1,720,981 research outputs found

    THE EFFECTIVENESS OF 'FACEBOOK' AS INDONESIAN LANGUAGE LEARNING MEDIA FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENT: DISTANCE LEARNING SOLUTIONS IN THE ERA OF THE COVID-19 PANDEMIC

    No full text
    Muhsyanur Institut Agama Islam As’adiyah, Sengkang, Indonesia Azam Syukur Rahmatullah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia Misnawati Universitas Palangka Raya, Indonesia Dumiyati Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Indonesia Syamsul Ghufron Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesi

    Keharmonisan kerja para perempuan perkasa pembuat genting sokka Kebumen dengan pendekatan pendidikan kedamaian (Peace Education)

    No full text
    Membangun keharmonisan kerja yang berbasis keadilan gender tidaklah mudah. Memerlukan kesadaran dan kesepakatan bersama oleh para pekerja, baik pekerja laki-laki maupun pekerja perempuan untuk menuju "satu tujuan" yakni tujuan kedamaian dan ketenangan dalam kerja. Kondisi yang demikian telah dicontohkan oleh para pekerja di area pembuatan genting Sokka Kebumen, yang berupaya menciptakan keharmonisan kerja terutama kepada para pekerja perempuan dengan menggunakan pendekatan pendidikan kedamaian. Wujud upayanya adalah dengan memaksimalkan peranan paguyuban. Sebab paguyuban menjadi media perekat hubungan sosial yang tinggi antara para pekerja

    Nilai-nilai kesetaraan gender dalam dolanan anak tradisional (Upaya keluarga inti menumbuhkan pemahaman dini keadilan gender melalui internalisasi dolanan anak tradisional)

    No full text
    Dolanan anak atau permainan tradisional anak sejatinya merupakan media yang mengandung nilai-nilai kesetaraan gender yang tinggi, di antaranya nilai equality value, cooperation value, recognition value dan justice value. Nilai-nilai kesetaraan tersebut idealnya mulai ditumbuhkan dimasukkan dan dipahamkan kepada anak oleh keluarga inti sejak masa anak-anak yakni masa di mana mereka sedang aktif bermain. Proses internalisasi nilai-nilai kesetaraan gender dalam dolanan anak melalui tiga tahapan yakni pertama, tahapan transformasi nilai yang merupakan tahapan penyampaian informasi yang baik. Kedua, tahapan transaksi nilai yang merupakan tahapan pendidikan nilai dan ketiga, tahapan transinternalisasi yakni tahapan aplikatif, tahapan anak diajarkan dan diarahkan untuk menerapkan nilai-nilai kesetaraan gender dalam kegiatan sehari-hari. Tujuan dari artikel ini adalah untuk membedah dolanan tradisional anak dari sisi nilai-nilai apa dan bagaimana mengerahkannya pada kesetaraan gender. Selain itu, bagaimana pentingnya dolanan anak dihidupkan kembali dan dibudayakan pada anak-anak masa kini

    Kelekatan Ayah-Anak sebagai Media Dasar Memberfungsikan Kejiwaan Positif Anak

    Full text link
    Abstract: The Father having a great responsibility to care for the children, and they can not avoid it.The Result of the research is show if the father have to develop nearly and care attachment to the children since early (unborn child). Several done by the father; give attention to a baby,  the dialogue with a baby, reading a prayer to a baby, touching a baby while wife’s pregnancy. In the other hand, a father have to become “like a mother”  after the baby born; wear and change the diapers, follow a mom to cleaning the  faces, giving a milk, carry on a baby, and hug a baby.  On going process to be an adult, a father must increasing to improve the attachment to the children, although he is busy. Communication between father to children or children to father should built by warm and intimate condition, and have to continuing. Hopely, The warm and intimate communication can make positive soul and alive soul to the children

    Manajemen Hybrid Learning di SD Muhammadiyah Noyokerten

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pembelajaran hybrid di SD Muhammadiyah Noyokerten. Penelitian berupa studi kasus yang menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan model interaktif data collecting, condensation, display, dan conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran hybrid di SD Muhammadiyah Noyokerten meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling. Planning dilakukan dengan sosialisasi perangkat pembelajaran, penjadwalan, dan peningkatan SDM. Organizing dilakukan oleh kepala sekolah dengan merinci, membagi tugas, dan monitoring. Actuating dilakukan dengan penyusunan RPP, komunikasi dengan wali, pengerjaan dan pengumpulan tugas oleh siswa, dan penilaian oleh guru dalam bentuk cetak atau digital. Faktor pendukung berupa sarana prasarana yang memadai, orang tua yang mendampingi, dan SDM yang mumpuni. Sedangkan faktor penghambatnya sebagian orang tua yang mulai enggan mengikuti kegiatan tatap muka. Pembelajaran hybrid dapat dijadikan inovasi pembelajaran alternatif ditengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata kunci: manajemen, pembelajaran, hybri

    Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana di SMP Muhammadiyah 1 Minggir

    Full text link
    Sarana prasarana merupakan hal penting dalam implementas MBS. Tujuan penelitian adalah untuk menggali implementasi manajemen sarana dan prasarana berbasis sekolah disekolah ini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan tujuan menganalisis hasil temuan-temuan penelitian yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan, kendala dan upaya mengatasinya. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis yang diawali dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sekolah memiliki sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran, baik secara kualitas maupun kuantitas dengan pengelolaan sesuai MBS, sehingga dapat disimpulkan bahwa: implementasi MBS bidang sarana dan prasarana yang dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Minggir telah dilakukan dengan baik. Proses manajemen sarana dan prasarana meliputi (1) Perencanaan (2) Pengorganisasian (3) Pengadaan (4) Pengawasan dan pemeliharaan, sedangkan (5) kendala yang dihadapi dalam pengembangan sarana dan prasarana yaitu keterbatasan dana yang dimiliki sekolah, kurangnya sumber daya manusia, serta kurangnya kesadaran dalam pemeliharaan sarana prasarana yang dimiliki sekolah. Kata kunci: implementasi, sarana prasarana, manajemen berbasis sekola

    Inner Child Pada Remaja Panti Asuhan: Peranan Pola Asuh dan Kematangan Beragama

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menguji peranan pola asuh dan kematangan beragama terhadap inner child. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 50 remaja yang ditentukan dengan teknik purposive sampling yang berasal dari 5 panti asuhan di Yogyakarta.  Terdapat tiga skala yang disusun sendiri oleh peneliti dan digunakan dalam pengambilan data dalam penelitian ini, inner child (α = 0,774), pola asuh (α = 0.930), dan kematangan beragama (α = 0,938). hasil dari analisis data melalui uji regresi ganda menunjukkan bahwa pola asuh dan kematangan beragama secara simultan berpengaruh negatif terhadap inner child, serta kedua variabel secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inner child. Kesimpulan dari penelitian ini pola asuh yang didapatkan remaja panti asuhan dan tingkat kematangan beragama mereka yang tinggi mampu menurunkan tingkat inner child dalam diri mereka, dan kematangan beragama memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan pola asuh dalam menurunkan tingkat inner child. Kata kunci: inner child, pola asuh, kematangan beragam

    Critical Review: The Negative Impacts of Social Media-Induced Fear of Missing Out (FoMO): Online Stalking, Social Comparison, and Digital Fatigue

    Full text link
    The purpose of this article is to analyze in depth the criticism of the negative impact of social media addiction which gives rise to FoMO attitudes. This research uses a critical observation method with a qualitative descriptive approach, with a focus on in-depth analysis of the methodology, conclusions and discussion of the main article. The main reference comes from the article entitled "Dark Consequences of Social Media-Inducing Fear of Missing Out (FoMO): Social Media Stalking, Comparisons, and Fatigue" written by Tandon et al., and published in October 2021. The article reviews in detail critical methodology, findings, and discussion. The results of the analysis show a complex interaction between Fear of Missing Out (FoMO), social comparison, social media stalking, and digital fatigue, which has a significant impact on adolescents\u27 psychological well-being. This critical review provides new insights into the psychological mechanisms behind excessive social media use and its impact on the mental health of young people. This research highlights the need for educational and awareness interventions to reduce the negative impact of social media use on adolescents. Keywords: dark side of social media, fear of missing out (FoMO), online social comparison, social media fatigue, social media stalkin

    Upaya Penyehatan Jiwa Anak Nomophobia Di Sekolah Berbasis Islam

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk phobia pada era digitalisasi bagi anak nomophobia dalam menyehatkan jiwa di Sekolah Berbasis Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data partisipatif observasi dan wawancara mendalam terhadap tiga anak dengan analisis fenomenologis secara reduktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak nomophobia di MTs Plus Nururrohmah Kebumen mengakibatkan gangguan fisik dan psikis, maka perlu adanya upaya penyehatan jiwa melalui pengaturan diri, kontrak belajar dan waktu, detoksifikasi gadget, konseli islami, pemberian waktu khusus, dan layanan sekolah sebagai tempat belajar. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu upaya penyehatan jiwa anak nomophobia sangat penting dalam membuat perangkat digital dapat dimanfaatkan secara sehat dan sesuai fungsinya. Komunikasi intensif, lingkungan dan figur panutan sangat berperan dalam proses pembentukan karakter positif yang akan membimbing serta mengarahkan anak nomophobia agar terhindar dari perilaku negatif penggunaan gadget atau smartphone. Kata kunci: nomophobia, penyehatan jiwa, komunikasi intensi
    corecore