41,374 research outputs found

    Alaskan Author and Historian Dan O'Neill

    No full text
    Dan O'Neill has become a living legend in Alaska. He is the author of The Firecracker Boys: H-Bombs, Inupiat Eskimos, and the Roots of the Environmental Movement; A Land Gone Lonesome: An Inland Voyage Along the Yukon River; The Last Giant of Beringia: The Mystery of the Bering Land Bridge, and recently Stubborn Gal: The True Story of an Undefeated Sled Dog Racer, a children's book published by the University of Alaska Press. Dan came to Alaska in 1975 and has done a variety of things including dog mushing, trapping, hunting, working in construction, and on the pipeline. As research associate at the UAF Oral History program, he produced radio and television documentaries for public broadcasting, and for several years he wrote a column of political opinion for the Fairbanks Daily News-Miner

    STABILITAS HASIL BEBERAPA GALUR JARAK

    No full text
    Penelitian mi dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Sandubaya (l-ombok Timur. NTB) dan Bayan (I-ombok Barat, NTB) dilakukan pada musim lanam 1998/1999 dan 1999/2000 bulan Nopember 1998 sampai dengan September 2000. Penelitian ini bertujuan unluk mem¬ peroleh galur-galur unggul jarak bcrproduktivitas tinggi, dan spcsiik di Kawasan Timur Indonesia. Galur yang diuji sebanyak 9 galur harapan yaitu RC.67, RC.74. RC.86, RC.104, RC.106, RC.220, RC.221, RC.64, KF.VIII dan sebagai pembanding digunakan 3 varietas komersial yaitu Asembagus 22, Asembagus 60 dan Asembagus 81. Penelitian mengguna¬ kan rancangan acak kelompok dengan ulangan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan 3 galur unggul yaitu RC.67, RC.221 dan RC.64, yang sama potensi dengan varietas Asb.81, mempunyai adaptasi luas (varietas stabil). Dua galur lainnya yaitu RC.74 dan RC.104 beradaplasi sempit (spesiik lokasi) sesuai untuk daerah Bayan Nusa Tenggara BaratKata kunci : Ricmus commums, stabilitas hasil, spesifik lokasi ABSTRACT Yield Stability of Castor LinesThe experiment was conducted in two locations at Sandubaya (East I-ombok) and Bayan (West lombok), in planting session 1998/1999 and 1999/2000 from November 1998 to September 2000 This experiment was aimed to ind oul superior lines of castor, high productivities, that can be developed in speciic dry area in easten pat of Indonesia. The trial was arranged in randomized block design with 3 replications. Nine lines, RC.67, RC.74, RC.86, RC.104. RC.106. RC.220, RC. 221, RC6I, KF.VIII and 3 control varieties, Asembagus 22, Asembagus 60 and Asembagus 81 were used as treatment. Results of this experiment found out 3 superior lines: RC 67, RC.221 and RC.64, which have the same potential with Asb.81 variety, have broad adaptation (stable lines). Two other lines : RC.74 and RC.104 have narrow adaptation (speciic location) just for Bayan. West Nusa Tenggara.Key words: Ricmus commums, yield stability, specific locatio

    STABILITAS HASIL BEBERAPA GALUR WIJEN

    No full text
    Penelitian dilaksanakan pada musim tanam 2003 di 4 lokasi yaitu, Kabupaten Lumajang, Bojonegoro, Nganjuk dan Sragen. Penelitian ini betujuan untuk memperoleh galur-galur unggul yang dapat beradaptasi dengan lingkungan pengembangan wijen dengan produktivitas tinggi. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan tcrdiri dari 12 galur harapan yaitu SI.14, SI.16, SI.18, SI 20, SI.21, SI.24, SI.25, SI.26, S1.28, SI.31, SI.13, SI.40, dan sebagai pembanding digunakan 2 varietas komersial yaitu Sumberrejo 1 dan Sumberrejo 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 galur unggul yaitu galur SI.14, SI.16, SI.18, SI.24 potensi hasil sama dengan varietas Sbr. I mempunyai adaptasi luas (galur stabil). Empat galur lainnya dapat bcrproduksi tinggi apabila ditanam pada kondisi lingkungan sesuai (spesifik lokasi). Galur SI. 21 dan SI 25 sesuai untuk daerah Nganjuk dan Sragen, galur SI 20 untuk daerah Bojonegoro dan Nganjuk, dan SI 28 untuk daerah Lumajang.Kata kunci : Wijen, Sesamum indicum L., galur, hasil, spesifik lokasi ABSTRACT Yield Stabibity of Sesame LinesThe experiment was conducted at four locations of sesame development area, viz. Lumajang, Bojonegoro, Nganjuk and Sragen districts, in 2003 planting seasons. The aim of this experiment was to find out the sesame lines having high productictivity and suitable for the development areas. Twelve promising lines, namely SI.14, SI.16, SI.18, SI.20, SI.21, SI.24, SI.25, SI.26, SI.28, SI.3I, SI.13, SI.40, and two control varieties (Sumberrejo 1 and Sumbenejo 2) were evaluated in randomized block design with three replications. The result of this experimental found out 4 superior lines (SI 14, SI 16, SI 18, and SI 24) that have the same potential as Sbr I variety, gave broad adaption to all locations (stable lines). Nevertheless the other four lines evaluated showed as the specific location lines. Those lines arc SI 21 and SI 25 that are appropriate for nganjuk and Sragen; SI 20 that is appropriate for Bojonegoro and Nganjuk, and SI 28 that is appropriate for Lumajang.Key words : Sesame, Sesamum indicum L., line, yield, specific locatio

    UJI MULTILOKASI GALUR HARAPAN TEMBAKAU MADURA

    No full text
    Produksi rokok di Indonesia mcngarah ke rokok ringan sehingga kebutuhan tembakau bermutu baik dan ingan meningkat. Bahan baku utama yang semakin banyak dibutuhkan adalah tembakau madura. Untuk memperbaiki mutu dan mengurangi kadar nikotinnya, tembakau madura disilangkan dengan tembakau oriental. Sebanyak 9 galur harapan telah diperoleh dan diuji multilokasi bcrsama Prancak-95 sebagai pembanding. Pada tahun 2002 pengujian dilaksanakan di (1) Palalang 1 dan (2) Bajang, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan seta (3) Guluk-guluk, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep. Pada tahun 2003 pengujian dilanjutkan di (1) Palalang 2, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan seta (2) Bakeong dan (3) Por-dapor, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep. Pengujian di setiap lokasi menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Data dari semua percobaan dianalisis menggunakan program MSTAT. Anova menggunakan model 2 tahun, setiap tahun lokasi bcrubah. Analisis stabilitas'menggunakan mctode F.bcrhat dan Russell (1966). Tidak ada interaksi antara genotipe dengan lahun atau lokasi. Galur yang mempunyai nikotin lebih rendah dari Prancak-95 adalah 90/1 (2%) dan 93/2 (1.76%), masing-masing berkurang 13 dan 24% dai Prancak-95. Kedua galur tersebut stabil dan beradaptasi luas, galur 93/2 potensi hasilnya 0.892 ton/ha atau meningkat 11% dari Prancak-95, sedangkan 90/1 potensinya 0.798 ton/ha.Kata kunci: Tembakau, tembakau madura, uji multilokasi, nikotin rendah, Madura ABSTRACT Multilocation test ofpromising madura tobacco linesThe production of Indonesian cigaretes tends to the production of mild cigarete, so that the demand for higher quality and lighter tobacco increases. The demand for madura tobacco as the main raw mateial also increases. To improve its quality and to reduce its nicotine content, madura tobacco was crossed to oriental tobacco. Nine promising lines were produced and tested at multilocation together with Prancak-95 as a control. The multilocation tests were conducted in 2002 in (1) Palalang 1 and (2) Bajang, Pakong Distict, Pamekasan Regency, and in (3) Guluk-guluk, Guluk-guluk Distict, Sumenep Regency. In 2003 the tests were continued in (1) Palalang 2, Pakong District, Pamekasan Regency ; (2) Bakeong and (3) Por-dapor, Guluk-guluk District, Sumenep Regency. The tests in each location used a randomized block design with three replications. Data collected from all tests were analyzed using MSTAT Program. Anova was itted to model for 2 year tests, each year the location was changed. F.bcrhart and Russell method (1966) was used for stability analysis. There was no interaction between genotype and the year as well as the location. The tobacco lines that had lower nicotine content than Prancak-95 were 90/1 (2%) and 93/2 (1.76%). Their nicotine contents were lower than that of Prancak 95 by 13% and 24% respectively. The two lines were stable and broad adapted. Line 93/2 had yield potency 0.892 ton/ha higher by 1 1% than that of Pancak-95, while the yield potency of line 90/1 was 0.798 ton/ha.Key words: Tobacco, madura tobacco, multilocation test, low nicotine, Madu

    PERANCANGAN APLIKASI ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) PADA INSTALASI RAWAT INAP BERBASIS WEB

    No full text
    Pelayanan medik dewasa ini membutuhkan sistem yang lebih efektif dan efisien, baik dalam penggunaan waktu, tenaga maupun sarana. Dalam pengelolaan rekam medik, kenyataan masih umumnya penggunaan rekam medik manual yang dinilai tak lagi andal menangani data medik melahirkan ide konversi rekam medik manual kertas ke rekam medik elektronik karena efektivitas dan efisiensinya. Penelitian ini bertujuan menciptakan aplikasi rekam medik elektronik yang lebih dikenal sebagai EMR (Electronic Medical Record) dari rekam medik kertas di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Ananda Salatiga. Rekam medik elektronik dirancang dengan membuat form-form isian catatan-catatan medik dalam proses perawatan pasien selama dirawat. Data-data medik ini kemudian disimpan dalam basis data sistem dan dikelola secara digital. Setiap kali pengisian data medik pada form-form tertentu, sistem akan menghasilkan kode yang membawa informasi khusus. Pada akhirnya, sistem akan menghasilkan deret kode ICD (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems) dari kode-kode yang dihasilkan pada pengisian form-form catatan medik. Deretan kode-kode ini mampu menggambarkan perkembangan kondisi pasien dan penanganan medik yang diberikan selama perawatan. Data-data medik yang tersimpan dapat ditampilkan kembali dalam bentuk catatan medik digital. Kata kunci: rekam medik, rawat inap, EMR, IC

    Correspondence regarding the possiblity of a Kephart Memorial

    No full text
    This 1968 correspondence, between Jackson E. Price and Dan Davis, discusses the possibility of “Memorial Center” to Horace Kephart (1862-1931), noted naturalist, woodsman, journalist, and author and promoter of the Great Smoky Mountains National Park

    Analisis Tata Kelola Maritim Indonesia: Implementasi Visi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta

    No full text
    Indonesia sebagai negara maritim memiliki banyak peluang dan ancaman. Hal tersebut memerlukan adanya perhatian yang lebih besar terhadap wilayah laut. Penelitian ini membahas strategi Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan peluang ekonomi dan mengatasi tantangan melalui Poros Maritim Dunia. Tujuan riset ini adalah menganalisa kebijakan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam pengembangan wilayah pesisir menggunakan teori geopolitik dan teori kekuatan laut. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif studi kasus. Data yang digunakan berupa data primer melalui wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari buku, artikel jurnal dan publikasi daring. Penulis menemukan bahwa sinergitas penegak hukum, diplomasi maritim sudah cukup baik, namun perlu lebih aktif melibatkan masyarakat untuk pengelolaan sumber daya hayati yang berkelanjutan dan peningkatan SDM masyarakat pesisir. Sementara Visi Gubernur DIY bernama Abad Samudera Hindia belum terlaksana dengan maksimal. Masyarakat membutuhkan tambahan pembangunan TPI baru dan pengembangan TPI menjadi PPN dan PPS untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus selalu memperhatikan pengelolaan laut, khususnya untuk pemanfaatan sumber daya dan pangan. Bahwa laut memiliki kekayaan alam yang berlimpah dapat digunakan meningkatkan gizi masyarakat dan pendapatan negara. Title: Indonesian Maritime Governance Analysis: Implementation of the Vision of the Yogyakarta Special Region GovernmentIndonesia, as a maritime country, has many opportunities and threats. This condition requires greater attention to the sea area. This research discusses the strategy of the Government of Indonesia to increase economic opportunities and overcome challenges through the World Maritime Fulcrum. This research aims to analyze the policies of the Government of Indonesia and the Provincial Government of DIY in developing coastal areas using geopolitical theory and the theory of sea power. This study uses a qualitative case study method. The data used are primary data through interviews and secondary data obtained from books, journal articles and online publications. The author finds that the synergism between law enforcement and maritime diplomacy is good enough. However, it is necessary to involve the community more actively in the sustainable management of biological resources and to increase the human resources of coastal communities. Meanwhile, the vision of the Governor of DIY called the Century of the Indian Ocean, has not been implemented optimally. The community needs additional construction of new TPI and development of TPI to become PPN and PPS to increase the productivity and welfare of fishermen. It can be concluded that the central and regional governments must always pay attention to marine management, especially for utilising resources and food. That the sea has abundant natural wealth can be used to improve people’s nutrition and state income

    Author Guidelines

    No full text
    Author Guideline
    corecore