1,720,956 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Analisis Hasil Elektroforesis DNA dengan Image Processing Menggunakan Metode Gaussian Filter

    No full text
    Proses analisa DNA merupakan hal yang sangat penting khususnya dalam mencari kecocokan genom pada dua DNA yang berbeda. Salah satu proses yang dilakukan untuk melakukan analisa DNA adalah elektroforesis. Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul yang memiliki muatan pada suatu medan listrik, molekul yang bergerak akan berhenti pada jarak migrasi tertentu dan tergantung pada muatan, bentuk dan ukurannya. Sehingga kecocokan suatu DNA dapat dianalisa berdasarkan dari hasil elektroforesis DNA tersebut. Bahan yang digunakan dalam elekroforesis DNA yaitu salah satunya adalah gel agarosa. Pada DNA hasil elektroforesis gel agarosa, molekul DNA dianalisa berdasarkan letaknya setelah mengalami migrasi pada proses elektroforesis tersebut. DNA yang akan dianalisa dibandingkan dengan DNA marker atau DNA yang telah diketahui ukurannya. DNA memiliki ukuran molekul yang sama dengan DNA marker ketika DNA tersebut memiliki jarak migrasi sama dengan DNA marker. Pada alat yang dirancang ini menggunakan Raspberry Pi 3 model B+ sebagai pemrosesan citra digital, serta menggunakan kamera Raspberry Pi V1 untuk mengambil gambar. Hasil gambar dan perhitungan yang telah dilakukan pengolahan citra akan ditampilkan pada RasPi touchscreen 3.5 inch. Pada penelitian ini akan menggunakan image processing dengan salah satu metode nya yaitu dengan metode Gaussian Filter. Image processing dilakukan untuk melakukan pengolahan citra, pengenalan pola, deteksi tepi dari suatu objek, pengenalan bentuk molekul DNA yang mengalami migrasi. Gaussian Filter ini digunakan untuk memperbaiki kualitas pada citra yang akan diuji dan dikarenakan sering terjadinya citra yang dihasilkan tidak bagus atau tidak akurat pada saat menentukan nilai molekul DNA tersebut. Penilitian dilakukan dengan melakukan tracking mouse pada citra yag telah diolah dengan openCV untuk merealisasikan gambar yang telah diambil oleh kamera yang digunakan sehingga menghasilkan keluaran ukuran DNA. Ketika mouse diklik pada gambar DNA, maka muncul nilai ukuran pada DNA dengan satuan basepairs. Ukuran DNA ditentukan berdasarkan jarak migrasi atau jarak dari awal DNA diletakkan dalam sumur gel agarose dan bermigrasi berdasarkan ukurannya hingga DNA tersebut berhenti. Sehingga DNA memiliki karakteristik yang berbeda pada setiap sampel yang berbeda. Analisis DNA hasil elektroforesis dapat dilakukan dengan pengolahan citra untuk mendapatkan nilai molekul DNA pada gel hasil elektroforesis. Dan dapat menggunakan beberapa metode untuk memperbaiki citra DNA hasil elektroforesis yaitu menggunakan filter gaussian serta merubah warna menjadi skala grayscale. Hasil dari pengolahan citra ini yaitu berupa keluaran ukuran molekul DNA setelah dilakukan trackingmouse. Ketika gambar DNA di klik maka akan muncul nilai pada DNA tersebut. Nilai DNA diperoleh berdasarkan DNA marker atau DNA yang telah diketahui ukurannya. Pada DNA marker ini akan dicari rumus regresinya yaitu berdasarkan nilai DNA pada masing-masing jarak migrasi yang berbeda. Nilai DNA yang telah diketahui ukurannya selanjutnya akan dibandingkan dengan perhitungan manual untuk mengetahui nilai error dari DNA tersebut. Nilai yang di hasilkan memiliki error persen terkecil yaitu data pengujian pertama dengan nilai error 0,101% dimana nilai molekul jika dihitung manual 454,193 bp dan jika diolah menggunakan program 454,650 bp. Nilai error persen terbesar yaitu data pengujian kedua dengan nilai error 12,411% dimana nilai molekul jika dihitung manual 732,926 bp dan jika diolah menggunakan program yaitu 641,962

    Analisis Hasil Elektroforesis DNA dengan Image Processing Menggunakan Metode Gaussian Filter

    No full text
    Validasi unggah file repositori_Ighfirlina Yaumil Akhda Finalisasi unggah file repositori tanggal 23 Juni 2022_KurnadiProses analisa DNA merupakan hal yang sangat penting khususnya dalam mencari kecocokan genom pada dua DNA yang berbeda. Salah satu proses yang dilakukan untuk melakukan analisa DNA adalah elektroforesis. Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul yang memiliki muatan pada suatu medan listrik, molekul yang bergerak akan berhenti pada jarak migrasi tertentu dan tergantung pada muatan, bentuk dan ukurannya. Sehingga kecocokan suatu DNA dapat dianalisa berdasarkan dari hasil elektroforesis DNA tersebut. Bahan yang digunakan dalam elekroforesis DNA yaitu salah satunya adalah gel agarosa. Pada DNA hasil elektroforesis gel agarosa, molekul DNA dianalisa berdasarkan letaknya setelah mengalami migrasi pada proses elektroforesis tersebut. DNA yang akan dianalisa dibandingkan dengan DNA marker atau DNA yang telah diketahui ukurannya. DNA memiliki ukuran molekul yang sama dengan DNA marker ketika DNA tersebut memiliki jarak migrasi sama dengan DNA marker. Pada alat yang dirancang ini menggunakan Raspberry Pi 3 model B+ sebagai pemrosesan citra digital, serta menggunakan kamera Raspberry Pi V1 untuk mengambil gambar. Hasil gambar dan perhitungan yang telah dilakukan pengolahan citra akan ditampilkan pada RasPi touchscreen 3.5 inch. Pada penelitian ini akan menggunakan image processing dengan salah satu metode nya yaitu dengan metode Gaussian Filter. Image processing dilakukan untuk melakukan pengolahan citra, pengenalan pola, deteksi tepi dari suatu objek, pengenalan bentuk molekul DNA yang mengalami migrasi. Gaussian Filter ini digunakan untuk memperbaiki kualitas pada citra yang akan diuji dan dikarenakan sering terjadinya citra yang dihasilkan tidak bagus atau tidak akurat pada saat menentukan nilai molekul DNA tersebut. Penilitian dilakukan dengan melakukan tracking mouse pada citra yag telah diolah dengan openCV untuk merealisasikan gambar yang telah diambil oleh kamera yang digunakan sehingga menghasilkan keluaran ukuran DNA. Ketika mouse diklik pada gambar DNA, maka muncul nilai ukuran pada DNA dengan satuan basepairs. Ukuran DNA ditentukan berdasarkan jarak migrasi atau jarak dari awal DNA diletakkan dalam sumur gel agarose dan bermigrasi berdasarkan ukurannya hingga DNA tersebut berhenti. Sehingga DNA memiliki karakteristik yang berbeda pada setiap sampel yang berbeda. Analisis DNA hasil elektroforesis dapat dilakukan dengan pengolahan citra untuk mendapatkan nilai molekul DNA pada gel hasil elektroforesis. Dan dapat menggunakan beberapa metode untuk memperbaiki citra DNA hasil elektroforesis yaitu menggunakan filter gaussian serta merubah warna menjadi skala grayscale. Hasil dari pengolahan citra ini yaitu berupa keluaran ukuran molekul DNA setelah dilakukan trackingmouse. Ketika gambar DNA di klik maka akan muncul nilai pada DNA tersebut. Nilai DNA diperoleh berdasarkan DNA marker atau DNA yang telah diketahui ukurannya. Pada DNA marker ini akan dicari rumus regresinya yaitu berdasarkan nilai DNA pada masing-masing jarak migrasi yang berbeda. Nilai DNA yang telah diketahui ukurannya selanjutnya akan dibandingkan dengan perhitungan manual untuk mengetahui nilai error dari DNA tersebut. Nilai yang di hasilkan memiliki error persen terkecil yaitu data pengujian pertama dengan nilai error 0,101% dimana nilai molekul jika dihitung manual 454,193 bp dan jika diolah menggunakan program 454,650 bp. Nilai error persen terbesar yaitu data pengujian kedua dengan nilai error 12,411% dimana nilai molekul jika dihitung manual 732,926 bp dan jika diolah menggunakan program yaitu 641,962.Dosen Pembimbing utama : Cahyadi S.T., M.T. Dosen Pembimbing anggota : Ir. Khairul Anam S.T., M.T., Ph.D., IPM

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore