5 research outputs found
Peran Organisasi dalam Aksi Sosial Masyarakat Tani (Studi pada Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara)
In this case or social problem, the role of the organization is needed to guard and assist in solving cases or problems that occur, especially the farming community. Community organizations and non-governmental organizations or also known as Non-Governmental Organizations (NGOs) play an important role as pillars of democracy that create a strong civil society capable of fighting for the rights of the people in the life of the state. Here the Indonesian Peasants' Union, which is an organization that struggles for Indonesian farmers to gain the freedom to voice their opinions, gather and organize to fight for their rights, which have been oppressed. So on the basis of the orientation of the struggle carried out by the Indonesian Peasants Union in the North Sumatra Region which focuses on the problems of farmers who are increasingly far from a sense of justice, with that the author wants to conduct a study to see how the Role of Organizations in Social Action of Farmers' Community (Study on the Indonesian Peasant Union Region) North Sumatra) concretely. By using descriptive research methods using a qualitative approach that aims to describe the objects and phenomena studied. Qualitative research is research that intends to understand the phenomenon of what is experienced by the research subject. Based on the findings of the research, in carrying out its role DPW SPI North Sumatra also places itself as a social planner whose role is to collect data for analysis and present rational alternative actions in accessing existing source systems to overcome problems meeting the needs of individuals, groups and communities.Dalam kasus atau permasalahan sosial ini peran organisasi sangat dibutuhkan untuk mengawal serta membantu penyelesaian kasus ataupun permasalahan yang terjadi khususnya masyarakat tani. Organisasi masyarakat dan Lembaga Swadaya atau juga disebut sebagai Non-Govemmental (NGO) memegang peranan penting sebagai pilar demokrasi yang mewujudkan masyarakat sipil (civil society) yang kuat dan mampu memperjuangkan hak-hak rakyat dalam kehidupan bernegara. Disini Serikat Petani Indonesia yang merupakan organisasi perjuangan petani Indonesia untuk memperoleh kebebasan dalam menyuarakan pendapat, berkumpul dan berorganisasi guna memperjuangkan hak-haknya yang selama ini ditindas. Maka atas dasar orientasi perjuangan yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara yang berfokus terhadap permasalahan petani yang semakin jauh dari rasa keadilan, dengan hal itulah penulis ingin melakukan penelitian untuk melihat bagaimana Peran Organisasi Dalam Aksi Sosial Masyarakat Tani (Studi Pada Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara) secara kongkrit. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan objek dan fenomena yang diteliti. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Berdasarkan temuan dari hasil penelitian, dalam melakukan perannya DPW SPI Sumatera Utara juga menempatkan diri sebagai social planner yang mana berperan mengumpulkan data untuk dianalisis dan menyajikan alternative tindakan yang rasional dalam mengakses sistem sumber yang ada untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan individu, kelompok dan masyarakat.90 HalamanSkripsi Sarjan
Peran Organisasi dalam Aksi Sosial Masyarakat Tani (Studi pada Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara)
In this case or social problem, the role of the organization is needed to guard and assist in solving cases or problems that occur, especially the farming community. Community organizations and non-governmental organizations or also known as Non-Governmental Organizations (NGOs) play an important role as pillars of democracy that create a strong civil society capable of fighting for the rights of the people in the life of the state. Here the Indonesian Peasants' Union, which is an organization that struggles for Indonesian farmers to gain the freedom to voice their opinions, gather and organize to fight for their rights, which have been oppressed. So on the basis of the orientation of the struggle carried out by the Indonesian Peasants Union in the North Sumatra Region which focuses on the problems of farmers who are increasingly far from a sense of justice, with that the author wants to conduct a study to see how the Role of Organizations in Social Action of Farmers' Community (Study on the Indonesian Peasant Union Region) North Sumatra) concretely. By using descriptive research methods using a qualitative approach that aims to describe the objects and phenomena studied. Qualitative research is research that intends to understand the phenomenon of what is experienced by the research subject. Based on the findings of the research, in carrying out its role DPW SPI North Sumatra also places itself as a social planner whose role is to collect data for analysis and present rational alternative actions in accessing existing source systems to overcome problems meeting the needs of individuals, groups and communities.Dalam kasus atau permasalahan sosial ini peran organisasi sangat dibutuhkan untuk mengawal serta membantu penyelesaian kasus ataupun permasalahan yang terjadi khususnya masyarakat tani. Organisasi masyarakat dan Lembaga Swadaya atau juga disebut sebagai Non-Govemmental (NGO) memegang peranan penting sebagai pilar demokrasi yang mewujudkan masyarakat sipil (civil society) yang kuat dan mampu memperjuangkan hak-hak rakyat dalam kehidupan bernegara. Disini Serikat Petani Indonesia yang merupakan organisasi perjuangan petani Indonesia untuk memperoleh kebebasan dalam menyuarakan pendapat, berkumpul dan berorganisasi guna memperjuangkan hak-haknya yang selama ini ditindas. Maka atas dasar orientasi perjuangan yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara yang berfokus terhadap permasalahan petani yang semakin jauh dari rasa keadilan, dengan hal itulah penulis ingin melakukan penelitian untuk melihat bagaimana Peran Organisasi Dalam Aksi Sosial Masyarakat Tani (Studi Pada Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara) secara kongkrit. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan objek dan fenomena yang diteliti. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian. Berdasarkan temuan dari hasil penelitian, dalam melakukan perannya DPW SPI Sumatera Utara juga menempatkan diri sebagai social planner yang mana berperan mengumpulkan data untuk dianalisis dan menyajikan alternative tindakan yang rasional dalam mengakses sistem sumber yang ada untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan individu, kelompok dan masyarakat.90 HalamanSkripsi Sarjan
Public Policy Failur (Case Study of Medan City Regional Regulation Number 5 of 2022 Concerning Zoning Determination for PKL Activities in Medan City)
Unemployment is undoubtedly a pressing issue in Medan, one of the largest cities in Indonesia and the commercial hub of North Sumatra. Many individuals seek alternative employment outside the formal sector due to unresolved unemployment. lack of new job opportunities, and pressure to meet basic needs. Street vendors (PKL) represent an informal sector that is widely pursued by the people of Medan. To address the problems caused by street vendor activities, the Medan City Government adopted Regional Regulation No. 5 of 2022 on the Determination of Street Vendor Activity Zoning. This study aims to examine the reasons behind the inadequacy of public policy regarding the zoning of street vendor activities in Medan. The research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through interviews and validated through the stages of description, reduction, and selection as proposed by Sugiyona, The findings demonstrate that the failure of public policy regarding the zoning of street vendors in Medan is due to the lack of a Special Task Force established by the BAPPEDA Department, according to the Systemic Failure theory by Hudson, Hunter, and Peckham. This study concludes that the policy on street vendor zoning in Medan has experienced substantial failure, primarily due to the absence of a special task force approved by BAPPEDA.144 PagesTesis Magiste
Peran Organisasi Dalam Aksi Sosial Masyarakat Tani (Studi Pada Serikat Petani Wilayah Sumatera Utara)
Organisasi sangat dibutuhkan untuk membantu dan mengkawal penyelesaian kasus yang dialami oleh petani. Sebagai Pilar demokrasi yang mewujudkan masyarakat sipil (civil society) yang kuat dan mampu memperjuangkan hak-hak rakyat dalam kehidupan bernegara dipegang oleh Organisasi masyarakat dan Lembaga Swadaya atau disebut sebagai Non-Govemmental (NGO). Serikat Petani Indonesia yang merupakan organisasi perjuangan petani Indonesia untuk memperoleh kebebasan dalam menyuarakan pendapat, berkumpul dan berorganisasi guna memperjuangkan hak-haknya yang selama ini ditindas. Maka atas dasar orientasi perjuangan yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara yang berfokus terhadap permasalahan petani yang semakin jauh dari rasa keadilan, dengan hal itulah penulis ingin melakukan penelitian untuk melihat bagaimana Peran Organisasi Dalam Aksi Sosial Masyarakat Tani (Studi Pada Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara) secara kongkrit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan objek dan fenomena yang diteliti. Berdasarkan temuan dari hasil penelitian, dalam melakukan perannya DPW SPI Sumatera Utara juga menempatkan diri sebagai social planner yang mana berperan mengumpulkan data untuk dianalisis dan menyajikan alternative tindakan yang rasional dalam mengakses sistem sumber yang ada untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan individu, kelompok dan masyarakat
Biodiesel Production from Wet Spirulina sp. by One-Step Extraction-Transesterification
Microalgae has gained immense interests as the raw material for biofuel production. The lipid content in microalgae can be converted into biodiesel through conventional method which involves separated process of extraction and transesterification. In this study, the production of biodiesel from Spirulina sp. was performed through one-step extraction-transesterification using KOH as base catalyst to simplify the production of biodiesel. The mixture of methanol-hexane was employed as both solvent and reactant in the process. The resulting biodiesel was found to be mainly composed of methyl oleate and methyl palmitate. On the other hand, increasing the reaction temperature and reducing the quantity of methanol in solvent mixture would also increase the yield of biodiesel. The optimum methanol-hexane volumetric ratio and temperature which gave the highest biodiesel yield were 3:7 and 50°C, respectively
