118,613 research outputs found

    Portrait of the Botto family and the family dogs

    No full text
    (Front from L-R: Mr. Aimone, a family friend, Pietro Botto and Louis Arrighi, husband of Albina.

    FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BOTTO’-BOTTO’ (Chromolaena odorata L.) dengan METODE DPPH

    No full text
    A research have been done formulations and test the effectiveness of ethanol leaf extract antioxidant cream botto'-botto (Chromolaena odorata L.) by DPPH method. This study aims to determine the antioxidant activity of cream preparation containing ethanol extract of leaves botto'-botto '(Chromolaena odorata L.) against DPPH and to find out how the concentration of the ethanol extract of leaves botto'-botto' (Chromolaena odorata L.) is effective as an antioxidant the cream preparation. Botto'-botto (Chromolaena odorata L.) was extracted by maceration using 96% ethanol and cream preparations made using various concentration of extract in the formula I, II and III respectively 0.0008%, 0.0016% and 0 , 0024%. Then tested antioxidant activity against DPPH and calculated the average percent reduction of each formula. The results showed an average percent reduction in formula I, II, and III respectively 15.07%, 36.09% and 41.62%. Of the three most effective formulas that antioxidant activity at a concentration of 0.0024% extract.ABSTRAKTelah dilakukan penelitian formulasi dan uji efektivitas antioksidan krim ekstrak etanol daun botto’-botto (Chromolaena odorata L.) dengan metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim yang mengandung ekstrak etanol daun botto’-botto’ (Chromolaena odorata L.) terhadap DPPH dan untuk mengetahui berapa konsentrasi ekstrak etanol daun botto’-botto’ (Chromolaena odorata L.) yang efektif sebagai antioksidan pada sediaan krim. Daun botto’-botto’ (Chromolaena odorata L.) diekstraksi dengan metode maserasi  menggunakan pelarut etanol 96% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II dan III berturut-turut 0,0008%, 0,0016% dan 0,0024%. Kemudian diuji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata persen peredaman masing-masing formula. Hasil yang diperoleh menunjukkan rata-rata persen peredaman pada formula I, II, dan III berturut-turut 15,07%, 36,09% dan 41,62%. Dari ketiga formula yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada konsentrasi ekstrak 0,0024%

    Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Batang Botto-botto (Chromolaena odorata L.) Terhadap Mikroba Patogen dengan Metode KLT-Bioautografi

    No full text
    Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antimikroba ekstrak batang Botto-botto (Chromolaena odorata L) terhadap mikroba patogen dengan menggunakan metode KLT Bioautografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas Antimikroba dan komponen kimia ekstrak batang botto-botto yang memberikan penghambatan terhadap mikroba. Batang botto-botto (Chromolaena odorata L) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil ekstraksi kemudian diskrining aktivitas antimikroba dengan kadar 1 mg/ml terhadap mikroba uji yakni Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Staphylococcus epidermidis, Salmonella typhi, Bacillus subtillis, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginaosa, vibrio sp. dan Candida albcans. Pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% batang botto-botto (Chromolaena odorata L.) dapat menghambat pertumbuhan mikroba Streptococcus mutans, Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus epidermis. Pengujian KLTBioautografi ekstrak etanol batang botto-botto menggunakan eluen etil asetat: Nheksan (1:1) menunjukkan penghambatan bakteri pada nilai Rf 0,2, 0,6, dan 0,87. Uji identifikasi menunjukkan bahwa senyawa yang memberikan efek antimikroba adalah fenolik, terpenoid dan alkaloid

    Formulasi dan Uji Efektivitas Larutan Ekstrak Daun Botto'-botto' (Chromolaena odorate L.) Sebagai Pengawet Buah

    No full text
    Telah dilakukan penelitian Formulasi dan Uji Efektivitas Larutan Ekstrak Daun Botto’-Botto’ (Chromolaena odorata L.) Sebagai Pengawet Buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak daun Botto’-Botto’ (Chromolaena odorata L.) dalam sediaan pengawet pada buah anggur, buah tomat, dan cabai dalam bentuk larutan. Terdapat 5 kelompok perlakuan: Formula I (1% ekstrak daun botto’-botto’), Formula II (2% ekstrak daun botto’-botto’), Formula III (3% ekstrak daun botto’botto’), Kelompok kontrol positif tween 80 3% dan kelompok kontrol negatif. Buah yang digunakan direndam kedalam larutan yang telah di formulasi, selama 5 menit kemudian ditiriskan dan diamati keadaan fisik buah selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula I dengan konsentrasi 1% memiliki efektivitas yang paling baik dibandingkan dengan formula II dan III. Dari hasil pengamatan diperoleh data bahwa semakin rendah konsentrasi daun botto’botto’ yang digunakan sebagai pengawet, maka efek antimikroba yang dihasilkan akan semakin baik. Berdasarkan hasil tersebut ekstrak daun botto’-botto’ termasuk pengawet alami untuk buah khususnya pada buah anggur, tomat, dan cabai

    Profil Flavonoid, Fenolik dan Antioksidan pada Tanaman Botto-Botto (Chromolaena Odorata L.) dari Beberapa Kecamatan di Kabupaten Gowa

    No full text
    Indonesia dikenal sebagai gudang tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Penggunaan berbagai jenis tumbuhan di Indonesia sebagai tanaman obat tradisional telah lama dikenal oleh masyarakat jauh sebelum perkembangan obat-obatan sintetik, dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian terkait dengan pengaruh tempat tumbuh Botto-Botto (Chromolaena Odorata L.) terhadap kadar flavonoid total, kadar fenoilik total dan kapasitas anti oksidan yang diambil dari beberapa loaksi di kabupaten gowa. Penelitian ini bertujuan Membandingan pengaruh daerah tumbuh tanaman botto-botto (Chromolaena odorata L.) terhadap kadar total Flavonoid, Fenolik dan kapasitas Antioksidan yang tertinggi di beberapa kecamatan di Kabupaten Gowa. Metode dalam penelitian menggunakan ektraksi sampel dengan meserasi dan pengujian yang dilakukan yakni uji kadar flavonoid total, kadar fenolik total dan uji kapasitas anti oksidan meluli uji DPPH, CUPRAC, FRAP, dan TOAC. Berdasarkan hasil peneliatian dan analisis data yang ada maka dapat disimpulkan bahwa jumlah kadar flavonoid total, kadar fenolik total dan kapasistas anti oksidan pada tanaman Botto-botto (Chromolaena odorata L.) dari beberapa kecamatan di kabupten Gowa memiliki nilai yang berbeda-beda serta terdapat pengaruh jumlah kadar flavonoid total, kadar fenolik total dan kapasistas anti oksidan pada tanaman Botto-botto (Chromolaena odorata L.) terhadap daerah tumbuh

    Pengembangan Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Botto'-Botto' (Chromolaena odorata (L) King& H.E. Robins) Sebagai Obat Luka

    No full text
    Luka adalah suatu penyakit akibat hilang/rusaknya sebagian dari jaringan tubuh. Keadaaan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti trauma benda tajam ataupun benda tumpul, ledakan, zat kimia, perubahan suhu, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Daun tanaman Chromolaena odorata (L.) King & H.E. Robins mengandung senyawa saponin, alkaloid, tanin, steroid, antrakuinon. Telah dilakukan penelitian tentang pengembangan formulasi sediaan gel ekstrak daun Botto’-Botto’ (Chromolaena odorata (L.) King & H.E.Robins) sebagai obat luka. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh suatu formula sediaan gel ekstrak daun Chromolaena odorata (L.) King & H.E. Robins dengan karakteristik farmaseutik dan stabilitas fisik yang baik serta konsentrasi ekstrak yang efektif untuk menyembuhkan luka insisi dan luka bakar. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan ruang lingkup penelitian prospektif laboratorium eksperimental sungguhan yang bersifat komparatif. Penentuan jumlah hewan uji yang digunakan dihitung berdasarkan rumus Federer yaitu (n-1)(t-1) ≥15. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, yang dimulai dengan ekstrasi daun tanaman Botto’-botto (Chromolaena odorata (L.) dan pemekatan ekstrak; Penetapan konsentrasi ekstrak yang efektif untuk penyembuhan luka pada hewan uji; formulasi dan evaluasi mutu, stabilitas fisik, dan cemaran mikroba sediaan. Dari pengujian menunjukkan konsentrasi ekstrak daun Chromolaena odorata (L.) King & H.E. Robins dalam sediaan gel berpengaruh terhadap efek penyembuhan luka insisi dan luka bakar; sediaan gel yang mengandung ekstrak daun Chromolaena odorata (L.) dengan carbopol 940 konsentrasi 0,7% sebagai pembentuk gel memiliki karakteristik yang baik dan stabil secara fisika, dan sediaan gel dengan kandungan ekstrak daun Chromolaena odorata (L.) sebesar 0,1 % efektif menyembuhkan luka

    Skrining Aktivitas Antimikroba Komponen Kimia Ekstrak Daun Botto'-Botto'

    No full text
    Telah dilakukan skrining aktivitas antimikroba komponen kimia ekstrak daun “botto-botto‟ (Chromolaena odorata L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen kimia dan aktivitas antimikroba dari ekstrak n-heksan dan etanol 70% daun ‟botto-botto‟ terhadap bakteri Escherchia coli, Pseudomonas aeroginosa, Salmonella thypi, Vibrio sp, Bacillus subtilis, Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Shigella dysenteriae, dan jamur Candida albicans. Ekstraksi daun “botto-botto‟ dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut n-heksan dan etanol 70%. Uji aktivitas antimikroba dilakukan dengan cara menggoreskan biakan bakteri pada medium yang telah dicampur dengan ekstrak sampel konsentrasi 1mg/ml. Pengujian diawali dengan pengujian aktivitas ekstrak n-heksan dan etanol 70% serta hasil fraksinasi kedua ekstrak, selanjutnya dilakukan KLT-Bioautografi terhadap masing-masing fraksi. Hasil skrining aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan ekstrak daun “bottobotto‟ (Chromolaena odorata L.) memberikan aktivitas lebih banyak bakteri uji yakni Pseudomonas aeroginosa, Escerechia coli, Salmonella thyposa, Sigella disentri, Vibrio sp, Streptococcus aureus, Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus mutans. Hasil KLT-Bioautografi komponen kimia yang memiliki aktivitas antimikroba dari hasil fraksi ekstrak n-heksan daun botto‟-botto‟ (Chromolaena odorata L.) adalah fraksi yang mengandung fenol, flavonoid, terpenoid dan triterpen. Sedangkan komponen kimia yang memiliki aktivitas antimikroba untuk fraksi ekstrak etanol adalah fraksi yang mengandung fenol, flavonoid, steroid, dan terpen

    Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Botto-Botto (Chromolaena odorata L.) terhadap Bakteri Helicobacter pylori

    No full text
    Ulkus peptikum adalah salah satu gangguan gastrointestinal, dimana terjadi luka dilapisan lambung atau usus kecil (duodenum), penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Helicobacter pylori. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan pada penyakit tersebut yaitu daun botto-botto yang memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun botto-botto (chromolaena odorata L.) dalam menghambat bakteri Helicobacter pylori dengan konsentrasi tertentu. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 20% g/ml, 40% g/ml, 60% g/ml, dan 80% g/ml, ekstrak etanol 70% daun botto-botto. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram disk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun botto-botto dapat memberikan zona penghambatan pada bakteri Helicobacter pylori dengan hasil diameter rata-rata zona hambat  pada kontrol positif sebesar 17 mm,  konsentrasi 20% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 60% sebesar 17,5 mm, dan konsentrasi 80% sebesar 20 mm. Konsentrasi 80% yang memiliki daya hambat bakteri terkuat terhadap bakteri Helicobacter pylori. Berdasarkan hasil uji one way anova menunjukkan hasil nilai p=0,000 (p= <0,05) sehingga dilakukakn uji lajutkan dengan uji Tukey yang diperoleh nilai ialah p=0,051 (p= >0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kontrol positif, konsentrasi 80% dan 60%, konsentrasi 40% dan 20%. Keywords: Daun botto-botto, Antibakteri, Helicobacter Pylori, Flavonoid, Tanin, Saponin Ulkus peptikum adalah salah satu gangguan gastrointestinal, dimana terjadi luka dilapisan lambung atau usus kecil (duodenum), penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Helicobacter pylori. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan pada penyakit tersebut yaitu daun botto-botto yang memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun botto-botto (chromolaena odorata L.) dalam menghambat bakteri Helicobacter pylori dengan konsentrasi tertentu. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 20% g/ml, 40% g/ml, 60% g/ml, dan 80% g/ml, ekstrak etanol 70% daun botto-botto. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram disk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun botto-botto dapat memberikan zona penghambatan pada bakteri Helicobacter pylori dengan hasil diameter rata-rata zona hambat  pada kontrol positif sebesar 17 mm,  konsentrasi 20% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 60% sebesar 17,5 mm, dan konsentrasi 80% sebesar 20 mm. Konsentrasi 80% yang memiliki daya hambat bakteri terkuat terhadap bakteri Helicobacter pylori. Berdasarkan hasil uji one way anova menunjukkan hasil nilai p=0,000 (p= <0,05) sehingga dilakukakn uji lajutkan dengan uji Tukey yang diperoleh nilai ialah p=0,051 (p= >0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kontrol positif, konsentrasi 80% dan 60%, konsentrasi 40% dan 20%. Keywords: Daun botto-botto, Antibakteri, Helicobacter Pylor

    The Effectiveness of Ethanol Extract Botto’-Botto’ Leaves (Chromolaena Odorata L.) in Transdermal Patch Formulation as Medication in Wound Healing

    No full text
    Botto'-botto' plant (Chromolaena odorata L.) is a native Indonesian plant that belongs to the Asteraceae family and is known to have a high flavonoid content and antioxidant activity that can slow down the oxidation process to prevent infection while accelerating wound healing. botto'-botto' is designed as a patch to make it easier to use and provide the most effective treatment. The purpose of this study was to make a patch preparation and to investigate its effects on wound healing. The patch was formulated and then tested for physical properties (organoleptic, superficial pH, moisture loss, thickness, weight uniformity, and folding endurance test) and their activity against wounds experimentally using rabbits as an animal test with 4 (four) treatment groups, namely the control group, botto'-botto’ patch 10%, 20%, and 30%. Wounds were made with an area of 2 cm and 0.1 cm deep. The wound was plastered with a patch and observed for 18 days. Data were analyzed statistically using ANOVA. The results showed that the patch formulation of leaves extract botto'-botto’ affects for wound healing in rabbits significantly, with p<0.05. Furthermore, the patch formulation of ethanol extract botto’-botto’ with a concentration of 30% had the best and fastest healing effect among all formulas. KEYWORDS: Botto’-botto’, wound healing, transdermal patc

    Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Daun Botto-Botto (Chromolaena odorata L.) terhadap Bakteri Helicobacter pylori

    No full text
    Ulkus peptikum adalah salah satu gangguan gastrointestinal, dimana terjadi luka dilapisan lambung atau usus kecil (duodenum), penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Helicobacter pylori. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan pada penyakit tersebut yaitu daun botto-botto yang memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun botto-botto (chromolaena odorata L.) dalam menghambat bakteri Helicobacter pylori dengan konsentrasi tertentu. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 20% g/ml, 40% g/ml, 60% g/ml, dan 80% g/ml, ekstrak etanol 70% daun botto-botto. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram disk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun botto-botto dapat memberikan zona penghambatan pada bakteri Helicobacter pylori dengan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif sebesar 17 mm, konsentrasi 20% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 60% sebesar 17,5 mm, dan konsentrasi 80% sebesar 20 mm. Konsentrasi 80% yang memiliki daya hambat bakteri terkuat terhadap bakteri Helicobacter pylori. Berdasarkan hasil uji one way anova menunjukkan hasil nilai p=0,000 (p 0,05) yang berarti tidak signifikan antara kontrol positif, konsentrasi 80% dan 60%, konsentrasi 40% dan 20%
    corecore