1,721,667 research outputs found
Membangun Jiwa Kewirausahaan Berlandaskan Nilai Islam di Rumah Gemilang Indonesia Sawangan, Depok
Muslimpreneur merupakan suatu muslim yang melaksanakan kegiatan keusahawanan berlandaskan prinsip-prinsip dan pendekatan yang dibenarkan sesuai syariat Islam. Muslimpreneur saat ini menjadi salah satu kekuatan dalam perekonomian terutama dalam negara yang menganut Agama Islam. Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Sawangan, Depok memiliki latar belakang sebagai wadah pendidikan dan pelatihan keterampilan yang mengadopsi platform pesantren dengan penguatan mental spiritual yang memiliki lulusan sebagian besar sebagai seorang pekerja yang berdaya serap tinggi. Namun fakta yang terjadi masih sedikit para lulusan dari RGI Sawangan, Depok menjadi seorang pengusaha. Hal itu menjadi salah satu alasan kuat untuk mengangkat tema Muslimpreneur sebagai suatu program keilmuan dalam Kuliah Kerja Nyata serta sebagai upaya membangun jiwa kewirausahaan berlandaskan nilai-nilai Islam untuk generasi milenial sejalan dengan Universitas Al-Azhar Indonesia sebagai sebuah Entrepreneur University, ini menjadi salah satu solusi dalam bentuk suatu program keilmuan. Output yang diharapkan para santriwan dan santriwati dapat menjadi lebih siap setelah lepas dari pelatihan Rumah Gemilang Indonesia, sehingga dapat mudah dalam mempersiapkan langkah selanjutnya dalam berwirausaha sebagai Muslimpreneur dengan kemampuan teknik Foto dan Video yang dimiliki.Kata kunci: Muslimpreneur, Kuliah Kerja Nyata, Nilai-Nilai Isla
ANALISIS PEMIKIRAN AHMAD AZHAR BASYIR DAN M. QURAISH SHIHAB TENTANG KELUARGA SAKINAH SERTA PENERAPANNYA PADA KELUARGA ISLAM KONTEMPORER
ABSTRAK
Keluarga sakinah pemikiran Ahmad Azhar Basyir adalah
keluarga yang hidup bertaqwa kepada Allah SWT, sehingga
bersanggupan menjadi teladan bagi orang-orang beriman. Untuk
mewujudkan keluarga sakinah, suami istri sangat besar
peranannya. Keluarga sakinah akan terwujud jika para anggota
keluarga dapat memenuhi kewajibannya dan komponen
tegaknya keluarga sakinah terdiri dari menjadi keluarga
dambaaan, mewujudkan keluarga taqwa dan pendidikan anak
menuju keluarga sakinah. Sedangkan dalam Pemikiran M.
Quraisy Shihab keluarga sakinah dapat terwujud apabila dalam
rumah tangga berlandaskan dengan keimanan dan cinta serta
pasangan suami istri dapat menyatu dalam perasaan dan
pikirannya serta saling memberikan rasa kasih sayang dan
menjalankan kewajiban serta peran masing-masing setiap
anggota keluarga. Keluarga Islam kontemporer merupakan
keluarga yang dibangun berlandaskan dengan syariat Islam pada
masa kini.
Hal tersebut merupakan fokus dari penelitian skripsi ini.
Rumusan masalahnya adalah: pertama, bagaimana pemikiran
Ahmad Azhar Basyir dan M. Quraish Shihab tentang keluarga
sakinah. Kedua, bagaimana penerapan pemikiran Ahmad Azhar
Basyir dan M. Quraish Shihab pada keluarga Islam
kontemporer. Adapun tujuannya yaitu pertama, untuk
mengetahui pemikiran Ahmad Azhar Basyir dan M. Quraish
Shihab tentang keluarga sakinah. Kedua, untuk menganalisis
penerapan pemikiran Ahmad Azhar Basyir dan M. Quraish
Shihab pada keluarga Islam kontemporer. Dalam penelitian
skripsi ini, jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian
kualitatif yang bersifat studi pustaka (library research). Dalam
hal ini peneliti mengkaji dan mengambil teori-teori dari buku
serta jurnal yang berhubungan dengan permasalahan tersebut
dan menyimpulkan hasil penelitian dari beragam macam sumber
tersebut. Dilihat dari sifatnya penelitian ini termasuk penelitian
yang menggunakan metode deskriptif analitis, artinya dengan
mendeskripsikan pemikiran tokoh yaitu Ahmad Azhar Basyir
iii
dan M. Quraish Shihab sehingga mendapat suatu kesimpulan
terhadap pemikiran Ahmad Azhar Basyir dan M. Quraish
Shihab tentang keluarga sakinah serta penerapannya pada
keluarga Islam kontemporer.
Berdasarkan hasil penelitian, penyusun menyimpulkan
bahwasannya keluarga sakinah dalam pandangan Ahmad Azhar
Basyir yaitu keluarga yang hidup bertaqwa kepada Allah SWT,
sehingga bersanggupan menjadi teladan bagi orang-orang
beriman dan dapat terwujud jika para anggota keluarga dapat
memenuhi kewajibannya. Sedangkan dalam pandangan M.
Quraish Shihab keluarga sakinah dapat terwujud apabila dalam
rumah tangga dilandasi dengan keimanan dan cinta serta
pasangan suami istri dapat menyatu dalam perasaan dan
pikirannya serta saling memberikan rasa kasih sayang dan
menjalankan kewajiban serta peran masing-masing setiap
anggota keluarga. Penerapan konsep keluarga sakinah pemikiran
kedua tokoh ulama ini dalam keluarga Islam kontemporer dapat
menjadi rujukan. Sehingga konsep keluarga sakinah ini dapat
diterapkan karena sesuai dengan kondisi pada masa sekaran
Strategi Pembelajaran PAUD Berbasis Kecerdasan Majemuk di KB-RA Al-Azhar Gresik
Early childhood is a time of golden age, because at this time the child's intelligence develops quickly and rapidly. Intelligence of the child is extremely diverse, even one psychologist Gardner m found very diverse kinds of human intelligence is not just intelligence alone. Opinion was then known as the concept of multiple intelligences. ECD Al-Azhar is an early childhood education institutions that in learning to use the concept of multiple intelligences development of students. Therefore, this study aims to find out more about the various strategies that can be employed in the multiple intelligences-based early childhood learning, implementation efforts, both factors that support and subservience, as well as the efforts undertaken ECD Al-Azhar in tackling the various obstacles faced.This research is a research study kualitatif with a case study approach. The population in this study are all elements involved in the organization of early childhood education. The results showed that early childhood learning strategy based on multiple intelligences performed ECD Al-Azhar is by first dissecting the curriculum. Then the results are carried out in accordance with the learning SKS, SKM, and SKH that have been prepared. Its implementation is done with 3M maximization maximization method, style, and instructional media. The factors that contributed to the passage of early childhood learning program is competency-based intelligences principal, teacher competence, and density. While the factors that impede the form of the ever-changing curriculum content, there are some teachers who are less creative and a lack of infrastructure and facilities required from year to year. To overcome this the foundation and the principal do a higher priority to the needs of teachers and schools
Istihsan (juristic preference) : the forgotten principle of Islamic law
EThOS - Electronic Theses Online ServiceGBUnited Kingdo
UMMATAN WASATAN DALAM QS. AL-BAQARAH 2 : 143 STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-MISHBAH, AL-AZHAR DAN AN-NUR
This study discusses the wasatan community in QS. Al-Baqarah/2: 143 comparative study of the interpretations of Al-Mishbah, Al-Azhar and An-Nur, with the aim of examining this meaning in the view of M. Quraish Shihab, HAMKA and T. M. Ash-Shiddieqy. In this study the authors found similarities and differences between the three books of interpretation. The equations are as follows: 1). In Tafsir Al-Mishbah, Al-Azhar and An-Nur the word ummatan wasathan is interpreted as a middle class. 2). In the three interpretations it is written that the Prophet Muhammad was a witness for his people and the people of the Prophet Muhammad SAW could be a witness for others if they made the prophet Muhammad an example.Keywords: Ummatan wasatan, Al-Mishbah, Al-Azhar, An-Nur
Analisa Pengaruh Besar Tegangan Listrik Terhadap Ketebalan Pelapisan Chrom pada Pelat Baja dengan Proses Elektroplating
Muhammad azhar ahmad (D21105080) and Shaifullah (D21105046).\ud
Analisa Pengaruh Besar Tegangan Listrik Terhadap Ketebalan Pelapisan\ud
Chrom pada Pelat Baja dengan Proses Elektroplating. (2011). Dibimbing\ud
oleh DR. Ir. Johannes Leonard, DEA dan Hairul Arsyad, ST., MT.\ud
Electroplating adalah pelapisan permukaan logam dengan proses elektrokimia\ud
Penggunaan baja pada masa sekarang ini sangatlah pesat, umumnya banyak digunakan\ud
untuk mengatasi alat-alat permesinan, konstruksi maupun pipa minyak atau gas.\ud
Peningkatan sifat-sifat fisis baja dapat dilakukan dengan proses pelapisan menggunakan\ud
metode electroplating. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh variasi\ud
tegangan listrik dan lama waktu electroplating terhadap ketebalan pada baja karbon\ud
rendah dengan pelapisan krom. Manfaat dilakukan penelitian yaitu untuk mendapatkan\ud
informasi pengaruh tegangan listrik dan waktu terhadap ketebalan baja karbon rendah\ud
dengan pelapisan krom. Dalam kegiatan penelitian ini menggunakan baja karbon rendah\ud
yang dilapisi dengan menggunakan metode electroplating dengan variasi tegangan listrik\ud
2,4,6,8,10 volt serta lama waktu pelapisan 4, 8, dan 12 menit. Selanjutnya dilakukan\ud
pengujian ketebalan.\ud
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketebalan lapisan krom keras pada\ud
tegangan 2,4,6,8,10 volt pada lama waktu, 4 menit: 29, 90, 48, 9, 55 ??m, lama waktu 8\ud
menit : 15, 143, 133, 81, 46 ??m. lama waktu 12: 46, 116, 171, 104, 27 ??m menit\ud
Kemudian dapat disimpulkan semakin lama proses electroplating maka akan semakin\ud
tebal hasil pelapisan yang terjadi. Dan arus terbaik untuk hasil pelapisan adalah 4 volt
PEMBARUAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD BASIUNI IMRAN (1906-1976 M)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembaruan pemikiran Pendidikan Islam Muhammad Basiuni Imran tahun 1906 sampai 1976. Tahun 1906 adalah tahun ia mulai mengajar di sekolah Sultaniyah. Tahun 1909 ia melanjutkan pendidikan ke Mesir dengan tujuan al-Azhar. Pada saat itulah ia mengenal pembaruan pemikiran pendidikan Islam Muhammad Rasyid Rida. Tahun 1913 ia pulang ke Sambas dan dilantik menjadi Maharaja Imam. Tahun 1916 menjadi guru di Madrasah al-Sultaniyah. Tahun 1918 ditunjuk menjadi pengawas pada sekolah yang sama. Tahun 1936 mendirikan sekolah Tarbiyatul Islam. Tahun 1963 mendirikan sekolah Kulliyatul Muballighin. Penelitian ini menggunakan metode s}ejarah dengan pendekatan sosiologi, antropologi, prosopografi dan sejarah intelektual. Teori yang digunakan adalah teori pembaruan dan perubahan sosial. Penelitian ini juga menggunakan dua kajian yaitu pustaka dan lapangan. Kajian pustaka untuk melacak pemikiran pembaruan melalui karya-karyanya yang banyak. Sementara kajian lapangan melihat praktek pembaruan yang dilakukan Muhammad Basiuni Imran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 1906 Muhammad Basiuni Imran memotivasi para siswa akan pentingnya pendidikan. Pendidikan bagi Muhammad Basiuni Imran adalah kunci utama untuk meraih kemajuan. Tahun 1916 ketika ia diangkat menjadi guru pada Madrasah al-Sultaniyah, ia berhasil mengintegrasikan kurikulum agama dan umum secara bertahap dan perlahan dan berlanjut pada sekolah Tarbiyatul Islam tahun 1936. Pada sekolah yang kedua yaitu sekolah Tarbiyatul Islam ia juga berhasil mengenalkan sekaligus menerapkan ko-edukasi dan manajemen sekolah berbasis administrasi. Upaya yang dilakukannya tersebut melawan arus
Tafsir aliran pembaharuan di Indonesia : kajian perbandingan antara Tafsir al-Azhar oleh Hamka dan Tafsir al-Misbah oleh M. Quraish Shihab / Muhammad Ikbal
Disertasi ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan pentafsiran al-Quran yang dihasilkan oleh dua orang tokoh tafsir Nusantara yang terkenal, iaitu Prof. Dr. HAMKA dan Prof. Dr. M. Quraish Shihab. Kitab tafsir mereka telah memberi sumbangan besar terhadap Umat Islam dan menjadi solusi bagi permasalahan-permasalahan yang berkembang di
tengah masyarakat. Kajian ini mendapati bahawa pendekatan tafsir aliran pembaharuan yang dibawa oleh kedua tokoh ini adalah pendekatan yang sesuai dengan realiti semasa yang berkembang di tengah masyarakat Nusantara. Kesimpulan ini mengkukuhkan pembaharuan pentafsiran terhadap ayat-ayat al-Quran yang berhubungkait dengan akidah, ibadah, dan mu’amalah. Kerana perubahan zaman menuntut para mufassir untuk melahirkan karya tafsir yang mampu menyelesaikan permasalahan umat. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan, Tafsir al-Azhar dan Tafsir al-Misbah sebagai sumber utamanya. Sedangkan sebagai pisau analisis penelitian ini adalah teori-teori ’ulum al-Quran yang terdapat dalam kitab-kitab ’ulum al-Quran. Kajian ini berhubungkait dengan pembaharuan, maka untuk menyokong penelitian ini, pengkaji menggunakan buku-buku yang membahas tentang pembaharuan pemikiran dalam Islam, khususnya di Indonesia. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan mawdu’i, dengan fokus utama pada Tafsir al-Azhar dan Tafsir al-Misbah. Sebagai penelitian mawdu’i, maka pengkaji mengkaji tema-tema tertentu yang dianggap penting dan berhubungkait dengan kemasyarakatan, iaitu: tasawuf, sosial, politik dan ekonomi. Dalam mencapai tujuan
tersebut, pengkaji telah menggunakan metodologi historis dan dokumentasi dalam mengumpulkan data. Lalu menganalisis data-data tersebut dengan menggunakan metodologi induktif, deduktif, temubual dan komperatif
UmmatanWasatanDalam QS. Al-Baqarah /2 : 143; Studi Komparatif Tafsir Al-Mishbah, Al-Azhar Dan An-Nur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya paham yang mencoba masuk ke
dalam agama Islam dan merobohkan sendi-sendi ajaran Islam, misalnya paham
ekstrimisme (Ghuluw) dan juga paham yang dinamai tasahul
(mempergampang).Keduanya buruk dan bertentangan dengan konsepWasathiyah.
Melampaui batas dengan melebihkan serupa dengan melampaui batas dengan
mengurangi. Islam menghendaki kemudahan, tetapi kemudahan berbeda dengan
penggampangan..
Tujuan penetian ini adalah untuk menggali makna Wasathiyah dalam
pandangan M. Quraish Shihab, HAMKA dan T. M. Ash-Shiddieqy. Dengan
penelitian ini penulis mendeskripsikan dan menganalisa pengertian
ummatanwasathan, menjelaskan penafsiran ummatanwasathan menurut
pandangan umum para mufasir dan lebih mendalam dalam tafsir Al-Mishbah, Al-
Azhar dan An-Nur melalui metode muqaran.
Adapaun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
deskriptif analitis, yakni data yang dikumpulkan pertama-tama disusun, dijelaskan
dan baru dianalisa. Dengan rincian bahwa untuk menggali penafsiran antara M.
Quraish Shihab, HAMKA dan T. M. Ash-Shiddieqy. Setelah data-data terkumpul,
lalu dijelaskan serta dianalisis secara mendalam sehingga dapat mengetahui
jawaban atas persoalan yang berhubungan dengan permasalahan.
Dari hasil penelitian ini penulis menemukan persamaan dan perbedaan
diantara ketiga kitab tafsir tersebut. Adapun persamaannya sebagai berikut: 1).
Dalam Tafsir Al-Mishbah, Al-Azhar dan An-Nur kata ummatanwasathandi
artikan umat pertengahan. 2). Dalam ketiga tafsir tersebut dituliskan bahwa Nabi
Muhammad Saw menjadi saksi atas umatnya dan umat Nabi Muhammad Saw
dapat menjadi saksi bagi yang lain pula apabila menjadikan Nabi Muhammad Saw
teladan
- …
