1,720,960 research outputs found
PERAN PENGASUH PONDOK PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SANTRI MELALUI KEGIATAN SPIRITUAL DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZIL QUR’AN POGALAN TRENGGALEK
Skripsi ini ditulis oleh Nur Azizah Nida, NIM: 17201163242, Jurusan
Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama
Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, dengan judul “Peran Pengasuh Pondok dalam
Membentuk Karakter Religius Santri Melalui Kegiatan Spiritual di Pondok
Pesantren Tahfidzil Qur’an Pogalan Trenggalek”. Dosen Pembimbing oleh
Dr.H.Imam Junaris, S.Ag.,M.H.I., NIP: 196902052003121005
Kata Kunci: Pengasuh Pondok, Karakter, Kegiatan Religius
Pembentukan karakter dalam kehidupan manusia menempati kedudukan
yang sangat penting, sehingga perlu adanya perhatian dari berbagai pihak individu
maupun kelompok. Santri merupakan individu yang mudah terpengaruh dengan
lingkungan ada di sekitarnya. Agar karakter santri dapat diarahkan sesuai dengan
tujuan mulia yaitu akhlakul karimah, perlu adanya bimbingan dan pembinaan dari
lembaga dan orang tertentu yang berperan di dalamnya terutama pengasuh pondok
dan ustadz. Hal ini karena kegiatan agama yang cenderung dominan daripada
kegiatan yang lain. Berangkat dari latar belakang itulah penulis berkeinginan
mengambil judul skripsi “Peran Pengasuh Pondok dalam Membentuk Karakter
Religius Santri Melalui Kegiatan Spiritual di Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an
Pogalan Trenggalek”.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana Peran Pengasuh
Pondok dalam Membentuk Karakter Religius Santri Melalui Kegiatan Sholat
Berjamaah di Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Pogalan Trenggalek? (2)
Bagaimana Peran Pengasuh Pondok dalam Membentuk Karakter Religius Santri
Melalui Kegiatan Pengajian Kitab Kuning di pondok pesantren Tahfidzil Qur’an
Pogalan Trenggalek? (3) Bagaimana Peran Pengasuh Pondok dalam Membentuk
Karakter Religius Santri Melalui Kegiatan Sema’an Al-Qur’an di Pondok Pesantren
Tahfidzil Qur’an Pogalan Trenggalek?
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. sumber
datanya dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan datanya
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data :
perpanjangan keikutsertaan peneliti, pembahasan sejawat, dan triangulasi. Metode
analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Hasil dari penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa (1) Peran Pengasuh
Pondok dalam membentuk karakter religius santri melalui sholat berjamaah adalah
pengasuh berperan sebagai imam shalat dan contoh dalam kegiatan sholat
berjamaah, serta santri dibiasakan ibadah secara tepat waktu dan istiqomah, serta
memperkuat ukhuwah Islamiyah didalam pesantren maupun dimasyarakat. (2)
Peran Pengasuh Pondok dalam membentuk karakter religius santri melalui
pengajian kitab kuning adalah sebagai pendidik dan pembimbing santri untuk
bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan memahami hukum-hukum islam yang ada didalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan memberikan kisah-kisah para
ulama’ terdahulu. Serta menggunakan pembelajaran watonan atau bandongan
dalam kegiatan pengajian kitab kuning. (3) Peran Pengasuh Pondok melalui
kegiatan sema’an Al-Qur’an adalah sebagai pembimbing dan motivator santri
dengan memberikan contoh ketauladan melalui kegiatan sema’an Al-Qur’an
dengan cara selalu intropeksi diri terhadap hafalannya
KURIKULUM MERDEKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENGUATKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DIMENSI BERNALAR KRITIS PESERTA DIDIK (Studi Multi Kasus di MTs Bilingual Muslimat NU Pucang-Sidoarjo dan SMP Negeri 2 Kediri)
Tesis dengan judul “Kurikulum Merdeka Pembelajaran Pendidikan Agama
Islam Untuk Menguatkan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Bernalar Kritis Peserta
Didik (Studi Kasus Di MTs Bilingual Muslimat NU Pucang-Sidoarjo Dan SMP
Negeri 2 Kediri)” ini ditulis oleh Nur Azizah Nida, dengan Promotor Prof. Dr. H.
Abdul Aziz, M.Pd. dan Prof. Dr. H. Agus Zaenul Fitri, M.Pd.
Kata Kunci : Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Agama Islam, Penguatan Profil
Pelajar Pancasila Dimensi Bernalar Kritis
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kurikulum merdeka dalam
pembelajaran pendidikan agama Islam mendorong guru untuk aktif dalam
menciptakan dan menumbuhkan karakter peserta didik yang cerdas dan mampu
menerapkan nilai-nilai profil pelajar pancasila yang agamis dan mencintai budaya.
Guru juga dituntut harus menguasai metode dan menggunakan media belajar yang
sesuai agar peserta didik senantiasa bernalar kritis dan memiliki pemikiran yang
matang, bijak dan cermat.
Pertanyaan penelitian dalam tesis ini adalah 1) Bagaimana perencanaan
kurikulum merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama islam terhadap bernalar
kritis peserta didik di MTs Bilingual Muslimat NU Pucang-Sidoarjo dan SMP
Negeri 2 Kediri?, 2) Bagaimana pelaksanaan kurikulum merdeka dalam
pembelajaran pendidikan agama islam terhadap bernalar kritis peserta didik di MTs
Bilingual Muslimat NU Pucang-Sidoarjo dan SMP Negeri 2 Kediri?, 3) Bagaimana
evaluasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama islam terhadap
bernalar kritis peserta didik di MTs Bilingual Muslimat NU Pucang-Sidoarjo dan
SMP Negeri 2 Kediri?.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan
menggunakan jenis penelitian studi multi kasus. Pengumpulan data dengan
wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data
dengan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan.
Pengecekan keabsahan data peneliti menggunakan perpajangan keikutsertaan,
triangulasi, serta ketekunan pengamatan.
Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa 1) Perencanaan kurikulum merdeka
pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk menguatkan profil pelajar pancasila
dimensi bernalar kritis peserta didik di MTs Bilingual Muslimat NU PucangSidoarjo
dan SMP Negeri 2 Kediri yakni meng-upgrade unit kegiatan belajar
mandiri pendidik dan peserta didik dengan menyiapkan tenaga pendidik yang
profesional, menganalisis, menyusun dan merancang perangkat pembelajaran
sesuai dengan visi misi dan tujuan lembaga dan sesuai dengan kurikulum merdeka,
sehingga terciptanya pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. 2) Pelaksanaan
kurikulum merdeka pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk menguatkan
profil pelajar pancasila dimensi bernalar kritis peserta didik di MTs Bilingual
Muslimat NU Pucang-Sidoarjo dan SMP Negeri 2 Kediri yaitu tidak
mengintervensi guru dan peserta didik, sehingga pembelajaran berjalan efektif.
Dalam melaksanakan pembelajaran dikelas lebih menekankan pentingnya tujuan
materi, berpikir kritis dan mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari. Ketika pembelajaran berlangsung, guru memakai berbagai metode dan strategi
ppembelajaran yang bervariasi untuk memudahkan peserta didik dalam memahami
materi. 3) evaluasi kurikulum merdeka pembelajaran Pendidikan Agama Islam
untuk menguatkan profil pelajar pancasila dimensi bernalar kritis peserta didik di
MTs Bilingual Muslimat NU Pucang-Sidoarjo dan SMP Negeri 2 Kediri
menekankan refleksi materi dan memberikan stimulus untuk membantu peserta
didik memahami materi, menerapkan metode HOTS untuk mendorong peserta
didik kepada pemahaman dan pengaplikasian materi terhadap kehidupan
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
