9 research outputs found
EKSEKUSI TERHADAP BENDA TIDAK BERGERAK SEBAGAI JAMINAN AKIBAT DEBITUR YANG MELAKUKAN WANPRESTASI
Abstrak : Bahwa Prosedur dan tata pelaksanaan eksekusi perkara perdata dalam HIR dibagi menjadi 3 tahap yaitu: 1) Peringatan (aanmaning) 2) Surat Perintah Eksekusi/Penetapan3) Berita Acara Eksekusi. Peringatan (aanmaning) atau (warning) merupakan salah satu syarat pokok eksekusi. Tanpa peringatan terlebih dahulu, eksekusi tidak boleh dijalankan. Surat Perintah Eksekusi/Penetapan tindak lanjut dari peringatan dalam pelaksanaan eksekusi, adalah pengeluaran surat penetapan oleh Ketua Pengadilan Negeri yang berisi perintah menjalankan eksekusi kepada Panitera atau Jurusita Pengadilan yang telah ditunjuk, Bila perlu dapat meminta bantuan pihak kepolisian agar eksekusi di lapangan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Serta pihak-pihak Yang Terlibat Dalam Pelaksanaan Eksekusi Apabila Terjadi Wanprestasi Yang Dilakukan Oleh Debitur Terhadap Benda Tidak Bergerak Yang Dijaminkan adalah (a) Nasabah, (b) Kreditur (c) Badan urusan piutang dan lelang negara (BUPLN). (d) Pihak atau pembeli barang jaminan. Kata Kunci : Eksekusi, Benda Tidak Bergerak, Jaminan, Debitur, Wanprestas
HAKEKAT PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YANG BAIK (GOOD GOVERNANCE)
Abstrak: Good governance sebagai bentuk pemerintahan yang mengidealkan hubungan antara government sector, private sector dan civil society dibangun diatas prinsip partisipasi, supremasi hukum, transparansi, kepedulian terhadap stakeholder, mengkedepankan konsensus, mengutamakan kesederajatan, menitikberatkan prinsip efektifitas dan efisiensi, akuntabilitas pemerintahan dan visi yang strategis. Sehingga pada hakekatnya penyelenggaraan pemerintahan yang baik adalah pelayanan kepada masyarakat. Kata Kunci : Hakekat, Penyelengaraan, Pemerintahan Yang Bai
PENYELESAIAN KRDIT BERMASALAH MELALUI LITIGASI DAN NON LITIGASI PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk.KANTOR CABANG JAYAPURA
ABSTRAK : Proses Penyelesaian Kredit bermasalah pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kantor Cabang Jayapura dapat dilakukan melalui: Jalur Litigasi, Penyelesaian kredit bermasalah melalui jalur litigasi dapat ditempuh dengan mengajukan somasi, gugatan pengadilan, penyitaan, pelelangan dan jalur non Litigasi, dimana penyelesaian kredit bermasalah melalui jalur non litigasi dapat ditemuh dengan cara rechsculding, rekstruturing, reconditioning.Kata Kunci : Kredit Bermasalah,Penyelesaian melalui Litigasi dan Non Litigasi
PERANAN PARTAI POLITIK DALAM MEMBANGUN PROSES DEMOKRASI DI INDONESIA (Kajian Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik)
Abstrak : Peran partai politik dalam memberikan pendidikan politik itu merupakan proses pembelajaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggungjawab setiap warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan politik bisa diartikan sebagai usaha sadar dan tersistematis dalam mentransformasikan segala sesuatu yang berkenaan dengan perjuangan partai politik tersebut kepada massanya agar mereka sadar akan peran dan fungsi, serta hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kata Kunci : Peranan, Partai, Politik, Pendidika
PROSEDUR PEMEKARAN DAERAH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
Prosedur pemekaran sedikit mengalami perbedaan dengan diberlakukannya UU No. 23 Tahun 2014. Dimana UU No. 23 Tahun 2014 hanya menentukan 2 (dua) persyaratan untuk memekarkan satu daerah akan dimekarkan, maka daerah tersebut harus melalui tahapan daerah persiapan. Kedua, selama ini pemerintah hanya terfokus paada pembentukan daerah dan telah mengabaikan salah satu ketentuan dalam undang-undang pemerintahan daerah yang menjadi solusi bagi daerah yang gagal melaksanakan otonomi daerahKata kunci: Prosedur, Pemekaran, Pemerintah Daera
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Kementerian Agama Kabupaten Keerom
Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis secara parsial maupun simultan pengaruh faktor kompensasi, Diklat (pendidikan dan pelatihan), dan lingkungan kerja secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Kementerian Agama Kabupaten Keerom. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif, yaitu penelitian untuk menjelaskan hubungan-hubungan antara variable yang diteliti serta menguji hipotesa yang telah dirumuskan sebelumnya. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Kementerian Agama Kabupaten Keerom yang berjumlah 97. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini meggunakan sampling jenuh (sensus). Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian ini terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa variabel Kompensasi dalam penelitian ini secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Variabel diklat secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja. Variabel lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan variable kompensasi, diklat dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.Dari hasil penelitian ini diketahui pula bahwa variabel lingkungan kerja dalam penelitian ini berpengaruh dominan terhadap variable kinerja dibandingkan dengan variable kompensasi dan variable diklat
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Kementerian Agama Kabupaten Keerom
Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis secara parsial maupun simultan pengaruh faktor kompensasi, Diklat (pendidikan dan pelatihan), dan lingkungan kerja secara parsial terhadap kinerja pegawai pada Kementerian Agama Kabupaten Keerom. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif, yaitu penelitian untuk menjelaskan hubungan-hubungan antara variable yang diteliti serta menguji hipotesa yang telah dirumuskan sebelumnya. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Kementerian Agama Kabupaten Keerom yang berjumlah 97. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini meggunakan sampling jenuh (sensus). Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian ini terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa variabel Kompensasi dalam penelitian ini secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Variabel diklat secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja. Variabel lingkungan kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan variable kompensasi, diklat dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.Dari hasil penelitian ini diketahui pula bahwa variabel lingkungan kerja dalam penelitian ini berpengaruh dominan terhadap variable kinerja dibandingkan dengan variable kompensasi dan variable diklat. Kata Kunci : Konpensasi, lingkungan kerja, kinerja, kementrian agam
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Yang Dimediasi Oleh Motivasi Kerja Dan Budaya Kerja Pada Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Papua
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel Gaya Kepemimpinan terhadap variabel Kinerja serta variabel Motivasi Kerja dan variabel Budaya Kerja sebagai variabel moderasi dan intervening atau sebagai veriabel mediasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan sampel sebanyak 100 orang pegawai Dinas Perhubungan Provinsi Papua. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengkonfirmasi dimensi-dimensi konsep yang dibuat serta mengukur seberapa besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Gaya Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja. Pengaruh tersebut bersifat positif, artinya semakin tinggi Gaya Kepemimpinan maka Kinerja pegawai akan semakin meningkat. Gaya Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap Motivasi kerja. Pengaruh tersebut juga bersifat positif. Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja. Pengaruh tersebut juga bersifat positif. Gaya Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap Budaya kerja. Pengaruh tersebut juga bersifat positif. Budaya kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja. Pengaruh tersebut juga bersifat positif. Berdasarkan Sobel Test atau hasil uji pengaruh tidak langsung dapat diketahui bahwa pengaruh mediasi Motivasi kerja signifikan pada hubungan antara variabel Gaya Kepemimpinan terhadap kinerja. Begitu juga pengaruh mediasi Budaya kerja signifikan pada hubungan antara variabel Gaya Kepemimpinan terhadap kinerja.Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja, Budaya Kerja, Kinerj
