6 research outputs found

    Analisa Sifat Mekanik Komposit Hybrid Serat Daun Nanas Dan Serat Sabut Kelapa Dengan Menggunakan Matriks Epoxy

    No full text
    Komposit merupakan material yang terdiri dari satu atau beberapa serat serta matriks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume antara serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy terhadap sifat mekanik komposit yang ditinjau dari pengujian tarik.Pencetakan komposit dilakukan dengan mencampurkan serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy, serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15% : 70% resin epoxy , serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : 70% resin epoxy, dengan susunan serat acak menggunakan metode hand lay up. Analisa sifat mekanik dari pengujian tarik berstandarkan ASTM D638 TYPE 1. Dari hasil data pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tegangan tarik dan regangan tarik terbesar terletak pada variasi fraksi  volume serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata-rata sebesar 34,61 N/mm2 dan  kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,71% , sedangkan untuk nilai kekuatan  tegangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi  volume serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata – rata sebesar  dan untuk nilai regangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15%: resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar  1,36%. Berdasarkan data pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat daun nanas pada komposit hybrid serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy maka kekuatan tarik dan bendingnya semakin meningkat.Komposit merupakan material yang terdiri dari satu atau beberapa serat serta matriks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume antara serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy terhadap sifat mekanik komposit yang ditinjau dari pengujian tarik.Pencetakan komposit dilakukan dengan mencampurkan serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy, serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15% : 70% resin epoxy , serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : 70% resin epoxy, dengan susunan serat acak menggunakan metode hand lay up. Analisa sifat mekanik dari pengujian tarik berstandarkan ASTM D638 TYPE 1. Dari hasil data pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tegangan tarik dan regangan tarik terbesar terletak pada variasi fraksi  volume serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata-rata sebesar 34,61 N/mm2 dan  kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,71% , sedangkan untuk nilai kekuatan  tegangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi  volume serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata – rata sebesar  dan untuk nilai regangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15%: resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar  1,36%. Berdasarkan data pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat daun nanas pada komposit hybrid serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy maka kekuatan tarik dan bendingnya semakin meningkat

    Analisa Sifat Mekanik Komposit Hybrid Serat Daun Nanas Dan Serat Sabut Kelapa Dengan Menggunakan Matriks Epoxy

    No full text
    Komposit merupakan material yang terdiri dari satu atau beberapa serat serta matriks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume antara serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy terhadap sifat mekanik komposit yang ditinjau dari pengujian tarik.Pencetakan komposit dilakukan dengan mencampurkan serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy, serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15% : 70% resin epoxy , serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : 70% resin epoxy, dengan susunan serat acak menggunakan metode hand lay up. Analisa sifat mekanik dari pengujian tarik berstandarkan ASTM D638 TYPE 1. Dari hasil data pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tegangan tarik dan regangan tarik terbesar terletak pada variasi fraksi  volume serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata-rata sebesar 34,61 N/mm2 dan  kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,71% , sedangkan untuk nilai kekuatan  tegangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi  volume serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata – rata sebesar  dan untuk nilai regangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15%: resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar  1,36%. Berdasarkan data pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat daun nanas pada komposit hybrid serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy maka kekuatan tarik dan bendingnya semakin meningkat.Komposit merupakan material yang terdiri dari satu atau beberapa serat serta matriks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume antara serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy terhadap sifat mekanik komposit yang ditinjau dari pengujian tarik.Pencetakan komposit dilakukan dengan mencampurkan serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy, serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15% : 70% resin epoxy , serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : 70% resin epoxy, dengan susunan serat acak menggunakan metode hand lay up. Analisa sifat mekanik dari pengujian tarik berstandarkan ASTM D638 TYPE 1. Dari hasil data pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tegangan tarik dan regangan tarik terbesar terletak pada variasi fraksi  volume serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata-rata sebesar 34,61 N/mm2 dan  kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,71% , sedangkan untuk nilai kekuatan  tegangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi  volume serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata – rata sebesar  dan untuk nilai regangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15%: resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar  1,36%. Berdasarkan data pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat daun nanas pada komposit hybrid serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy maka kekuatan tarik dan bendingnya semakin meningkat

    PENGARUH PENGGUNAAN KOMPOSIT SERAT AMPAS TEBU BERMATRIK POLIPROPILENA MENGGUNAKAN METODE THERMAL BONDING TERHADAP KEKUATAN TARIK

    No full text
    Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, mobil menjadi transportasi utama dengan manfaat signifikan seperti memudahkan mobilitas dan menghemat waktu. Berdasarkan data GAIKINDO tahun 2023, penjualan mobil di Indonesia mencapai 90.835 unit, naik 15,6% dibanding tahun 2022. Peningkatan ini memicu kebutuhan material untuk komponen mobil, termasuk material isolator panas yang umumnya terbuat dari bahan sintetis seperti ceramic blanket dan glass wool. Namun, material tersebut memiliki kelemahan seperti berat, biaya tinggi, dan risiko kesehatan. Serat ampas tebu dipilih karena sifat mekaniknya yang baik, tidak korosif, ringan, murah, dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dengan larutan NaOH 5% dan aquades selama 1 jam, serta fraksi volume serat 20% : 80%, 25% : 75%, dan 30% : 70%. Polipropilena digunakan sebagai matrik untuk mengikat serat ampas tebu. Kombinasi ini diharapkan menghasilkan komposit dengan ketahanan panas dan kekuatan tarik yang optimal. Pembuatan komposit di lakukan dengan menggunakan metode thermal bonding. Penelitian ini menganalisa ketahanan suhu dengan oven pemanas dan sifat mekanik uji tarik menggunakan standar ASTM D 638 tipe 1. Fokus penelitian ini adalah "Pengaruh Penggunaan Komposit Berbahan Serat Ampas Tebu Bermatrik Polipropilena Dengan Metode Thermal Bonding terhadap Kekuatan Tarik."Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi fraksi volume 25%:75% memberikan kekuatan tarik optimal dengan nilai 21,90 N/mm³ setelah perendaman NaOH 5%.Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, mobil menjadi transportasi utama dengan manfaat signifikan seperti memudahkan mobilitas dan menghemat waktu. Berdasarkan data GAIKINDO tahun 2023, penjualan mobil di Indonesia mencapai 90.835 unit, naik 15,6% dibanding tahun 2022. Peningkatan ini memicu kebutuhan material untuk komponen mobil, termasuk material isolator panas yang umumnya terbuat dari bahan sintetis seperti ceramic blanket dan glass wool. Namun, material tersebut memiliki kelemahan seperti berat, biaya tinggi, dan risiko kesehatan. Serat ampas tebu dipilih karena sifat mekaniknya yang baik, tidak korosif, ringan, murah, dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi dengan larutan NaOH 5% dan aquades selama 1 jam, serta fraksi volume serat 20% : 80%, 25% : 75%, dan 30% : 70%. Polipropilena digunakan sebagai matrik untuk mengikat serat ampas tebu. Kombinasi ini diharapkan menghasilkan komposit dengan ketahanan panas dan kekuatan tarik yang optimal. Pembuatan komposit di lakukan dengan menggunakan metode thermal bonding. Penelitian ini menganalisa ketahanan suhu dengan oven pemanas dan sifat mekanik uji tarik menggunakan standar ASTM D 638 tipe 1. Fokus penelitian ini adalah "Pengaruh Penggunaan Komposit Berbahan Serat Ampas Tebu Bermatrik Polipropilena Dengan Metode Thermal Bonding terhadap Kekuatan Tarik."Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi fraksi volume 25%:75% memberikan kekuatan tarik optimal dengan nilai 21,90 N/mm³ setelah perendaman NaOH 5%

    STRUCTURAL ANALYSIS OF THE PASSENGER NT-60 BOGIE WAGON BOGIE TYPE

    No full text
    The welded bogie railway was typically exposed to very intricate fatigue loads, resulting in a significant risk of failure. However, most standards only took into account external excitations from wheel-rail system when evaluating fatigue performance. NT-60 was a common bogie train fleet in Indonesia because it manufactured in the only company then supply to the largest train operator in Indonesia. The 2x3 general linear model factorial was applied as design of experiment, load tests and static test was set as independent variable, each loading had three levels: 18, 19, and 20 tons was conducted in three replications. Strain of bogie were detected using strain gauge type LY-11 and stress using linear variable displacement transducer, all set on load test bogie tester machine. This research focuses on knowing the load type and load variables bogie to displaying which variables affect the stress on the bogie, whereas previous research only focused on the stress results caused by the load. Factorial design of experiments provided a detailed characterization of strain and stress under varying load conditions, delivering an accurate and systematic approach to show relationship between stress and strain. The lowest average strain of 0.02 mm occurred in vertical load test with a loading of 18 tonnes at first replication. In this combination, there was also a stress of 7 N/mm². The highest strain experienced by NT-60 bogie was 0.21 mm in the horizontal load with a loading of 20 tonnes at first replication. In this condition, a stress of 44.1 N/mm² occurred

    An Optimizing of Piping System - Case Study Kereta Cepat Merah Putih (KCMP) Achmad

    No full text
    ABSTRAKKereta api berkecepatan tinggi merupakan salah satu alat transportasi modern yang paling berpengaruh di dunia karena keunggulannya seperti kecepatan yang tinggi, kenyamanan dalam berkendara, kapasitas angkut yang besar, dan konsumsi energi yang rendah. Salah satu tugas utama dalam sistem perkeretaapian adalah mengalirkan fluida yang saling terhubung satu sama lain berdasarkan desain yang telah dirancang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain sistem perpipaan dan routing pada Kereta Cepat Merah Putih (KCMP). Selain itu, penelitian ini juga membahas mengenai pemilihan material yang akan digunakan pada sistem perpipaan yang ringan dan juga ramah lingkungan.Kata kunci: desain pipa, kereta cepat, bahanABSTRACTThe high speed train is one of the most influential modern means of transportation in the world due to their advantages such as high speed running, ride comfort, large transport capacity, and low energy consumption. One of the main tasks in railway system is to convey fluid that is interconnected to each other based on the design that has been designed. The objective of this paper is to develop a design of the piping and routing system at Kereta Cepat Merah Putih (KCMP). In addition, this research also discusses about selection of materials to be used in piping systems that are lightweight and also environmentally friendly.Keywords: piping design, high speed train, material

    Mechanical Strength Analysis of Bamboo Fiber and Glass Powder Reinforced Composites Using Epoxy Matrix as an Alternative Visor

    No full text
    This study aims to analyze the mechanical strength of composites with bamboo fiber and glass powder reinforcement using an epoxy matrix. The study used a hand lay-up method with three variations of volume fraction composition, namely (1) 15% bamboo fiber, 15% glass powder, 70% resin, (2) 20% bamboo fiber, 10% glass powder, 70% resin, and (3) 25% bamboo fiber, 5% glass powder, 70% resin. The bamboo fiber used was the result of alkali treatment using 15% NaOH solution to remove lignin and cellulose, while the glass powder was obtained from household glass waste with a particle size of 60 mesh. Mechanical property testing included tensile testing (ASTM D638 Type 1), compression testing (ASTM D695-96), and impact testing (ASTM D256), while morphological structure analysis was carried out using Scanning Electron Microscope (SEM) testing. The results showed that the volume fraction composition of 25:5:70 produced the highest tensile strength with an average value of 95.69 N/mm² and the highest impact strength of 29.91 J/mm. Meanwhile, the composition of 15:15:70 obtained the highest compressive strength of 57.13 MPa. SEM analysis of the composite fracture showed the occurrence of full out fiber, debonding, and void phenomena in the matrix, which affected the decrease in the material strength value. This indicates that variations in the composition of bamboo fiber and glass powder can optimize the mechanical properties of composites, while supporting the utilization of natural materials and waste as environmentally friendly innovation materials for automotive applications, especially Yamaha Vixion motorcycle visor products
    corecore