupa), and budi bicara (roh).
Thus, budiman and budiwati will have sejahtera niat (peaceful intentions), sejahtera keputusan (peaceful decisions), and sejahtera tindakan (peaceful actions). Budiman and budiwati will be continuously making contribution of sejahtera to self and others.
The foundation of adab (virtue) is based on formula A-D-A-B. A is amanah (trustworthy), dakar (staunch), akhlak (ethics), and bestari (intelligent)
Mukadimah: Seminar Perkongsian Profesional Guru-guru Arif Budiman [Preface: Arif Budiman Teachers' Professional Sharing Seminar]
Speech delivered at the Seminar Perkongsian Profesional Guru-guru Arif
Budiman, 17 September 2011, National Institute of Education, Nanyang
Technological University, SingaporeUcapan ini disampaikan di seminar perkongsian professional guru-guru Arif Budiman di NIE. Penyampai memulakan mukadimahnya dengan membincangkan kekata gosip, bual, pidato dan bicara; yang dianggapkan sebagai sekelompok kata sinonim yang tidak atepat. Penyampai seterusnya membincangkan perihal arif budiman. Ungkapan arif budiman yang dibicarakan sekarang merupakan misi terkini pendidikan Melayu untuk melengkapkan manusia Melayu generasi mendatang menjadi manusia yang sempurna sebagai manusia yang arif (berilmu) lagi budiman. Di sini beliau mengongsikan pengalaman beliau menjadi guru pelatih di mana pensyarah yang mengajar asas pendidikan dan kaedah mengajar telah bertanya tentang tujuan mengajar murid-murid. Pensyarahnya melanjutkan ujarannya bahawa tujuan mengajar anak-anak murid adalah untuk menjadikan mereka rakyat yang baik, taat setia kepada kerajaan, tidak menderhaka dan sebagainya. Taat setia kepada kerajaan dan tidak menderhaka itu tentunya membawa juga pengajaran supaya mentaati dan berbakti kepada ayah bonda juga. Dan berbakti itu membawa juga maksud berbudi. Mereka yang berbudi itulah yang disebut budiman. Guru-guru yang teriktiraf sebagai arif budiman telah berusaha semampu mungkin, dengan pelbagai kaedah yang disesuaikan mereka untuk membimbing murid-muridnya ke arah menjadi manusia arif budiman. The speech was presented at the professional sharing at NIE for teachers. The speaker began his address by discussing the words; gossip, talk, speech and talk; while regarded as a group of synonyms, yet each is exactly not the same. Discussion went on about the term 'Arif Budiman'. The expression, 'Arif Budiman', is the latest mission in Malay education. It is to complement the new generation of Malay individuals to become complete human beings as humans who are knowledgeable (arif) and have the values of 'budiman'. The speaker shares his experience as a trainee teacher when his lecturer asked trainee teachers the purpose of teaching their students. The lecturer went on further to explain that the purpose of teaching students is to make them good citizens, be loyal to the government, not to be disobedient and so forth. Being loyal to the government and not being disobedient also means obeying parents, having filial piety and a good sense of moral values. Teachers who are recognised as Arif Budiman, try their very best possible, with the teaching methods that they see fit, to guide their students towards being humans who are arif budiman
Penyerahan hak pengelolaan dari PT Angkasa Pura II ke Pemerintah Melalui Menteri Sekretaris Negara / oleh Budiman Widjaja
abstrak (A) Nama : Budiman Widjaja NIM : 205000054 (B) ?Penyerahan Hak Pengelolaan dari PT. Angkasa Pura II ke Pemerintah Melalui Menteri Sekretariat Negara? (C) v + 78 halaman + lampiran, 2007 (D) Kata kunci : Hak Pengelolaan (E) Isi Abstrak (F) Dalam Pasal 1 ayat (2) UUPA menyatakan bahwa seluruh bumi, air dan ruang angkasa, termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dalam wilayah Rl sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa adalah bumi, air dan ruang angkasa bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan nasional. Bumi, air dan ruang angkasa merupakan sumber daya yang penting bagi makhluk hidup untuk kelangsungan hidup. Hak Pengelolaan diberikan PT Angkasa Pura pada mulanya diberikan wewenang oleh negara untuk mengelola lahan Bandara Kemayoran. Setelah itu, karena sudah padatnya penduduk di wilayah tersebut, maka Bandara Kemayoran tidak layak pakai lagi, lalu pemerintah mengambil tindakan untuk memindahkan Bandara Kemayoran ke Cengkareng yang sekarang bernama Bandara Soekarno Hatta. PT. Angkasa Pura sebagai suatu instansi pemerintah mempunyai tanah yang dipergunakan sebagai rumah dinas bagi karyawan PT. Angkasa Pura yang terletak di wilayah Kemayoran dan status tanah tersebut adalah tanah negara. Yang menjadi alasan dan dasar hukum penyerahan hak pengelolaan (HPL) ex Bandara Kemayoran dari PT. Angkasa Pura II ke Sekretariat Negara adalah (G) Daftar acuan : 13 (1982 ? 2005) (H) Pembimbing : Hanafi Tanawijaya, SH. MH. (I) Penulis : Budiman Widjaj
Idealisme dan kearifan arief budiman tahun 2020
Buku ratusan halaman ini, ringkasnya, membedah berbagai hal: mengapa arief menjadi "tukang protes" ; mengapa arief selalu mengusung sosialisme ; mengapa arief anti - orde lama sekaligus anti-order baru, serta orde apapun yang korup. Di buku ini bercerita panjang lebar tentang kehidupan keluarganya, mulai dari masa berkenalan, berpacaran hingga jelang masa - masa akhir arief budiman.xvii, 415 hlm, 24 x 15,3 c
Idealisme dan kearifan arief budiman tahun 2020
Buku ratusan halaman ini, ringkasnya, membedah berbagai hal: mengapa arief menjadi "tukang protes" ; mengapa arief selalu mengusung sosialisme ; mengapa arief anti - orde lama sekaligus anti-order baru, serta orde apapun yang korup. Di buku ini bercerita panjang lebar tentang kehidupan keluarganya, mulai dari masa berkenalan, berpacaran hingga jelang masa - masa akhir arief budiman.xvii, 415 hlm, 24 x 15,3 c
Quelques problèmes de la littérature indonésienne moderne
I. 1. Bertolâk dari tiga masalah yang khâs, Arief Budiman meng- uraikan perkembangan sastra Indonesia mutakhir.- - ..'>:I. 1. Through three particular problems, Arief Budiman gives an analysis of the recent evolution of Indonesian literature.Budiman Arief. Quelques problèmes de la littérature indonésienne moderne. In: Archipel, volume 7, 1974. pp. 3-8
SIKAP BUDAYA PENGARANG DALAM NOVEL SRENGENGE TENGANGE KARYA NARKO SODRUN BUDIMAN KARYA NARKO SODRUN BUDIMAN (SUATU TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA)
ABSTRAK Shinta Maharani Dewi. C0113054. Sikap Budaya Pengarang dalam Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman (Suatu Tinjauan Sosiologi Sastra). Skripsi: Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah struktur Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman?, (2) Bagaimana sikap budaya pengarang yang terdapat dalam Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman?, (3) Bagaimanakah kondisi sosial masyarakat yang terdapat dalam Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman? Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan struktur yang membangun Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman?, 2) Mendeskripsikan sikap budaya pengarang yang terdapat dalam Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman?, 3) Menjelaskan kondisi sosial masyarakat yang terdapat dalam Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman. Manfaat penelitian ini secara teoritis adalah untuk menambah wawasan tentang karya sastra Jawa dan perspektif sosiologi sastra, sedangkan secara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pembaca dalam menghadapi problem sosial seperti tindakan kekerasan dan kesenjangan sosial. Landasan teori yang digunakan yakni teori struktural Robert Stanton, pendekatan sosiologi sastra, teori sikap budaya pengarang dan kondisi sosial masyarakat. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan Narko Sodrun Budiman atau Sunarko Budiman sebagai sasarannya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini: sumber data primer yaitu Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman yang dicetak oleh penerbit Azzagrafika pada tahun 2016 dan pengarang sebagai narasumber. Data dalam penelitian ini berupa unsur-unsur structural yang membangun karya sastra dengan menggunakan teori Robert Stanton seperti fakta-fakta cerita (karakter, alur, latar), tema, serta sarana-sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, ironi), dan sikap budaya pengarang dan kondisi sosial masyarakat dalam Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara keseluruhan Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman menunjukkan adanya hubungan timbal balik yang saling berkaitan antar unsur berdasarkan teori Robert Stanton, (2) terdapat sikap budaya pengarang yang terdapat di dalam Novel Srengenge Tengange karya Narko Sodrun Budiman yang meliputi tidak peduli, tidak tanggungjawab, perjuangan, dan tidak terbuka, (3) serta menjelaskan kondisi sosial masyarakat yang terdapat dalam novel Srengenge Tengange berupa hubungan sosial yang terdapat dalam masyarakat, kondisi ekonomi, kondisi pendidikan, dan kondisi religi. Kata Kunci: Sikap Budaya Pengarang, Struktural, Pengarang, Nove
- …
