1,720,968 research outputs found
Leadership Ummahatul Mukminin dalam Pendidikan Islam
Pendidikan dalam rumah tangga adalah merupakan pendidikan pertama yang dalam hal ini banyak diperankan oleh ibu-ibu rumah tangga, maka dengan membahas tentang peranan leadership ummahatul mukminin akan memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu tentang cara membina rumah tangga dan sekaligus mendidik anak-anaknya. Dalam rumah tangga, ibu merupakan pelaksana pendidikan yang bertanggung jawab mengurus dan mengatur dan menjadikan rumah tangga itu sebagai tempat ideal keluarga mengemukakan isi hatinya dan kasih sayangnya baik terhadap suami dan anak-anaknya. Dan dalam pemeliharaan hidup bersama, dalam rumah tangga muslim, harus memancarkan cahaya al-qur'an, cahaya ibadah oleh penghuninya, mereka melaksanakan shalat, puasa, ibadah Islam dan lain-lain
Supervisi Pendidikan
Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan. Mengawasi ialah proses dimana administrasi melihat apakah itu sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi. Jadi jika tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati atau dikehendaki maka administrator mengadakan penyesuaian. Fungsi pengawasan/supervisi dalam pendidikan bukan hanya sekadar mengontrol apakah segala kegiatan yang telah direncanakan atau diprogramkan telah
dilaksanakan denga baik atau belum, tapi lebih dari itu mencakup penentuan kondisikondisi atau syarat-syarat personel maupun material yang diperlukan untuk terciptanya belajar-mengajar yang efektif
Pelaksanaan Pendidikan Islam dalam Pembinaan Akhlak Mulia Peserta Didik Madrasah Tsanawiyah Madani Pao-Pao Kab. Gowa
Disertasi ini berkenaan dengan studi Pelaksanaan Pendidikan Islam dalam membentuk akhlak mulia peserta didik di MTs Madani Pao-Pao. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Islam dalam pembinaan akhlak mulia peserta didik di MTs Madani Pao-Pao Kabupaten Gowa, yang menjadi sub masalah dalam penelitian ini adalah, (1) bagaimana proses pelaksanaan pendidikan Islam dalam pembinaan akhlak peserta didik pada MTs Madani Kab. Gowa. (2) bagaimana peran guru dan orang tua peserta didik dalam pembinaan akhlak mulia di MTs Madani Kabupaten Gowa. (3) bagaimana strategi penerapan pendidikan Islam dalam mengantisipasi krisis Akhlak peserta didik pada MTs Madani Kabupaten Gowa. Adapun Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mendeskripsikan sistem pelaksanaan pendidikan Islam dalam pembinaan akhlak peserta didik pada MTs Madani Kab. Gowa. Kedua, untuk mengungkapkan peran guru dan orang tua peserta didik dalam pembinaan akhlak mulia di MTs Madani Kabupaten Gowa, dan ketiga untuk mengidentifikasi strategi penerapan pendidikan agama Islam dalam mengantisipasi krisis Akhlak peserta didik pada MTs Madani Kabupaten Gowa
Metodolgi penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan teologis normatif, yuridis normatif, pedagogik, dan sosial, Sumber data penelitian ini terdiri dari para kepala madrasah, guru PAI, orang tua siswa pada MTs Madani Kabupaten Gowa sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Instrumen atau daftar pertanyaan, wawancara, observasi partisipatif, dokumentasi, dan penelusuran referensi. Teknik analisis/pengolahan data kualitatif menggunakan pola deskriptif berupa sumber data dan data kualitatif menggunakan 3 tahapan yaitu 1) reduksi data, 2) display data, dan 3) verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, proses pelaksanaan pendidikan Islam dalam pembinaan akhlak peserta didik pada MTs Madani Kab. Gowa yaitu pertama, Pengembangan, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa kepada Allah yang ditanamkan dalam lingkup pendidikan keluarga, kedua, Pengajaran, yaitu untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan yang fungsional, ketiga; Penyesuaian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat ber sosialisasi dengan lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam, keempat, Pembiasaan, yaitu melatih siswa untuk selalu mengamalkan ajaran Islam, menjalankan ibadah dan berbuat baik, Kedua, Peran guru dan orang tua peserta didik dalam pembinaan akhlak muliah di MTs Madani Kabupaten Gowa yaitu guru dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan, strategi, metode, dan teknik-teknik dalam mengarahkan, memotivasi, dan membimbing peserta didik untuk berpartisipasi, aktif, dan kreatif belajar bersama dengan anggota kelompoknya.Ketiga, Strategi penerapan pendidikan agama Islam dalam mengantisipasi krisis Akhlak peserta didik pada MTs Madani Kabupate Gowa yaitu menerapkan strategi pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan dan Islami (PAKEMI) dan strategi Sinergitas, pelaksanaannya dilakukan dengan prosedur dalam bentuk kegiatan intrakurikuler
Implikasi penelitian ini adalah Pelaksanaan pembelajaran pendidikan Islam pada MTs Madani Kabupaten Gowa bahwa pembelajaran di Madrasah diterapkan strategi PAIKEM yang relevan secara integratif dan holistik yaitu model pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran sumber dan media pembelajaran serta lingkungan pembelajaran. Pemahaman peserta didik pada aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotori
METODE PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MUSLIM
Aspek-aspek yang perlu dalam pembentukan kepribadian Muslim adalah aspek kejasmanian, aspek kejiwan dan aspek kerohaniaan yang luhur dengan tenaga utamanya adalah budi pekerti yang baik. Aspek kejasmanian, yaitu aspek kepribadian muslim yang harus dibentuk melalui organ-organ anak dengan tenaga utamanya adalah otot agar anak mempunyai kemampuan jasmani dalam menempuh hidup ini. Aspek kejiawaan yaitu suatu aspek kepribadian Muslim yang harus dikembangkan sehingga anak-anak memiliki kemampuan dalam mengelola pembentukan kepribadian Muslim (memahami atau menghayati). Aspek kerohaniaan yang luhur yaitu suatu aspek kepribadian Muslim yang harus dikembangkan pada anak-anak sehingga dapat melakukan hubungan antara Tuhan dan sekaligus dapat melaksanakan fungsinya sebagai hamba Allah dengan tenaga utama budi.Aspek-aspek yang perlu dalam pembentukan kepribadian muslim adalah aspek kejasmaniaan, aspek kejiwaan, dan aspek kerohaniaan yang luhur dengan tenaga utamanya adalah budi pekerti yang baik. Aspek kejasmaniaan, yaitu aspek kepribadian muslim yang harus dibentuk melalui organ-organ anak dengan tenaga utamanya adalah otot agar anak mempunyai kemampuan jasmani dalam menempuh hidup ini. Aspek kejiwaan yaitu suatu aspek kepribadian muslim yang harus dikembangkan sehingga anak-anak memiliki kemampuan dalam mengelola pembentukan kepribadian muslim (memahami atau menghayati). Aspek kerohaniaan yang luhur yaitu suatu aspek kepribadian muslim yang harus dikembangkan pada anak-anak sehingga dapat melakukan hubungan antara Tuhan dengan sekaligus dapat melaksanakannya fungsinya sebagai hamba Allah dengan tenaga utama budi
Pengantar Administrasi Pendidikan
Pada hakikatnya, administrasi pendidikan merupakan penerapan ilmu
administrasi dalam dunia pendidikan atau pembinaan, pengembangan, dan
pengendalian usaha praktek-praktek pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa
administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar semua daya yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif
Ilmu Pendidikan Islam
Syari'at Islam tidak akan dihayati dan diamalkan orang kalau hanya diajarkan saja, tetapi wajib dididik melalui proses pendidikan. Nabi telah mengajak orang untuk beriman dan beramal serta berakhlak baik sesuai ajaran Islam dengan berbagai metode dan pendekatan. Dari satu
segi kita melihat bahwa Pendidikan Islam itu lebih banyak ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik dalam keperluan diri sendiri maupun orang lain. Di segi lainnya, Pendidikan Islam tidak hanya bersifat teoritis saja, tetapi juga praktis. Ajaran Islam tidak memisahkan antara iman dan amal saleh. Oleh karena itu pendidikan adalah sekaligus pendidikan iman dan pendidikan amal. Dan karena Islam berisi ajaran tentang sikap dan tingkah laku pribadi masyarakat, menuju kesejahteraan hidup perorangan dan bersama, maka pendidikan Islam adalah pendidikan individu dan pendidikan masyarakat
KERANGKA DASAR DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
The basic framework of the goals of 2013 curriculum development is to prepare Indonesian people to have the ability to live as faithful, productive, creative, innovative, and affective individuals and citizens, and able to contribute to the society, nation, state, and world civilization. Some new things in the upcoming curriculum include curriculum-based science and integrated thematic curriculum. Curriculum as an educational design has a central position in the overall learning activity. It is also to determine the progress and outcomes of education. Looking at the important role of curriculum in education and the development of life learners later, the curriculum development cannot be done haphazardly. It should be oriented to the clear objectives that will produce good and perfect outputs
Komponen-Komponen Administrasi Pendidikan
Administrasi Pendidikan merupakan proses keseluruan dan kegiatan-kegiatan bersama yang harus di lakukan oleh semua pihak yang terlibat di dalam tugas-tugas pendidikan. Oleh karena itu, administrasi pendidikan seyogyanya harus diketahui bahannya oleh pihak sekolah atau pemimpin-pemimpin pendidikan lainnya, tetapi juga harus diketahui dan dijalankan oleh para guru dan pegawai-pegawai sekolah sesuai dengan fungsi jabatannya masing-masing. Tanpa adanya pengertian bersama sukar diharapkan adanya kerja sama untuk menuju satu tujuan yang sudah digariskan
Reaktualisasi Pendidikan Islam: dalam Era Postmodernisme Menuju Civil Society
Abad XXI digambarkan oleh banyak ahli dan pakar sebagai era postmodernisme, abad di mana kemutlakan dan kebakuan ditentang dan ditolak. Terlepas dari suka ataukah tidak, sadar ataukah tidak, kita semua akan memasuki era dan kancah aruh pemikiran spektakuler yang telah merasuk ke dalam sendi-sendi kehidupan manusia di bidang sosial, ekonomi, budaya, politik, dan lain-lain. Arus pemikiran postmodernisme juga sekaligus membawa sisi-sisi positif dan negatif dalam dunia pendidikan Islam. Masalahnya sekarang adalah ummat Islam akan keciprat dan tenggelam dalam arus negatifnya, menjadi victim atau korban, ataukah sebaliknya akan menjadi pengendali dan pengambil manfaat yang sebesar-besarnya
- …
