16 research outputs found
Pengaruh Tingkat Margin Terhadap Keputusan Pembiayaan Pada Produk Syariah Dengan Religiusitas Sebagai Variabel Moderasi
This study aims to understand the influence of the margin level on the decision of customers to choose Grya products with religiousity as a variable of moderation. The study was conducted at PT. Bank of Indonesia KC Bukittinggi Sudirman 2. The research population is the entire customer who took Grya financing on PT. Bank of Indonesia KC Bukittinggi Sudirman 2. Sampling used the Slovin technique with a total of 100 respondents. Data analysis with moderated regression analysis (MRA). The results showed that the interaction between the margin level variable (X) and the initial customer outcome (Y) coefficient of the Margin Level had a positive value of 0.660 and the significance value was 0.429 > 0.05 and the religiousness (Z) moderated the customer outcomes (Y), with the negative cofficient value of -0.007 signifying value of 0,843 was 0.843 > 0.05. This indicates that religiousity is unable to moderate the influence of the margin level on the customer’s decision to choose a grya financing product. The results of the study showed that religiousness was able to weaken the influence between the margin level and customer decision but was not significant, this was demonstrated by the regression result with a negative coefficient of -1,487 and a decrease in the determination factor result after the MRA test from 54% to 53.5%. Thus, it is concluded that "the hypothesis is rejected" and the existence of a variable of Religiousness (as a moderate variable) will be able to strengthen or increase the influence of the margin level on customer decisions.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat margin terhadap keputusan nasabah memilih produk griya dengan religiusitas sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan pada PT. Bank Syariah Indonesia KC Bukittinggi Sudirman 2. Populasi penelitian adalah seluruh nasabah yang mengambil pembiayaan Griya pada PT. Bank Syariah Indonesia KC Bukittinggi Sudirman 2. Pengambilan sampel menggunaka teknik Slovin dengan jumlah 100 responden. Analisis data menggunakan teknik Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil menunjukkan bahwa interaksi antara variable tingkat margin (X) dengan keputusan nasabah (Y) koefisien dari Tingkat Margin bernilai positif sebesar 0,660 dan nilai signifikansinya adalah 0.429 > 0.05 dan religiusitas (Z) memoderasi keputusan nasabah (Y) dengan nilai koefisien negative sebesar -0.007 nilai signifikansi 0,843 adalah 0,843 > 0.05. Hal ini menujukkan religiusitas tidak mampu memoderasi pengaruh antara tingkat margin terhadap keputusan nasabah memilih produk pembiayaan griya. Hasil penelitian menunjukkan religiusitas mampu memperlemah pengaruh antara tingkat margin dan keputusan nasabah namun tidak signifikan, hal ini ditunjukkan dengan hasil regresi dengan koefisien memiliki nilai negatif yaitu -1,487 dan penurunan hasil koefisien determinansi setelah pengujian MRA dari 54% ke 53.5%. Dengan demikian maka disimpulkan “hipotesis ditolak” dan keberadaan variable Religiusitas (sebagai variable moderasi) akan dapat memperkuat atau meningkatkan pengaruh tingkat margin terhadap keputusan nasaba
PENGARUH PUSH DAN PULL FACTOR TERHADAP KUNJUNGAN WISATAWAN BACKPACKER KE BUKITTINGGI
This study aims to determine the effect of The Push and Pull Factors on Backpacker tourist’s decision to visit Bukittinggi. The object of this research is Backpacker tourists who visit Bukittinggi consist with samples of 100 peoples. The data used in this study including primary and secondary data. Primary data comes from the opinions of each respondent through the questionnaire to find out the response of the research sample regarding the influence of Push and Pull factors on the Backpacker tourists decision. While secondary data comes from previous journals, books, internet media, and annual reports, the primary data obtained then analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The results of the study indicate that push and pull factors have a significant effect on Backpacker tourists visits to Bukittinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Push factor dan pull factor terhadap keputusan berkunjung turis Backpacker ke Bukittinggi. Yang menjadi objek penelitian ini adalah wisatawan Backpacker yang melakukan kunjungan ke Bukittinggi. Adapun jumlah sampel penelitian adalah 100 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari pendapat masing-masing sampel penelitian dengan menggunakan angket atau penyebaran kuesioner, untuk mengetahui respon sampel penelitian mengenai pengaruh Push factor dan Pull factor terhadap keputusan berkunjung wisatawan Backpacker. Sedangkan data sekunder bersumber dari jurnal-jurnal sebelumnya, buku, media internet, annual report . Data primer yang didapat kemudian dianalisa dengan cara melakukan pengujian dengan teknik analisa regresi linear berganda . Hasil penelitian menunjukkan bahwa push dan pull factor berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan Backpacker ke Bukittinggi.</p
Persepsi Wisatawan Terhadap Niat Berkunjung Ulang ke Destinasi Wisata di Kota Padang Pasca Penerapan New Normal
The aim of the study are 1) to find out to what extend perception of risk influence executionist’ intention to revisit Padang City after the implementation of new era regulation. The online survey was administered to travellers who ave visited tourist destination in the city of Padang after the implementation of new era regulation. A total of 96 questionnaires were used for data analysis.The results of this study indicate that 1) Perception of affective risk does not have a significant effect on the intention of repeated visits to Padang City after the implementation of the new normal rules, 2) Perception of cognitive risk has a positive effect significant towards the intention of repeated visits to the Padang city after the implementation of the new normal regulation, 3) Affective and cognitive risk perceptions do not have a significant effect on repeatedly visits to Padang City after the imposition of new normal regulations, 4) affective risk perceptions and Perception of cognitive risk is able to explain its effect on intention to visit repeatedly by 3.5%, while the remaining 96.5%. It is explained by other factors that are not used in the regression model of this study
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana persepsi resiko berpengaruh terhadap niat untuk berkunjung berulang pelancong ke destinasi wisata di Kota Padang pada masa diberlakukan new normal. Metode pengumpulan data dengan observasi, personally administrated survey serta studi pustaka. Sumber data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner pada 96 responden dengan kriteria pelancong yang telah melakukan kunjungan wisata berulang ke destinasi wisata di Kota Padang setelah ditetapkannya era new normal. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode anaisis regresi linear berganda Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa 1)Perepsi resiko afektif tidak berpengaruh signifikan terhadap niat kunjungan berulang ke Kota padang pasca diberlakukannya peraturan new normal (kebiasaan baru), 2) Perspsi resiko kognitif berpengaruh positif sgnifikan terhadap niat kunjungan berulang ke kota Padang pasca diberlakukannya peraturan new normal ( kebiasaan baru), 3)Perspsi resiko afektif dan kognitif tidak berpengaruh signifikan terhadap kunjungan berulang ke Kota padang pasca diberlakukannya peraturan new normal (kebiasaan baru), 4) persepsi resiko afektif dan persepsi resiko kognitif mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap niat berkunjung berulang sebesar 3,5 %, sedangkan sisanya sebesar 96,5 % dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak digunakan dalam model regresi penelitian in
Pengaruh Promosi dan Wom Terhadap Keputusan Mahasiswa Melanjutkan Pendidikan di Universitas Swasta Kota Padang yang Dimediasi Kepercayaan
This study aims to determine the influence of promotion and word of mouth on students' decisions to continue their education at private universities in Padang, mediated by student trust. The population in this study consists of students from Universitas UNIDHA, UPI, and Adzkia, class of 2023, totaling 4,348 students. The sample was determined using the Raosoft sample size calculator, resulting in 227 respondents. Data was collected through questionnaire distribution and analyzed using SmartPLS 4.0. The hypothesis testing results indicate that: (1) Promotion has a positive and significant effect on students' decisions to continue their education at private universities. (2) Word of mouth has a positive and significant effect on students' decisions to continue their education at private universities. (3) Promotion has a positive and significant effect on trust. (4) Word of mouth has a positive and significant effect on trust. (5) Trust has a positive and significant effect on students' decisions to continue their education at private universities. (6) Promotion has a positive and significant effect on students' decisions to continue their education at private universities through trust as a mediating variable. (7) Word of mouth has a positive and significant effect on students' decisions to continue their education at private universities through trust as a mediating variable. Trust is influenced by promotion and word of mouth by 74.4%, while the remaining 25.6% is influenced by other variables not included in this study. Meanwhile, students' decisions to continue their education at private universities are influenced by promotion and word of mouth by 67.4%, with the remaining 32.6% affected by other variables. The most influential variable is word of mouth on trust, with a contribution of 59.5%.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh promosi dan word of mouth terhadap keputusan mahasiswa melanjutkan pendidikan di universitas swasta kota padang yang dimediasi oleh kepercayaan mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa universitas Unidha, UPI, dan Adzkia angkatan 2023 yang berjumlah 4.348 mahasiswa dengan penerikan sampel menggunakan raosoft sample size calculator sehingga sampel sebanyak 227 mahasiswa. Data diperoleh dengan melakukan penyebaran kuesioner kemudian diolah dan diuji dengan menggunakan SmartPls 4.0. Dari penelitian yang dilakukan diketahui berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan 1). Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mahasiswa melanjutkan pendidikan di universitas swasta, 2). Word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mahasiswa melanjutkan pendidikan di universitas swast, 3). Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan, 4). Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan, 5). Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mahasiswa melenjutkan pendidikan di Universitas swasta, 6). Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mahasiswa melanjutkan pendidikan di universitas swasta melalui kepercayaan sebagai variabel mediasi, 7). Word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mahasiswa melanjutkan pendidikan di universitas swasta melalui kepercayaan sebagai variabel mediasi. Kepercayaan dipengaruhi oleh variabel promosi dan word of mouth sebesar 74,4% sedangkan sisanya 25,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada pada penelitian ini. Selanjutnya variabel keputusan mahasiswa melanjutkan pendidikan di universitas swasta dipengaruhi oleh promosi dan word of mouth sebesar 67,4% sedangkan sisanya 32,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada pada penelitian ini. Serta variabel yang paling berpengaruh yaitu word of mouth terhadap kepercayaan sebesar 59,5
Technology Acceptance Model: Minat Wisatawan Terhadap Penggunaan E-Money di Kota Bukittinggi
This study aims to determine the factors that influence the intention of tourists to use e-money during their visit to Bukittinggi. The subject of the study is tourist travelers who makevisits to several tourist destinations in Bukittinggi. The number of samples were 96 tourist using purposive sample technique. Data analysis was done by path analysis technique. The results show that 1) the higher the use of technology, the intention in using e-money is also higher 2) the higher the the ease of technology the higher the intention in using e-money 3) the higher the risk the lower the intention in using e-money 4) the higher the attitude of using technology the higher the intention in using e-money 5) usage attitude do not mediate the effect of the benefits of using technology on intention in using e-money. 6) attitude of use can mediate the effect of ease of technology on interest using e-money, 7) attitude of use do not mediate the effect of risk on intention using e-money.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi niat wisatawan menggunakan e-money selama berkunjung ke Bukittinggi. Subyek penelitian adalah wisatawan wisatawan yang melakukan kunjungan ke beberapa destinasi wisata di Bukittinggi. Jumlah sampel sebanyak 96 wisatawan dengan teknik purposive sample. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis jalur Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) semakin tinggi penggunaan teknologi, niat menggunakan e-money juga semakin tinggi 2) semakin tinggi kemudahan teknologi semakin tinggi niat menggunakan e-money 3) semakin tinggi risiko semakin rendah niat menggunakan e-money 4) semakin tinggi sikap menggunakan teknologi semakin tinggi niat menggunakan e-money 5) sikap penggunaan tidak memediasi pengaruh manfaat penggunaan teknologi terhadap niat menggunakan e-money. 6) sikap penggunaan dapat memediasi pengaruh kemudahan teknologi terhadap minat menggunakan e-money, 7) sikap penggunaan tidak memediasi pengaruh risiko terhadap niat menggunakan e-mone
PENGARUH PUSH DAN PULL FACTOR TERHADAP KUNJUNGAN WISATAWAN BACKPACKER KE BUKITTINGGI
This study aims to determine the effect of The Push and Pull Factors on Backpacker tourist’s decision to visit Bukittinggi. The object of this research is Backpacker tourists who visit Bukittinggi consist with samples of 100 peoples. The data used in this study including primary and secondary data. Primary data comes from the opinions of each respondent through the questionnaire to find out the response of the research sample regarding the influence of Push and Pull factors on the Backpacker tourists decision. While secondary data comes from previous journals, books, internet media, and annual reports, the primary data obtained then analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The results of the study indicate that push and pull factors have a significant effect on Backpacker tourists visits to Bukittinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Push factor dan pull factor terhadap keputusan berkunjung turis Backpacker ke Bukittinggi. Yang menjadi objek penelitian ini adalah wisatawan Backpacker yang melakukan kunjungan ke Bukittinggi. Adapun jumlah sampel penelitian adalah 100 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari pendapat masing-masing sampel penelitian dengan menggunakan angket atau penyebaran kuesioner, untuk mengetahui respon sampel penelitian mengenai pengaruh Push factor dan Pull factor terhadap keputusan berkunjung wisatawan Backpacker. Sedangkan data sekunder bersumber dari jurnal-jurnal sebelumnya, buku, media internet, annual report . Data primer yang didapat kemudian dianalisa dengan cara melakukan pengujian dengan teknik analisa regresi linear berganda . Hasil penelitian menunjukkan bahwa push dan pull factor berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan Backpacker ke Bukittinggi
Strategi Pengembangan desa wisata dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal ( PRA) pada Nagari Talang
This study aims to determine the potential, problems and problem solving in Nagari Talang. In this research, the data collection used the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, while the data analysis used the SWOT method. The PRA techniques used were Trend Charting and LivelihoodChanges, Institutional Studies (Venn Diagrams), Daily Activity Charts and Village Transects. The results of the study show the potential of the village in the form of land area, beautiful nature, good production of rice fields and good fields, abundant water supply, the existence of village institutions and BUMNag operating in Nagari and there are problems that occur such as not having complete and goodtourism supporting component (accessibility and amenities), yet the innovation on physical tourism activities. By using the SWOT analysis, it is identified that the strategic position of Nagari Talang is in quadrant II by emphasizing the Hold development strategy and maintain the market penetration policy and product development
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi, permasalahan dan pemecahan masalah di Nagari Talang. Penelitian ini dalam pengambilan datanya menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) sedangkan analisa datanya menggunakan metode SWOT. Teknik PRA yang digunakan adalah Pembuatan Bagan Kecenderungan dan Perubahan Mata Pencaharian, Kajian Kelembagaan (Diagram Venn), Bagan Kegiatan Harian dan Transek Desa. Hasil penelitian memperlihatkan potensi desa berupa luas lahan, alam yang indah ,produksi panen sawah dan ladang yang baik,pasokan air yang melimpah, adanya kelembagaan desa dan BUMNag yang beroperasi di nagari serta terdapat permasalahan yang terjadi seperti Belum memiliki komponen pendukung wisata ( aksesibilitas dan amenitas) yang lengkap dan baik, Belum memiliki inovasi terhadap aktivitas wisata secara fisik. Dengan menggunakan analisis SWOT maka teridentifikasi posisi strategis Nagari Talang berada pada kuadran II dengan menekankan strateg pengembangan Hold and maintain yang mengarahkan pada kebijakan market penetration dan Product developmen
Edukasi Dan Sosialisasi Financial Technology (FINTECH) Pada Pelajar SMK 2 Dan SMK Cendana Kota Padang Panjang
Perkembangan Era Society 5.0 yang ditandai dengan pencatatan data elektronik (big data). Selain itu, keberadaan konektivitas internet ke perangkat fisik (internet of things) menjadikan pencatatan buku besar elektronik (block chain) sebagai sistem baru dalam teknologi saat ini. Kebutuhan manusia untuk mendapatkan informasi dan berbagai layanan elektronik lainnya semakin meningkat dikarenakan oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat. Era digitalisasi telah merasuk ke seluruh sendi kehidupan manusia termasuk salah satunya di bidang keuangan yang dikenal dengan istilah Financial Technology (Fintech). Perkembangan Fintech beberapa tahun terakhir ini sangat signifikan. Tercatat per tahun 2022 di Indonesia, Fintech berbasis pembayaran ada 58, Fintech berbasis Lending mencapai 164 dan fintech berbasis crowd funding ada 2 dengan lebih dari 74 triliun rupiah transaksi pinjaman online. Walaupun di satu sisi, Fintech memberikan manfaat dan berbagai kemudahan bagi Masyarakat, namun di sisi lain Fintech juga menyebabkan permasalahan-permasalahan yang membahayakan bagi Masyarakat bahkan generasi muda. Salah satu kasus yang paling viral saat ini adalah pinjaman online yang juga rentan terjadi pada generasi Z. Beberapa faktor yang membuat Generasi Z rentan terjerat pinjol, di antaranya: rendahnya literasi keuangan, Gaya hidup yang tidak bijak, tekanan sosial untuk mengikuti teman, Perilaku FOMO dan YOLO, dan kebiasaan membagikan informasi pribadi di media sosial.Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi mengenai Fintech agar generasi Z dapat terhidar dari bahaya pinjaman online dan memahami penggunaan Fintech dengan lebih bijaksana. Pengabdian ini dilakukan di SMK 2 dan SMK Cendana Kota Padang Panjang. Pengabdian ini dilakukan dengan bentuk sosialisasi kepada pelajar/siswa
Aplikasi Sistem Informasi Raport Berbasis Web Studi Kasus Smkn 1 Surakarta
In this digital era, the education sector utilizes technology to facilitate the learning and assessment process. One of the institutions that utilize this information technology is SMKN 1 Surakarta. Based on interviews, it is known that SMKN 1 Surakarta still uses a Microsoft Excel legger to process grades. This can cause several problems, one of which is that if there is an error in the input value, it must be corrected manually. Entering values in the legger manually is time-consuming and requires high precision. Therefore, a system or application is needed that can help SMKN 1 Surakarta in processing grades into report cards quickly, effectively, and complying with health protocols. The method used in developing the SMKN 1 Surakarta report card information system is the Waterfall method. Making this web-based application is made using the PHP programming language with the help of using the Codeigniter Framework. In addition, the author also uses JavaScript and CSS with the help of the Bootstrap framework so that the website is more responsive. In this study the authors use 2 tests, namely the black box testing method and usability testing. The black box test results show that all menus in the application run as planned. The results of usability testing using the SUS method get a score of 72 (acceptable). The features used by this application are to input grades and export grades and print report cards. This application succeeded in processing the subject value input into the report card output of SMKN 1 Surakarta
Selective Dimensions of Memorable Tourism Experience and Their Influence on Revisit Intention
This study explores the influence of Memorable Tourism Experience (MTE) dimensions on tourists’ revisit intention in West Sumatra. While MTE is widely acknowledged in tourism literature, limited studies have empirically disentangled which subdimensions—such as hedonism, novelty, local culture, refreshment, meaningfulness, involvement, and knowledge—are truly consequential in the regional tourism context. Employing an explanatory, cross-sectional design with a purposive sample of 143 respondents, data were analyzed using Partial Least Squares (PLS). The results reveal that only hedonism, local culture, and meaningfulness significantly affect revisit intention. Novelty, refreshment, involvement, and knowledge showed no measurable impact. These findings challenge assumptions that all MTE elements equally drive loyalty, highlighting a more selective emotional-cognitive mechanism in tourist behavior. Practically, local tourism authorities should prioritize emotionally resonant and culturally grounded experiences to strengthen destination appeal and policy alignment with national tourism development goals
