233 research outputs found

    USAHA-USAHA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PADA USAHA BAKSO & MIE AYAM MULYONO PALEMBANG

    Get PDF
    The purpose of this final report to find out how to increase sales volumes in the attempt Meatballs & Chicken Noodle Mulyono Palembang. Data collection techniques used by the author were field research includes interview, observations and the study of literature. From the data that has been obtained, the authors found several problems regarding the decline in sales volume of the Meatballs & Chicken Noodle Mulyono Palembang. Based on the writer's observation made directly at Meatballs & Chicken Noodle Mulyono Palembang with targets and realization has been done and the lack of promotion strategies in increasing sales volume. So the authors made efforts to improve sales of the Meatballs & Chicken Noodle as advertising media include: (newspapers, radio, banner, brousur and internet. The authors concluded that the promotion of Meatball & Chicken Noodle Mulyono Palembang was less than optimal. Therefore, to increase its sales, the meatballs and chicken noodle Mulyono should use of advertising media such as newspapers, browsur, banner and internet maximally

    Hasil Tangkapan Cumi-Cumi Berdasarkan Warna Lampu Dan Waktu Penangkapan

    No full text
    Penggunaan Cahaya Untuk Penangkapan Ikan Berkembang Sejak Tahun 1930. Penangkapan Ikan Dengan Memanfaatkan Cahaya Sebagai Alat Bantu Umumnya Disebut Dengan Light Fishing. Alat Bantu Tersebut Dapat Diletakkan Di Berbagai Tempat, Salah Satunya Diletakkan Di Dalam Rumpon Portable. Rumpon Portable Merupakan Inovasi Dari Rumpon Tradisional Yang Dapat Dioperasikan Secara Berpindah-Pindah Dan Dalam Berbagai Waktu Operasi. Metode Pengambilan Data Pada Penelitian Ini Dilakukan Secara Experimental Fishing Dengan Menggunakan Pancing Cumi. Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Perbedaan Antara Warna Cahaya Lampu Berwarna Biru, Merah Dan Putih Dalam Mengumpulkan Cumi-Cumi Secara Efektif. Penelitian Ini Dilaksanakan Selama 6 Hari, Dan Proses Penangkapan Dilakukan Pada Malam Hari Dengan Total Pengulangan Sebanyak 18 Kali. Hasil Tangkapan Cumi Pada Penelitian Ini Sebanyak 85 Cumi-Cumi Dengan Bobot 18,256 Kg. Jumlah Hasil Tangkapan Pada Cahaya Lampu Berwarna Biru Adalah 9 Cumi-Cumi Dengan Bobot 1,947 Kg, Warna Merah Dengan Jumlah 16 Cumi-Cumi Dengan Bobot 3,183 Kg, Dan 60 Cumi-Cumi Dengan Bobot 13,126 Kg Cahaya Lampu Berwarna Putih

    Efektivitas Bubu Lipat Modifikasi dengan Jenis Umpan Berbeda pada Penangkapan Lobster di Perairan Pelabuhanratu.

    No full text
    The purpose of this research is to find out the effectiveness the modified of collapsible pot and the use of bait on catching lobsters. This research is conducted by the experimental fishing method. Design research using the Completely Randomize Design with two factors. The factors is collapsible pot type and type of bait with the number of catching repeats as much as 20 trip. Factors of collapsible pot consists of the swimming crab pots as the standar of collapsible pot (S) and two modified of collapsible pots. The modification is the pot that have one funnel on aside (PS) and the pot that have one funnel on top (PA). The bait factors consists of bait fish Fringescale sardinella (Sardinella fimbriata) as standard bait and worm (Lumbricus rubellus) as an alternative bait. The catch is consist of the main target catches is that the spiny lobster (Panulirus spp.) and sideline catches (by-catch) or total catch. The totally composition of catches dominated by sideline catches (by-catch) about 67,35 %, and target catches about 32,65 %. The by-catch is dominated by species of swimming crabs about 37 (37,75 %), cuttlefish (Sepia sp.) about 23 (23,47 %), fish about 5 (5.10 %) and mantis shrimp (1.02 %). The main target catches consist of scalloped spiny lobsters (Panulirus homarus) about 30 (30.61 %), one painted rock lobster (Panulirus versicolor) (1.02%), and one ornate rock lobster (Panulirus ornatus) (1.02 %). Comparison of two types of catches bait has a value that is not significantly different (α = 5 %). Between three kinds of pots, catches standar collapsible pot better than one funnel aside collapsible pot, and one funnel aside collapsible pot better than one funnel on top collapsible pot (S > PS > PA)

    Aplikasi Gravitational Search Algorithm pada Model Modified Compartmental Absorption and Transit untuk Prediksi Penyerapan Obat Oral

    No full text
    Laju penyerapan obat oral di dalam tubuh dapat diprediksi dengan menggunakan model Compartmental Absorption and Transit (CAT). Namun, pengembangan model yang sudah ada ini perlu dilakukan sehingga mampu menghasilkan model yang lebih baik dalam memprediksi laju penyerapan obat oral di dalam tubuh. Dalam penelitian ini, model CAT dimodifikasi dengan menambahkan konstanta disolusi pada tujuh kompartemen di usus halus. Penambahan konstanta disolusi dibuat dengan memvariasikan nilai konstanta difusi dan waktu difusi pada konstanta laju transit, sehingga konsentrasi obat dalam plasma dapat diprediksi. Model Modified Compartmental Absorption and Transit (MCAT) selanjutnya dioptimasi dengan metode Gravitational Search Algorithm (GSA) untuk hasil yang lebih optimal. Jenis obat oral yang digunakan yaitu atenolol dengan dosis 25, 50, dan 100 mg. Simulasi dilakukan dengan menggunakan program Matlab dengan metode Ordinary Differential Equation (ode45). Berdasarkan hasil simulasi prediksi konsentrasi plasma atenolol pada dosis 25, 50, dan 100 mg, membuktikan bahwa hasil simulasi model MCAT dengan optimasi GSA memiliki prediksi yang lebih baik dibandingkan dengan model MCAT tanpa optimasi GSA. Prediksi yang lebih baik pada model MCAT dengan optimasi GSA ini dipengaruhi oleh konstanta laju mikroskopik (k12, k21, k13, k31, k10) yang dihasilkan lebih akurat. Selain itu, keakuratan yang dihasilkan juga dikonfirmasi oleh nilai koefisien determinasi (R2) yang meningkat dari kisaran 80% menjadi lebih dari 90% dan juga menunjukkan bahwa hasil simulasi sesuai dengan data eksperimen. Peningkatan koefisien determinasi atenolol pada dosis 25, 50, dan 100 mg adalah 96%, 95%, dan 97% untuk model MCAT dengan variasi konstanta difusi dan 96%, 93%, dan 97% untuk model MCAT dengan variasi waktu difusi. Selain itu, optimasi oleh GSA terlihat cukup membantu mengoptimalkan model MCAT dalam memprediksi konsentrasi plasma obat dalam fase penyerapan, distribusi, dan metabolisme atau yang terjadi pada 8 jam pertama setelah pemberian obat

    Rancang Bangun Umpan Elektronik Menggunakan Getaran Sebagai Atraktor Ikan

    No full text
    Perikanan tangkap adalah kegiatan ekonomi dalam bidang penangkapan atau pengumpulan binatang dan tanaman air, baik di laut maupun di perairan umum secara bebas. Sumberdaya perikanan di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar, baik sumberdaya perikanan tangkap maupun budidaya. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan serta berkembangnya teknologi yang pesat di Indonesia merupakan alasan perlu adanya pembaharuan pada bidang perikanan tangkap seperti mengembangkan alat tangkap maupun alat bantu tangkap yang digunakan. Penilitian bertujuan menghasilkan rumpon buatan berbasis elektronik menggunakan getaran dengan frekuensi rendah sebagai atraktor untuk ikan dan mencari tahu frekuensi yang paling efektif pada rumpon elektronik. Penelitian ini dimulai dengan perancangan rumpon elektronik dengan atraktor berbasis getaran, lalu dilanjutkan dengan uji coba rancang bangun, dan pengambilan data. Data yang diambil yaitu perbandingan waktu datang ikan menggunakan rancang bangun rumpon dengan tiga frekuensi getaran yang berbeda dan tanpa menggunakan getaran. Rancang bangun rumpon didesain menyerupai bentuk rumpon pada umumnya namun dengan bahan dan ukuran berbeda. Sumber tenaga rancang bangun rumpon berasal dari baterai dengan daya 1.5 V, 3V dan 6 V. Frekuensi getaran yang dihasilkan dan digunakan pada pengambilan data adalah 720 Hz, 1441.3 Hz dan 2842.9 Hz. Hasil dari pengambilan data menunjukan waktu datang ikan semakin pendek jika frekuensi getaran semakin tinggi. Hasil waktu datang ikan dipisahkan per 5 detik dan di sajikan ke dalam grafik. Grafik data waktu datang ikan per 5 detik menunjukkan bahwa adanya percepatan waktu tunggu atau waktu datang ikan namun tidak linear. Dapat disimpulkan rancang bangun rumpon elktronik berbasis getaran ini dapat menarik perhatian ikan dan semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan maka semakin cepat waktu datang ikan

    Analisis Hasil Tangkapan Udang Di Laut Arafura.

    No full text
    Pengkajian keberadaan sumberdaya udang perlu diketahui guna pengelolaan sumberdaya udang di laut Arafura yang berkelanjutan dan terkontrol agar tidak terjadinya penurunan populasi udang (Hargiyatno et al. 2013). Menurut Priatna et al. (2014) salah satu persyaratan agar pengelolaan sumberdaya perikanan dapat berjalan dengan baik dan benar adalah dengan adanya ketersedian data dan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, khususnya terkait status stok sumberdaya perikanan yang akan dimanfaatkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuanuntuk mengetahui hasil tangkapan udang secara keseluruhan, menganalisa perbedaan hasil tangkapan udang berdasarkan waktu hauling, mengetahui frekuensi panjang udang windu yang tertangkap, serta menghitung laju tangkap dan kepadatan stok udang di daerah penangkapan pukat udang, khususnya perairan Laut Arafura. Penelitian ini melalui observasi langsung, dengan menggunakan metode luas sapuan(swept area), dan dianalisis secara deskriptif dan statistik (uji t). Berdasarkan penelitian hasil tangkapan udang yang dilakukan selama 124 kali haulingdi laut Arafura, dari tanggal 02 Juli 2013 sampai 15 Juli 2013ada enam jenis udang yang ditangkap di laut Arafura, yaitu udang Windu (Penaeus monodon), Putih (Penaeus merguiensis), Krosok (Metapenaeopsis novaeguineae), Dogol (Metapenaeus endeavour), Merah (Solenocera depressa), dan Kipas (Thenus orientalis). Dengan laju tangkap udang windu sebesar 22.30 kg/hauling atau 11.45 kg/jam dengan kepadatan stok 75.44 kg/km2. Laju tangkap udang putih sebesar 2.09 kg/hauling atau 1.08 kg/jam dengan kepadatan stok 7.09 kg/km2. Laju tangkap udang krosok sebesar 1.29 kg/hauling atau 0.66 kg/jam dengan kepadatan stok 4.38 kg/km2. Laju tangkap udang dogol sebesar 1.16 kg/hauling atau 0.60 kg/jam dengan kepadatan stok 3.93 kg/km2. Laju tangkap udang merah sebesar 0.50 kg/hauling atau 0.26 kg/jam dengan kepadatan stok 1.70 kg/km2, sedangkan laju tangkap udang kipas sebesar 0.010 kg/hauling atau 0.005 kg/jam dengan kepadatan stok 0.032 kg/km2. Udang windu yang tertangkap di laut Arafura mendominasi dengan komposisi 81.41% dari seluruh hasil tangkapan udang. Berdasarkan jumlah ratarata hasil tangkapan udang yang ditangkap, udang windu lebih banyak tertangkap pada siang hari, dan memiliki ukuran panjang rata-rata 19.38 cm, namun berdasarkan uji statistik, tidak ada perbedaan signifikan antara hasil tangkapan pada siang hari dan malam hari

    Produktivitas Pukat Langgar (Purse Seine) Di Perairan Selat Malaka, Tanjungbalai Asahan

    No full text
    Penelitian Ini Menggunakan Alat Tangkap Yang Dinamakan Pukat Langgar. Tujuan Penelitian Ini Adalah Mengetahui Perbedaan Produktivitas Siang Dan Malam, Mengetahui Tingkat Keanekaragaman Dan Dominansi, Hubungan Panjang Dan Berat Ikan. Metode Penelitian Menggunakan Metode Experimental Fishing Yang Dilakukan Di Perairan Selat Malaka Pada Posisi 254.02 Lu Dan 10012.21 Bt Sampai Dengan 250.9 Lu Dan 1006.43 Bt Selama 10 Hari. Total Berat Hasil Tangkapan Yang Diperoleh 4846 Kg Terdiri Dari 4 Spesies Dominan Tertangkap Yakni Tetengkek, Kembung Perempuan, Kembung Lelaki Dan Tongkol Komo. Tingkat Keanekaragaman (H’) Yang Didapatkan Bernilai 1,108 Dan Indeks Dominansi 0,554. Hubungan Panjang Dan Berat Ikan Kembung Lelaki, Tongkol Komo, Kembung Perempuan Dan Tetengkek Didapatkan Nilai B Berturut-Turut: 2,287; 2,161; 3,031 Dan 1,709. Pola Pertumbuhan Ikan Kembung Lelaki, Tongkol Komo Dan Tetengkek Bersifat Alometrik Negatif Sedangkan Kembung Perempuan Bersifat Alometrik Positif

    Development of Sustainable Giob Fisheries in Kayoa, South Halmahera

    No full text
    Giob fishery is one of the major fisheries in Kayoa, South Halmahera Regency, requires various aspects related studies. This study aims to formulate alternative development strategies of giob fisheries sustainability. Data collection was conducted from November 2011 to October 2012. The analysis includes: giob fishing conditions, biology of halfbeak fish (Hemiramphus sp.), giob fisheries technical evaluation, giob fisheries sustainability, and sustainable development of giob fisheries. This study showed that halfbeak females experienced two phases of the gonads mature season i.e. in January-March and September-November. The food composition of the fish consisted of phytoplankton (52.80%), debris (31.36%), crustaceans (12.04%), zooplankton (3.73%), and fish scales (0,08%).The natural mortality rate (M) was 0.78 per year, greater than rate of fishing mortality (F) of 1.48 per year, the exploitation rate (E) of 0.65 per year. Technical factors of giob production that have a significant influence was fuel price. In term of financial analysis, the giop vessel size of 10.5 GT benefit better than the size of 4.5 and 15 GT. The parameter of NPV, IRR, B/C ratio, ROI for the vessel of 10.5 GT was Rp 72,795,666; 7.02%, 1.04; 7.80, respectively. This study suggest that priority sequence of development strategies of sustainable giob fisheries in study area (with interest ratio) are: 1) monitoring of exploitation of halfbeak fish resources (0.421); 2) conduct a capacity building program for the giob fishermen ( 0.226); 3) technological innovation of giop fishing gear (0.222); 4) to establish a cooperative management (co-management) for giop fisheries (0.180), and 5) cacth optimum of halfbeak fish (0.132)

    Pengembangan Perikanan Bubu di Kali Adem, Muara Angke, Teluk Jakarta.

    No full text
    Perairan Teluk Jakarta merupakan salah satu sentra penangkapan rajungan yang cukup penting di perairan Laut Jawa sehingga rajungan menjadi target utama nelayan bubu di perairan Teluk Jakarta. Kegiatan perikanan bubu dapat menunjang usaha perikanan di Kali Adem, Muara Angke, namun, tingkat kesejahteraan nelayan bubu di Kali Adem masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan belum diketahui dengan pasti kondisi perikanan rajungan di Kali Adem serta tingkat keuntungan usaha perikanan bubu di Kali Adem sehingga dibutuhkan startegi pengembangan sebagai rekomendasi untuk meningkatkan usaha perikanan bubu di Kali Adem. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung jenis dan jumlah hasil tangkapan bubu, menganalisis keuntungan usaha perikanan bubu serta menyusun strategi pengembangan perikanan bubu di Kali Adem, Muara Angke, Teluk Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan survei. Jumlah unit penangkapan rajungan yang ada di Kali Adem sebanyak 28 perahu, alat tangkap yang digunakan yaitu bubu lipat sebanyak 450 unit per perahu dengan waktu operasi one day fishing. Keuntungan yang diperoleh oleh nelayan bubu di Kali Adem selama setahun sebesar Rp 47.021.000 dengan R/C ratio senilai 1.23 sehingga usaha perikanan bubu menguntungkan dan layak untuk dijalankan. Faktor internal dan eksternal usaha perikanan bubu di Kali Adem memiliki pengaruh nyata terhadap produksi hasil tangkapan sehingga strategi yang cocok untuk digunakan adalah strategi (S-O), yaitu mengoptimalkan sumberdaya rajungan untuk komoditas ekspor dan memanfaatkan jumlah alat tangkap bubu yang banyak untuk menangkap rajungan karena harga jual yang tinggi

    Usaha Penangkapan Benih Sidat Menggunakan Alat Tangkap Seser di Muara Cibuni Tegal Buleud Sukabumi.

    No full text
    Usaha penangkapan benih sidat merupakan kegiatan utama dalam memenuhi kebutuhan akan kegiatan budidaya pembesaran, itu dikarenakan belum ditemukannya cara untuk memproduksi benih secara laboratorium. Benih sidat hanya dihasilkan dari alam melalui usaha penangkapan. Penangkapan benih sidat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satu faktor lingkungan yang dilihat yaitu kondisi fase bulan, dimana fase bulan ini berpengaruh pada sifat alami benih sidat yang menghindari predator. Daerah penangkapan benih sidat yang diobservasi adalah muara sungai Cibuni, Tegal Buleud, Sukabumi. Muara sungai Cibuni berada di selatan Pulau Jawa yang memiliki potensi besar dalam penyediaan benih sidat, namun belum ada penelitian yang dilakukan seperti yang sudah dilakukan di muara sungai Cimandiri, Pelabuhanratu. Produktivitas hasil tangkapan dalam penelitian ini dilihat dari waktu penangkapan yaitu fase bulan. Produktivitas juga berpengaruh kepada penghasilan yang didapatkan oleh nelayan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan usaha, dan waktu yang tepat dalam penangkapan benih sidat di muara sungai Cibuni, Tegal Buleud, Sukabumi, Jawa barat. Data yang dikumpulkan dalam penelitian meliputi data primer dan sekunder. Data primer secara khusus dikumpulkan dengan mengamati aspek teknologi dan aspek ekonomi. Dari hasil analisis menunjukan alat tangkap Seser masuk dalam klasifikasi alat tangkap lift nets. Usaha penangkapan benih sidat masih layak dilakukan, dengan nilai Revenue cost ratio (R/C ratio) sebesar 2,04, Return of investment (ROI) sebesar 54,13%, dan Payback period (PP) sebesar 0,018 tahun, dan waktu yang tepat dalam penangkapan dilakukan saat gelap bulan
    corecore