11 research outputs found
DAKWAH: MISI PENYEBARAN AGAMA DAN TRANSFORMASI SOSIAL
Abstract. Da\u27wah is a picture of someone who is conveying da\u27wah messages in front of a large congregation. Islamic Da\u27wah is a mission to spread the Islamic religion throughout history. The process of Islamic da\u27wah shows continuous, continuous and gradual activities. Da\u27wah activities are calling, inviting and calling people to believe and obey Allah. Da\u27wah is not only an activity to spread religious teachings, but is also a medium for social transformation in dealing with social problems such as extremism, intolerance, failure to understand the local context and humanitarian problems. The aim of this research is to find out the mission of spreading religion and social transformation. In this research, the author used qualitative methods to analyze descriptively. The data collection method used in this research is literature study, which is supported by theories obtained from journals and books. Social transformation always causes changes in society, one of which is globalization which causes various positive and negative impacts from the positive side, for example the development of science and technology which can be enjoyed by all social groups in society. Through da\u27wah, people must be encouraged to master science and technology in facing the ever-growing social transformation. Da\u27wah also motivates the people to work so that economic potential can be directed towards the right path, so that in the end the people can achieve glory. Social transformation that is good and approved by Allah SWT is then the task and responsibility of humans.
Keywords: Da\u27wah, Islam, Social TransformationAbstrak. Dakwah adalah gambaran seseorang yang sedang menyampaikan pesan-pesan dakwah dihadapan jama’ah yang banyak jumlahnya. Dakwah Islam adalah misi penyebaran agama Islam sepanjang sejarah. Proses dakwah Islam menunjukkan kegiatan yang terus-menerus, berkesinambungan, dan bertahap. Kegiatan dakwah bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah. Dakwah bukan hanya aktivitas penyebaran ajaran agama, melainkan juga merupakan media transformasi sosial dalam menghadapi problematika sosial seperti ekstremisme, intoleransi, kegagalan memahami konteks lokal dan masalah kemanusiaan. Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui misi penyebaran agama dan transformasi sosial. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dianalisis secara deskripsi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi literatur yakni didukung dengan teori yang diperoleh dari jurnal dan buku. Transformasi sosial selalu menimbulkan perubahan dalam masyarakat, salah satunya adalah globalisasi yang menimbulkan berbagai dampak positif maupun negatif dari sisi positif misalnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat dinikmati seluruh kelompok sosial masyarakat. Melalui dakwah umat harus didorong untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi transformasi sosial yang terus berkembang. Dakwah juga memotivasi umat untuk bekerja sehingga potensi perekonomian dapat diarahkan menuju jalan yang benar, yang pada akhirnya umat dapat meraih kemuliaan. Transformasi sosial yang baik dan diridhai oleh Allah SWT itulah yang kemudian menjadi tugas dan tanggung jawab manusia.
Kata Kunci : Dakwah, Islam, Transformasi Sosia
HADIST DAKWAH: URGENSI NIAT DALAM DAKWAH
Abstract: Intention comes from Arabic, namely an niyat which is the plural form of niyah. Etymologically, intention means al qoshdu which means will. Intention also means al\u27azm, which is a strong desire. An-Nawawi said, "Intention is al qoshdu which is "azimatul qolbi (desire with the heart and "nawaka Allahu bi khairin" (Allah SWT intends to give you virtue). Intention is the key to whether or not one\u27s worship is accepted. intention in da\u27wah is as an introductory tool for the purpose of conveying the values of goodness to mankind, in which the role of intention greatly dominates whether someone does his da\u27wah by expecting the pleasure of Allah and His Messenger or just wants to get recognition from other humans. In order to avoid confusion about the meaning of intention and its application, an in-depth study of the urgency and relevance of intention in da\u27wah is needed. The reason the researcher chose this topic is because intention plays a very important role in life, so a study is needed to examine how the intention actually is. The method used in this research is a descriptive qualitative method with a literature study approach that collects data and examines various kinds of documents that are useful to analyze. The purpose of this research is to find out how the intention in the context of Islamic da\u27wah.
Keywords : Intention, Da’wah, CommunicationAbstrak: Niat berasal dari bahasa Arab, yaitu an niyat yang merupakan bentuk jamak dari niyah. Secara etimologi, niat berarti al qoshdu yang berarti kehendak. Niat juga berarti al\u27azm, yaitu keinginan yang kuat. An-Nawawi mengatakan, "Niat adalah al qoshdu yaitu "azimatul qolbi (keinginan dengan hati dan "nawaka Allahu bi khairin" (Allah SWT berniat memberikan kebajikan kepadamu). Niat adalah kunci diterima atau tidaknya ibadah seseorang. niat dalam dakwah adalah sebagai alat pengantar untuk tujuan menyampaikan nilai-nilai kebaikan pada umat manusia, yang di mana peran niat sangat mendominasi apakah seseorang melakukan dakwahnya dengan mengharapkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya atau hanya sekedar ingin mendapatkan pengakuan dari manusia lain. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran tentang pengertian niat dan penerapannya maka diperlukan kajian mendalam tentang urgensi dan keterkaitan niat dalam dakwah. Alasan peneliti memilih topik ini karena niat memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan, sehingga diperlukan sebuah penelitian untuk mengkaji bagaimana sebenarnya niat itu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur yang mengumpulkan data dan menelaah berbagai macam dokumen yang berguna untuk dianalisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana niat dalam konteks dakwah islam.
Kata Kunci : Niat, Dakwah, Komunikas
Pola Komunikasi Masjid Dalam Menanamkan Nilai Islami Kepada Anak Melalui Program Maghrib Mengaji Perspektif Komunikasi Antar Pribadi (Studi Deskriptif Masjid Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas)
Pola komunikasi merupakan sebuah proses yang dirancang untuk mewakili kenyataan keterpautannya unsur-unsur yang dicakup beserta keberlangsungannya guna memudahkan pemikiran secara sistematis dan logis. Dalam mengenalkan dan menanamkan nilai Islami kepada anak perspektif komunikasi antarpribadi melalui program Maghrib Mengaji menjadi salah satu pondasi utama kepada anak di era globalisasi yang sangat deras terpaannya. Inilah yang menjadi latar belakang penelitian ini dan dapat dirumuskan apa bagaimana pola komunikasi masjid dalam mengenalkan dan menanamkan nilai Islami kepada anak melalui program Maghrib Mengaji perspektif komunikasi antarpribadi. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif yaitu mengumpulkan data dan menelaah seluruh data dari berbagai sumber. Dengan menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara kemudian mereduksi data yang sesuai dengan teori dan rumusan masalah serta data disajikan dalam bentuk narasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa masjid-masjid daerah Kelurahan Harjosari I kecamatan Medan Amplas melakukan komunikasi pola komunikasi antarpribadi untuk mengenalkan dan menanamkan nilai Islami kepada anak sehingga anak dengan mudah memahami dan menjalankan nilai-nilai Islami yang terdiri dari nilai Aqidah, Ibadah dan Akhlak melalui program Maghrib Mengaji yang dicanangkan oleh pemerintah guna menekan derasnya demoralisasi moral dan agama di era globalisasi yang ditakutkan akan mengancam generasi dimasa yang akan datang. Pengenalan tersebut dilakukan melalui kegiatan rutin seusai Maghrib dengan membaca Al-Quran atau Iqro serta memberikan contoh, pembiasaan dan adanya pemberian penghargaan dan hukuman kepada anak
Komunikasi Badan Wakaf Indonesia Wilayah Sumatera Utara Dalam Mengatasi Sengketa Tanah Wakaf Di Kota Medan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Komunikasi, hambatan dan bagaimana keberhasilan Badan Wakaf Indonesia Wilayah Sumatera Utara Dalam Mengatasi Sengketa Tanah Wakaf di Kota Medan. Sebagaimana dipahami bahwa fokus penelitian ini adalah bagaimana bentuk komunikasi interpersonal Badan Wakaf Indonesia Wilayah Sumatera Utara Dalam Mengatasi Sengketa Tanah Wakaf di Kota Medan dengan pendekatan mediasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu proses penelitian untuk memahami masalah-masalah manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran menyeluruh dan kompleks yang disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci yang diperoleh dari para sumber informasi, serta dilakukan dalam latar (setting) yang alamiah.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pertama wawancara tidak terstruktur (non-structure). Kedua, observasi, peneliti melakukan pengamatan langsung (observasi participant) maupun pengamatan tidak langsung (observasi non-participant) terhadap kegiatan sehari-hari Badan Wakaf Indonesia Sumatera Utara. Tujuannya adalah untuk menganalisa dan mengetahui secara pasti kegiatan yang dilakukan oleh lembaga tersebut, baik kegiatan yang dilakukan perorangan maupun secara kelembagaan. Ketiga, studi dokumentasi yaitu melihat data-data milik Badan Wakaf Indonesia Sumatera Utara yang relevan dengan tujuan penelitian. Dokumentasi digunakan sebagai upaya melihat bentuk-bentuk interaksi komunikasi yang dilakukan Badan Wakaf Indonesia Sumatera Utara serta sebagai data pendukung penelitian.Hasil penelitian ini mengungkap, bahwa: Pertama, bentuk komunikasi yang dilakukan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Utara adalah komunikasi interpersonal dan pendekatan yang digunakan dalam penyelesaian sengketa adalah mediasi. Kedua, hambatan internal yang terdapat di Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera adalah kurangnya biaya operasional dan sulitnya mencari kuasa hukum (lawyer) tatkala sengketa terjadi sampai ke pengadilan. Sedangkan hambatan eksternalnya minimnya pengetahuan nazhir, tidak adanya dokumen lengkap dari para pewakif, dan objek wakaf yang terlalu luas yang sulit dijangkau nazhir.Keberhasilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumatera Utara dalam mengatasi sengketa tanah wakaf dinilai cukup berhasil jika dilihat dari bagaimana komunikasi yang dilakukan serta penyelesaian masalah menggunakan pendekatan mediasi
PERBEDAAN JENIS DAN KARAKTERISTIK PADA MEDIA PENYIARAN RADIO DAN TELEVISI
Abstract: The competition that is currently taking place in the Digital Era has pushed broadcasting media such as radio and television to emphasize their existence in order to stay alive. By relying on the variety and characteristics of each media, this broadcast media has its own special features. The word broadcasting or commonly called broadcasting, is the process of delivering broadcasts as a whole starting from the preparation of production material, the production process, the preparation of broadcast material and broadcasting to the recipient of the broadcast, namely listeners, viewers or audiences somewhere. But the fact is, by relying on the sophistication of all-digital technology, each media has advantages and it all depends on the needs and how to use it. This study aims to identify the different types and characteristics of radio and television broadcasting media, because each communication medium has its own strengths and weaknesses. The research approach used is qualitative with study literacy methods in scientific books and analyzes them in depth. The results of this study state that the existence of broadcasting media such as radio and television in the current digital era is indeed a challenge and a benchmark for how strong an institution maintains the existence of this media. Therefore, every institution has the right to adapt and be able to survive by presenting more diverse and quality information content.Keywords: Media Broadcasting, radio and televisio
Implementasi metode jaringan saraf tiruan backpropagation pada pengenalan suara manusia
INDONESIA:
Pengenalan suara merupakan suatu proses identifikasi suara dengan menggunakan parameter tertentu yang diambil oleh penangkap suara. Perkembangan teknologi memunculkan suatu peristiwa yang membutuhkan model perhitungan dalam pengenalan suara yang berguna dalam ilmu pengetahuan. Model perhitungan didapatkan dengan bantuan sistem komputer. Salah satu dari sistem komputer adalah Jaringan Saraf Tiruan (JST). Sistem jaringan saraf tiruan meniru cara kerja biologis jaringan saraf. Salah satu metode jaringan saraf tiruan yang paling umum digunakan ialah Backpropagation. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode jaringan saraf tiruan Backpropagation untuk pengenalan suara manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model arsitektur dan tingkat akurasi yang didapatkan. Pada penelitian ini mengambil pengenalan suara dikarenakan suara memiliki pola yang cukup lengkap dan unik sehingga proses identifikasi sinyal suara dibantu dengan perhitungan yang dapat mengekstraksi ciri atau fitur suara. Suara dilakukan filter untuk menghilangkan noise. Digunakan Linear Predictive Coding (LPC) untuk ekstraksi fitur suara. Selanjutnya ekstraksi fitur suara dalam bentuk domain waktu ditransformasi menjadi bentuk domain frekuensi menggunakan Fast Fourier Transform (FFT). Data suara dibagi 80% sebagai data training dan 20% sebagai data testing. Pelatihan menggunakan data training untuk mendapatkan model arsitektur jaringan saraf tiruan yang sesuai dari beberapa model parameter yang berbeda. Pelatihan dilakukan dengan menghitung nilai optimal bobot dan bias jaringan agar dapat mengenali pola suara dengan baik. Didapatkan model terbaik arsitektur jaringan saraf tiruan 64-15-1-1. Model arsitektur jaringan yang didapat diuji dengan data testing untuk menguji arsitektur dalam mengenali pola suara. Perhitungan evaluasi menggunakan K-Fold Cross Validation untuk mengetahui tingkat akurasi model arsitektur jaringan. Didapatkan nilai akurasi sebesar 0,95 terhadap data training dan 0,088886 terhadap data testing. Model arsitektur jaringan saraf tiruan sangat baik dalam mengenali suara terhadap data training dan kurang baik dalam data testing. Diharapkan metode ini dapat membantu pada proses penelitian terkait pengenalan.
ENGLISH:
Speech recognition is a process of voice identification using specific parameters taken by the sound catcher. The technology development gave rise to a problem that requires a calculation model in speech recognition to be useful in science. The calculation model is obtained by using a computer system. One of the computer systems is the Artificial Neural Network (ANN). Artificial neural network systems are imitate the biological workings of neural networks. One of the most generally used artificial neural network methods is Backpropagation. This research was performed by applying the Backpropagation artificial neural network method for human voice recognition. In this research, voice recognition is used because the voice has a sufficient complete and unique pattern so that the process of identifying voice signals is assisted by calculations which can extract the characteristics or features of the voice. The voice is filtered to remove noise. Linear Predictive Coding (LPC) is used for voice feature extraction. Then, the extracted voice features in the time domain are transformed into the frequency domain by fast Fourier transform (FFT). Voice data is divided 80% as training data and 20% as testing data. Training uses training data to get the suitable artificial neural network architecture model from a few different parameter models. Training performed by calculating the optimal value of the weight and bias of the network to recognize sound patterns well. The best model of artificial neural network architecture 64-15-1-1 is obtained. The network architecture model obtained was tested with testing data to test the architecture in recognizing voice patterns. The evaluation calculation is using K-Fold Cross Validation to determine the accuracy of the network architecture model. An accuracy value of 0.95 was obtained for the training data and 0.088886 for the testing data. The artificial neural network architecture model is best at recognizing voices on training data and poorly on testing data. Hopefully, this method can help in the research process related to recognition.
ARABIC:
التعرف على الصوت هو عملية تعريف الصوت باستخدام المعيار المعينة يتخذها ماسك الصوت. أدى تطور التكنولوجيا إلى ظهور حدث الدي يتطلب نموذجا حسابيا في التعرف على الكلام يكون مفيدا في العلوم. يتم الحصول على نموذج الحساب بمساعدة نظام الكمبيوتر. أحد أنظمة الكمبيوتر هو الشبكة العصبية الاصطناعية (JST). يحاكي نظام الشبكة العصبية الاصطناعية الأعمال البيولوجية للشبكات العصبية. واحدة من أكثر طرق الشبكات العصبية الاصطناعية شيوعا هي الانتشار العكسي. تم إجراء هذا البحث من خلال تطبيق طريقة الشبكة العصبية الاصطناعية الانتشار العكسي للتعرف على الكلام البشري. في هذه الدراسة، يتم أخذ التعرف على الصوت لأن الصوت له نمط كامل وفريد إلى حد ما بحيث يتم مساعدة عملية تحديد الإشارات الصوتية من خلال الحسابات التي يمكن أن تستخرج خصائص أو ميزات الصوت. تمت تصفية الصوت لإزالة الضوضاء. يستخدم الترميز التنبئي الخطي (LPC) لاستخراج ميزات الصوت. علاوة على ذلك، يتم تحويل استخراج ميزات الصوت في شكل مجالات زمنية إلى شكل مجالات تردد باستخدام تحويل فورييه السريع (FFT). يتم تقسيم البيانات الصوتية بنسبة 80٪ كبيانات تدريب و20٪ كبيانات اختبار. يستخدم التدريب بيانات التدريب للحصول على نموذج بنية الشبكة العصبية الاصطناعية المقابلة من عدة نماذج معلمات مختلفة. يتم التدريب عن طريق حساب القيمة المثلى لوزن الشبكة والتحيز من أجل التعرف على أنماط الصوت بشكل جيد. تم الحصول على أفضل نموذج لبنية الشبكة العصبية الاصطناعية 64-15-1-1. يتم اختبار نموذج بنية الشبكة الذي تم الحصول عليه من خلال اختبار البيانات لاختبار البنية في التعرف على أنماط الصوت. يستخدم حساب التقييم ك أضعاف التحقق المتقاطع لتحديد مستوى دقة نموذج بنية الشبكة. تم الحصول على قيمة دقة 0.95 لبيانات التدريب و 0.088886 لبيانات الاختبار. نموذج بنية الشبكة العصبية الاصطناعية جيد جدا في التعرف على الصوت مقابل بيانات التدريب وأقل جودة في اختبار البيانات. من المأمول أن تساعد هذه الطريقة في عملية البحث المتعلقة بالتعرف
Analisis rantai nilai ayam ras pedaging untuk meningkatkan daya saing (studi kasus di pt charon pokphand indonesia, tbk)
Penerapan pasar global membuat negara-negara menghapus hambatan tarif dan non-tarif. Akibatnya, produk dari berbagai negara akan semakin mudah memenuhi pasar domestik. Hal ini juga terjadi pada ayam pedaging. Meskipun Indonesia merupakan negara agraris yang dikaruniai sumber daya alam yang banyak, tetapi produksi ayam pedaging di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan negara-negara penghasil ayam pedaging (Amerika Serikat dan Brasil). Sementara permintaan akan ayam pedaging lebih tinggi dibandingkan dengan produksi ayam dalam negeri. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan ayam pedaging, pemerintah mengimpor ayam dari beberapa negara produsen. Sebetulnya kondisi ini merupakan sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan oleh peternak dalam negeri.
PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk adalah perusahaan terbesar yang bergerak di bidang perunggasan di Indonesia. Di sektor hulu, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk memproduksi pakan ayam, day old chicks (DOC), dan peralatan peternakan serta mendistibusikan obat dan vaksin. Sementara di sektor hilir, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk mengolah ayam hidup menjadi produk olahan, seperti bakso, nugget, dan sosis. Namun demikian, dengan semakin ketatnya persaingan di industri perunggasan nasional, daya saing ayam pedaging perlu ditingkatkan. Untuk mengukur daya saing pada sebuah industri, salah satunya bisa dilakukan melalui analisis rantai nilai.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan rantai nilai ayam ras pedaging yang berjalan di PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk, menganalisis pengelolaan rantai nilai, mengetahui margin pemasaran pelaku bisnis ayam pedaging di tingkat on farm dan off farm, menganalisis gap antara harapan dan performa peternak terhadap produk yang dikeluarkan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan daya saing ayam pedaging, menganalisis lingkungan internal dan eksternal, serta merumuskan peningkatan rantai nilai ayam ras pedaging sehingga bisa meningkatkan daya saing ayam pedaging, terutama di PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk.
Penelitian mengenai Analisis Rantai Nilai Ayam Ras Pedaging untuk Meningkatkan Daya Saing (Studi Kasus di PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk) ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2010 dengan mengambil lokasi di PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk beserta anak perusahaannya, yaitu PT Charoen Pokphand Jaya Farm; PT Surya Hidup Satwa International; dan PT Primafood International; serta stakeholder yang terkait, yaitu peternak (CV Pie Tiek Koe Farm).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, focus group discussion (FGD), dan wawancara mendalam (indepth interview). Responden ahli yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 9 orang direksi dan manajemen PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk, 3 orang expert, dan 2 orang peternak ahli. Sementara peternak yang dilibatkan sebagai responden untuk menentukan analisis gap sebanyak 72 orang. Analisis rantai nilai dilakukan dengan metode deskriptif, menghitung biaya dan keuntungan di sektor on farm dan off farm menggunakan analisis margin pemasaran, menentukan kesenjangan harapan dan performa peternak dengan produk yang dikeluarkan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk menggunakan analisis gap, mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap daya saing menggunakan Diamond Porter’s Metode (DM), serta perumusan strategi peningkatan rantai nilai menggunakan matriks internal eksternal dan SWOT.
PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk memiliki peran yang penting dalam rantai nilai ayam pedaging. Beserta dengan anak perusahaannya, PT Charoen Pokphand Indonesia, tbk menyuplai sapronak, yaitu DOC, pakan, vaksin dan obat, serta peralatan peternakan. Pembesaran ayam ras pedaging dilakukan oleh peternak luar/lepas yang secara fungsi maupun struktural tidak berhubungan dengan PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. Di sisi hilir, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk menampung ayam dari peternak untuk diolah menjadi ayam olahan, misalnya sosis, bakso, dan nugget. Produk olahan ayam ini didistribusikan ke minimarket, supermarket, dan restoran. Posisi tawar yang paling kuat pada rantai nilai ini adalah PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk karena sebagai market leader, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk memiliki kekuatan untuk menentukan harga sapronak dan sistem pembayarannya meskipun sebenarnya mekanisme pembentukan harga dipengaruhi oleh faktor pasar.
Tipe pengelolaan rantai nilai antara pemasok pakan, DOC, obat dan vaksin, peralatan peternakan, serta produk olahan ayam dengan konsumennya adalah market value chain. Sementara pengelolaan rantai nilai antara penyuplai daging ayam dengan restoran bersifat captive value chain. Pada analisis margin pemasaran, porsi biaya yang paling besar dalam pembesaran ayam pedaging adalah biaya pakan (57,99%), sedangkan biaya terendah adalah obat-obatan dan vaksin (2,26%). Pada pengolahan, unsur biaya yang paling besar adalah pembelian ayam hidup (57,97%) dan biaya yang paling rendah adalah tenaga kerja (3,53%). Pelaku bisnis yang mendapatkan pendapatan paling rendah adalah peternak (Rp 642,44/kg ayam hidup) dengan tingkat risiko yang cukup tinggi, yaitu mortalitas ayam yang cukup tinggi dan pemeliharaan ayam yang relatif lama (kira-kira 30 hari). Sementara pelaku bisnis yang mendapatkan pendapatan paling tinggi adalah prosesing, yaitu Rp 3.741/kg olahan ayam. Namun demikian, risiko pada prosesing juga cukup tinggi karena membutuhkan biaya investasi yang tinggi di awal usaha.
Rata-rata harapan pada analisis gap antara harapan dan performa produk yang dihasilkan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk adalah 3,57; rata-rata performa adalah 3,67; dan rata-rata gap (73,77%). Atribut yang memiliki angka terendah adalah harga pakan bersaing (63,18%); sedangkan atribut dengan nilai gap tertinggi adalah pembayaran obat dan vaksin kredit 2 bulan (88,14%). Selain itu, pada atribut DOC, variabel yang berada di bawah rata-rata gap adalah DOC tahan terhadap serangan penyakit dan kondisi cuaca buruk (70,97%); tingkat pertumbuhan DOC bagus (70,67%); harga DOC bersaing (70,20%); dan pengiriman DOC tepat waktu (69,75%). Pada atribut pakan, variabel yang berada di bawah rata-rata adalah daya simpan pakan mencapai 1 bulan (70,63%) dan harga pakan bersaing (63,18%). Pada atribut vaksin dan obat, variabel yang berada di bawah rata-rata adalah obat dan vaksin ampuh (70,07%); jenis obat dan vaksin memudahkan dalam aplikasi pemberian (71,32%); harga vaksin dan obat bersaing (70,08%); serta pengiriman obat dan vaksin tepat waktu (71,00%). Atribut peralatan peternakan yang masih berada di bawah rata-rata adalah harga peralatan peternakan bersaing (68,46%).
Faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing ayam pedaging ada empat macam, yaitu faktor kondisi: infrastruktur (3,71), sumber daya manusia (4,00), sumber daya modal (4,00), sumber daya alam (3,14), dan teknologi (3,71); faktor permintaan: jumlah pembeli (3,86), pertumbuhan permintaan (3,71), dan preferensi permintaan (2,57); persaingan industri : tingkat persaingan di industri ayam pedaging (3,14) dan strategi pesaing (2,86); industri terkait dan industri pendukung: industri pemasok sapronak (3,71), peternak mitra/mandiri (3,57), agen/distributor (3,00), dan industri pengolahan hasil (2,71); serta peran pemerintah: akses pinjaman modal (3,29), regulasi (3,14), iklim bisnis (3,43), edukasi (3,86), dan pemberantasan penyakit zoonosis (3,71).
Faktor kekuatan yang memiliki nilai bobot tertinggi pada analisis IFE yaitu layanan after sale CP Grup Indonesia bagus (0,083), sedangkan nilai bobot paling rendah adalah keuntungan pabrik pengolah ayam tinggi (0,064). Faktor kelemahan yang memiliki nilai bobot paling tinggi adalah posisi tawar peternak rendah (0,079), sedangkan faktor kelemahan paling rendah adalah sebagian besar peternak masih menggunakan kandang terbuka dan vaksin dan obat yang distribusikan PT SHS International masih impor (nilainya sama, 0,041). Pada analisis EFE (Eksternal Factor Evaluation), faktor peluang yang memiliki nilai bobot paling tinggi adalah pertumbuhan industri perunggasan naik (0,152), sedangkan faktor peluang yang memiliki nilai bobot paling rendah adalah konsumsi ayam per kapita masih rendah (0,098). Faktor ancaman yang memiliki nilai bobot paling tinggi adalah serangan wabah penyakit (0,112) dan faktor yang ancaman yang memiliki bobot nilai rendah adalah adanya produk subsitusi ayam (0,083). Nilai matriks IFE adalah 2,739 dan nilai matriks EFE adalah 3,194 sehingga posisi rantai nilai berada pada kuadran II, yaitu tumbuh dan kembangkan.
Strategi peningkatan rantai nilai yang diusulkan kepada pelaku bisnis pada rantai nilai di PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk adalah (1) product upgrading, dilakukan dengan mengoptimalkan produksi DOC dan pakan, mengembangkan produksi pakan di Pulau Kalimantan, meningkatkan kualitas ayam, menambah produksi ayam olahan, dan memperkuat manajemen stok vaksin dan obat; (2) process upgrading, dilakukan dengan mengkonversi penggunaan kandang terbuka menjadi kandang tertutup serta meningkatkan biosekuriti kandang dan lingkungan; (3) functional upgrading, dilakukan dengan membentuk kluster oleh para peternak; dan (4) channel upgrading, dilakukan dengan meningkatkan edukasi pada masyarakat tentang konsumsi daging ayam dan mempertajam strategi bisnis produk olahan ayam
Human voice recognition system with backpropagation neural network method
The system on the computer can make everything run quickly and efficiently, so that it becomes a tool in information processing. One of the computer systems is an Artificial Neural Network (ANN). Along with technological advances, events that require computational models to perform speech recognition can be useful for science, as well as for making practical applications such as voice-based security systems. Artificial neural network is a method of grouping and separating data that has a working system like a neural network in humans. Artificial neural networks can pick up patterns that have been perfectly studied and well received. Backpropagation is a systematic method for training multiple layers of artificial neural networks. The backpropagation network model is composed of an input layer, at least one hidden layer and an output layer. Voice data in the form of signals is converted into discrete data by LPC and FFT methods. The activation function used is the sigmoid function, 2 hidden layers and the number of neurons 15. Optimal training was obtained in the 4th experiment with an MSE error of 0.19413 with a time of 11 s with 678 iterations. System accuracy to training data is 90%, and accuracy to test data is 40%. This means that the level of system accuracy can run well
Hubungan self determination terhadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) area Malang
INDONESIA:
Manusia merupakan komponen/mesin yang mendasar bagi sebuah perusahaan/bisnis, disamping teknologi yang semakin canggih dan berkembang, maka diperlukan kinerja yang bagus juga untuk mengelola teknologi-yeknologi yang semakin canggih tersebut supaya bisa berjalan lebih maksimal. Bekerja juga tidak semata karena gaji atau uang, melainkan ada yang lebih penting yaitu kinerja karena peningkatan skill pribadi.
Kinerja merupakan suatu kesanggupan individu dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi yang diberikan dan dapat dilaksanakan dengan kemampuan alami atau kemampuan yang diperoleh dari proses belajar serta keinginan untuk berprestasi.
Self Determination (SDT) merupakan kemampuan kontrol perilaku yang berasal dari dalam diri individu yang bukan berasal dari luar diri individu dimana keputusan tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal dan kecenderungan individu untuk mencari pengetahuan baru tentang diri sendiri yang nantinya akan
diterapkan dalam kegiatan yang berhubungan dengan orang lain.
Penelitian dilakukan di PT. PLN (Persero) Area Malang dengan tujuan untuk mengetahui hubungan self determination terhadap kinerja karyawan. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode angket berupa skala. Skala penelitian terdiri dari dua skala yaitu self determination dan kinerja karyawan yang masing-masing terdiri dari 22 dan 18 aitem.
Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara budaya organisasi dengan kinerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Area Malang. Dengan populasi 70 karyawan dan skala yang tersebar hanya 55.
Berdasarkan analisa penelitian didapatkan hasil sebagai berikut: pada variabel budaya organisasi menghasilkan 6 karyawan (10,9%) memiliki rasa self determination yang tinggi, 43 karyawan (78,2%) memiliki self determination sedang, dan 6 karyawan (10,9%) memiliki self determination rendah. Sedangkan variabel kinerja karyawan menghasilkan 4 karyawan (7,3%) memiliki taraf tinggi, 46 karyawan (83,6%) memiliki taraf sedang, dan 5 karyawan (9,1%) memiliki taraf yang rendah.
Hasil penelitian budaya organisasi dan kinerja menghasilkan bahwa terdapat hubungan positif (Rxy 0.600; dengan sig < 0.05). Artinya, hubungan antara variabel self determination dan kinerja karyawan adalah positif signifikan dengan mendapatkan nilai 0.000 dan nilai signifikansinya Sig. (2-tailed) adalah dibawah atau lebih kecil dari 0.05. Sumbangan efektif atau daya prediksi self determination terhadap kinerja karyawan ditunjukkan dengan koefisien determinan R² = 0.360 yang berarti bahwa 36% kinerja karyawan ditentukan oleh self determination dan 64% dipengaruhi oleh faktor lain.
ENGLISH:
Human are the components / machinery that is fundamental to a company / business, as well as increasingly sophisticated technology and thrive, it needs a good performance as well as to manage the technologies that are increasingly sophisticated in order to run more optimally. Works well not only because of the salary or money, but there are more important that the performance due to an increase in personal skills.
Performance is an individual readyness in executing organizational duties which given and can be implemented with a natural ability or capacity gained from the process of learning and also desire for have achievement.
Self Determination (SDT) is the ability to control the behavior that comes from within the individual that does not come from outside the individual where decisions are not influenced by external factors and the tendency of individuals to seek new knowledge about yourself which will be applied in the activities relating to others.
The study was conducted at PT. PLN (Persero) Malang area in order to determine the relationship of self-determination on employee performance. Methods used in data collection methods in the form of scale questionnaire. Scale study consisted of two scales, namely self-determination and performance of employees, each consisting of 22 and 18 aitem.
The purpose of the study is to examine the relationship between organizational culture with employee performance. This research is quantitative research. The research was conducted at PT. PLN (Persero) Malang Area. With a population of 70 employees and a widespread scale only 55.
Based on the analysis of the study found the following results: the organizational cultural variables produce 6 employees (10.9%) had a high sense of self-determination, 43 employees (78.2%) had moderate self-determination, and 6 employees (10.9%) have low self determination. While employee performance variables produce 4 employees (7.3%) had a high level, 46 employees (83.6%) had a moderate level, and 5 employees (9.1%) had a low level. The results of organizational culture and performance yield that there is a positive correlation (Rxy 0600; with sig <0:05). That is, the relationship between the variables self-determination and positive employee performance is significant to get the value of 0.000 and significance value Sig. (2-tailed) is below or less than 0.05. Effective contribution or predictive power of self-determination to the employee performance shown by the determinant coefficient R² = 0.360, which means that 36% of the employee's performance is determined by self- determination and 64% influenced by other factor
Human voice recognition system with backpropagation neural network method
The system on the computer can make everything run quickly and efficiently, so that it becomes a tool in information processing. One of the computer systems is an Artificial Neural Network (ANN). Along with technological advances, events that require computational models to perform speech recognition can be useful for science, as well as for making practical applications such as voice-based security systems. Artificial neural network is a method of grouping and separating data that has a working system like a neural network in humans. Artificial neural networks can pick up patterns that have been perfectly studied and well received. Backpropagation is a systematic method for training multiple layers of artificial neural networks. The backpropagation network model is composed of an input layer, at least one hidden layer and an output layer. Voice data in the form of signals is converted into discrete data by LPC and FFT methods. The activation function used is the sigmoid function, 2 hidden layers and the number of neurons 15. Optimal training was obtained in the 4th experiment with an MSE error of 0.19413 with a time of 11 s with 678 iterations. System accuracy to training data is 90%, and accuracy to test data is 40%. This means that the level of system accuracy can run well
