1,721,256 research outputs found

    Analisis Yuridis Penolakan Paten Terkait dengan Penyempurnaan Invensi (Studi Kasus pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 802 K/PDT.SUS/2011)

    No full text
    Penolakan Paten Terkait Dengan Penyempurnaan Invensi memperhatikan ketentuan yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 dan Peraturan pemerintah Tahun1999. Berdasarkan peraturan yang diatur oleh UU Paten pihak yang memohonkan paten disebut sebagai Pemohon dan di mohonkan ke Direktorat Jenderal Paten. Dalam putusan penolakan, apabila pihak pemohon merasa keberatan atas keputusan oleh Direktorat Jenderal Paten tersebut dapat melakukan upaya Banding ke Komisi Banding Paten, apabila tetap ditolak dapat melakukan upaya hukum yaitu Gugatan ke Pengadilan Niaga, dan kasasi ke Mahkamah Agung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penulisan hukum normative atau penelitian hukum kepustakaan, Data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, sedangkan pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan studi hukum kepustakaan (library research). Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian penulis yaitu terhadap Putusan Mahkamah Agung dalam hal penolakan paten terkait dengan penyempurnaan invensi ini adalah dikarenakan kurang jelinya pemohon terhadap upaya hukum yang dilakukan, dimana putusan mahkamah agung sama sekali tidak membahas, ataupun menyinggung masalah objek yang dimintakan patennya, dikarenakan kesalahan pihak pemohon yang terlambat melayangkan gugatannya ke pengadilan, sesuai dengan pengaturan dalam UU Paten yaitu 3 bulan setelah penerimaan putusan penolakan dari Direktorat Jenderal.99 HalamanSkripsi Sarjan

    Penerapan Sanksi oleh Dewan Kehormatan Notaris Kota Medan (DKD) Terhadap Notaris yang Melakukan Promosi Jabatan

    No full text
    Notaris dalam menjalankan tugas jabatannya diharuskan tunduk pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (UUJN-P), Kode Etik Notaris, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Diatur dalam Pasal 4 ayat (3) Kode Etik Notaris (KEN), seorang Notaris dilarang untuk melakukan publikasi atau promosi diri, baik sendiri maupun secara bersama-sama, dengan mencantumkan nama dan jabatannya, menggunakan media cetak dan/atau elektronik. Ketentuan tersebut sangat berbeda dengan praktiknya, masih terdapat notaris yang melanggar peraturan dengan melakukan salah satu atau beberapa kegiatan yang dikategorikan sebagai publikasi atau promosi jabatan. Hal ini disebabkan pada era milenial ini, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet kini menjadi suatu kebutuhan yang mengarahkan dan memudahkan kegiatan manusia. Terdapatnya sosial media seperti Facebook, Instagram dan Twitter juga mengakibatkan mudahnya notaris mempromosikan dirinya dengan menuliskan biodata pribadi dengan mencantumkan nama dan jabatannya, hal tersebut jelas dilarang dalam kode etik akan tetapi dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana kriteria pelanggaran kode etik berupa promosi jabatan notaris yang dikategorikan melanggar kode etik, bagaimana pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Kehormatan Notaris dalam melakukan pengawasan terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan notaris, dan bagaimana penerapan sanksi yang dilakukan oleh Dewan Kehormatan Notaris terhadap notaris yang melakukan promosi jabatan di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, yang pada dasarnya merupakan penggabungan antara pendekatan hukum normatif dengan adanya penambahan berbagai hukum empiris. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria pelanggaran kode etik berupa promosi jabatan notaris yang dikategorikan melanggar kode etik, berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disebutkan bahwa, mencakup segala kegiatan notaris yang dilakukan baik sendiri maupun secara bersama-sama, dengan mencantumkan nama dan jabatannya menggunakan sarana media cetak dan/atau elektronik dalam bentuk iklan, ucapan selamat, ucapan belasungkawa, ucapan terima kasih kegiatan pemasaran, kegiatan sponsor, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun olahraga. Dewan Kehormatan Daerah Kota Medan dalam melakukan pengawasan terhadap notaris yang melakukan pelanggaran kode etik, dilakukan dengan 3 (tiga) cara. Yaitu; dengan laporan dari masyarakat, dengan laporan dari sesama rekan notaris dan dengan adanya temuan dari Dewan Kehormatan Daerah sendiri. Penerapan sanksi yang dilakukan oleh Dewan Kehormatan Notaris Daerah (DKD) terhadap notaris yang melakukan promosi jabatan di kota medan yaitu memberikan sanksi dalam bentuk teguran, peringatan, pemecatan sementara, pemecatan, dan pemberhentian dengan tidak hormat dari keanggotaan perkumpulan. Pemberian sanksi oleh Dewan Kehormatan Notaris Daerah atas pelanggaran kode etik kepada Notaris dalam menjalankan jabatannya, belum efektif, dikarenakan sanksi yang diberikan tidak memberikan efek jera.135 HalamanTesis Magiste

    Tinjauan Yuridis atas Alasan Kealpaan dalam Wanprestas Kontrak (Studi Terhadap Putusan Nomor 74/PDT.G/2018/PN.JMB)

    No full text
    Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan akibat hukum yang akan timbul, ketika salah satu pihak tidak melaksanakan isi kontrak yang disebabkan oleh kelalaian atau kealpaannya hingga membuat pihak lainnya menderita kerugian. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini adalah karena hukum kontrak Indonesia tidak membedakan wanprestasi yang terjadi karena kesengajaan maupun kelalaian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian yuridis normatif. Penelitian yuridis normatif ini dilakukan dengan cara menganalisis putusan nomor 74/Pdt.G/2018/PN.Jmb yang kemudian dianalisis menggunakan bahan-bahan hukum terkait keberlakuan norma-norma hukum kontrak di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak yang dianggap telah melakukan wanprestasi yang timbul karena kelalaiannya tetap diwajibkan untuk membayar ganti rugi atas kerugian yang telah ia timbulkan. Hal ini dikarenakan sudah adanya kerugian yang dialami oleh pihak lain dalam kontrak. Berdasarkan hukum kontrak yang berlaku Indonesia, yakni KUH Perdata, setiap pihak yang telah terbukti melakukan perbuatan yang tidak semestinya dilakukan hingga timbulnya kerugian, baik yang dilakukan secara sengaja maupun yang terjadi karena adanya kealpaan tetap dinyatakan melakukan wanprestasi.114 HalamanSkripsi Sarjan

    Tinjauan Yuridis Atas Tindakan Debitur yang Menolak Pengosongan Barang Jaminan yang Dieksekusi oleh Bank

    No full text
    In banking credit system, the creditor performs a survey in order to find out the administration completeness of debtor’s personal identity, characters, occupational prospect, income, etc., by using 4P and 5C methods. Before extending the credit, the creditor carries out a binding agreement of mortgage for debtor’s immovable property in order to keep safe the implementation of the credit. However, a mortgage does not guarantee that the extending of credit does not have any problem. The problem of nonperforming credit is still faced by the creditor as the mortgagee. When a debtor is declared default, the object of the hypothecation (mortgage) is executed by the creditor after getting fiat (permit) for execution by the District Court. The research used judicial normative and descriptive analytic methods by analyzing the prevailing legal provisions, laws, and regulations on legal protection for creditor as the mortgagee as it is stipulated in Law No. 4/1996 and in law of civil procedure (Rechtsreglement voor de Buitengewesten or RBg) on confiscation. The research was supported by interviews with the parties concerned such as the staffs who handle credit extension and nonconfirming credit in PT Bank UOB Indonesia, TBk Cabang Batam As the creditor and the mortgagee, notaries, and the bailiff of Batam District Court. The result of the research shows that the execution procedure of the mortgage which is bound by hypothecation, related to legal protection for the bank as the creditor when a debtor is default in paying off his credit, is by giving warning three times, followed by summons three times to the debtor by the attorney as the representation of the creditor. Besides that, the creditor also does persuasive approach toward the debtor although the latter usually ignores it. After all warnings, summons, and persuasive approach are ignored by the debtor, the creditor then gets the fiat (permit) from Batam District Court to do execution on the mortgage. In the process of the execution, the debtor’s rights are guaranteed and protected. In the execution and the auction of the mortgage, the creditor only gets his loan back, and the rest of the credit should be returned to the debtor. Besides that, the implementation of the execution is carried out after the debtor is given the authority to sell the mortgage but fails. When the debtor refuses to submit the mortgage in the possible means after getting fiat (permit) from Batam District Court by asking help from the bailiff of Batam District Court and the Batam City Subregional Police in the process of the execution since the mortgage now belongs to the creditor as the mortgagee.Dalam suatu kredit perbankan, pihak bank selaku kreditur pada umumnya akan melakukan pengikatan jaminan yang dalam penelitian ini adalah jaminan hak tanggungan untuk mengamankan penyaluran kreditnya tersebut sesuai ketentuan UUHT No. 4 Tahun 1996. Meskipun pelaksanaan pemberian kredit telah diikat dengan jaminan hak tanggungan namun pelaksanaanya tetap mengalami permasalahan dalam hal pembayaran kreditur oleh debitur. Apabila debitur telah dinyatakan wanprestasi maka kreditur berhak melakukan eksekusi terhadap objek jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penelitian ini membahas mengenai : 1) Prosedur eksekusi barang jaminan yang diikat dengan Hak Tanggungan berkaitan dengan perlindungan hukum bagi bank selaku kreditur, 2) Hak debitur bila terjadi eksekusi terhadap objek Hak Tanggungan, 3) Tindakan kreditur apabila debitur menolak pengosongan objek jaminan Hak Tanggungan. Jenis penelitian tesis ini menggunakan penelitian hukum normatif, yang bersifat deskriptif analitis, dimana pendekatan terhadap permasalahan dilakukan dengan mengkaji ketentuan peratuarn perundang-undangan yang berlaku mengenai hukum Hak Tanggungan, hukum kredit perbankan sebagaimana dimuat di dalam UUHT No. 4 Tahun 1996, dan Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan untuk memaparkan dan menganalisa permasalahan yang ada dalam penelitian ini dalam upaya mencari solusi sebagai jawaban yang benar dalam menjawab permasalahan tersebut. Penelitian ini juga didukung dengan wawancara dengan pihak-pihak terkait yaitu pejabat bagian kredit dan penanganan masalah kredit macet di PT Bank UOB Indonesia, Tbk Cabang Batam sebagai kreditur pemegang hak tanggungan, notaris dan juru sita Pengadilan Negeri Batam. Dari hasil penelitian diketahui prosedur eksekusi objek jaminan hak tanggungan adalah apabila debitur telah dinyatakan wanprestasi dalam pembayaran kewajiban hutangnya yang ditandai dengan pemberian surat peringatan oleh kreditur sebanyak 3 kali dan somasi dari pengacara yang mewakili kreditur sebanyak 3 kali. Disamping itu kreditur juga telah melakukan pendekatan secara persuasif kepada debitur, namun tindakan-tindakan yang diambil oleh kreditur tersebut tidak diindahkan oleh debitur. Setelah memperoleh fiat (ijin) Pengadilan Negeri Batam kreditur melakukan eksekusi dengan kekuasaan sendiri terhadap objek jaminan hak tanggungan tersebut. Di dalam pelaksanaan eksekusi yang dilakukan oleh kreditur maka hak-hak debitur pemberi hak tanggungan tetap harus dilindungi, dimana setelah dilakukan eksekusi dan dilakukan lelang atas objek jaminan hak tanggungan tersebut maka kreditur berhak mengambil pelunasan piutangnya dan kelebihan dana lelang objek jaminan hak tanggungan tersebut bila ada wajib dikembalikan kepada debitur. Sebelum dilakukan pelaksanaan eksekusi debitur diberi kewenangan untuk menjual sendiri objek hak tanggungan tersebut namun gagal. Pelaksanaan eksekusi objek hak tanggungan memperoleh perlawanan dari debitur sehingga kreditur melakukan upaya paksa setelah memperoleh fiat (ijin) eksekusi dari Pengadilan Negeri Batam dengan meminta bantuan juru sita Pengadilan Negeri Batam dan juga aparat kepolisian kota Batam. Kreditur sebelum melakukan eksekusi hak tanggungan hendaknya melakukan negosiasi terhadap kreditur sehingga tidak terjadi perlawanan pada saat dilaksanakannya eksekusi objek hak tanggungan tersebut. Dalam pelaksanaan eksekusi objek jaminan hak tanggungan kreditur hendaknya menghormati hakhak debitur sehingga dalam pelaksanaan eksekusi tidak merugikan kepentingan kreditur. Hendaknya kreditur terlebih dahulu menggunakan pendekatan dan negosiasi kepada debitur semaksimal mungkin sehingga upaya perlawanan debitur saat pelaksanaan eksekusi dapat ditekan semaksimal mungkin dan pelaksanaan eksekusi dapat berjalan dengan lancar.192 HalamanTesis Magiste

    Tanggung Jawab Pengelola Mal terhadap Pelanggaran Hak Cipta yang Dilakukan oleh Penyewa Menurut Undang –Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab pengelola mal terhadap pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh penyewa. Dalam hal ini, pengaturan mengenai hukum hak cipta di Indonesia telah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana pengaturan hukum hak cipta di Indonesia, bagaimana mengetahui pelanggaran hak cipta di mal dan bagaimana tanggung jawab pengelola mal terhadap pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh penyewa di tempat perdagangan yang dikelolanya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hukum normatif yaitu dengan mencari data sekunder dengan mengacu kepada peraturan-peraturan yang ada sesuai dengan bidang kajian ilmu hukum dengan jalan meneliti bahan pustaka atau data sekunder yang terkait dengan permasalahan dalam skripsi ini. Keseluruhan data tersebut akan dikumpulkan dengan menggunakan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan realitas sosial dari fakta-fakta yang diketemukan, untuk selanjutnya dilakukan upaya analisis dengan mendasarkan kepada teori-teori yang terdapat dalam disiplin ilmu hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pihak yang membiarkan, mendukung, ataupun melakukan pelanggaran hak cipta akan dikenai sanksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dalam Pasal 10 pengelola mal tidak dibenarkan dengan alasan apapun untuk membiarkan penyewanya memperjualbelikan atau melakukan penggandaan barang hasil pelanggaran hak cipta di malnya. Bagi pengelola mal yang membiarkan penyewanya untuk memperjual belikan barang-barang hasil pelanggaran hak cipta baik dengan sengaja ataupun tidak sengaja, maka akan dikenai Pasal 114 UUHC, sehingga akan dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).126 HalamanSkripsi Sarjan

    Perlindungan Hukum Rahasia Dagang setelah Berakhirnya Perjanjian Kerja (Studi Kasus Putusan MA No. 1713K/PDT/2010)

    No full text
    In this era of globalization, various ways done by individuals or companies to gain profit, one of them by obtaining information that has economic value (trade secrets) regardless of its legality. Which leaked information from a company can give a loss to a company, for example Supreme Court Decision Number 1713K / Pdt / 2010 between PT. Basuki Pratama Engineering against PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia, with infringement of trade secrets of PT. Basuki Pratama Engineering by PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia. The problem in writing this Thesis is Why trade secrets need to be kept confidential. How to apply and link the protection of a company's trade secret through an employment agreement. How to protect trade secret law after the termination of the employment agreement. The research method used for this thesis is normative research, that is research method which is research in the form of inventory of applicable legislation, trying to find principles or basic philosophy of the law - the invitation or research in the form of legal discovery effort appropriate to a case certain. In terms of data collection, the author uses literature research methods and field research methods. From the research results can be concluded Trade secrets owned by the company or perseorang have commercial value, so it is a company asset and perseorang very valuable. Violation of trade secrets may provide both material and immaterial damages to the owner. Therefore required work agreement is made with the aim that employees who work in companies do not divulge a company's trade secrets. In general, proof of infringement on trade secrets is very difficult, violations proven after the existence of the same trade secrets existing to the owner, the form of protection provided is to make employment agreements against employees with non-disclosure clauses, as well as with litigation. Where the role of government is very important in upholding justice for violations of trade secrets.Pada era globalisasi ini, berbagai cara dilakukan oleh perorangan atau perusahaan untuk mendapatkan keuntungan, salah satunya dengan mendapatkan informasi yang memiliki nilai ekonomis (rahasia dagang) tanpa memperdulikan legalitasnya. Yang mana bocornya informasi tersebut dari suatu perusahaan dapat memberikan kerugian pada suatu perusahaan, sebagai contoh Putusan MA Nomor 1713K/Pdt/2010 antara PT. Basuki Pratama Engineering melawan PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia, dengan kasus pelanggaran rahasia dagang milik PT. Basuki Pratama Engineering oleh PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia. Permasalahan dalam penulisan Tesis ini adalah Mengapa rahasia dagang perlu dijaga kerahasiaannya. Bagaimana penerapan dan kaitan perlindungan rahasia dagang suatu perusahaan melalui perjanjian kerja. Bagaimana perlindungan hukum rahasia dagang setelah berakhirnya perjanjian kerja. Metode penelitian yang digunakan untuk tesis ini adalah penelitian secara normatif, yaitu metode penelitian yang penelitian berupa inventarisasi perundang - undangan yang berlaku, berupaya mencari asas - asas atau dasar falsafah dari perundang - undangan tersebut atau penelitian yang berupa usaha penemuan hukum yang sesuai dengan suatu kasus tertentu. Dalam hal pengumpulan data, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan dan metode penelitian lapangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Rahasia dagang yang dimiliki oleh perusahaan maupun perseorang memiliki nilai komersial, sehingga merupakan aset perusahaan maupun perseorang yang sangat bernilai. Pelanggaran terhadap rahasia dagang dapat memberikan kerugian baik secara material maupun immaterial terhadap pemilik. Oleh karena itu diperlukan perjanjian kerja dibuat dengan tujuan agar karyawan yang bekerja di perusahaan tidak membocorkan rahasia dagang suatu perusahaan. Pada umunya, pembuktian pelanggaran terhadap rahasia dagang sangat sulit, pelanggaran terbukti setelah terdapat kesamaan macam rahasia dagang yang ada pada pemilik, bentuk perlindungan yang diberikan adalah dengan membuat perjanjian kerja terhadap karyawan dengan klausul Non-Disclosure, maupun dengan proses pengadilan. Dimana peran pemerintah sangat penting dalam menegakkan keadilan atas pelanggaran rahasia dagang.139 HalamanTesis Magiste

    Penipuan Short Message Service (SMS) Terhadap Konsumen Provider Telepon Seluler Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen

    No full text
    Kemajuan teknologi khususnya di bidang telekomunikasi berkembang sangat pesat. Produk/alat komunikasi yang diciptakan salah satunya adalah telepon seluler/handphone. Perkembangan teknologi ini tidak menutup kemungkinan terjadinya penipuan short message service (SMS) melalui telepon seluler terhadap konsumen. Kehadiran Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen sebagai bentuk dalam melindingi konsumen atas penipuan melalui SMS. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana hak-hak konsumen provider telepon seluler, selanjutnya bagaimana perlindungan terhadap informasi dan data pribadi konsumen provider telepon seluler, serta bagaimana upaya perlindungan hukum bagi konsumen atas penipuan melalui short message service (SMS). Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian hukum yuridis normatif, yakni dengan mengumpulkan data dari berbagai referensi baik melalui buku-buku, perundang-undangan, website, dan sumber-sumber referensi lain. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hak-hak konsumen provider telepon seluler mengacu kepada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Sedangkan perlindungan terhadap informasi dan data pribadi tidak diatur secara khusus, namun secara parsial telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selanjutnya upaya perlindungan hukum bagi konsumen provider telepon seluler atas penipuan yang dilakukan melalui SMS, dapat berupa upaya hukum preventif dan upaya hukum represif, serta dapat dilakukan tindakan-tindakan pencegahan atas terjadinya penipuan melalui SMS.101 HalamanSkripsi Sarjan

    Perlindungan Hukum Rahasia Dagang setelah Berakhirnya Perjanjian Kerja (Studi Kasus Putusan MA No. 1713K/PDT/2010)

    No full text
    In this era of globalization, various ways done by individuals or companies to gain profit, one of them by obtaining information that has economic value (trade secrets) regardless of its legality. Which leaked information from a company can give a loss to a company, for example Supreme Court Decision Number 1713K / Pdt / 2010 between PT. Basuki Pratama Engineering against PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia, with infringement of trade secrets of PT. Basuki Pratama Engineering by PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia. The problem in writing this Thesis is Why trade secrets need to be kept confidential. How to apply and link the protection of a company's trade secret through an employment agreement. How to protect trade secret law after the termination of the employment agreement. The research method used for this thesis is normative research, that is research method which is research in the form of inventory of applicable legislation, trying to find principles or basic philosophy of the law - the invitation or research in the form of legal discovery effort appropriate to a case certain. In terms of data collection, the author uses literature research methods and field research methods. From the research results can be concluded Trade secrets owned by the company or perseorang have commercial value, so it is a company asset and perseorang very valuable. Violation of trade secrets may provide both material and immaterial damages to the owner. Therefore required work agreement is made with the aim that employees who work in companies do not divulge a company's trade secrets. In general, proof of infringement on trade secrets is very difficult, violations proven after the existence of the same trade secrets existing to the owner, the form of protection provided is to make employment agreements against employees with non-disclosure clauses, as well as with litigation. Where the role of government is very important in upholding justice for violations of trade secrets.Pada era globalisasi ini, berbagai cara dilakukan oleh perorangan atau perusahaan untuk mendapatkan keuntungan, salah satunya dengan mendapatkan informasi yang memiliki nilai ekonomis (rahasia dagang) tanpa memperdulikan legalitasnya. Yang mana bocornya informasi tersebut dari suatu perusahaan dapat memberikan kerugian pada suatu perusahaan, sebagai contoh Putusan MA Nomor 1713K/Pdt/2010 antara PT. Basuki Pratama Engineering melawan PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia, dengan kasus pelanggaran rahasia dagang milik PT. Basuki Pratama Engineering oleh PT. Hitachi Construction Machinery Indonesia. Permasalahan dalam penulisan Tesis ini adalah Mengapa rahasia dagang perlu dijaga kerahasiaannya. Bagaimana penerapan dan kaitan perlindungan rahasia dagang suatu perusahaan melalui perjanjian kerja. Bagaimana perlindungan hukum rahasia dagang setelah berakhirnya perjanjian kerja. Metode penelitian yang digunakan untuk tesis ini adalah penelitian secara normatif, yaitu metode penelitian yang penelitian berupa inventarisasi perundang - undangan yang berlaku, berupaya mencari asas - asas atau dasar falsafah dari perundang - undangan tersebut atau penelitian yang berupa usaha penemuan hukum yang sesuai dengan suatu kasus tertentu. Dalam hal pengumpulan data, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan dan metode penelitian lapangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Rahasia dagang yang dimiliki oleh perusahaan maupun perseorang memiliki nilai komersial, sehingga merupakan aset perusahaan maupun perseorang yang sangat bernilai. Pelanggaran terhadap rahasia dagang dapat memberikan kerugian baik secara material maupun immaterial terhadap pemilik. Oleh karena itu diperlukan perjanjian kerja dibuat dengan tujuan agar karyawan yang bekerja di perusahaan tidak membocorkan rahasia dagang suatu perusahaan. Pada umunya, pembuktian pelanggaran terhadap rahasia dagang sangat sulit, pelanggaran terbukti setelah terdapat kesamaan macam rahasia dagang yang ada pada pemilik, bentuk perlindungan yang diberikan adalah dengan membuat perjanjian kerja terhadap karyawan dengan klausul Non-Disclosure, maupun dengan proses pengadilan. Dimana peran pemerintah sangat penting dalam menegakkan keadilan atas pelanggaran rahasia dagang.139 HalamanTesis Magiste

    Analisis Yuridis Terhadap Penerapan Pasal 35 Undang-Undang Jabatan Notaris Berkaitan Penyerapan Protokol Notaris yang Telah Meninggal Dunia di Kota Medan

    No full text
    Menurut Pasal 8 ayat (1) UUJN bahwa Notaris bisa berhenti atau diberhentikan dari jabatannya dikarenakan meninggal dunia. Pasal 35 Undangundang Jabatan Notaris berbunyi bahwa apabila Notaris meninggal dunia ada kewajiban keluarga atau ahli waris Notaris yang harus dilaksanakan, yaitu berkewajiban untuk memberitahukan kepada Majelis Pengawas Daerah bahwa Notaris yang bersangkutan telah meninggal dunia. Pemberitahuan tersebut sangat penting untuk Majelis Pengawas Daerah agar bisa segera mengambil tindakan untuk mengetahui keberadaan protokol Notaris dan bisa dilakukan penyerahan protokol notaris kepada pemegang protokol. Dikarenakan Protokol Notaris adalah arsip negara yang harus disimpan dan dipelihara oleh Notaris. Namun dari ketentuan yang sudah jelas diatur oleh Undang-undang Jabatan Notaris sangat berbeda dengan praktiknya di masyarakat. Keluarga atau ahli waris Notaris belum menjalankan dengan baik kewajiban yang sudah diatur di dalam Undang-undang Jabatan Notaris. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Yaitu penelitian yang berupaya untuk menggambarkan, memaparkan dan menganalisis permasalahan yang timbul, kemudian mencari jawaban yang benar sebagai jalan keluar dari permasalahan tersebut. Bahan hukum yang digunakan yakni bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dan pedoman wawancara. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pasal 35 ayat (1), (2) UUJN dalam hal penyerahan protokol Notaris yang telah meninggal dunia belum sesuai dengan yang diharapkan, sedangkan pasal 35 ayat (3), (4), dan (5) belum pernah dilaksanakan dan belum pernah diatasin dan ditangani oleh Majelis Pengawas Daerah Kota Medan dikarenakan peristiwanya belum pernah terjadi di Kota Medan. Faktor-faktor yang menjadi pemicu kendala dalam penyerahan protokol Notaris yang telah meninggal dunia di Kota Medan yaitu Keluarga/ahli waris dari Notaris yang bersangkutan tidak memberitahukan kepada dari Majelis Pengawas Daerah Kota Medan bahwasanya Notaris tersebut telah meninggal dunia, kemudian Ketidaktahuan dan ketidakmengertian keluarga/ahli waris Notaris terhadap protokol Notaris dan dari Majelis Pengawas Daerah Kota Medan kesulitan dan kesusahan dalam mencari keluarga/ahli waris dari Notaris yang meninggal dunia. Adapun Upaya untuk mengatasi kendala yang terjadi dalam penerapan Pasal 35 Undang-undang Jabatan Notaris tentang penyerahan protokol Notaris yang telah meninggal dunia di Kota Medan dalam penelitian ini, yaitu upaya dari Majelis Pengawas Daerah, Upaya dari Keluarga atau Ahli waris Notaris yang bersangkutan, dan upaya dari calon pemegang protokol Notaris.148 HalamanTesis Magiste

    Analisis Yuridis Akibat Hukum dari Buku Daftar Akta Notaris yang Tidak Ditandatangani dan di Paraf Kepada Majelis Pengawas Daerah

    No full text
    Dalam pasal 58 angka 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Perubahan Atas Undang- Undang nomor 30 Tahun 2004 tentang Peraturan Jabatan Notaris, Notaris membuat daftar akta, daftar surat dibawah tangan, daftar surat dibawah tangan yang dibukukan dan daftar surat lain yang diwajibkan oleh Undang- Undang lain. Daftar akta adalah lapolaran bulanannya oleh Notaris kepada Majelis Pengawas Daerah sesuai dengan Daerah kerja Notaris. Permasalahan dalam penelitian ini Bagaimana pengaturan tugas dan kewenangan majelis pengawas Daerah menurut Undang- undang Jabatan Notaris Nomor 2 Tahun 2014 Perubahan atas Undang- undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. Pengaturan tentang Buku Daftar akta menurut ketentuan Undang undang Jabatan Notaris Nomor 2 Tahun 2014 Perubahan atas Undang- undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. akibat hukum terhadap buku daftar akta Notaris yang tidak ditandatangani dan diparaf oleh Majelis Pengawas Daerah Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis normatif, sumber data yang digunakan data sekunder , yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian melalui kepustakaan ( library research), penelitian lapangan, dan alat pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas dan wewenang Majelis pengawas Daerah adalah menyelenggarakan sidang untuk memeriksa adanya dugaan pelanggaran kode etik notaris atau pelanggaran pelaksanaan jabatan notaris, dalam melakukan pemeriksaan terhadap protokol notaris secara berkalasatu kali dalam satu tahunatau setiap waktu yang dianggap perlu sebagaimana diatur dalam pasal 70 Undang- undang nomor 2 tahun 2014 perubahan atas undang- undang nomor 30 tahun 2004 tentang jabatan notaris. Pengaturan tentang buku daftar akta diatur dalam pasal 58 undang- undang nomor 2 tahun 2014 perubahan atas undang- undang nomor 30 tahun 2004 tentang jabatan Notaris, Notaris wajib membuat daftar akta, daftar surat dibawah tangan yang disahkan, daftar surat dibawah tangan yang dibukukan, dan daftar surat lain yang diwajibkan undang- undang. Akibat hukum dari buku daftar akta yang tidak ditandatangani dan diparaf oleh MPD tidak merubah sifat keotentikan akta tersebut, akan tetapi menimbulkan sanksi terhadap Notaris yang di atur dalam pasal 65A Undang- undang nomor 2 tahun 2014 perubahan atas undang- undang nomor 30 tahun 2004 Kesimpulan dalam penelitian menunjukkan bahwa Tugas dan wewenang Majelis Pengawas Daerah adalah menyelenggarakan sidang untuk memeriksa adanya dugaan pelanggaran kode etik notaris atau pelanggaran pelaksanaan jabatan Notaris, melakukan pemeriksaan terhadap protokol notaris secara berkala satu kali dalam satu tahun atau setiap waktu yang dianggap perlu.Notaris wajib mebuat buku daftar akta yang diatur dalam Undang-undang, akibat hukum buku daftar yang tidak ditandatangani tidak mengubah sifat akta namun menimbulkan sanksi terhadap notaris.Article 58, figure 1 of Law No. 2/2014 on the Amendment of Law No. 30/2004 on Notarial Position states that a Notary makes the list of deeds, the list of underhanded documents, the list of booked and underhanded deeds, and the other documents required by the laws. The list of deeds is a monthly report to the MPD (Regional Supervisory Council) in a Notary’s work place. The research problems are how about the regulation on the tasks and the authority of MPD according to Law No. 2/2014 on the Amendment of Law No. 30/2004 on Notarial Position, how about the regulation on the List of Deeds according to UUJN (Notarial Act) No. 2/2014 on the Amendment of Law No. 30/2004 on Notarial Position, and about legal consequence of unsigned and not initialed by MPD. The research used juridical normative method. Secondary data were obtained from primary, secondary, and tertiary legal materials. They were gathered by conducting library research, field research, documentary study, and interviews. The gathered data were analyzed qualitatively. The result of the research shows that the task and authority of MPD are organizing meetings to identify whether there is violation against the Code of Ethics by a Notary or against Notarial implementation. Auditing notarial protocol in one time scale yearly or in any time which is considered necessary as it is stipulated in Article 70 of Law No. 2/2014 on the Amendment of Law No. 30/2004 on Notarial Position. The book of the List of Deeds is regulated in Article 58 of Law No. 2/2014 on the Amendment of Law No. 30/2004 on Notarial Position. A Notary is required to make the list of deeds, the list of underhanded documents, the list of booked and underhanded deeds, and the other documents required by the laws. The legal consequence of the list of deeds unsigned and not initialed by MPD is that it will not change their authenticity and will cause impose the sanction on the Notary as it is stipulated in Article 65A of Law No. 2/2014 on the Amendment of Law No. 30/2004. MPD are organizing meetings for auditing whether violation against the Code of Ethics by a Notary or against Notarial implementation and auditing notarial protocol in one time scale yearly or in any time which is considered necessary. A Notary is required to make the list of deeds stipulated by law. The legal consequence of the list of deeds unsigned ad not initialed is not they will not cause the change their nature, but they will cause the imposition sanction on the Notary.129 HalamanTesis Magiste
    corecore