1,723,952 research outputs found
Penyusutan Arsip Dinamis Di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Dki Jakarta
Riset ini berupaya mengkaji penyusutan arsip dinamis di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan penyusutan arsip dinamis di Bappeda Provinsi DKI Jakarta. Riset ini memanfaatkan pendekatan kualitatif berlandaskan metode studi kasus. Teknik pemilihan informan berlandaskan purposive sampling, dengan jumlah informan sebanyak tiga orang. Teknik pengumpulan data observasional, wawancara, dan berbasis dokumen. Metode analisis data meliputi reduksi, penyajian data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan riset ini ialah Bappeda Provinsi DKI Jakarta telah melakukan proses penyusutan berdasarkan sesuai dengan peraturan yang ada, baik itu pemindahan, pemusnahan, maupun penyerahan. Selain itu, unit kearsipan Bappeda Provinsi DKI Jakarta telah melakukan efektivitas kinerja guna menggapai cita-cita dan target dari Bappeda Provinsi DKI Jakarta. Karena telah melakukan proses penyusutan arsip dinamis yang baik, penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa proses kegiatan penyusutan viiterhambat oleh SDM yang kurang memiliki pengetahuan yang lengkap tentang pengelolaan arsip yang efektif
Penyusutan Arsip Dinamis Di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Dki Jakarta
Riset ini berupaya mengkaji penyusutan arsip dinamis di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi keterbatasan penyusutan arsip dinamis di Bappeda Provinsi DKI Jakarta. Riset ini memanfaatkan pendekatan kualitatif berlandaskan metode studi kasus. Teknik pemilihan informan berlandaskan purposive sampling, dengan jumlah informan sebanyak tiga orang. Teknik pengumpulan data observasional, wawancara, dan berbasis dokumen. Metode analisis data meliputi reduksi, penyajian data, triangulasi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan riset ini ialah Bappeda Provinsi DKI Jakarta telah melakukan proses penyusutan berdasarkan sesuai dengan peraturan yang ada, baik itu pemindahan, pemusnahan, maupun penyerahan. Selain itu, unit kearsipan Bappeda Provinsi DKI Jakarta telah melakukan efektivitas kinerja guna menggapai cita-cita dan target dari Bappeda Provinsi DKI Jakarta. Karena telah melakukan proses penyusutan arsip dinamis yang baik, penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa proses kegiatan penyusutan viiterhambat oleh SDM yang kurang memiliki pengetahuan yang lengkap tentang pengelolaan arsip yang efektif
Strategi Penyediaan Lahan Pemakaman Perkotaan: Studi Kasus Kota Probolinggo
Peningkatan jumlah penduduk perkotaan dan perkembangan yang pesat di Kawasan Perkotaan menyebabkan peningkatan kebutuhan prasarana dan sarana dasar perkotaan termasuk lahan pemakaman. Terutama sejak adanya pandemi covid-19 dimana terjadi peningkatan jumlah kematian penduduk di Kawasan Perkotaan dan menyebabkan kebutuhan akan lahan pemakaman meningkat dan adanya penolakan dari beberapa warga asli sekitar makam terhadap jenazah yang bukan berasal dari Wilayah tersebut atau yang berasal dari perumahan baru yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya tampung lahan pemakaman di Kota Probolinggo hingga 10 (sepuluh) tahun mendatang dan strategi penyediaan lahan pemakamannya. Analisis daya tampung lahan pemakaman dilakukan untuk membandingkan antara ketersediaan lahan pemakaman yang tersisa dengan kebutuhannya dan triangulasi data untuk mendapatkan strategi penyediaan lahan pemakaman yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Probolinggo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tampung lahan pemakaman masih mencukupi hingga tahun 2030. Akan tetapi, defisit/kekurangan lahan pemakaman diprediksi akan mulai terjadi di Kelurahan Triwung Lor, Jati dan Sukoharjo pada 2 tahun mendatang. Sedangkan untuk Wilayah Kecamatan, defisit lahan pemakaman diprediksi akan terjadi pada Kecamatan Kanigaran tahun 2028. Strategi Lahan pemakaman yang dapat dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo, antara lain Penambahan luasan lahan pemakaman; Koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT, dan juru kunci untuk meminimalisir konflik; Perubahan Peraturan Daerah Kota Probolinggo dan Peraturan Wali Kota Probolinggo dengan mangacu pada Peraturan diatasnya yang mengatur mengenai penyediaan lahan pemakaman bagi pengembang; dan Penampungan satu rekening dana kompensasi pembelian lahan makam oleh pengembang sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya
KEARSIPAN DI KANTOR BAPPEDA KARANGANYAR
Kantor BAPPEDA Karanganyar sebagai salah satu instansi pemerintah
daerah memiliki tugas dan fungsi yang sangat penting bagi pembangunan
daerah. Untuk memperlancar tugas dan fungsi BAPPEDA karanganyar maka
sangat diperlukan dukungan data-data dan informasi dari arsip.
Selama pengamatan, penulis mengetahui bahwa di kantor BAPPEDA
karanganyar tersedia satu ruangan yang khusus digunakan untuk tempat
menyimpan arsip, tapi tempatnya kurang memadai sehingga dikhawatirkan akan
cepat usang dan rusak, terutama untuk arsip-arsip yang masih penting. Arsip-arsip
yang terdapat dikantor BAPPEDA karanganyar juga ada yang disimpan dalam
suatu lemari khusus arsip dan kadang tidak tersusun rapi. Di kantor BAPPEDA
karanganyar juga belum ada pegawai ahli di bidang kearsipan. Arsip yang
terdapat di kantor meliputi surat dinas dan data-data tentang rencana
pembangunan pemerintah daerah.
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan maka mendorong penulis
untuk mempelajari secara lebih mendalam mengenai kearsipan di kantor
BAPPEDA karanganyar melalui suatu pengamatan dengan judul ” KEARSIPAN
DI KANTOR BAPPEDA KARANGANYAR
KEBIJAKAN DISTRIBUSI KECUKUPAN GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN PATI
ABTRACTThe distribution of adeqate teachers is very important to ensure in improving quality of education. The objectives of the research are: (1) to analyze the existing of teachers for public Junior High Schools in the study area; (2) to analyze the need of adequate teachers for public Junior High Schools; and (3) to analyze distribution of teachers for public Junior High Schools public Junior High Schools in the study area. This research uses descriptive-quantitative approach. There are 2 variables in the research namely: (1) existing teacher; (2) teacher adequacy; and (3) teacher distribution. Data collecting is conducted by using observation and interview. The analyzes of the research consist of descriptive analysis and comparative one. There are five findings in the research. Firstly, based on student, the existing teachers are adequate to meet the needs. Secondly, based on class, the existing of teachers are adequate to meet the needs. Thirdly, teacher distribusion among public Junior High Schools are unequal to meet the needs of adequate teachers.Fourthly, disparity of teacher distribusion based on student is low, it is indicated by Gini Index value 0,06. Fiftly, disparity of teacher distribusion based on class is low, it is indicated by Gini Index value 0,05. Keywords: distribution, Junior High School, teache
Pengembangan Kapasitas dalam Rangka Peningkatan Kinerja BAPPEDA (Studi Pada BAPPEDA Kabupaten Malang)
BAPPEDA adalah salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki ranah kerja yang lebih luas dibandingkan SKPD lainnya, tak terkecuali BAPPEDA Kabupaten Malang. Sebagai pemegang fungsi dan tugastugas pembangunan, BAPPEDA Kabupaten Malang mengkoordinir hampir seluruh SKPD dalam upaya pembangunan Daerah di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Dengan demikian, BAPPEDA adalah koordinator yang semestinya menjadi panutan bagi SKPD yang lain. Dalam penelitian ini, berusaha mengkaji lebih dalam terkait upaya BAPPEDA Kabupaten Malang untuk meningkatkan kinerja melalui capacity building yang fokus pada tiga aspek,yakni: individu, organisasi, dan sistem. Objek penelitian ini menjadi sebuah hal yang menarik berawal dari evaluasi kinerja oleh Bupati Kabupaten Malang bekerja sama dengan tim independen. Dalam hasil evaluasi tersebut diperoleh hasil yang cukup menarik dimana BAPPEDA Kabupaten Malang pada survei pertama tahun 2010 berada pada posisi ke-38 dari seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Malang. Pada periode selanjutnya yaitu 2011, menempati posisi ke-5. Kemudian pada hasil survei ketiga tahun 2012 BAPPEDA secara signifikan naik menjadi peringkat pertama dari seluruh SKPD yang ada di Malang. Ketika dikembalikan lagi pada konsep peningkatan kinerja, capacity building menjadi hal yang menarik dan perlu dikaji untuk membedah factor dan implikasi yang bersinggungan dengan peningkatan kinerja yang dilakukan BAPPEDA Kabupaten Malang selama kurun waktu dua tahun untuk mencapai peringkat pertama. Dan yang lebih menaraik lagi adalah seberapa jauh berjalannya capacity building di Kabupaten Malang, sehingga dalam kurun waktu satu tahun terakhir terjadi peningkatan yang sangat drastis. Karena capacity building tentunya merupakan salah satu inti dari peningkatan kinerja pada BAPPEDA Kabupaten Malang. Berdasarkan pada hal uraian di atas, fokus permasalahan penelitian ini adalah: Bagaimanakah kinerja BAPPEDA Kabupaten Malang? Bagaimanakah upaya capacity building yang dilakukan BAPPEDA Kabupaten Malang dalam rangka peningkatan kinerja? Faktor-faktor apakah yang berpengaruh dalam upaya capacity building BAPPEDA Kabupaten Malang? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksplanatori. Penelitian eksplanatori merupakan salah satu pendekatan penelitian yang digunakan untuk meneliti objek utama yang dikaji dikaitkan dengan objek (variabel) penelitian yang lain. Sehingga nantinya dengan memilih jenis penelitian ini dapat menggali bentuk pengembangan kapasitas (capacity building)sebagai upaya peningkatan kinerjadi BAPPEDA Kabupaten Malang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif dari Miles dan Huberman. vii Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif dari Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Kinerja BAPPEDA Kabupaten Malang dalam kaitannya produktivitas sangat baik dengan rasio capaian 100%; Standarisasi kualitas layanan cukup baik meskipun BAPPEDA tidak melayani masyarakat secara langsung; Responsivitas BAPPEDA Kabupaten Malang diwujudkan melalui Musrenbang sebagai wadah mengakomodasi seluruh aspirasi stakeholder; Responsibilitas dan Akuntabilitas BAPPEDA cukup baik melalui pencapain Renja, LPPD, dan Lakip. Upaya capacity building BAPPEDA Kabupaten Malang dalam rangka peningkatan kinerja diwujudkan dalam beberapa hal, antara lain: Peningkatan kinerja dalam indicator individu diwujudkan dengan diklat pegawai, presensi disiplin pegawai, serta catatan pelanggaran pegawai; Peningkatan kinerja dalam indikator organisasi. Dalam hal ini diwujudkan dengan rolling pegawai, social gathering, perbaikan sistem penyerapan anggaran, rasio anggaran, pencapaian program, dan revitalisasi komunikasi publik; Peningkatan kinerja dalam indikator sistem. Dalam hal ini diwujudkan dengan perbaikan sistem Standar Operasional Prosedur (SOP), notulensi rapat, dan revitalisasi PP No. 53 Tahun 2010. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya capacity building BAPPEDA Kabupaten Malang, antara lain: Faktor pendorong, yakni manajerial pemimpin terhadap komitmen bersama; perhatian pemimpin terhadap pegawai sebagai pendorong kinerja pegawai; pengakuan kekuatan-kelemahan dalam rapat evaluasi rutin dan tercantum dalam RPJMD beserta analisis SWOT. Faktor penghambat yakni: integritas pegawai yang rendah; pola kepemimpinan yang subjektif sehingga motivasi kerja pegawai rendah; reformasi peraturan yang kurang tersosialisasi secara masif; adaptasi terhadap reformasi kelembagaan yang membutuhkan waktu; disparitas antara wacana perencanaan yang baik dengan bukti implementasi di lapangan yang tidak sesuai. Adapun saran yang cukup urgen pada BAPPEDA Kabupaten Malang berdasarkan kesimpulan di atas adalah: Menggelar system diklat yang berkesinambungan; Mencoba pola kepemimpinan yang transformasional; Lebih cepat adaptif dengan reformasi peraturan; Revitalisasi maping schedule; Menertibkan forum komunikasi CSR antara pemerintah dan perusahaan
- …
