1,721,000 research outputs found

    Ilmu Kosmetika

    No full text
    55 p.; 30 cm

    Kimia farmasi

    No full text
    iii, 51 lembar : il.; 29 c

    Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Model Webbed Tema “ Pempek, Asli Wong Kito Galo” untuk Meningkatkan Higher Order Thinking Skill dan Sikap Kewirausahaan Peserta Didik

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menghasilkan perangkat pembelajaran IPA terpadu model webbed tema “ pempek, asli wong kito galo” yang layak untuk meningkatkan higher order thinking skill dan sikap kewirausahaan peserta didik; 2) mengetahui efektifitas penggunaan Perangkat Pembelajaran IPA Terpadu Model Webbed pada tema pempek asli wong kito galo materi sistem pencernaan manusia terhadap higher order thinking skill dan sikap kewirausahaan peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian research and developmen (R & D) model 4-D (defining, designing, developing, disseminating). Subjek uji coba terdiri dari dua kelas eksperimen dengan jumlah 45 peserta didik dan dua kelas kontrol dengan jumlah 49 peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Martapura, Sumatera Selatan. Produk yang telah dikembangkan terdiri dari perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKPD, handout, sedangkan instrument yang dikembangkan adalah instrumen penilaian HOTS, angket sikap kewirausahaan, angket uji keterbacaan LKPD, angket respon guru terhadap kepraktisan angket respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran serta lembar validasi/kelayakan produk. Instrumen evaluasi yang dikembangkan adalah instrumen soal tes higher order thinking skill berupa soal pilihan ganda dan angket sikap kewirausahaan. Teknik analisis butir pada uji empiris soal menggunakan analisis item response theory model Rasch menggunakan program Ministeps 4.8.8 version. Hasil uji coba lapangan dianalisis dengan statistik inferensial dan statistik deskriptif. Statistik inferensial dilakukan dengan menggunakan uji MANOV A satu jalur dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 1) perangkat pembelajaran IPA terpadu model Webbed tema “ pempek, asli wong kito galo” dinyatakan layak untuk digunakan dalam meningkatkan higher order thinking skills dan sikap kewirausahaan peserta didik; 2) penggunaan perangkat pembelajaran IPA terpadu model Webbed tema “ pempek, asli wong kito galo” efektif dalam meningkatkan higher order thinking skills dan sikap kewirausahaan peserta didik

    Argumentation Practices to Increase Knowledge and Competence of Acid-Base Materials for Prospective Chemistry Teacher Students

    Full text link
    This study aims to determine the practice of argumentation to increase the knowledge and competence of acid-base material for prospective chemistry teacher students. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. The design of this research is the pretest posttest group. The sample in this study were 54 students of chemistry education at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta who were taking basic chemistry courses. Meanwhile, the knowledge instrument is in the form of a multiple-choice test, while the competency instrument is a test in the form of a description. The data analysis technique in this study was carried out statistically inferential (analysis of independent sample t-test). The results of the study show thaththere is a significant difference between the pretest and posttest values ​​in the knowledge domain with t value is -5.508 and probability value paired t test is 0.00 (p value < 0.05). In addition, the mean is -4.167 (negative value) indicates that there is a tendency to increase knowledge significantly. There is also a significant difference between the pretest and posttest values ​​of the competency domain with t value is -8.686 and probability value paired t test is 0.00 (p value < 0.05). In addition, the mean is -3,796 (negative value) indicates that there is a tendency to significantly increase the value of the competency dimension.Penelitian ini bertujuan mengetahui praktik argumentasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi materi asam basa pada mahasiswa calon guru kimia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen. Adapun desain penelitian ini ialah pre-test post-test control group. Sampel dalam penelitian ini adalah 54 mahasiswa pendidikan kimia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sedang menempuh kuliah kimia dasar. Sementara itu, instrumen pengetahuan berupa tes dengan bentuk pilihan ganda, sedangkan instrumen kompetensi berupa tes dengan bentuk uraian. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara statistik inverensial (analisis independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test pada domain pengetahuan dengan nilai t = -5.508 dan nilai probabilitas/p value uji t paired = 0.00 (nilai p value < 0.05). Selain itu, nilai mean (rerata) = -4.167 (bernilai negatif) menunjukkan bahwa terjadi kecenderungan peningkatan pengetahuan secara signifikan. Ada pula perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test domain kompetensi dengan nilai t = -8.686 dan nilai probabilitas/p value uji t paired = 0.00 (nilai p value < 0.05). Selain itu, nilai mean (rerata) = -3.796 (bernilai negatif) menunjukkan bahwa terjadi kecenderungan peningkatan nilai dimensi kompetensi secara signifikan

    UJI EFEK ANALGETIK TEMULAWAK INSTAN (Curcuma xanthorrizha Roxb) PADA MENCIT JANTAN DENGAN METODE GELIAT

    Full text link
    Temulawak diketahui memiliki sifat sebagai analgetik karena mengandung senyawa kurkumin.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek analgetik pemberian temulawak instan (Curcumaxanthoriza Roxb) pada mencit jantan serta untuk mengetahui dosis efektif instan dan seberapa efektifnyabila dibandingkan dengan asetosal. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus jantan galur Swiss berumur2-3 bulan dengan berat 20-40 gram yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatifdiberi Na-CMC 1%, kelompok kontrol positif diberi asetosal dengan dosis 65 mg/KgBB, kelompokperlakuan pertama, kedua, dan ketiga berturut-tururt diberi temulawak instan 187,5 mg/KgBB; 375mg/KgBB; dan 750 mg/KgBB. Masing-masing kelompok dihitung frekuensi geliat dengan menggunakanmetode geliat. Hasil penelitian menunjukkan temulawak instan dosis 750 mg/KgBB memberikan efekanalgetik pada mencit jantan. Dosis 750 mg/KgBB memberikan efek analgetik yang setara denganpemberian asetosal dalam penurunan jumlah gelia tmencit dan merupakan dosis efektif analgetik.Sedangkan harga IC50 yaitu 700 mg/KgBB

    Bahasa Inggris

    No full text
    Research related to conceptual understanding is often carried out, such as the influence of a model on conceptual understanding, or knowing students' level of understanding of chemistry concepts. However, there has been no systematic reflection on chemistry research focused on conceptual understanding. Based on this, this research aims to systematically synthesize articles related to chemistry focused on research trends in conceptual understanding with the year range of articles used 2014-2023. After conducting a national and international data search using keyword patterns (e.g., Pattern 1: conceptual and chemical understanding), 48 research papers emerged for systematic review. Then, primary and secondary codes were created by the authors for the research paper. The systematic review showed a variety of research scopes (e.g., relevance of chemistry education models) and dominant research focus for different themes (e.g., competencies and variables related to objectives, variables, samples, chemistry concepts, and conclusions). Furthermore, it was revealed that research on understanding chemical concepts includes various research fields.Penelitian terkait pemahaman konsep sering dilakukan, misalnya pengaruh suatu model terhadap pemahaman konsep, atau mengetahui tingkat pemahaman konsep kimia siswa. Namun, belum ada refleksi sistematis terhadap penelitian kimia yang berfokus pada pemahaman konseptual. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis artikel-artikel terkait kimia dengan fokus pada tren penelitian pemahaman konseptual dengan rentang tahun artikel yang digunakan 2014-2023. Setelah melakukan pencarian data nasional dan internasional menggunakan pola kata kunci (misalnya Pola 1: pemahaman konseptual dan kimia), muncul 48 makalah penelitian untuk ditinjau secara sistematis. Kemudian, kode primer dan sekunder dibuat oleh penulis untuk makalah penelitian. Tinjauan sistematis menunjukkan cakupan penelitian yang beragam (misalnya relevansi model pendidikan kimia) dan fokus penelitian dominan untuk tema yang berbeda (misalnya kompetensi dan variabel terkait tujuan, variabel, sampel, konsep kimia, dan kesimpulan). Lebih lanjut terungkap bahwa penelitian pemahaman konsep kimia mencakup berbagai bidang penelitian

    Pengembangan instrumen penilaian portofolio berbasis multiple intelligence untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kelayakan, dan efektivitas penggunaan instrumen penilaian portofolio berbasis multiple intelligence untuk mengukur kemampuan berpikir kritis dan sikap ilmiah siswa SMA/MA. Prosedur pengembangan menggunakan model 4-D yang dikemukakan oleh Thiagarajan, yaitu define, design, develop, dan disseminate. Hasil penelitian: (1) karakteristik instrumen memiliki tingkat kesukaran pada kisaran -2,00 sampai +1,41 dengan reliabilitas pada kisaran 0,00 sampai 0,97; (2) instrumen dikatakan layak ditinjau dari validitas isi, empiris, dan reliabilitas; (3) hasil pengukuran kemampuan berpikir kritis siswa SMAN 4 Yogyakarta berada pada kategori sedang dan tinggi dengan kisaran sebesar 34,7% - 65,3% dan 72,2% - 78,8%, dapat dikatakatan instrumen efektif untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa; (4) hasil pengukuran sikap ilmiah siswa berada pada kategori sedang dan tinggi dengan kisaran sebesar 36% - 66% dan 71% - 94%, dapat dikatakan instrumen efektif untuk mengukur sikap ilmiah siswa. Developing portfolio assessment based on multiple intelligence instrument for measuring critical thinking skills and scientific attitudes AbstractThis development research aims to find out characteristics, feasibility, and effevtiveness of portfolio assessment based on multiple intelligence instrument for measuring critical thinking skills and scientific attitudes. This developmental study refers to the model suggested by Thiagarajan which is define, design, develop, and disseminate. The results show that: (1) the characteristics of instrumen have good difficulty level -2,00 untill +1,41 and reliability 0,00 untill 0,97; (2) instrumen is feasible in terms of the contents and empirical validity, and reliabily; (3) the measurement of students's critical thinking skills are in the medium and high category 34,7% - 65,3% and 72,2% - 78,8%, so that an effective instrument used to measure students's critical thinking skills; (4) the measurement of students's scientific attitudes are in the medium and high category 36% - 65,3% and 71% - 94%, so that an effective instrument used to measure students's scientific attitudes

    Pengembangan Model Pembelajaran Inquiry Berbasis Socio- Scientific Issues Berbantuan ICT untuk Meningkatkan Soft Skills dan Scientific Literacy Calon Guru IPA.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan karakteristik model pembelajaran Inquiry Berbasis Socio-Scientific Issues berbantuan ICT (ISSITech) untuk calon guru IPA, (2) menilai kelayakan model pembelajaran tersebut, (3) menilai kepraktisan model pembelajaran tersebut, dan (4) menguji efektivitas model pembelajaran tersebut dalam pengembangan soft skills dan kemampuan scientific literacy calon guru IPA. Penelitian ini merupakan research and development yang menerapkan prosedur pengembangan Borg & Gall terdiri 10 tahap yaitu studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan draft awal, uji coba draft awal, revisi draft awal, uji coba lapangan, revisi produk awal, uji coba operasional, revisi produk operasional, dan diseminasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan IPA yang sedang mengambil mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Tidar, dan IAIN Salatiga. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Data yang terkumpul terdiri dari data hasil survey permasalahan dan kebutuhan proses pembelajaran pada perkulaiahan Pendidikan Lingkungan Hidup, data hasil validasi produk oleh pakar dan praktisi, data keterlaksanaan model pembelajaran dalam uji coba produk, serta data hasil uji efektivitas produk. Uji coba produk dilakukan sebanyak dua kali yang berupa uji terbatas dan uji skala luas dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik analisis data menggunakan uji Manova dengan terlebih dahulu melakukan 9 uji asumsi multivariat. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Struktur sintaks model pembelajaran ISSITech yang dikembangkan terdiri dari stimulasi masalah, melakukan observasi, melakukan investigasi, menganalisis data hasil temuan, mempresentasikan hasil dan menyusun simpulan disertai refleksi akhir. Perangkat pendukung pembelajaran terdiri dari bahan ajar, RPS, LKM, peragkat penilaian, aplikasi ISSITech, gambar, dan video. (2) Model pembelajaran ISSITech telah dinilai layak untuk diterapkan melalui proses validasi yang dilakukan oleh ahli desain pembelajaran, ahli media, ahli materi, dan dosen Pendidikan Lingkungan Hidup sebagai praktisi. (3) Uji coba kepraktisan menghasilkan model pembelajaran ISSITech yang dinilai praktis oleh mahasiswa dan dosen sebagai pengguna model. (4) Model pembelajaran ISSITech dinilai efektif untuk meningkatkan soft skills dan kemampuan scientific literacy. Hasil uji coba produk model pembelajaran ISSITech menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran ISSITech dengan model pembelajaran langsung. Model pembelajaran ISSITech terbukti efektif untuk mengembangkan soft skills dan kemampuan scientific literacy calon guru IPA pada matakuliah Pendidikan Lingkungan Hidup

    PENENTUAN KADAR TOTAL FENOL DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens Merr. & L.M. Perry) DAN EKSTRAK KENCUR (Kaempferia galanga Linn.) DENGAN METODE β-CAROTENE BLEACHING

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar totalfenol yang terdapat pada ekstrak sarang semut (Myrmecodiapendens Merr. L.M. Perry) dan ekstrak kencur (Kaempferiagalanga Linn.), aktivitas antioksidan dari kombinasi ekstraksarang semut dan kencur, kombinasi ekstrak sarang semut danekstrak kencur yang paling potensial digunakan sebagaiantioksidan, perbedaan yang signifikan pada aktivitasantioksidan dari kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrakkencur dengan perbandingan 3:0; 2:1; 1:1; 1:2; dan 0:3 padaberbagai variasi konsentrasi, serta adanya sinergisitas darikombinasi ekstrak.Kadar total fenol ditentukan dengan metode Foliin-Ciocalteu. Kombinasi ekstrak sarang semut dan ekstrak kencurdibuat dengan perbandingan 3:0; 2:1; 1:1; 1:2; dan 0:3 padaberbagai variasi konsentrasi yaitu 7,2; 3,6; 1,8; 0,9; dan 0,45mg/L. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode β-Carotene Bleaching. Parameter aktivitas antioksidan yaitu IC50(Inhibititon Concentration).Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar total fenolpada sarang semut dan kencur masing-masing adalah 5,675 mgGAE/g dan 5,882 mg GAE/g. Nilai IC50 dari kombinasi ekstraksarang semut dan ekstrak kencur dengan perbandingan 3:0; 2:1;1:1; 1:2; dan 0:3 masing-masing sebesar 5,7368; 7,4435;12,2688; 12,1569; dan 14,9127 mg/L. Aktivitas antioksidanpaling tinggi ditunjukkan pada kombinasi 2:1. Hasil analisisstatistik ANOVA menunjukan ada perbedaan yang signifikanaktivitas antioksidan kombinasi ekstrak sarang semut dengan22ekstrak kencur. Kombinasi ekstrak sarang semut dengan ekstrak kencur tidak menunjukan aksi sinergistis
    corecore