4 research outputs found
Retrieval System in Selected Folktales
The thesis entitled “Retrieval System in Selected Folktales” is a study of the use of
retrieval system and its types in the selected folktales. This research applied the
theory of cohesion proposed by Gerot and Wignell. Cohesion divided into some parts
and one of them is reference. In the reference analysis, it explained about retrieval
system that the focus of this research. This research aimed to investigate the use of
Retrieval System‟ types in the folktales. It used descriptive qualitative method by
taking five selected folktales. Based on the analysis, it is found that anaphora
occurred in the most dominant type which consist of 78 data (66,67%) that surely
most dominant used by the author. It means that the use of anaphora more significant
for avoid the repetition and for enrich the vocabulary in the text. In the second
sequence there was cataphora that consist of 14 data (11,97%). In the third there was
bridging type that have 10 data (8,55%), the fourth is exophora that have 8 data
(6,84%) and the less is homophora that have 7 data (5,98%). The result of data
showed that the use of retrieval system types still used by the author in writing the
folktales.Skripsi yang berjudul “Retrieval System in Selected Folktales” merupakan sebuah
kajian tentang penggunaan sistem retrieval dan tipe-tipenya dalam cerita rakyat yang
telah dipilih. Penelitian ini menerapkan teori kohesi yang digagas oleh Gerot dan
Wignell. Kohesi dibagi menjadi beberapa bagian dan salah satunya adalah referansi.
Dalam analisis referansi, dijelaskan tentang retrieval system yang merupakan focus
dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi penggunaan
tipe- tipe sistem retrieval dalam cerita rakyat. Kajian ini menggunakan penelitian
kualitatif deskriptif dengan mengambil 5 (lima) cerita rakyat terpilih. Berdasarkan
hasil analisis, telah ditemukan anaphora sebagai tipe yang paling dominan yang
terdiri dari 78 data (66,67%) yang pastinya paling sering digunakan oleh penulis. Hal
itu berarti penggunaan anaphora lebih signifikan digunakan untuk menghindari
pengulangan dan untuk memperkaya kosakata dalam suatu teks. Di urutan kedua
yaitu katafora yang terdiri dari 14 data (11,97%). Di urutan ketiga ada tipe bridging
yang memiliki 10 data (8,55%), yang keempat adalah eksofora yang memiliki 8 data
(6,84%) dan yang paling sedikit adalah homofora yang memiliki 7 data (5,98%).
Hasil dari data menunjukkan bahwa penggunaan tipe retrieval system masih
digunakan oleh penulis dalam menulis cerita rakyat.Skripsi Sarjan
Retrieval System in Selected Folktales
The thesis entitled “Retrieval System in Selected Folktales” is a study of the use of
retrieval system and its types in the selected folktales. This research applied the
theory of cohesion proposed by Gerot and Wignell. Cohesion divided into some parts
and one of them is reference. In the reference analysis, it explained about retrieval
system that the focus of this research. This research aimed to investigate the use of
Retrieval System‟ types in the folktales. It used descriptive qualitative method by
taking five selected folktales. Based on the analysis, it is found that anaphora
occurred in the most dominant type which consist of 78 data (66,67%) that surely
most dominant used by the author. It means that the use of anaphora more significant
for avoid the repetition and for enrich the vocabulary in the text. In the second
sequence there was cataphora that consist of 14 data (11,97%). In the third there was
bridging type that have 10 data (8,55%), the fourth is exophora that have 8 data
(6,84%) and the less is homophora that have 7 data (5,98%). The result of data
showed that the use of retrieval system types still used by the author in writing the
folktales.Skripsi yang berjudul “Retrieval System in Selected Folktales” merupakan sebuah
kajian tentang penggunaan sistem retrieval dan tipe-tipenya dalam cerita rakyat yang
telah dipilih. Penelitian ini menerapkan teori kohesi yang digagas oleh Gerot dan
Wignell. Kohesi dibagi menjadi beberapa bagian dan salah satunya adalah referansi.
Dalam analisis referansi, dijelaskan tentang retrieval system yang merupakan focus
dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi penggunaan
tipe- tipe sistem retrieval dalam cerita rakyat. Kajian ini menggunakan penelitian
kualitatif deskriptif dengan mengambil 5 (lima) cerita rakyat terpilih. Berdasarkan
hasil analisis, telah ditemukan anaphora sebagai tipe yang paling dominan yang
terdiri dari 78 data (66,67%) yang pastinya paling sering digunakan oleh penulis. Hal
itu berarti penggunaan anaphora lebih signifikan digunakan untuk menghindari
pengulangan dan untuk memperkaya kosakata dalam suatu teks. Di urutan kedua
yaitu katafora yang terdiri dari 14 data (11,97%). Di urutan ketiga ada tipe bridging
yang memiliki 10 data (8,55%), yang keempat adalah eksofora yang memiliki 8 data
(6,84%) dan yang paling sedikit adalah homofora yang memiliki 7 data (5,98%).
Hasil dari data menunjukkan bahwa penggunaan tipe retrieval system masih
digunakan oleh penulis dalam menulis cerita rakyat.Skripsi Sarjan
PENANAMAN NILAI RELIGIUS DAN PERILAKU SOSIAL ANGGOTA POLRI MELALUI KEGIATAN BINROHTAL (Studi Pada Brimob Polda Lampung, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung)
ABSTRAK
Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan
bagaimana penanaman nilai religius dan perilaku sosial pada anggota
polri melalui kegiatan binrohtal (Studi Pada Brimob Polda Lampung,
Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung). Agama
adalah sebuah ajaran atau pedoman hidup yang mengatur tentang
hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama
manusia, dan pedoman hidup yang akan di implementasikan dalam
kehidupan sehari-hari antara anggota brimob dengan masyarakat
sekitar. Sedangkan anggota brimob merupakan pasukan yang
mempunyai tugas sebagai menanggulangi tingkat kejahatan yang
dilakukan dengan tingkat ancaman yang harus segera ditanggulangi.
Adapun yang melatarbelakangi penulis tertarik untuk
membuat skripsi ini didasarkan pada hasil pengamatan dan wawancara
awal penulis lakukan dengan para anggota mengenai bagaimana
penanaman nilai religius dan perilaku sosial pada anggota polri
melalui kegiatan binrohtal. Mengingat beratnya tugas anggota brimob,
motivasi ketaatan beribadah untuk alat non fisik para anggota dan
berprilaku dalam kehidupan sehari-hari secara baik terhadap
masyarakat, yang dimana anggota brimob membutuhkan pembinaan
rohani dan mental yang sangat penting dalam menentukan jati diri
anggota brimob. Ketahanan spritual dan akhlak yang mulia
dibutuhkan untuk mewujudkan kinerja agamus, humanis dan
profesional.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian
deskriptif analisis dengan jenis pengumpulan data melalui studi
lapangan (field research). Metode pengumpulan data berupa observasi
peneliti mengamati secara langsung dilapangan, wawamcara yang
dimana peneliti berkomunikasi secara verbal dalam bentuk percakapan
untuk memperoleh informasi dan dokumentasi. Dalam wawancara
yang digunakan informan menggunakan teknik snowball sampling.
Teori yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah
teori Glock and Stark.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penanaman nilai religius
yang diterapkan melalui kegiatan pembinaan bimbingan rohani dan
mental untuk memotivasi ketaatan ibadah seorang anggota polri
sebagai alat spiritual agar tidak terjadi stress kerja kegiatan binrohtal
tersebut berhasil ditanamkan pada diri seorang anggota polri yang
hasil menunjukan positif melalui ujian 6 bulan sekali melalui aplikasi
e-rohan dan perilaku sosial pada anggota polri disatuan brimob polda
lampung yang sangat dibutuhkan bimbingan rohani dan mental karena
hasil dari kegiatan ini sangat dipengaruhi oleh kepribadian masing�masing dan menunjukan bahwa penanaman nilai religius anggota
brimob yang dilakukan melalui kegiatan-kegiatan binrohtal sangat
penting.
Kata kunci : penanaman, nilai, ketaatan beribadah, pembinaan
rohani.ABSTRACT
This thesis is the result of research that describes how to instill
religious values and social behavior in members of the National
Police through binrohtal activities (Study at the Lampung Regional
Police Mobile Brigade, East Tanjung Karang District, Bandar
Lampung City). Religion is a teaching or life guideline that regulates
human relationships with God and relationships with fellow humans,
and a life guideline that will be implemented in daily life between
Brimob members and the surrounding community. Meanwhile,
Brimob members are troops whose task is to tackle the level of crimes
committed with a threat level that must be addressed immediately.
The reason behind the author's interest in writing this thesis is
based on the results of initial observations and interviews the author
conducted with members regarding how to instill religious values and
social behavior in police officers through binrohtal activities.
Considering the heavy duties of Brimob members, the motivation for
devotion to worship is for the members' non-physical means and to
behave in a good manner in daily life towards the community, which
is why Brimob members need spiritual and mental development which
is very important in determining the identity of Brimob members.
Spiritual resilience and noble morals are needed to realize religious,
humanist and professional performance.
The research method used is a descriptive analysis research
method with data collection type through field studies. Data collection
methods include observation by researchers observing directly in the
field, interviews where researchers communicate verbally in the form
of conversations to obtain information and documentation. In the
interview the informant used the snowball sampling technique. The
theory used to analyze in this research is the Glock and Stark theory.
The results of the research show that the instillation of religious
values implemented through spiritual and mental guidance activities
to motivate a police officer's devotion to worship as a spiritual tool to
prevent work stress from binrohtal activities was successfully instilled in a police officer whose results showed positive through exams every
6 months. through the e-spiritual application and social behavior for
police members in the Lampung Police Mobile Brigade Unit, spiritual
and mental guidance is really needed because the results of this
activity are very much influenced by their individual personalities and
show that the cultivation of religious values in Brimob members
carried out through binrohtal activities is very important. important.
Key words: cultivation, values, devotion to worship, spiritual
formation
MULTIPLIKASI TUNAS PADA DUA VARIETAS PISANG (Musa acuminata L.) DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA KONSENTRASI SITOKININ
This study aimed to investigate how the application of various cytokinin concentrations affects the shoot multiplication in two varieties of banana (Musa acuminata L.). The research was conducted at the Plant Physiology and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Sultan Ageng Tirtayasa University. The study was designed as a randomized complete block design, consisting of two factors. The first factor included two types of banana varieties: bagja (v1) and cavendish (v2). The second factor included six types of application of various concentrations of cytokinin, which were 1 mg/l BAP (k1), 2 mg/l BAP (k2), 3 mg/l BAP (k3), 1 mg/l kinetin (k4), 2 mg/l kinetin (k5), and 3 mg/l kinetin (k6). The results showed a significant difference in the effect of cavendish banana varieties explant on the height of the plant, with an average value of 3.26 cm. The application of various concentrations of cytokinin didn’t significantly affect the parameters of the height of the plant, shoot emergence time, number of shoots, and time of root emergence.Keywords: Bagja, Cavendish, Cytokinin, In Vitro Cultur
