4 research outputs found
Dampak Program CSR Kucari Berbasis Zero Waste Pt Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Terhadap Lingkungan Dan Ekonomi Desa Kalanganyar Sidoarjo
Perkembangan global menimbulkan tantangan besar bagi industri terkait isu lingkungan dan sosial. Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) muncul sebagai respon terhadap tuntutan keberlanjutan dan kesejahteraan lingkungan dan sosial. PT Pertamina Patra Niaga JATIMBALINUS meluncurkan program CSR bernama KUCARI (Kampung Cabut Duri) Zero Waste untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan ekonomi masyarakat di RT 17 Desa Kalanganyar. Permasalahan yang terjadi di RT 17 Desa Kalanganyar yaitu penumpukan limbah padat sisik ikan dan limbah cair hasil cucian ikan bandeng yang dibuang ke selokan sehingga menyebabkan bau tidak sedap dan pencemaran air. Selain itu, masyarakat dihadapkan pada kesulitan menjaga stabilitas pendapatan dan pekerjaan yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak lingkungan dan ekonomi kepada masyarakat dari pelaksanaan program CSR KUCARI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan masyarakat RT 17 Desa Kalanganyar sebagai objek dalam penelitian ini. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan praktisi CSR serta para penerima manfaat CSR, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengimplementasian program CSR KUCARI secara signifikan telah meningkatkan kualitas lingkungan melalui pengelolaan limbah cair dan padat UMKM cabut duri ikan bandeng dengan metode zero waste, memperbaiki kualitas air pembuangan, menghilangkan bau tidak sedap, melakukan transformasi lingkungan, dan meningkatkan kualitas lingkungan melalui upaya penghijauan. Selain itu, program ini juga memberikan dampak ekonomi positif dengan menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan rumah tangga, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan membuka peluang bisnis baru melalui produk olahan limbah ikan yang bernilai ekonomis.
=================================================================================================================================
Global development poses major challenges for industries related to environmental and social issues. Corporate social responsibility (CSR) emerged as a response to demands for sustainability and environmental and social welfare. PT Pertamina Patra Niaga JATIMBALINUS launched a CSR program called KUCARI (Kampung Cabut Duri) Zero Waste to overcome environmental and economic problems of the community in RT 17 Kalanganyar Village. The problems that occur in RT 17 Kalanganyar Village are the accumulation of solid waste of fish scales and liquid waste from milkfish washing that is disposed of into the gutter, causing unpleasant odors and water pollution. In addition, the community is faced with difficulties in maintaining income and employment stability, which causes economic uncertainty. Therefore, the purpose of this study is to determine the environmental and economic impacts to the community from the implementation of the KUCARI CSR program. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach and the community of RT 17 Kalanganyar Village as the object of this research. Primary data was obtained through observation and interviews with CSR practitioners and CSR beneficiaries, while secondary data was obtained from company documents. The results showed that the implementation of the KUCARI CSR program has significantly improved the quality of the environment through the management of liquid and solid waste of MSMEs by removing the thorns of milkfish using the zero waste method, improving the quality of disposal water, eliminating unpleasant odors, transforming the environment, and improving the quality of the environment through reforestation efforts. In addition, the program also has a positive economic impact by creating new employment opportunities, increasing household income, improving community skills, and opening new business opportunities through processed fish waste products with economic value
Improving Vocabulary Mastery Through the Traditional Game “Engklek” For Children in Kalijaten Village, Kec. Taman, Kab. Sidoarjo
Vocabulary is a basic thing that children should know before they learn English because vocabulary will make it easier to understand or master English. In Kalijaten, children tend not to be able to master English and they also have difficulty learning vocabulary. So to help with this the researcer have implemented a method using “engklek” to help improve children's vocabulary in Kalijaten Village. Using these traditional learning media can make it easier for children to improve their vocabulary skills and they will not get bored easily so the possibility of improving the vocabulary can increase. The purpose of holding vocabulary learning through the game “engklek” is to make it easier for children in Kalijaten village to master vocabulary easily. The method used for research is qualitative by collecting data by means of observation to children in Kalijaten village and it also takes 10 days, where the first and second days of surveying the place and collecting data on children in Kalijaten village and the following day the game was held. The place used to research this PKM is in the village of Kalijaten, Taman Subdistrict, Sidoarjo Regency. The length of observation used was two days when the author did practice in the field. The materials used are white chalk, gaco, laminating paper and the vocabulary that has been given. The results have shown that 70% of the children in Kalijaten village have low proficiency in mastering English, especially in vocabulary and 20% of Kalijaten children have a standard ability in mastering English, especially in vocabulary, and 10% of children in Kalijaten village have high skills in mastering vocabulary
Implementasi CSR Zero Waste dan Ekonomi Berkelanjutan PT. Pertamina Patra Niaga JATIMBALINUS di Desa Kalanganyar Sidoarjo
Perkembangan global menuntut perusahaan untuk meningkatkan tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka. Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi solusi untuk mencapai keberlanjutan dan kesejahteraan sosial melalui integrasi kepedulian sosial dan lingkungan dalam aktivitas bisnis. PT Pertamina Patra Niaga JATIMBALINUS, sebagai bagian dari grup Pertamina, meluncurkan Program CSR KUCARI (Kampung Cabut Duri) Zero Waste di Desa Kalanganyar, Sidoarjo, untuk menangani masalah lingkungan dan ekonomi yang disebabkan oleh aktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pencabut duri ikan bandeng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengevaluasi dampak program CSR KUCARI terhadap lingkungan dan ekonomi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini efektif dalam mengurangi masalah lingkungan seperti penumpukan limbah padat dan pencemaran air, serta meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat dengan menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan, dan keterampilan. Inovasi utama dari program ini termasuk pengolahan limbah padat menjadi produk bernilai (kerupuk sisik ikan dan stik tulang) dan pengolahan limbah cair menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Implementasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga berkontribusi pada perbaikan kualitas air dan pengurangan bau tidak sedap. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketidakmerataan distribusi pemasok dan keterbatasan lahan, program ini berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung prinsip keberlanjutan. Program CSR KUCARI PT Pertamina Patra Niaga JATIMBALINUS menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat RT 17 Desa Kalanganyar, mencerminkan keberhasilan dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial perusahaan dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan
Implementasi CSR Zero Waste dan Ekonomi Berkelanjutan PT. Pertamina Patra Niaga JATIMBALINUS di Desa Kalanganyar Sidoarjo
Perkembangan global menuntut perusahaan untuk meningkatkan tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka. Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi solusi untuk mencapai keberlanjutan dan kesejahteraan sosial melalui integrasi kepedulian sosial dan lingkungan dalam aktivitas bisnis. PT Pertamina Patra Niaga JATIMBALINUS, sebagai bagian dari grup Pertamina, meluncurkan Program CSR KUCARI (Kampung Cabut Duri) Zero Waste di Desa Kalanganyar, Sidoarjo, untuk menangani masalah lingkungan dan ekonomi yang disebabkan oleh aktivitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pencabut duri ikan bandeng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengevaluasi dampak program CSR KUCARI terhadap lingkungan dan ekonomi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini efektif dalam mengurangi masalah lingkungan seperti penumpukan limbah padat dan pencemaran air, serta meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat dengan menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan, dan keterampilan. Inovasi utama dari program ini termasuk pengolahan limbah padat menjadi produk bernilai (kerupuk sisik ikan dan stik tulang) dan pengolahan limbah cair menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Implementasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga berkontribusi pada perbaikan kualitas air dan pengurangan bau tidak sedap. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketidakmerataan distribusi pemasok dan keterbatasan lahan, program ini berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung prinsip keberlanjutan. Program CSR KUCARI PT Pertamina Patra Niaga JATIMBALINUS menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat RT 17 Desa Kalanganyar, mencerminkan keberhasilan dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial perusahaan dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan
