1,720,955 research outputs found
..(TAMBAHKAN LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ETHESIS DENGAN TTD ASLI BUKAN SCAN, TAMBAHKAN WATERMARK S/D DAFTAR PUSTAKA, UPLOAD ULANG)..OPTIMALISASI INSTAGRAM DALAM MENINGKATKAN KESADARAN HALAL (Studi Pada Situs: @Halalcorner & @Halal.indonesia)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat terkait penggunaan media sosial sebagai sumber informasi dan pengetahuan tentang halal serta peran media sosial dan fungsinya sebagai agen sosialisasi untuk mentransfer pengetahuan dan informasi tentang halal serta membangun kesadaran halal di masyarakat. masyarakat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan studi Netnografi. Netnografi merupakan pendekatan interpretatif untuk mempelajari perilaku konsumen dari berbagai budaya dan komunitas di dunia maya atau Internet. Pendekatan ini juga disebut sebagai “etnografi digital” atau “etnografi virtual”. Penelitian ini menggunakan virtual community account 'halal corner & halal indonesia' sebagai objek kajian dan sumber data untuk mengamati proses transfer informasi dan pengetahuan halal dalam membentuk kesadaran halal di masyarakat.
Penelitian ini menemukan bahwa media sosial berperan sebagai agen sosialisasi halal dan berperan dalam membentuk kesadaran halal pada masyarakat. Serta meningkatkan jumlah UMKM yang mempunyai sertifikat halal. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi akun Instagram @halalcorner dan @halal.indonesia antara lain faktor pendukung, dalam hal ini tercukupinya literasi tim serta dukungan dari Kerjasama beberapa pihak untuk menunjang kelancaran peningkatan jumlah sertifikasi halal sedangkan untuk faktor penghambatnya adalah minimnya pengetahuan UMKM tentang sertifikasi halal, kendala internet dan toolsinstagram, dan kualitas sumber daya manusia. Adapun dampak yang dirasakan diantaranya adalah dampak ekonomi, sosial, dan juga jejaring.
Kata kunci: Optimalisasi Instagram, Kesadaran Halal, Teori Elemen Visua
Persepsi Aparatur Sipil Negara Iain Ponorogo Terhadap Pemotongan Gaji Untuk Zakat Penghasilan
Persepsi ASN mengenai mekanisme potong gaji IAIN Ponorogo
mempengaruhi pembayaran zakat penghasilan yang ditunaikan oleh ASN
masing-masing. Walaupun berbeda-beda kebutuhan perihal baik pribadi
maupun program institusi. Pemotongan gaji juga sesuai dengan perintah
negara dan sesuai dengan undang-undang yang ditetapkan pada Pasal 58
ayat (1) PP 36/2021 menyebut dimungkinkan
dilakukannya pemotongan upah pekerja, dengan ketentuan jumlah
keseluruhan pemotongan upah adalah paling banyak 50% (lima puluh
persen) dari setiap pembayaran upah yang diterima pekerja (pasal 65 PP
36/2021). Hal ini sudah sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara dan
sudah melalui persetujuan kedua belah pihak antara pihak yang akan
dipotong dan yang memotong gaji.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenalisis bagaimana
persepsi ASN IAIN Ponorogo mengenai pemotongan gaji untuk zakat
penghasilan yang bermula dari program L-Ziswaf IAIN Ponorogo.
Menganalisis bagaimana pengetahuan ASN mengenai zakat penghasilan,
infaq, dan sedekah yang bisa dilaksanakan melalui sistem potong gaji
IAIN Ponorogo. L-Ziswaf sebagai lembaga penyalur untuk mustahiq
dengan tepat sasaran.
Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif
deskriptif, sumber data primer dan sekunder dengan jumlah informan
sebanyak 8 orang ASN dan 2 bendahara L-Ziswaf dan bendahara pusat
IAIN Ponorogo. Analisis data berdasarkan wawancara, dokumentasi, dan
slip gaji salah satu ASN IAIN Ponorogo
Hasil penelitian menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif
yaitu memperoleh berbagai persepsi ASN mengenai sistem potong gaji
untuk zakat penghasilan di IAIN Ponorogo. Melalui persepsi ASN dapat
disimpulkan bahwa persepsi mempengaruhi keikutsertaan dalam
pembayaran zakat penghasilan di Lingkungan IAIN Ponorogo dengan
metode potong gaji. Tetapi tidak semua mengikuti potong gaji untuk zakat
penghasilan, melainkan ada yang mengikuti untuk infaq, sedekah,
koperasi, dan mini bank
Optimalisasi Instagram Dalam Meningkatkan Kesadaran Halal (Studi Pada Situs: @Halalcorner & @Halal.indonesia)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat terkait penggunaan media sosial sebagai sumber informasi dan pengetahuan tentang halal serta peran media sosial dan fungsinya sebagai agen sosialisasi untuk mentransfer pengetahuan dan informasi tentang halal serta membangun kesadaran halal di masyarakat. masyarakat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan studi Netnografi. Netnografi merupakan pendekatan interpretatif untuk mempelajari perilaku konsumen dari berbagai budaya dan komunitas di dunia maya atau Internet. Pendekatan ini juga disebut sebagai “etnografi digital” atau “etnografi virtual”. Penelitian ini menggunakan virtual community account 'halal corner & halal indonesia' sebagai objek kajian dan sumber data untuk mengamati proses transfer informasi dan pengetahuan halal dalam membentuk kesadaran halal di masyarakat.
Penelitian ini menemukan bahwa media sosial berperan sebagai agen sosialisasi halal dan berperan dalam membentuk kesadaran halal pada masyarakat. Serta meningkatkan jumlah UMKM yang mempunyai sertifikat halal. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi akun Instagram @halalcorner dan @halal.indonesia antara lain faktor pendukung, dalam hal ini tercukupinya literasi tim serta dukungan dari Kerjasama beberapa pihak untuk menunjang kelancaran peningkatan jumlah sertifikasi halal sedangkan untuk faktor penghambatnya adalah minimnya pengetahuan UMKM tentang sertifikasi halal, kendala internet dan toolsinstagram, dan kualitas sumber daya manusia. Adapun dampak yang dirasakan diantaranya adalah dampak ekonomi, sosial, dan juga jejaring.
Kata kunci: Optimalisasi Instagram, Kesadaran Halal, Teori Elemen Visua
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
