39 research outputs found

    Pengaruh terpaan iklan televisi dan persepsi merek terhadap minat beli (Studi pada produk Blackberry di kalangan mahasiswa FE Universitas Islam Lamongan)

    No full text
    The purpose of this study is to describe and analyze the positive and significant influence between the exposure of television advertising Blackberry products and brand perception of Blackberry products on the interest of buying Blackberry products on FE Students of Islamic University of Lamongan. The method used is survey method that takes a sample of 76 respondents FE Students of Islamic University of Lamongan. Data analysis techniques used are Product Moment Correlation analysis, multiple correlation, Linear Regression and Multiple Regression with SPSS V.13.0 for windows program. The results of research conducted, it can be seen that there is a positive and significant influence between the exposure of television advertising and brand perception of Blackberry products to the interest in buying Blackberry products. The results of the analysis show that this study supports the S-O-R theory in the Student FE population of Lamongan Islamic University

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN AIR MINUM ISI ULANG BANYU BIRU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan air minum isi ulang banyu biru. responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 100 pembeli. metode yang digunakan adalah sampel populasi. pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket. metode analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan software spss. hasil uji regresi menunjukkan bahwa variabel kualitas layanan dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. sedangkan variabel yang dominan pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan adalah kualitas produk. berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kualits pelayanan, kualitas produk berpengaruh positif terhadap loyalitas pelangganKeywords : Kualitas Pelayanan(X1), Kualitas Produk(X2), Loyalitas Pelangga

    PENGARUH KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP LOYALITAS MEREK PRODUK KRIM PEMUTIH POND’S PADA MAHASISWI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

    No full text
    Pada saat ini, persaingan antara produsen kosmetik di Indonesia semakin ketat. Para produsen kosmetik di Indonesia berkompetisi untuk menciptakan produk pelembab wajah yang berkualitas dan sesuai dengan para wanita. Produk krim Pemutih Merek Pond’s merupakan produk  pelembab wajah yang sudah dikenal oleh banyak masyarakat. Perusahaan tidak hanya mengginginkan produk  krim Pemutih Merek Pond’s dikanal saja tetapi perusahaan menggingikan para konsumenya terpuaskan dan pada akhirnya konsumen akan loyal terhadap produk pemutih merek Pond’s. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Kepuasan Konsumen terhadap loyalitas merek pada produk Pond’s. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 100 mahasiswi Manajemen Fakultas Ekonomi. Metode yang digunakan adalah non probability sampling, yaitu Purposive  sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar angket. Metode analisis data dilakukan dengan regresi linier sederhana menggunakan software SPSS versi 16. Dari hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa variabel X yaitu kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y yaitu loyalitas merek pada produk Pond’s. Untuk nilai adjusted R Square yang diperoleh sebesar 0,348 yang artinya ada pengaruh kepuasan konsumen terhadap loyalitas merek sebesar 34,8%, sedangkan sisanya 65,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian iniKeywords : Kepuasan Konsumen , Loyalitas Mere

    MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN DI MAN KOTA BLITAR

    No full text
    Skripsi dengan judul “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Kota Blitar” ini ditulis oleh Ima Nur Azizah, NIM 12207173014, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, yang dibimbing oleh Dr. Luluk Indarti, M.Pd.I., NIDN. 2008057804 Kata Kunci: Manajemen Sarana dan Prasarana, Mutu Layanan Pendidikan Dalam pendidikan agar dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan didalamnya diperlukan banyak layanan penunjang untuk keberlangsungan aktivitas personel sekolah, salah satunya adalah layanan sarana dan prasarana yang perlu dikelola dengan profesional agar memiliki mutu yang baik dan memberikan kepuasan tersendiri bagi seluruh personil sekolah. Fokus pada penelitian ini adalah (1) Perencanaan manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di MAN Kota Blitar. (2) Pengorganisasian manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di MAN Kota Blitar. (3) Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di MAN Kota Blitar. (4) Pengawasan manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di MAN Kota Blitar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan penjelasan deskriptif. Lokasi yang diteliti adalah di MAN Kota Blitar, dengan mengambil latar belakang manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Sumber data berasal dari Kepala tata usaha, Wakil Kepala bidang sarana dan prasarana, guru dan siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan perpanjangan pengamatan ketekunan pengamatan, dan triangulasi, serta mengadakan validitas, ketergantungan dan kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaannya dimulai dengan merencanakan kebutuhan melalui rapat terbuka atau rapat dinas pada awal tahun anggaran dan perencanaan pengadaan kebutuhan dengan sumber dana dari pemerintah dan komite. (2) Pengorganisasian yang dilakukan yaitu dengan membagi tanggung jawab kepada personil yang telah ditugaskan untuk mengurus sarana dan prasarana agar dapat memberikan pelayanan prima. (3) Pelaksanaan dilakukan dengan tahapan pendistribusian dengan pencatatan inventaris di buku dan komputer, penggunaan sarana dan prasarana yang cukup baik dan tidak rumit dan pemeliharaan secara berkala dan rutin. (4) Pengawasan yang dilakukan adalah dengan pelaporan sebagai bahan evaluasi tahun mendatang dan sekolah belum pernah melakukan penghapusan sarana dan prasarana

    MANAJEMEN MADRASAH ALIYAH PLUS KETERAMPILAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 BLITAR

    No full text
    Skripsi dengan judul “Manajemen Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dalam Meningktakan Kualitas Lulusan Peseta Didik di Madrasah Aliyah Negeri 2 Blitar” ini tulis oleh Oktafya Nur Azizah, NIM. 126207202064. Jurusan MANajemen Pendididikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, Pembimbing Dr. Luluk Indarti, S.Ag., M.Pd.I. NIDN. 2008057804. Kata Kunci: Manajemen, Madrasah Aliyah Plus Keterampilan, Kualitas Lulusan Peserta Didik Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya lulusan Madrasah Aliyah yang tidak melanjutkan ke Perguruan Tinggi karena berbagai macam faktor tertentu. Sehingga MAN 2 Blitar menyelenggarakan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan dengan tujuan untuk memberikan bekal keterampilan bagi peserta didik yang sudah lulus memiliki pegangan untuk mendapatkan perekerjaan. Fokus penelitian skripsi ini adalah (1) Bagaimana perencanaan madrasah aliyah plus keterampilan dalam meningkatkan kualitas lulusan peserta didik di MAN 2 Blitar? (2) Bagaimana pengorganisasian madrasah aliyah plus keterampilan dalam meningkatkan kualitas lulusan peserta didik di MAN 2 Blitar? (3) Bagaimana pelaksanaan madrasah aliyah plus keterampilan dalam meningkatkan kualitas lulusan peserta didik di MAN 2 Blitar (4) Bagaimana pengawasan madrasah aliyah plus keterampilan dalam meningkatkan kualitas lulusan peserta didik di MAN 2 Blitar. Tujuan penelitian ini dirancang untuk : (1) Untuk mengetahui perencanaan madrasah aliyah plus keterampilan dalam meningkatkan kualitas lulusan peserta didik MAN 2 Blitar. (2) Untuk mengetahui pengorganisasian madrasah aliyah plus keterampilan dalam meningkatkan kualitas lulusan peserta didik MAN 2 Blitar (3) Untuk mengetahui pelaksanaan madrasah aliyah plus keterampilan dalam meningkatkan kualitas lulusan peserta didik di MAN 2 Blitar. (4) Untuk Mengetahui pengawasan madrasah aliyah plus keterampilan dalam meningkatkan kualitas lulusan peserta didik di MAN 2 Blitar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, obeservasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan datanya menggunakan teknik triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) perencanaan manajemen madrasah aliyah plus keterampilan meliputi penentuan tujuan madrasah aliyah plus keterampilan, persiapan peserta didik, persiapan kurikulum dan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran, persiapan sarana dan prasarana, dan persiapan pendanaan, (2) pengorganisasian manajemen madrasah aliyah plus keterampilan meliputi rekrutmen guru keterampilan, pembentukan struktur organisasi, pembuatan SK, dan rapat koordinasi di awal ajaran baru. (3) Pelaksanaan manajemen madrasah aliyah plus keterampilan wajib diikuti oleh seluruh siswa MAN 2 Blitar. Metode pembelajaran keterampilan menggunakan pembelajaran teori dan praktek, dan menjalin kerjasama dan pelatian dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan serta melakukan kunjungan industri dan mengikuti bazar hasil praktek keterampilan. (4) Pengawasan manajemen madrasah aliyah plus keterampilan dilaksanakan secara internal dan eksternal

    PENGARUH HARGA, LOKASI DAN GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN RUMAH DI PERUMAHAN MADE GREAT RESIDENCE KOTA LAMONGAN

    No full text
    Pada zaman sekarang ini pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Dengan meningkatnya penduduk, maka kebutuhan akan semakin beraneka ragam, salah satunya kebutuhan manusia yang mendasar adalah kebutuhan akan tempat tinggal atau rumah. Masalah tempat tinggal masih menjadi polemik, seperti permasalahan yang dihadapi oleh penduduk di perkotaan adalah kurangnya lahan perumahan yang mengakibatkan harga rumah atau tanah sangat tinggi dan sulit didapatkan. Penelitian ini bertujuan menguji dan menganalisis pengaruh harga, lokasi dan gaya hidup secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian rumah di Perumahan Made Great Residence di Kota Lamongan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang telah membeli rumah di Perumahan Made Great Residence di Kota Lamongan 100 orang. Metode pengambilan sampel adalah proporsional sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang / responden. Variabel bebas penelitian ini adalah harga (X1), lokasi (X2), gaya hidup (X3) dan keputusan pembelian (Y) sebagai variabel terikat. Uji instrumen dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dengan mempertimbangkan syarat uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji statistik secara parsial (uji t) dan uji statistik secara simultan (uji F) dengan taraf signifikan α = 5%. Penganalisan data menggunakan program SPSS for windows versi 20. Hasil pengujian secara secara parsial menunjukkan variabel harga, lokasi dan gaya hidup memberikan pengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian. Sedangkan hasil pengujian simultan menunjukkan semua variabel berpengaruh terhadap keputusan pembelian rumah di Perumahan Made Great Residence di Kota Lamongan

    PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU NIKE PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

    No full text
    Citra merek merupakan faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian suatu produk dengan faktor-faktor yang mempengaruhi diantaranya:  (1)  faktor  asosiasi  keunggulan,  (2)  faktor  asosiasi  kekuatan,  (3) faktor asosiasi keunikan. Sedangkan keputusan pembelian suatu produk sangat dipengaruhi oleh penilaian akan kualitas dari produk tersebut. Keputusan pembelian juga sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya: (1) faktor kebudayan, (2) faktor sosial, (3) faktor pribadi, (4) faktor psikologi. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh citra merek sepatu Nike terhadap  pengambilan  keputusan  pembelian sepatu  Nike pada mahasiswa FE Universitas Islam Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional menggunakan metode survei dengan instrumen angket yang berisi butir pernyataan untuk memperoleh data tentang citra merek (brand image) dan data tentang pengambilan keputusan. Populasi dalam penelitian ini mahasiswa FE Universitas Islam Lamongan tahun akademik 2014/2015 sebanyak 600 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini diperoleh sampel 50 mahasiswa. Nilai validitas  instrumen  sebesar  0,840  dan  reliabelitasnya  sebesar  0,923.Teknik analisis data menggunakan uji F pada taraf signifikasi 5 %. Dari hasil penelitian diperoleh dari citra merek sebanyak 21 responden (42%) masuk dalam katagori tinggi, untuk 29 responden (58 %) masuk dalam kategori sedang. Sedangkan untuk keputusan pembelian diperoleh 17 responden (34 %) masuk dalam katagori sedang, untuk 32 responden (64%) masuk dalam katagori sedang, dan 1 responden (2%) masuk dalam katagori rendah. Kemudian diperoleh   harga F hitung 29,689 > F tabel  (4,04) dan Rhitung  = 0,618 > R(0.05)(49) = 0,231, hasil tersebut disimpulkan ada pengaruh citra merek (brand image) sepatu Nike terhadap pengambilan keputusan pembelian sepatu Nike pada mahasiswa FE Universitas Islam Lamongan. Besarnya sumbangan citra merek terhadap keputusan pembelian diketahui nilai r2sebesar 0,328, sehingga besarnya sumbangan sebesar 38,2 %, sedangkan sisanya sebesar 61,8 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak masuk dalam variabel penelitian.Keywords : citra merek, pengambilan keputusan, sepatu nik

    KEBIJAKAN PENGENDALIAN STANDAR WAKTU DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM RANGKA KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA LYLY BAKERY LAMONGAN

    No full text
    Sebuah perusahaan akan berjalan dengan efektif dan efisien jika dikelolah dengan cara yang tepat. Dalam proses produksi, untuk menghindari pemborosan waktu, perusahaan perlu mengelola waktu dengan tepat, agar kegiatan proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Sedangkan persediaan bahan baku berperan penting pada kelancaran proses produksi. Karena jika persediaan bahan baku habis, maka kegiatan proses produksi juga akan terhenti selama beberapa waktu. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebijakan pengendalian standar waktu dan persediaan bahan baku dalam rangka kelancaran proses produksi dan untuk mengetahui apakah dengan pelaksanaan standar waktu dan persediaan bahan baku dapat meningkatkan efisiensi proses produksi pada Lyly Bakery Lamongan. Dalam metode penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif dan metode analisis data yang digunakan adalah metode time study , Economic Order Quantity, total biaya persediaan, Re Order Point, dan Savety stock. Dari perhitungan yang telah dilakukan, didapat  standard waktu proses produksi yaitu 281,05 menit. Sedangkan pengendalian persediaan bahan baku dengan menggunakan metode EOQ yaitu tepung 1865,62 kg, telur 1376,7 kg, gula 2433, 84 kg, mentega 1287,67 kg. Total persediaan bahan baku tepung Rp. 9.352.556, 31,-, telur Rp. 1.254.703,94,-, gula Rp. 2.218.022,58,- , mentega Rp. 1.175.651,04,-. Dengan persediaan pengamanan adalah tepung 1.350.000, telur  5.400, gula 33.746, dan mentega 14.169. Dan titik pesan masing-masing bahan baku kembali pada saat bahan baku berada pada tingkat jumlah tepung 23.625.350 Kg, telur 75.614 Kg, Gula 1.451.164 Kg, Mentega 170.064 Kg. Dan setelah dilakukan penetapan standar waktu dan dibandingkan dengan waktu terdahulu atau waktu sebelum dilakukan penetapan standar waktu, dapat dikatakan lebih efisien dengan selisih antara 1,95 menit. Dari hasil perhitungan total biaya persediaan masing-masing bahan baku kebijakan perusahaan dengan perhitungan metode EOQ  tersebut diperoleh selisih masing-masing bahan baku sebesar tepung 5.713.618,69. Telur 17.965.804,9, gula 7.826.005,22, mentega 5.595.593,49 Dari perhitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode EOQ didapatkan hasil yang lebih efisien dibandingkan dengan kebijakan perusahaan Lyly bakery Lamongan.Keywords : Standar waktu, persediaan bahan baku dan proses produks

    Pengujian signifikansi model geographically weighted regression (GWR) dengan uji F dan uji t: studi kasus jumlah kematian bayi di Jawa Timur tahun 2012

    No full text
    INDONESIA : Geographically Weighted Regression (GWR) adalah pengembangan dari model regresi dimana setiap parameter dihitung pada setiap lokasi pengamatan, sehingga setiap lokasi pengamatan mempunyai nilai parameter regresi yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan pada model regresi global berlaku pada data statistik dengan asumsi bahwa lokasi pengamatan yang diteliti tidak berpengaruh. Variabel respon y dalam model GWR diprediksi dengan variabel prediktor yang masing-masing koefisien regresinya bergantung pada lokasi dimana data tersebut diamati sehingga faktor geografis sangat mempengaruhi dalam penarikan kesimpulan. Untuk menguji signifikansi model GWR maka dilakukan estimasi parameter terlebih dahulu. Estimasi parameter model regresi linier biasanya menggunakan Ordinary Least Square (OLS), sedangkan estimasi parameter model GWR dilakukan dengan metode Weighted Least Squares (WLS) yaitu dengan memberikan pembobot yang berbeda untuk setiap lokasi dimana data diamati. Estimasi parameter model GWR meliputi estimasi parameter regresi dan parameter variansi. Dari hasil penelitian didapatkan model statistik uji dari model GWR adalah statistik uji F dan uji t. Pada aplikasi GWR4 didapatkan bahwa dari ke tujuh variabel, ternyata variabel jumlah tenaga medis, jumlah posyandu, pemberian asi eksklusif, pemberian vitamin, kesehatan ibu dan kesehatan bayi yang signifikan mempengaruhi jumlah kematian bayi di Jawa Timur tahun 2012. Sehingga model yang didapatkan dari pengujian signifikansi model GWR pada data jumlah kematian bayi di Jawa Timur tahun 2012 menggunakan aplikasi GWR4 adalah: y_i=34001.960283+4150.138641x_i1+1472.043181x_i2+1184.660155x_i3 -5982.992286x_i4+11278.752766x_i5+500223.799748x_i6-508266.845069x_i7 Selain menggunakan statistik uji F dan uji t, dapat juga digunakan metode lainnya pada pengujian model GWR. Estimasi parameter juga dapat menggunakan metode selain WLS, serta data yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. ENGLISH : Geographically Weighted Regression (GWR) is the development of a regression model in which each parameter is calculated at each observation location, so each observation location parameter has a value different regression. This is because the global regression model applies to the statistical data with the assumption that the sampling sites studied had no effect. Response variable y in the GWR models predicted the predictor variables of each regression coefficient depends on the location where the data is observed that geographical factors influence the conclusion. GWR models to test the significance of the parameter estimation is done first. Parameter estimation of linear regression models typically use the Ordinary Least Square (OLS), while the GWR model parameter estimation was conducted using Weighted Least Squares (WLS) is to give a different weighting for each location where the data is observed. GWR estimate model parameters include parameters regression and parameter estimation variance. From the results, the test statistical models of GWR models are statistical F test and t test. On the application GWR4 found that of the seven variables, it turns out a variable number of medical personnel, the number of neighborhood health center, exclusive breast feeding, vitamin, maternal and infant health that significantly affect infant mortality in East Java in 2012. So that the model obtained from the GWR model significance testing data on the number of infant mortality in East Java in 2012 using GWR4 application is y_i=34001.960283+4150.138641x_i1+1472.043181x_i2+1184.660155x_i3 -5982.992286x_i4+11278.752766x_i5+500223.799748x_i6-508266.845069x_i7 In addition to using the F test statistic and t test, other methods can also be used to test models of GWR. Parameter estimation can also use methods other than WLS, and data in accordance with the needs of researchers

    ANALISIS MANAJEMEN PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG KECIL (Studi Kasus Pasar KIRINGAN Desa Kemlagilor Turi Lamongan)

    No full text
    Pasar Tradisional adalah salah satu sarana pendukung untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. pasar akan maju apabila pengelolaannya berjalan dengan baik, namun sebaliknya jika pengelolaan tidak berjalan dengan baik maka akan mengakibatkan kerugian, baik dalam pasar tersebut ataupun bagi mitra kerjanya. Pasar KIRINGAN merupakan pasar yang cukup terkenal di kecematan Turi kab Lamongan, namun pengelolaan di pasar tradisional KIRINGAN tergolong kurang baik. Penelitian ini dilakukan di Pasar Tradisional KIRINGAN Desa Kemlagilor Turi Lamongan bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pengelolaan di Pasar KIRINGAN dan apakah manajemen pengelolaan tersebut memiliki pengaruh terhadap pendapatan pedagang kecil mengenai manajemen pengelolaan Pasar KIRINGAN Desa Kemlagilor Turi Lamongan.Populasi yang digunakan dalam penelitian sebanyak 200 orang, serta sampelnya dipilih berdasarkan metode persentase, dengan taraf persentase sebesar 20% sehingga sampelnya sebanyak 40  orang yaitu  3 dari aparatur Desa, 37 dari pedagang pasar KIRINGAN. Dari analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil penelitian yang menyatakan bahwa manajemen pengelolaan Pasar Tradisional KIRINGAN tergolong kurang baik jika dilihat dari aspek penyediaan infrastruktur, perbaikan sarana dan prasarana Pengelolaan yang kurang baik menimbulkan pengaruh terhadap pendapatan pedagang kecil.Kata Kunci : Manajemen Pengelolaan, Pasar Tradisional, PendapatanÂ
    corecore