28 research outputs found

    ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL, BEBAN KERJA FISIK DAN KANTUK PADA PETUGAS KEAMANAN PERGURUAN TINGGI “ABC” DENGAN MENGGUNAKAN NASA TLX DAN KSS

    No full text
    Petugas Keamanan merupakan karyawan yang bertugas menjaga area kerja lapangan secara penuh. Kehadiran Petugas keamanan menjadi penting pada beberapa instansi, termasuk perguruan tinggi. Bekerja sebagai petugas keamanan menjadi sebuah tantangan bagi para pekerja terkait jam kerja dan karakteristik pekerjaan. Dalam bekerja, petugas keamanan menggunakan system shift. Sistem shift tentu saja berpengaruh pada ritme circadian manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kerja mental, fisik, dan tingkat kantuk petugas keamanan perguruan tinggi berdasarkan waktu kerja(shift). Metode penelitian yang digunakan adalah NASA TLX dan KSS. NASA TLX merupakan instrumen yang digunakan dalam mengukur Beban Kerja Mental dan Fisik, sedangkan KSS merupakan instrumen dalam mengevaluasi tingkat kantuk dalam skala subjektif. Hasil penelitian berdasarkan NASA TLX menyatakan bahwa beban kerja yang dialami oleh petugas keamanan Universitas “ABC” pada shift pagi adalah 50% berada dalam kategori Sangat Tinggi, dengan Aspek tertinggi pada Effort.  Pada Shift malam, 80% menyatakan dalam kategori beban kerja yang Sangat Tinggi, dengan Aspek tertinggi pada Effort. Sementara berdasarkan tingkat kantuk dengan menggunakan KSS menunjukkan bahwa shift malam dengan  rata-rata 8.4 adalah tinggi

    ANALISIS POSTUR KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE NORDIC BODY MAP DAN NASA-TLX PADA KARYAWAN UKM UCONG TAYLOR BANDUNG

    No full text
    Ucong Taylor adalah UKM yang bergerak dalam bidang jasa, tepatnya industri fashion. Industri fashion merupakan industri yang sangat dinamis, dan cepat sekali perubahannya. Ucong taylor kini memiliki 5 orang karyawan. Pada setiap lini kegiatan dan aktivitas yang dilakukan pekerja di Ucong Taylor menggunakan tenaga Manusia dan Mesin. Dengan demikian, pekerja rentan terdampak gangguan atau bahkan cedera. Cedera tersebut dapat terjadi karena adanya keaslahan dalam postur kerja ataupun sikap kerja sebagaimana seharusnya. Postur kerja yang kurang baik dapat menyebakan kelelahan. Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui  postur kerja karyawan dengan menggunakan metode Nordic Body Map  dan NASA-TLX pada karyawan UKM Ucong Taylor Bandung. Hasil Penelitian dengan NASA TLX menemukan bahwa karyawan merasakan beban kerja paling tinggi pada Mental Demand dan Frustation Level. Secara merata, kondisi pengukuran dengan NBM mendapatkan pada sesudah bekerja meningkat dibandingkan sebelum bekerja dengan yang tertinggi adalah Punggung, pinggang dan pantat. Dilakukan uji korelasi untuk melihat korelasi hubungan antara  Masa Kerja dengan Hasil Keluhan dalam NBM dengan hasil  0,89, yang berarti bahwa masa kerja memiliki korelasi sangat kuat terhadap keluhan MSDs

    Analisis Beban Kerja Karyawan Di Perusahaan Konveksi Al-Hasri Garut

    No full text
    Perusahaan konveksi Al-Hasri Garut merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konveksi kerudung dengan skala produksi yang cukup besar. Selama proses produksi berlangsung sering terjadi keadaan dimana waktu produksi menjadi lebih panjang dari yang sudah dijadwalkan. Sehingga untuk mengetahui beban kerja yang dirasakan oleh para operator jahit maka dilakukan pengukuran dengan menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL) dan (National Aeronautics and Sapace Administration Task Load index) NASA-TLX. Metode Cardiovascular Load (CVL) merupakan metode yang digunakan untuk pengukuran denyut nadi sebelum dan sesudah bekerja sedangkan (National Aeronautics and Sapace Administration Task Load index) NASA-TLX merupakan metode yang digunakan dalam menganalisis beban kerja mental yang dirasakan pekerja sebagai efek dari pekerjaan.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada 30 operator jahit didapatkan hasil pengukuran beban kerja fisik dengan metode CVL terdapat sebagian operator yang mengalami kelelahan ringan sebanyak 10% dengan tingkat denyut nadi berada pada rentang 30% - ≤ 60%, dan untuk 90% operator dinyatakan tidak mengalami kelelahan, hal ini didasari dengan hasil perhitungan rata-rata CVL yaitu sebesar 20% yang kemudian dibandingkan dengan katogori beban kerja menurut pernyataan Suma’mur P.K (1996) dalam Tarwaka (2004), yang menyatakan bahwa persentase tersebut masuk kedalam rentang kategori 0-30% yang artinya operator tidak mengalami kelelahan secara fisik. Sedangkan dengan metode NASA-TLX didapatkan empat dari enam indikator pengukuran beban kerja dikategorikan sangat tinggi dan dua lainnya dikategorikan tinggi dengan hasil rata-rata pengukuran beban kerja mental sebesar 81,26 yang berarti terjadi kelelahan secara mental terhadap operator jahit. Adapun faktor yang menyebabkan timbulnya beban kerja adalah keterbatasan waktu penyelesaian, ketelitian operator serta banyaknya model kerudung yang dijahit.Kata kunci: Cardiovascular Load (CVL), National Aeronautics and Sapace Administration Task Load index( NASA-TLX)

    Analisis Efektivitas Mesin XYZ dengan Metode Overall Equipment Effectiveness

    No full text
    PT.XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi mesin serta material untuk minuman kemasan, satu line mesin XYZ ini terdiri dari 4 mesin yaitu mesin filler, buffer, straw dan traypacker.mesin ini memiliki kapasitas produksi 24000 packs/jam, namun saat produksi mesin ini memiliki permasalahan pada efektivitas yang rendah, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas mesin XYZ serta menganalisis masalah yang terjadi untuk dijadikan perbaikan peningkatan efektivitas mesin XYZ. Metode yang digunakan untuk menganalisis kurangnya efektivitas pada mesin XYZ adalah metode overall equipment effectiveness (OEE), pengolahan data yang dilakukan dalam metode ini menghitung nilai avaibility, performance, rate of quality dari ketiga nilai tersebut dihitung nilai OEE untuk mengetahui efektivitas mesin XYZ. Presentase nilai OEE pada mesin XYZ didapatkan hasil pada tahun 2019 56,46% , tahun 2020 62,8% serta  tahun 2021 60,07%, dengan nilai tersebut maka mesin XYZ masih berada di bawah nilai standar OEE yaitu 85%, permasalahan tersebut diakibatkan oleh nilai performance mesin yang berada di bawah standar dengan hasil nilai performance pada tahun 2019 sebesar 62,27%, tahun 2020 69,46% dan tahun 2021 sebesar 66,8% karena nilai standar pada performance mesin adalah sebesar 95% dari hasil analisis permasalahan didapatkan masalah utama penurunan nilai efisiensi diakibatkan oleh material, mesin serta pekerja

    ANALISIS TINGKAT KELELAHAN PEMBELAJARAN DARING DALAM MASA COVID-19 DARI ASPEK BEBAN KERJA MENTAL (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Sangga Buana)

    No full text
    Pandemi Covid-19 pada dewasa ini cukup berdampak pada duinia pendidikan, penyesuaian metode pembelajaran pada masa pandemi ini memicu keluhan dari peserta didik salah satunya adalah beban kerja yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kelelahan dan seberapa besar tingkat kelelhana melalui karakteristik beban kerja pada mahasiswa Universitas Sangga Buana. Objek dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa Teknik Industri kelas Reguler Pagi dan Reguler Sore Angkatan Tahun 2016 sampai 2019. Pengukuran beban kerja menggunakan kuesioner NASA-TLX, pengukuran tingkat kelelahan menggunakan kuesioner SOFI, dan pengukuran tingkat kantuk menggunakan kuesioner ESS. Uji statistik yang digunakan adalah Uji One Way ANOVA (Analysis of Variance) dan Uji Kruskal Wallis dengan nilai signifikansi (α) = 5% menggunakan software SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja yang diterima mahasiswa kelas reguler pagi, mahasiswa reguler sore, mahasiswa laki-laki, dan mahasiswa perempuan dalam kategori sedang, tingkat kelelahan mahasiswa kelas reguler pagi, mahasiswa reguler sore, mahasiswa laki-laki, dan mahasiswa perempuan dalam kategori sedang, dan tingkat kantuk mahasiswa kelas reguler pagi, mahasiswa reguler sore, mahasiswa laki-laki, dan mahasiswa perempuan berada pada kategori tingkat kantuk berlebih pada kegiatan sehari-hari

    Perbaikan Produksi di Pabrik Terasi UD.Berlian dengan Menggunakan CPPB-IRT dan Wise

    No full text
    Penelitian dilakukan pada pabrik terasi UD.Berlian yang terletak di Desa Tambak  Indramayu, Jawa Barat. Permasalahan pada pabrik terasi UD.Berlian yakni karyawan masih belum memahami Cara Produksi Pangan Yang Baik-Industri Rumah Tangga(CPPB-IRT) dan Work Improvement In Small Enterprises WISE. Diperoleh hasil ketidaksesuaian yakni 9% pada CPPB-IRT dan 26% pada WISE.Tujuan dilakukan penelitian ini yakni untuk menentukan perbaikan proses produksi dengan menggunakan matriks perbandingan berpasangan.  Tujuan lainnya yakni untuk membuat usulan perbaikan. Ditemukan 4 (empat) kriteria yang tidak sesuai dengan CPPB-WISE. Kriteria yang tidak sesuai yakni Karyawan, Pemeliharaan, Penyimpanan dan Penanganan Material, Lingkungan Kerja dan Kontrol Bahan Yang Berbahaya. Hasil penelitian yakni karyawan memiliki bobot tertinggi yakni 31%. Diperoleh hasil sub kriteria karyawan dalam keadaan sehat, bebas luka, penyakit kulit memiliki bobot terbesar yakni 29% menjadikan sub kriteria karyawan sehat, bebas luka, penyakit kulit sebagai usulan perbaikan proses produks

    ANALISIS BEBAN KERJA DAN KELELAHAN PADA MAHASISWA MENGGUNAKAN NASA-TLX DAN SOFI STUDI KASUS DI UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG

    No full text
    Tubuh manusia dirancang untuk dapat melakukan aktivitas pekerjaan sehari-hari. Dengan bekerja, berarti tubuh akan menerima beban dari luar tubuhnya. Beban tersebut dapat berupa beban fisik maupun beban mental. Adapun kelalahan adalah suatu mekanisme perlindungan agar tubuh terhindar dari kerusakan yang lebih lanjut, sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik beban kerja, tingkat kelelahan, serta hubungan antara keduanya pada mahasiswa Universitas Sangga Buana YPKP. Penelitian ini dilakukan di Universitas Sangga Buana YPKP Bandung pada bulan Mei 2018. Objek dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa Teknik Sipil Tahun Angkatan 2015 dan 2016, dilihat dari jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) yang lebih dari 20, serta beban praktik dan tugas besar yang lebih banyak dari angkatan lainnya. Uji statistik yang digunakan adalah Uji ANOVA (Analysis of Variance) dengan tingkat signifikansi (α) = 5% atau 0,05. H0 diterima jika Fhitung < Ftabel. Pengukuran beban kerja dilakukan dengan menggunakan kuesioner NASA-TLX, dan pengukuran tingkat kelelahan menggunakan SOFI. Penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja yang diterima oleh mahasiswa berada pada kategori sedang (68%), tingkat kelelahan yang dialami oleh mahasiswa sedang (rata-rata 1,23 pada rentang 0 – 6), serta terdapat hubungan positif antara beban kerja dengan tingkat kelelahan (Fhitung 0,593 < Ftabel 3,94) pada Mahasiswa Universitas Sangga Buana YPKP

    Analisis Kelelahan Subjektif dan Objektif Pada Pengemudi Ojek Online di Kota Bandung

    No full text
    The transformation that occurs is caused by the development of increasingly sophisticated and modern technology. This is evidenced by the emergence of online transportation in major cities in Indonesia, known as online motorcycle taxis. Since 2018 - 2022 the number of traffic accidents has increased by an average of 6.25% per year. The dominating factor in the occurrence of accidents comes from internal humans by 28% which is caused by fatigue. The method used is the Industrial Fatigue Committee (IFRC) method which can be used to measure the level of subjective work fatigue, Cardiovascular Load (CVL) method used to measure the level of objective work fatigue by measuring the pulse rate, Karolinska Sleepnes Scale (KSS) subjective method to measure the level of drowsiness. The results of the study using the IFRC method were 60% experienced high work fatigue before work and 67% experienced high work fatigue after work. Meanwhile, the results of research using the CVL method are <30%, which is not fatigue. In addition, the results of research using the KSS method were 77% experiencing low levels of sleepiness before work and 57% experiencing high levels of sleepiness after work. Suggestions that can be given are, make good use of rest time to avoid work fatigue.Perubahan yang terjadi disebabkan oleh kemajuan teknologi yang semakin maju dan modern. Hal ini terbukti dengan kemunculan transportasi online diberbagai kota besar di Indonesia. Sejak tahun 2018 – 2022 jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan rata – rata 6,25% pertahunnya. Penyebab utama terjadinya kecelakaan didominasi oleh faktor internal manusia sebesar 28% yang diakibatkan oleh kelelahan. Metode yang digunakan yaitu Industrial fatigue Committee (IFRC) metode yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan kerja subjektif, Cardiovascular Load (CVL) metode yang digunakan untuk mengukur tingkat kelelahan kerja objektif dengan mengukur tingkat detak denyut nadi, Karolinska Sleepnes Scale (KSS) metode subjektif untuk mengukur tingkat kantuk. Hasil penelitian dengan menggunakan metode IFRC yaitu sebesar 60% mengalami kelelahan kerja tinggi pada saat sebelum bekerja dan sebesar 67% mengalami kelelahan kerja tinggi pada saat sesudah bekerja. Sementara itu, hasil peelitian dengan menggunakan metode CVL yaitu < 30% yang dimana tidak terjadinya kelelahan. Selain itu, hasil penelitian dengan metode KSS yaitu sebesar 77% mengalami tingkat kantuk rendah pada saat sebelum bekerja dan sebesar 57% mengalami tingkat kantuk tinggi pada saat sesudah bekerja. Saran yang dapat diberikan yaitu, memanfaat waktu istirahat dengan baik agar terhindar dari kelelahan kerja

    Analisis Perbaikan Sistem Kerja Pada Stasiun Kerja dengan Metode Wish (Work Improvement For Safety Home) di King Arthur Bag

    No full text
    King Arhtur Bag merupakan home industry yang bergerak dibidang garmen yaitu produksi tas tote bag. King Arhtur Bag berdiri sejak tahun 2014 dan memiliki 34 pekerja dengan beberapa divisi yaitu penjait, penyablon dan pengemasan. King Arhtur Bag memproduksi tas dengan bahan baku kain spunbond, blacu, kanvas, dan drill dengan total 2 rol perhari. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bahwa King Arhtur Bag belum memiliki sistem kerja yang baik. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan sistem kerja yang baik melalui peta proses operasi (peta aliran proses, peta regu kerja, dan diagram aliran) dengan pendekatan Metode “Work Improvement for Safety Home (WISH) yang sesuai diterapkan pada industri rumah tangga yang berukuran mikro pada 5 aspek yang meliputi penyimpanan dan penanganan material, keselamatan mesin, stasiun kerja, lingkungan fisik, dan fasilitas kesejahteraan serta organisasi kerja. Hasil dari penelitian ini perancangan sistem kerja pada peta kerja keseluruhan dengan total waktu 644,42 menit dan pendekatan Metode Work Improvement for Safety Home (WISH) yang maka merancang metode kerja, tata letak, aliran kerja, keselamatan kerja dan penyediaan APD yang baik efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien

    Penentuan Beban Kerja Operator Produksi Apron Medis di Perusahaan XYZ

    No full text
    Pada pertengahan tahun 2020 kasus Covid-19 di Indonesia meningkat sangat pesat, Perusahaan XYZ. Bangkit dan menjadikan adanya Covid-19 ini sebagai peluang dimana perusahaan melakukan jasa maklon Pakaian Alat Pelindung Diri (APD) hazmat dan Apron Medis. Adaptasi perusahaan dari memproduksi busana muslim dan seragam sekolah menjadi sebagian memproduksi APD dan Apron Medis, keterlambatan lini produksi Apron Medis terjadi karena belum adanya standar operasional. Tujuan penelitian ini untuk dapat melakukan penentuan waktu baku dalam pembuatan Apron Medis, untuk mengetahui beban kerja yang dialami oleh operator dalam pembuatan Apron Medis dan untuk menentukan jumlah oprator yang optimal dalam pembuatan Apron Perusahaan XYZ. Menggunaka time study dan work sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan waktu baku tercepat dalam pengerjaannya ada pada operator proses gabung tali dengan waktu 15 detik atau 0,25 menit sedangkan waktu terlama terdapat pada proses pasang kerah dengan waktu 154 detik atau 2,57 menit, Beban kerja yang diproleh dari hasil pengelolaan data untuk pekerjaan yang tidak dapat mencapai target perusahaan pada perhitungan awal terdapat 63% sedangkan pada perhitungan usulan terdapat 38% Dan jumlah operator optimal proses produksi Apron Medis pada perhitungan awal terdapat 23 orang operator sedangkan pada perhitungan usulan adalah 20 orang operator pada setiap lini produksi
    corecore