3 research outputs found

    Upaya Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo

    No full text
    Menurut data Kemendikbud RI, jumlah siswa SMK se-Indonesia sampai dengan tahun ajaran 2013/2014 semester ganjil adalah 5.080.629 siswa. Ini menunjukkan bahwa SMK cukup diminati sebagai pilihan pendidikan setelah SMP Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, adapun pengumpulan data dalam penelitian ini iyalah dengan menggunakan teknik observasi terfokus yaitu observasi pada fokus tertentu, wawancara semi struktur yaitu dimulai dengan seperangkat pertanyaan yang telah disusun akan tetapi peneliti memiliki fleksibelitas menambah pertanyaan berdasarkan responden inteview dan dokumentasi resmi ekstrnal yaitu berisi bahan bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi strategi peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo, dapat disimpulkan bahwa 1. Strategi yang di terapkan SMK Ibrahimy 1 Sukorejo dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan rata rata guru di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo sudah berpendidikan minimal S1 bahkan sudah S2 karena dari sudah aturan pondok pesantren minimal Staf dan guru pendidikannya harus S1,juga dalam tes akademik ketika mendaftarkan diri menjadi guru di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo tidak ada ,hanya ketika nanti guru tersebut diterima akan ada efaluasi selama 1 bulan untuk menentukan apakah guru itu layak atau tidak , adapun penilaiannya dari guru itu layak diterima dari kedisiplinan dan kerajinan, juga dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan cara evaluasi guru dan staf juga meminta bantuan dari pengawas sekolah, akan tetapi tidak direkap, dalam melakukannya secara periodik, juga di jurusan farmasi dan keperawtan sekolah bekerja sama dengan RSUD Situbondo agar menyediakan guru pengajar untuk diperbantukan mengajar disini, namun sekolah sudah berencana untuk memiliki guru tetap dengan cara guru yang ada disekolahkan ,di tahun ini sekolah menyiapkan 1 guru farmasi dan 2 guru keperawatan. 2. Efektivitas strategi dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan SMK Ibrahimy 1 Sukorejo bekerja sama dengan RSUD Situbondo agar menyediakan guru pengajar untuk diperbantukan mengajar, untuk mengasah skil dan pengalaman siswa dan siswi sekolah sudah menyediakan  laboratorium dan perpustakaan dan menghimpun bebeapa dunia indusri guna untuk kerja sama untuk PRAKERIN atau PKL 3. Faktor Internal Dalam Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo iyalah sulitnya mencari guru yang linier di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo sehingga diharuskan beberapa mata pelajaran harus dialihkan ke guru yang bukan faknya seperti di mata pelajaran bahasa Indonesia sekolah merasa sulit mencari guru yang sesuai dengan mata pelajarannya,juga pula dari guru dan jumlah rombongan belajar tidak seimbang dilihat dari jumlah siswa yang setiap kelas berisi 50 dan bahkan ada yang sampai lebih terutama di jurusan TKJMenurut data Kemendikbud RI, jumlah siswa SMK se-Indonesia sampai dengan tahun ajaran 2013/2014 semester ganjil adalah 5.080.629 siswa. Ini menunjukkan bahwa SMK cukup diminati sebagai pilihan pendidikan setelah SMP Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, adapun pengumpulan data dalam penelitian ini iyalah dengan menggunakan teknik observasi terfokus yaitu observasi pada fokus tertentu, wawancara semi struktur yaitu dimulai dengan seperangkat pertanyaan yang telah disusun akan tetapi peneliti memiliki fleksibelitas menambah pertanyaan berdasarkan responden inteview dan dokumentasi resmi ekstrnal yaitu berisi bahan bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga sosial tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi strategi peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo. Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo, dapat disimpulkan bahwa 1. Strategi yang di terapkan SMK Ibrahimy 1 Sukorejo dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan rata rata guru di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo sudah berpendidikan minimal S1 bahkan sudah S2 karena dari sudah aturan pondok pesantren minimal Staf dan guru pendidikannya harus S1,juga dalam tes akademik ketika mendaftarkan diri menjadi guru di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo tidak ada ,hanya ketika nanti guru tersebut diterima akan ada efaluasi selama 1 bulan untuk menentukan apakah guru itu layak atau tidak , adapun penilaiannya dari guru itu layak diterima dari kedisiplinan dan kerajinan, juga dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan cara evaluasi guru dan staf juga meminta bantuan dari pengawas sekolah, akan tetapi tidak direkap, dalam melakukannya secara periodik, juga di jurusan farmasi dan keperawtan sekolah bekerja sama dengan RSUD Situbondo agar menyediakan guru pengajar untuk diperbantukan mengajar disini, namun sekolah sudah berencana untuk memiliki guru tetap dengan cara guru yang ada disekolahkan ,di tahun ini sekolah menyiapkan 1 guru farmasi dan 2 guru keperawatan. 2. Efektivitas strategi dalam meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan SMK Ibrahimy 1 Sukorejo bekerja sama dengan RSUD Situbondo agar menyediakan guru pengajar untuk diperbantukan mengajar, untuk mengasah skil dan pengalaman siswa dan siswi sekolah sudah menyediakan  laboratorium dan perpustakaan dan menghimpun bebeapa dunia indusri guna untuk kerja sama untuk PRAKERIN atau PKL 3. Faktor Internal Dalam Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo iyalah sulitnya mencari guru yang linier di SMK Ibrahimy 1 Sukorejo sehingga diharuskan beberapa mata pelajaran harus dialihkan ke guru yang bukan faknya seperti di mata pelajaran bahasa Indonesia sekolah merasa sulit mencari guru yang sesuai dengan mata pelajarannya,juga pula dari guru dan jumlah rombongan belajar tidak seimbang dilihat dari jumlah siswa yang setiap kelas berisi 50 dan bahkan ada yang sampai lebih terutama di jurusan TK

    Implementasi Metode Al-Wasail Dalam Meningkatkan Qiro’atul Kutub Di Madrasah Ibtida’iyah Salafiyah Syafi’iyah Al Ihsan Jrangoan Omben Sampang

    No full text
    The focus of this research is to find out how the implementation of qiroatul qutub in madrasah ibtida'iyah salafiyah syafi'iyah Al ihsan jrangoan. The method used in this research is a quantitative method, with data collection using interview techniques. From the results of this study it was concluded that at Madrasah Ibtida’iyah salafiyah syafi'iyah Al ihsan jrangoan omben sampang there is the implementation of qiroatul qutub with the Al-Wasail method, namely the yellow book fast learning method with a time allocation of 90 minutes in the morning at 07:35, in the afternoon at 16:30 and in the evening at 20 :00 special time' student competency standard or students can memorize Al-Wasail material read and practice it, but the method is still specifically for boys only while the indicators in the Al-Wasail method students or students can explain binak, division of fi'il and fail, various kinds of isim, fi 'il and letters, various kinds of i'rob, mabni and can read examples of material in Al-Wasail. The sources and learning tools are a package of the Al-Wasail book, a dictionary, a memorization deposit book, the book of fathul qorib written by Abu SyujaFokus penelitain ini untuk mengetahui bagaimana implementasi qiroatul qutub di madrasah ibtida’iyah salafiyah syafi’iyah Al ihsan jrangoan. Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu metode kuantitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara.  Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa di Madrasah Ibtida’iyah salafiyah syafi’iyah Al ihsan jrangoan omben sampang terdapat implementasi qiroatul qutub dengan metode Al-Wasail yaitu metode cepat belajar kitab kuning dengan alokasi waktu 90 menit pagi jam 07:35, sore jam 16:30 dan malam jam 20:00 waktu istiwa’ standart kompetensi murid atau siswa bisa menghafal materi Al-Wasail membaca dan memperaktekkanya, namun metode ini masih dikhususkan untuk putra saja, adapun indikator dalam metode Al-Wasail  ini murid atau siswa dapat menjelaskan binak, pembagian fi’il dan  fail, macam macam isim, fi’il dan huruf,  macam macam i’rob, mabni dan dapat membaca contoh materi yang ada di Al-Wasail . Sumber dan alat pembelajarannya iyalah satu paket kitab Al-Wasail ,kamus ,buku setoran hafalan, kitab fathul qorib karangan abu syujaâ€

    Implementasi Beban Kerja dan Kuantitas Karyawan terhadap Kinerja Karyawan Pendma di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) beban kerja, kuantitas karyawan dan kinerja karyawan (2) besarnya beban kerja, kuantitas karyawan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan pada kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan khusunya pada bidang Pendidikan Madrasah (PENDMA), subjek penelitian yang digunakan adalah seluruh karyawan yang ada di bidang Pendidikan Madrasah (PENDMA) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan observasi dan wawancara.Sedangkan untuk analisis data, peneliti berupaya untuk menggabungkan seluruh data yang didapat dengan teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja  yang berpengaruh negatif bagi kantor diantaranya kurangnya karyawan di kantor, perencanaan tenaga kerja yang kurang baik, memberikan pekerjaan secara berlebihan terhadap karyawan, dan buruknya pengelolaan SDM
    corecore