91 research outputs found
Hubungan Iklim Sekolah dan Kebiasaan Belajar dengan Prestasi Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 2 Tanah Jambo Aye Aceh Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan lklim Sekolah Dan
Kebiasaan Belajar Dengan Prestasi Hasil Belajar Siswa SMPN 2 Tanah Jambo
Aye. Hipotesis yang diajukan adalah 1). Terdapat hubungan antara iklim sekolah
dengan prestasi hasil belajar siswa SMPN 2 Tanah Jambo Aye, 2). Terdapat
hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi hasil belajar siswa SMPN 2
Tanah Jambo Aye, 3).Terdapat hubungan antara iklim sekolah dan kebiasaan
belajar secara bersama-sama dengan prestasi hasil belajar siswa SMPN 2 Tanah
Jambo Aye.
Untuk membuktikan hipotesis dilakukan penelitian terhadap siswa-siswi
kelas VII dan VIII SMPN 2 Tanah Jambo Aye yang berjumlah 74 orang siswa.
Tekhnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Metode pengumpulan
data adalah metode skala, yaitu skala iklim sekolah, skala kebiasaan belajar dan
prestasi hasil belajar melalui metode dokumentasi.
Berdasarkan analisis data yang digunakan dengan Analisa Regresi
Berganda didapatkan hasil adalah; 1). Terdapat hubungan yang signifikan antara
iklim sekolah dan kebiasaan belajar terhadap prestasi hasil belajar. Hal ini
ditunjukan dengan koefisien Freg = 62,509; p = 0,000 dimana p < 0,050.
menandakan bahwa semakin baik iklim sekolah dan semakin baik kebiasaan
belajar maka akan semakin tinggi prestasi hasil belajar, dan sebaliknya.
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan dinyatakan
diterima. 2). Ada hubungan positif yang signifikan antara iklim sekolah terhadap
prestasi hasil belajar pada siswa SMPN 2 Tanah Jambo Aye dengan sumbangan
51,6%. 3 ). Ada hubungan positif yang signifikan antara kebiasaan belajar
terhadap prestasi hasil belajar, dengan sumbangan efektif yang didapatkan sebesar
46,1 %. Total sumbangan efektif dari kedua variabel bebas (iklim sekolah dan
kebiasaan belajar) terhadap prestasi Hasil belajar adalah sebesar 63,8%. Dari hasil
ini diketahui bahwa masih terdapat 36,2% pengaruh dari faktor lain terhadap
prestasi hasil belajar
HIGHER ORDER THINKING SKILLS ANALYSIS ON TEACHER-MADE TESTS (A Mixed Method Research at SMAN 2 Bengkulu in The Academic Year of 2021/2022)
ABSTRAK
Apriana, Serla. 2022. Analisis Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi pada Tes
Buatan Guru (Penelitian Pendekatan Metode Campuran di SMAN 2
Bengkulu Tahun Ajaran Akademik 2021/2022). Pembimbing I. Dr.
Dedi Sofyan, S.Pd., M.Hum., Pembimbing II: Azhar Aziz Lubis.,
M.Pd.
Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (KBTT) adalah kemampuan untuk befikiri
secara kritis, kreatif, logis, dan reflektif. Kemampuan ini sudah tertuang dalam
kurikulum 2013 sehingga guru harus menerapkannya dalam proses belajar mengajar,
termasuk dalam menyusun tes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki
proporsi KBTT pada tes buatan guru bahasa Inggris berdasarkan taksonomi Bloom
yang direvisi dan menyelidiki kualitas tes buatan guru dilihat dari proporsi KBTT.
Penelitian ini merupakan penelitian analisis isi dengan menggunakan pendekatan
metode campuran. Data penelitian ini adalah tes buatan guru yang terdiri dari 136
soal yang disusun oleh lima guru bahasa Inggris SMAN 2 Kota Bengkulu pada tahun
ajaran 2021/2022. Data dianalisis dengan memahami kata kerja operasional yang
digunakan dalam setiap item tes buatan guru berdasarkan domain kognitif taksonomi
Bloom yang direvisi. Kemudian, data dimasukkan ke dalam tabel cheklist
berdasarkan masing-masing kategori domain kognitif. Setelah itu, data dihitung
secara kuantitatif dan diinterpretasikan secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis,
diperoleh hasil bahwa proporsi KBTT lebih rendah dibandingkan dengan
Kemampuan Berpikir Tingkat Rendah (KBTR) dari semua soal pada tes buatan guru.
Domain kognitif taksonomi Bloom yang paling sering ditemukan pada tes buatan
guru adalah C2 (Memahami), diikuti oleh C4 (Menganalisis), C3 (Menerapkan), C1
(Mengingat), C5 (Mengevaluasi), dan C6 (Mencipta). Apalagi kualitas tes buatan
guru dilihat dari proporsi KBTT berada dalam kriteria yang kurang proporsional.
Kesimpulannya, temuan menunjukkan bahwa menyusun tes berdasarkan prinsip
HOTS tampaknya masih bermasalah bagi guru bahasa Inggris SMA
Katakunci: Taksonomi Bloom, guru bahasa Inggris, kemampuan berpikir tingkat
tinggi, tes buatan gur
Marital Commitment to Affair Victims
18 HalamanPendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data tentang
bentuk
komitmen perkawinan pada korban perselingkuhan. Penelitian ini menggunakan
dua orang responden dari dua pasang suami istri yaitu satu orang suami
dan satu
orang istri. Karakteristik responden pertama adalah seorang suami dengan
usia 62
tahun, menikah pada bulan Juli 1991, mengetahui istri berselingkuh
sejak tahun
2007 dan responden kedua yaitu seorang istri dengan usia 38 tahun, menikah
pada
bulan Juli 2002, mengetahui suami berselingkuh sejak tahun 2006.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kedua responden sebagai
korban perselingkuhan dari pasangannya masing-masing, memiliki komitmen
perkawinan
dengan bentuk yang berbeda-beda. Responden pertama memiliki ketiga bentuk
komitmen yaitu komitmen personal, komitmen moral dan komitmen struktural.
Sedangkan responden kedua hanya memiliki dua buah bentuk komitmen
perkawinan, yaitu komitmen struktural dan komitmen moral. Responden pertama
dapat mempertahankan keutuhan rumah tangganya dan tetap merasa puas karena
memiliki komitmen personal. Responden kedua dapat mempertahankan keutuhan
rumah tangga tetapi merasa kering atau tidak bahagia karena tidak memiliki
komitmen personal. A qualitative approach was used to collect data about
form
marital commitment to victims of infidelity. This research uses
two respondents from two husband and wife pairs, namely one husband
and one
wife. The characteristics of the first respondent are a husband with
age 62
years, married in July 1991, finds out wife is having an affair
since
2007 and the second respondent is a wife with the age of 38 years, married
on
in July 2002, found out that her husband had an affair since 2006.
The results of the study concluded that the two respondents as
victims of infidelity from their respective partners, have a commitment
marriage
with different shapes. The first respondent has all three forms
commitment, namely personal commitment, moral commitment and structural commitment.
While the second respondent only has two forms of commitment
marriage, namely structural commitment and moral commitment. First responder
can maintain the integrity of the household and still feel satisfied because
have a personal commitment. The second respondent can maintain the integrity
household but feel dry or unhappy about not having
personal commitment
Hubungan persepsi siswa terhadap konselor dan sarana prasarana BK dengan minat layanan bimbingan konseling di SMP Negeri 2 Dewantara
Penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi siswa terhadap konselor dan sarana prasarana Bimbingan Konseling dengan minat layanan bimbingan konseling pada siswa SMP Negeri 2 Dewantara – Aceh Utara tahun 2017. Jenis penelitian bersifat kuantitatif. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VIII dan IX SMP sebanyak 200 siswa. Sampel penelitian ini berjumlah 109 siswa-siswi SMP Negeri 2 Dewantara.Teknik pengambilan sampling berupa simple random sampling dan metode pengumpulan data menggunakan skala psikologis dan kuesioner,sedangkan metode analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa terhadap konselor dan sarana prasarana BK dengan minat layanan bimbingan konseling, dimana koefisien rx12y= 0,439 dan p = 0,000 dengan kontribusi sebesar 43,9 %. (2). Ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa terhadap konselor dengan minat layanan bimbingan konseling, dimana koefisien rx1y = 0,662 dan p =0,000 dengan kontribusi sebesar 66,2 %. (3). Ada hubungan positif yang signifikan antara sarana dan prasarana BK dengan minat layanan bimbingan konseling, dimana koefisien rx2y = 0,271 dan p =0,000 dengan kontribusi sebesar 27,1 % dengan demikian dinyatakan bahwa seluruh hipotesis dapat diterima
Efektifitas Permainan Tradisional Kucing-Kucingan untuk Mengembangkan Prilaku Sosial Anak di TK Rokan Jaya
Efektifitas Permainan Tradisional Kucing-kucingan untuk Mengembangkan
Prliaku Sosial Anak Di TK Rokan Jaya. Program Pasca Sarjana Psikologi Pendidikan
Universitas Medan Area.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas permainan Kucing-kucingan
terhadap prilaku sosial anak di TK Rokan Jaya Simpang Kanan, Rokan
Hilir. Hipotesis penelitian adalah melalui permainan tradisional Kucing-kucingan
akan efektif untuk mengembangkan prilaku sosial anak di TK Rokan
Jaya. Metode
penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diharapkan dapat
membantu guru dalam pembelajaran sambil bermain melalui 2 siklus.
Teknik
pengumpulan data menggunakan lembar observasi prilaku sosial
anak yang
melibatkan 18 orang anak. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisonal kucing-kucingan efektif untuk mengembangkan prilaku sosial anak di TK Rokan Jaya
Hubungan Kepercayaan Diri dan Dukungan Orangtua dengan Self-Regulated Learning (SRL) di Madrasah Aliyah Swasta Pab 1 Sampali
Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan self-regulated learning (SRL) pada siswa Madrasah Aliyah Swasta PAB 1 Sampali. Mengetahui hubungan dukungan orangtua dengan self-regulated learning (SRL) pada siswa Madrasah Aliyah Swasta PAB 1 Sampali. Mengetahui hubungan kepercayaan diri dan dukungan orangtua dengan self-regulated learning (SRL) pada siswa Madrasah Aliyah Swasta PAB 1 Sampali. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan uji regresi berganda. Terdapat dua variabel bebas yaitu kepercayaan diri dan dukungan orang tua. Terdapat satu variabel terikat yaitu self-regulated learning. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa Madrasah Aliyah Swasta PAB 1 Sampali yang berjumlah 180 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang dinyatakan valid dan reliabel. Data dianalisis menggunakan analisis regresis berganda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Terdapat hubungan yang positif antara kepercayaan diri dengan self-regulated learning (SRL), artinya semakin tinggi kepercayaan diri, maka akan semakin baik self-regulated learning (SRL) siswa. Terdapat hubungan yang positif antara dukungan orangtua dengan self-regulated learning (SRL), artinya semakin banyak dukungan orangtua, maka akan semakin baik self-regulated learning (SRL) siswa. Terdapat hubungan yang positif antara kepercayaan diri dan dukungan orangtua dengan self-regulated learning (SRL), artinya secara bersama-sama kepercayaan diri dan dukunga orangtua yang baik, maka akan semakin baik self-regulated learning (SRL) siswa.This research aims to: To know the relationship of self confidence towards self-regulated learning (SRL) to students Madrasah Aliyah Swasta PAB 1 Sampali. To know the relationship of parent’s support toward self-regulated learning (SRL) to students Madrasah Aliyah Swasta PAB 1 Sampali. To know the relationship of self confidence and parent’s support to self-regulated learning (SRL) to students Madrasah Aliyah Swasta PAB 1 Sampali. This research is an quantitatif research using double test regression. There are two free variables, the variable are selfconfidence and parent’t support. There is one tied variable, the variabel is self-regulated learning. The subjects of this research is all students of Madrasah Aliyah Swasta PAB 1 Sampali which the amount are 180 students. The instrument that using in this research is questionnaire which declared valid and reliable. The data analyzed using double analysis regression. From results of the research can concluded that: There is a positive relationship between self confidence with self-regulated learning (SRL), means that the higher self confidence , then its better for student’s self-regulated learning (SRL). There is a positive relationship between parent’s support with self-regulated learning (SRL), means that the more parent’ support, then its better for student’s self-regulated learning (SRL). There is a positive relationship between self confidence and parent’s support with self-regulated learning (SRL), means that at the sometime self confidence and the good parent’s support, then student will have a better self-regulated learning (SRL)
Hubungan Lokus Kendali Internal dan Harga Diri dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Psikologi Universitas Malikussaleh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Lokus Kendali
Internal dan Harga Diri dengan Kematangan Karir pada Mahasiswa Psikologi
Universitas Malikussaleh. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 162 orang
mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan
Simple Random Sampling dengan Persentase. Sampel penelitian terdiri dari
132
orang mahasiswa atau sebesar 81,5%. Desain penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif korelasional. Metode pengumpulan data
dalam
penelitian ini menggunakan tiga skala yaitu skala Kematangan
Karir,
skala Lokus Kendali Internal, dan skala Harga Diri. Analisis data menggunakan
teknik Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
(1) Ada
hubungan positif yang signifikan antara Lokus Kendali Internal
dengan
kematangan karir dengan koefisien rx1.y= 0,589 dan p=0,000 dengan kontribusi
sebesar 34,7%. (2) Ada hubungan positif yang signifikan antara Harga
Diri
dengan kematangan karir, dengan koefisien rx2.y= 0,565 dan p=0,000
dengan
kontribusi sebesar 32%. (3) Ada hubungan positif yang signifikan antara
Lokus
Kendali Internal dan Harga diri dengan kematangan karir, dengan koefisien
rx1.2y= 0,632 dan p=0,000 dengan kontribusi sebesar 39.9%, dengan demikian dinyatakan bahwa seluruh hipotesis dapat diterima
Relationship of Self-Efficacy and Social Support with Self-Regulated Learning in Students of SMP Negeri 2 Peusangan, Bireuen Regency
98 HalamanPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1. mengetahui hubungan antara Self Efficacy dengan Self Regulated Learning 2. mengetahui hubungan dukungan sosial dengan Self Regulated Learning 3. mengetahui hubungan Self Efficacy dan dukungan sosial dengan Self Regulated Learning. populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1,2,3 SMP Negeri Peusangan. This research was conducted with the aim of 1. knowing the relationship between Self Efficacy and Self Regulated Learning 2. knowing the relationship of social support with Self Regulated Learning 3. knowing the relationship of Self Efficacy and social support with Self Regulated Learning. The population in this study were 1,2,3 grade students of SMP Negeri Peusangan
Hubungan Konseling Individu dan Pola Asuh Authoritatif yang Dipersepsi oleh Siswa dengan Kenakalan Remaja di SMA Negeri 4 Kota PadangSidimpuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan layanan konseling individu dan pola asuh authoritatif yang dipersepsi oleh siswa dengan kenakalan remaja di SMA Negeri 4 Padangsidimpuan. Populasi penelitian ini berjumlah 60 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 4 Padangsidimpuan berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Alat ukur penelitian ini menggunakan skala Likert yang mengukur layanan bimbingan dan konseling individual, pola asuh authoritatif dan kenakalan remaja. Pengolah data dilakukan dengan menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara layanan konseling individu dan pola asuh authoritatif yang dipersepsi oleh siswa dengan kenakalan remaja si SMA Negeri 4 Padangsidimpuan (r = 0.548, p < 0.010). Dari penelitian ini juga diketahui bahwa layanan konseling individual dan pola asuh authoritatif memberikan kontribusi terhadap kenakalan remaja di SMA Negeri 4 Padangsidimpuan, pada layanan konseling individu berkontribusi sebesar 6.60% dan pola asuh authoritatif berkontribusi sebesar 29.40%.The aim of the research is to find out the relationship between individual counseling services and authoritative parenting the student perceived to juvenile delinquency of SMA Negeri 4 Padangsidimpuan. The population in this researc involved 60 student. The subjects in this research are the students of SMA Negeri 4 Padangsidimpuan involved 60 students. The subjects were determined using random sampling method. This research used Likert scale as the instrument to measure individual counseling services, authoritative parenting and juvenile delinquency. The data processing was done with SPSS program version 16.0. The result of this research that there was relationship between individual counseling services and authoritative parenting the student perceived to juvenile delinquency of SMA Negeri 4 Padangsidimpuan (r = 0.548, p < 0.010). From this research, it can be also concluded that individual counseling services and authoritative parenting have contribution toward juvenile delinquency on the student of SMA Negeri 4 Padangsidimpuan, for individual counseling services contribution to 6.60% and for authoritative parenting contribution to 29.40%
Perbedaan Kesejahteraan Psikologi di Tinjau dari Usia Karyawan di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)
Kesejahteraan psikologis adalah pencapaian penuh dari potensi psikologis seseorang dan suatu keadaan ketika individu dapat menerima tujuan hidup, mengembangkan relasi yang positif dengan orang lain, menjadi pribadi yang mandiri, mampu mengendalikan lingkungan, dan terus bertumbuh secara personal. Sehingga, kesejahteraan psikologis ditempat kerja didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang memiliki motivasi, dilibatkan dalam pekerjannya, memiliki energi positif, menikmati semua kegiatan pekerjaannya dan akan bertahan lama pada pekerjaannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesejahteraan psikologis karyawan yang ditinjau dari usia karyawan pada PT. Perkebunan Nusantara III. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Perkebunan Nusantara III(Persero). Sampel penelitian ini berjumlah 102 orang kaeyawan yang diambil melalui teknik Purposive sampling. Metode pengambilan data yang digunakan adalah skala kesejahteraan psikologis dengan model skala likert. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik One Way Anova.Dari hasil perhitungan dengan menggunakan One Way Anova, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis yang signifikan ditinjau dari usia karyawan dengan nilai F sebesar 1.709 dan nilai signifikan p = 0.001 < 0.05.Psychological well-being is the full achievement of one's psychological potential and a circumstance in which an individual can receive the purpose of life, develop positive relationships with others, become an independent person, be able to control the environment, and continue to grow personally. Thus, psychological well-being in the workplace is defined as a condition where a person has motivation, is involved in his work, has positive energy, enjoys all his work activities and will last a long time at his job.The pupose of this study was to determine differences in psychological well-being of employees viewed from age of employee at PT. Perkebunan Nusantara III. The population of this study were employees of PT. Perkebunan Nusantara III (Persero). The sample of this study was 102 employees were taken by purposive sampling technique. The method of data retrieval used was the psychological well-being scale with a Likert scale model. Data analysis in this study used the One Way Anova technique. From the results of One Way Anova, it was concluded that there was a significant difference in psychological well-being viewed from age of employee with an F value of 1,709 and a significant value of p = 0.001 <0.05
- …
