1,722,072 research outputs found
A demokratikus hatalommegosztás kérdőjelei Pakisztánban Benazir Bhutto halálát követően
Pakisztán az utóbbi időben az egyik legnagyobb nemzetközi figyelemben részesülő ázsiai ország. E tényt nem kizárólag a birtokában lévő nukleáris arzenál indokolja, hanem igen nagyra értékelt stratégiai szerepe is, melynek sajátos árnyalatot kölcsönöz, hogy az ország belpolitikai stabilitása igen gyenge. Ezt nem csupán az jelzi, hogy az utóbbi hónapokban erősen inogni látszik a nyolc éve kormányzó Pervez Musarraf tábornok hatalma, de az is, hogy 2007. december 27-én merénylet áldozatává vált Benazir Bhutto, a pakisztáni ellenzék legismertebb vezetője. Jelen elemzésünk szerzője – a Budapesti Corvinus Egyetem Nemzetközi Tanulmányok Intézetének egyetemi adjunktusa – a Pakisztánban zajló folyamatok hátterét mutatja be
Pemerintahan Benazir Bhutto di Pakistan (1988-1990)
Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikan pemarintahan Benazir Bhutto di Pakistan sebagai Perdana Menteri di Pakistan (1988-1990), denganmemaparkankeadaanPakistan selama Benazir Bhutto menjabat Perdana Menteri, menuliskan bagaimana kebijakan-kebijakan Benazir Bhutto khususya bagi kaum perempuan, Serta penyebab lengsernya Benazir Bhutto sebagai Perdana Menteri Pakistan dan dampaknya.
Penelitianinimenggunakanmetodesejarah yang meliputiheuristikataupengumpulan data yang diperolehmelaluiliterature researchselanjutnyadilakukankritikterhadapsumber yang dikumpulkan, kemudiandiinterpretasiataudiberikanpenafsiranterhadapsumbertersebutsertahistoriografiataupenulisansejarah yang akhirnyamelahirkantulisantentangPemerintahan Benazir Bhuttodi Pakistan (1988-1990).
HasilpenelitianmenunjukkanbahwaPakistan di bawahpemerintahanBenazir Bhuttomemiliki banyak perubahan diantaranya merubah sistem pemerintahan Militer ke sisitem pemerintahan yang Demokratis, di awal pemerintahannya Benazir Bhutto membebaskan tahanan politik, serta memperbaiki hubungan luar negeri diantaranya membangun kembali silaturahmi dengan India, Afganistan,serta AS (Amerika Serikat). Kemudian melakukan reformasi dramatis dalam hak-hak wanita. Benazir Bhutto menunjuk beberapa wanita untuk duduk dalam kabinet dan mendirikan Kementrian Perkembangan Wanita. Akan tetapi hanya dalam 20 bulan menjabat sebagai Perdana Menteri Benazir Bhutto dilengserkan dari jabatannya oleh Presiden Ghulam Ishaq Khan dengan tuduhan korupsi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selama 20 bulan Benazir Bhutto banyak melakukan perubahan di Pakistan. Dan menjadikan Pakistan menjadi negara yang bebas dan aman bagi masyarakat meskipun mendapat tekanan dari Presiden dan orang-orang yang tidak setuju dengan sistem pemerintahannya. Dan pada tanggal 20 Agustus 1990 Benazir Bhutto di lengserkan dari jabatannya. Dan akhirnya semua kebijakan-kebijakannya dihapus oleh Perdana Menteri yang menggantikannya
Prime Minister Benazir Bhutto
Prime Minister Benazir Bhutto poses with President Spaniolo and others for a photograph.https://mavmatrix.uta.edu/utalibraries_digitalprojects_universityphotos/1719/thumbnail.jp
Prefazione. Partire da sé nell'era del web 2.0
il testo introduce e spiega alcuni tratti salienti dell'autocoscienza femminista, traendo spunto dall'attività del collettivo femminista di giovani donne "Benazir" e analizza le potenzialità politiche di tale pratica
Benazir Bhutto. Autobiographie
Abou Diab Khattar. Benazir Bhutto. Autobiographie. In: Politique étrangère, n°3 - 1989 - 54ᵉannée. p. 544
Bhutto (Benazir) Une autobiographie
Hamès Constant. Bhutto (Benazir) Une autobiographie. In: Archives de sciences sociales des religions, n°70, 1990. pp. 234-235
Pemerintahan Benazir Bhutto di Pakistan (1988-1990). SkripsiFakultasIlmuSosialUniversitasNegeri Makassar.
ABSTRAK
KARMILA. 2014. Pemerintahan Benazir Bhutto di Pakistan (1988-1990). SkripsiFakultasIlmuSosialUniversitasNegeri Makassar.Dibimbingoleh. H.Burhanuddin Pabitjara, danPatahuddin.Penelitianinibertujuanuntukmendeskripsikan pemarintahan Benazir Bhutto di Pakistan sebagai Perdana Menteri di Pakistan (1988-1990), denganmemaparkankeadaanPakistan selama Benazir Bhutto menjabat Perdana Menteri, menuliskan bagaimana kebijakan-kebijakan Benazir Bhutto khususya bagi kaum perempuan, Serta penyebab lengsernya Benazir Bhutto sebagai Perdana Menteri Pakistan dan dampaknya.
Penelitianinimenggunakanmetodesejarah yang meliputiheuristikataupengumpulan data yang diperolehmelaluiliterature researchselanjutnyadilakukankritikterhadapsumber yang dikumpulkan, kemudiandiinterpretasiataudiberikanpenafsiranterhadapsumbertersebutsertahistoriografiataupenulisansejarah yang akhirnyamelahirkantulisantentangPemerintahan Benazir Bhuttodi Pakistan (1988-1990).HasilpenelitianmenunjukkanbahwaPakistan di bawahpemerintahanBenazir Bhuttomemiliki banyak perubahan diantaranya merubah sistem pemerintahan Militer ke sisitem pemerintahan yang Demokratis, di awal pemerintahannya Benazir Bhutto membebaskan tahanan politik, serta memperbaiki hubungan luar negeri diantaranya membangun kembali silaturahmi dengan India, Afganistan,serta AS (Amerika Serikat). Kemudian melakukan reformasi dramatis dalam hak-hak wanita. Benazir Bhutto menunjuk beberapa wanita untuk duduk dalam kabinet dan mendirikan Kementrian Perkembangan Wanita. Akan tetapi hanya dalam 20 bulan menjabat sebagai Perdana Menteri Benazir Bhutto dilengserkan dari jabatannya oleh Presiden Ghulam Ishaq Khan dengan tuduhan korupsi.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selama 20 bulan Benazir Bhutto banyak melakukan perubahan di Pakistan. Dan menjadikan Pakistan menjadi negara yang bebas dan aman bagi masyarakat meskipun mendapat tekanan dari Presiden dan orang-orang yang tidak setuju dengan sistem pemerintahannya. Dan pada tanggal 20 Agustus 1990 Benazir Bhutto di lengserkan dari jabatannya. Dan akhirnya semua kebijakan-kebijakannya dihapus oleh Perdana Menteri yang menggantikannya
Benazir Bhutto-Freedom and Chaos in Her Life
Benazir Bhutto, or the daughter of the East as she is called, is a female leader who lived in Pakistan. Benazir Bhutto, who had come from a well-established family of Pakistan, received education in the best universities of the world (Harvard and Oxford universities). Benazir Bhutto had the qualities of being the youngest prime minister to be elected and the first female prime minister to be elected when she was a mother. Benazir Bhutto worked hard to ensure peace environment, to ensure economic growth, to legalize union rights, to support the works on human rights and women's rights and to allow freedom for the media during her prime ministry term in Pakistan
Benazir Mumtaz's Quick Files
The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
- …
