2 research outputs found
KEEFEKTIFAN DRAMA SEGITIGA KARPMAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DIRI SISWA SMP SEBAGAI UPAYA MENCEGAH BULLYING
ABSTRAK Debipriamuda, Bashirudin. 2018. Keefektifan Drama Segitiga Karpman Untuk Meningkatkan Kesadaran Diri Siswa SMP Sebagai Upaya Mencegah Bullying. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (II) Dr. M. Ramli, M.A. Kata kunci: Kesadaran Diri, Drama Segitiga Karpman, Bullying Kesadaran diri adalah kemampuan untuk menyadari faktor-faktor dan situasi yang menyebabkan munculnya emosi dan perilakunya terhadap orang lain. Kemampuan ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, berpikir realistis atas kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan meningkatkan kepercayaan diri. Kemampuan ini digunakan seseorang untuk mengatur emosi dan perilakunya dalam memahami orang lain dengan lebih baik. Salah satu dampak siswa yang memiliki kesadaran diri rendah adalah bullying. Teknik yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran diri adalah drama segitiga karpman. Drama segitiga Karpman adalah permainan peran yang digunakan untuk mengamati interaksi manusia ketika timbul suatu konflik. Drama ini memiliki tiga peran yaitu peran sebagai pelaku/penganiaya (persecutor), peran sebagai korban (victim), peran sebagai penyelamat (rescuer). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan drama segitiga Karpman untuk meningkatkan kesadaran diri. Rancangan penelitian ini menggunakan Quasi Experiment dengan desain yang digunakan adalah Time-Series Design. Desain ini menggunakan satu kelompok eksperimen tanpa menggunakan kelompok kontrol kemudian diberikan perlakuan lalu diamati selama periode tertentu. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposif yaitu 15 siswa SMP Negeri 15 Malang yang memiliki kesadaran diri sedang. Instrumen perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan pengembangan kesadaran diri dengan teknik drama segitiga Karpman untuk mencegah perilaku bullying siswa sekolah menengah yang telah dikembangkan oleh Nastiti (2016). Instrumen untuk mengumpulkan data adalah skala kesadaran diri yang terdapat dalam panduan.Untuk menganalisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis data dari hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesadaran diri siswa antara sebelum dan sesudah treatment diberikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik drama segitiga Karpman efektif untuk meningkatkan kesadaran diri siswa. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian eksperimen murni agar hasil yang didapat lebih sempurna. Lalu konselor dapat menggunakan panduan pengembangan kesadaran diri dengan teknik drama segitiga karpman untuk mencegah perilaku bullying siswa sekolah menengah dalam meningkatkan kesadaran diri siswa sebagai upaya mengatasi konflik yang terjadi seperti bullyin
Drama Segitiga Karpman untuk Meningkatkan Kesadaran Diri Siswa terhadap Perilaku Bullying
Bullying is one of the events that repeatedly arises in schools and associated to varies between individuals. One of the sources of bullying is the poor self-awareness held by students. Self-awareness is one of the students skill must acquire. However, in reality there are still many students who have poor self-awareness. This study tries to investigate the effectiveness of the Karpman Drama Triangle to build up students self-awareness using Quasi Experiment Design. The research subjects consisted of 15 junior high school students who had poor self-awareness. The results of the study indicated that the Karpman Drama Triangle was useful in enhancing students self-awareness to reduce bullying behavior. It also informs us that the Karpman Drama Triangle can be an option to develop students self-awareness in reducing conflicts and bullying behavior that exists between students. The difference in the status of self-awareness between students before and after treatment is expressed is also illustrated. The Karpman Drama Triangle can be an alternative solution for handling and facilitating students who have poor social interaction and growing conflict situations towards peacefully
