197,485 research outputs found

    Malaysian Journal of Library & Information Science 1996-2000: A Bibliometric Study

    No full text
    A bibliometric examination of all the journal articles published in the Malaysian Journal of Library & Information Science from 1996-2000 was carried out. The range of articles published per volume is between 14 and 17; average number of references per article is 22.5; the average length per article is 41.2 pages; 53(69. 74%) of the articles are research oriented, the percentage of multi-authored papers is slightly higher at 52.6% or 40 papers out of a total of 76, Zainab Awang Nga, the most prolific author contributed 12 articles followed by B. K. Sen (10 papers), Tiew Wai Sin (8 papers), C. R. Karisiddappa, Nor Edzan Nasir, V. L. Kalyane, Teh Kang Hai, and B. M. Gupta (3 papers each); 36 (45%) of the authors are geographically affiliated to Malaysia, authors affiliated to library schools were well represented (55.2%), the most productive institution is Faculty of Computer Science and Information Technology, University of Malaya with 26 out of 80 author's affiliation, the most popular subject is Scientific and Professional Publishing, 30 (39.5%) articles contained author's self-citation, while the rate of journal self-citation is found to be 27.6% and most of the articles (67.1 %) contained no formal acknowledgement

    Pendidikan Agama di Lingkungan Keluarga di Desa Tampang Awang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar

    No full text
    Arnie Hayaty. 2016. Pendidikan Agama di Lingkungan Keluarga di Desa Tampang Awang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Pembimbing: Dra. Rusdiah, M. Pd.I Penelitian ini mengemukakan tentang pendidikan agama di lingkungan keluarga di Desa Tampang Awang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Masalah yang menjadi bahasan adalah bagaimana pendidikan agama di lingkungan keluarga di Desa Tampang Awang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui secara jelas pendidikan agama di lingkungan keluarga di Desa Tampang Awang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan mengambil subjek dan objek penelitian. Subjek penelitian ini yaitu orang tua (ayah dan ibu) yang memiliki anak yang berusia dari 7 hingga 10 tahun dan anak di Desa Tampang Awang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar, dan objek penelitian ini adalah tentang pendidikan agama di lingkungan keluarga di Desa Tampang Awang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Sedangkan Pengolahan data menggunakan teknik editing, koding, tabulating dan interpretasi data. Untuk analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan, dari makna itu maka dapat ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pendidikan agama di lingkungan keluarga di Desa Tampang Awang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar meliputi shalat, membaca alquran, dan akhlak yang mulia terhadap orangtua dan teman sudah terlaksana dengan cukup baik. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan agama di lingkungan keluarga di Desa Tampang Awang Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar ada empat, yaitu yang pertama faktor latar belakang pendidikan orangtua dapat dikategorikan masih rendah namun pengalaman orangtua terhadap keagamaan sangat membantu untuk menunjang pendidikan bagi anak. Kedua, faktor waktu dan kesempatan yang dimiliki orang tua terhadap anak sangat banyak namun yang selalu berkumpul dengan anak di rumah adalah ibu, karena mayoritas bapak pergi untuk bekerja. Ketiga, faktor globalisasi/teknologi seperti handphone/playstation sedikit mempengaruhi dalam memberikan pendidikan agama pada anak di lingkungan keluarga karena terlihat bahwa anak menjadi malas dan hanya kadang-kadang patuh dengan orangtua apabila di nasehati saat sedang menggunakan handphone/playstation tersebut. Keempat, faktor Lingkungan sosial keagamaan cukup mendukung, yakni termasuk lingkungan yang agamis dan sebagian besar orangtua telah melaksanakan kegiatan shalat berjama’ah serta mengadakan berbagai kegiatan keagamaan seperti maulid Habsyi, membaca yasin dan keagamaan lainnya

    Pengaruh Kedalaman Setting Terhadap Komposisi Spesies Benih Lobster Yang Terkumpul Di Perairan Teluk Awang Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat

    No full text
    Asia Tenggara merupakan pemasok lobster terbesar di Dunia. Indonesia termasuk dalam pemasok utama lobster di Asia Tenggara. Teluk Awang Kabupaten Lombok Tengah merupakan Sentra penghasil lobster maupun benih lobster di NTB. Harga pasaran yang tinggi di tambah permintaan pasar yang setiap tahun mengalami kenaikan mengakibatkan penangkapan lobster semakin intensif. Penangkapan lobster tidak hanaya pada pase dewasa namu semua fase dilakukan penangkapan. Fase hidup lobster dari puerulus menuju juvenis merupakan fase hidup yang rentang karena mortalitas yang tinggi. Oleh karena itu diperlukan kajian lebih lanjut mengenai komposisi spesies benih lobster antar kedalaman untuk menegetahui kedalaman yang memiliki nilai pengumpulan benih lobster yang tinggi sehingga bisa dapat dijadikan sebagai daerah konservasi dengan membuat tempat perlindungan benih lobster. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil pengumpulan benih lobster, mengetahui perbedaan komposisi spesies hasil pengumpulan dikedalaman berbeda dan mengetahui hasil pengumpulan pada masing-masing kedalaman. Penelitian ini di laksanakan di Teluk Awang Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat pada tanggal 30 Januari – 16 Maret 2019. Pengumpulan benih lobster dilakukan menggunakan alat pengumpul benih lobster pada masing masing kedalaman. Alat pengumpul benih lobster terdiri dari alat bantu yaitu karamba apung tempat mengaitkan alat pengumpul benih lobster. Satu karamba apung terdiri dari 4 alat pengumpul benih lobster. Metode analisis yang di gunakan adalah metode Chi-Square, metode Uji Kruskal Wallis yang menggunakan SPSS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan di dua kedalaman di temukan 4 spesies lobster yaitu, P. ornatus, P. homarus,P. versicolor dan P. longipes. Hasil analisa statistik dengan menggunakan metode Chi-Square pada Ms. Excel diperoleh ada perbedaan yang signifikan terhadap komposisi hasil pengumpulan benih lobster menggunakan alat pengumpul pocong pada kedalaman 15 m dan 30 m di Teluk Awang. Pada uji lanjutan Kruskal Wallis menggunakan SPSS pada kedalaman 15 m dan 30 m diperoleh ada perbedaan yang sangat signifikan terhadap komposisi spesies benih lobster pada masing-masing kedalaman. Pada kedalaman 15 m dan 30 m mendapatkan hasil yang sama yaitu 4 spesies benih lobster dan benih lobster pasir memiliki hasil pengumpulan yang dominan dibandingkan tiga spesies lainnya (benih lobster mutiara, benih lobster bambu, dan benih lobster batik)

    Keanekaragaman Dan Distribusi Fitoplankton Kawasan Budidaya Perairan Teluk Awang, Paremas, dan Serewe Di Selatan Lombok

    No full text
    Plankton adalah organisme akuatik yang memiliki ukuran mikroskopik dan dengan daya renang yang lemah sehingga hanya dapat bergerak karena adanya arus air. Fitoplankton dapat menjadi salah satu indikator biologis untuk memantau kondisi perairan, polusi, dan eutrofikasi. Selain menjadi indikator perairan, fitoplankton juga dapat dikaitkan dengan budidaya perairan. Kelimpahan fitoplankton dapatdipengaruhi oleh faktor fisik-kimia perairan. Lokasi penelitian ini berada di Selatan Lombok, diperairan Teluk Awang, Paremas, dan Serewe. Ketiga lokasi tersebut dikenal dengan lokasi budidayanya, yakni Serewe untuk budidaya rumput laut (makroalga), sedangkan Paremas dan Awang budidaya ikan dan terdapat banyak keramba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan distribusi fitoplankton di perairan Teluk Awang, Paremas, dan Serewe, serta mengetahui faktor lingkungan yang mempengaruhi keanekaragaman dan distribusi fitoplankton di ketiga perairan tersebut. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan dengan Kitahara Net yang ukuran mesh-nya 20 μm dan diameter jaring 15 cm dengan penarikan vertical pada kedalaman maksimal 10 m. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ⁠keanekaragaman fitoplankton di perairan Teluk Awang, Paremas, dan Serewe sama-sama terindeks sedang yaitu Teluk Awang berkisar antara 2,39 – 1,34, Paremas berkisar antara 2,05 – 1,49, dan Serewe berkisar antara 1,87 – 1,26. Distribusi fitoplankton di Teluk Awang, Paremas, dan Serewe ditemukan bahwa ada kelompok diatom (27 genus), dinoflagellata (3 genus), dan sianobakteria (2 genus) dan dengan kelimpahan fitoplankton terbesar yaitu Chaetoceros. Faktor lingkungan yang mempengaruhi keanekaragaman dan distribusi fitoplankton di perairan Teluk Awang, Paremas, dan Serewe berdasarkan hasil RDA didapatkan bahwa yang mempunyai nilai signifikansi dan mempengaruhi distribusi dari fitoplankton di lokasi Teluk Awang, Paremas, dan Serewe adalah kecerahan, TSS, nitrit, dan fosfat. Kecerahan memiliki pengaruh pada beberapa genus tertentu yaitu BRC (Bellerochea), CCD (Climacodium), HML (Hemiaulus), MNR (Meuniera), ODT (Odontella), LDR (Lauderia), BTS (Bacteriastrum), dan RZS (Rhizosolenia). Konsentrasi nitrit memiliki pengaruh pada genus CLT (Cyclotella), PPD (Protoperidinium), DPS (Dinophysis), dan CTC (Chaetoceros). Konsentrasi fosfat memiliki pengaruh pada genus PSNTZ (Pseudo-Nitzschia), TLN (Thallasionema), dan DTM (Ditylum). Total padatan tersuspensi (TSS) memiliki pengaruh pada genus PRS (Pleurosigma), TLS (Thallasiosira), CND (Coscinodiscus), CDT (Cylindrotheca), CRT (Ceratium), TCD (Trichodesmium), ANP (Asterionellopsis), dan NTZ (Nitzscia). ============================================================================================================================ Plankton are microscopic aquatic organisms with weak swimming power and can only move due to water currents. Phytoplankton can be a biological indicator for monitoring water conditions, pollution, and eutrophication. Apart from being an aquatic indicator, phytoplankton can also be associated with aquaculture. The abundance of phytoplankton can be influenced by physical and chemical factors in water. This research is located in South Lombok, in Awang Bay, Serewe, and Paremas waters. These three locations are known for their cultivation locations, namely Serewe for cultivating seaweed (macroalgae), while Paremas and Awang Bay cultivate fish, and there are many floating net cages (KJA). This research aims to determine the diversity and distribution of phytoplankton in Awang Bay, Serewe, and Paremas, as well as determine environmental factors that influence the diversity and distribution of phytoplankton in those waters. Plankton sample collection was performed by vertical towing using a Kitahara net with mesh size 20 μm and net diameter 15 cm from the maximum depth of 10 m. According to the results of the study, the phytoplankton diversity in the waters of the Awang Bay, Paremas, and Serewe are both indexed on a medium scale, which is between 2.39 – 1.34, Paremas is between 2.05 – 1.49, and Srewe is between 1.87 – 1.26. The distribution of phytoplankton in the Awang Bay, Paremas, and Serewe found that there are groups of diatoms (27 genus), dinoflagellata (3 genus) and cyanobacteria (2 genus). Environmental factors that affect the diversity and distribution of phytoplankton in the waters of the Awang Bay, Paremas, and Serewe based on the RDA results were found to have significant values and affect the distribution in the Awang Bay, Paremas, and Serewe are brightness, TSS, nitrites, and phosphate. Brightness has an influence on certain genera BRC (Bellerochea), CCD (Climacodium), HML (Hemiaulus), MNR (Meuniera), ODT (Odontella), LDR (Lauderia), BTS (Bacteriastrum), dan RZS (Rhizosolenia). Nitrite concentrations have an effect on the genera CLT (Cyclotella), PPD (Protoperidinium), DPS (Dinophysis), dan CTC (Chaetoceros). Phosphat concentration has an impact on the genera PSNTZ (Pseudo-Nitzschia), TLN (Thallasionema), dan DTM (Ditylum). Total suspended solids (TSS) has an effect in the genera PRS (Pleurosigma), TLS (Thallasiosira), CND (Coscinodiscus), CDT (Cylindrotheca), CRT (Ceratium), TCD (Trichodesmium), ANP (Asterionellopsis), dan NTZ (Nitzscia)

    Dr. Duane M. Jackson, Morehouse College, July 2011

    No full text
    This video is a conversation with Dr. Duane M. Jackson. Dr. Jackson talks about his paper, "Recall and the Serial Position Effect: The Role of Primacy and Recency on Accounting Students' Performance." Jackie Daniel, AUC Woodruff Library, is the interviewer

    Lipinia sekayuensis Grismer, Ismail, Awang, Rizal & Ahmad 2014

    No full text
    Lipinia sekayuensis Grismer, Ismail, Awang, Rizal & Ahmad, 2014 Holotype and type locality: Adult male (LSUHC 11593) from “Hutan Lipur Sekayu, Terengganu, Peninsular Malaysia (4°58.127 N, 102°57.433 E at 33 m asl).” Distribution: Known from Hutan Lipur Sekayu, Sungai Bubu and Sungai Pur, Terengganu (Grismer et al. 2016b).Published as part of Grismer, L. Lee & Quah, Evan S. H., 2019, An updated and annotated checklist of the lizards of Peninsular Malaysia, Singapore, and their adjacent archipelagos, pp. 230-248 in Zootaxa 4545 (2) on pages 240-241, DOI: 10.11646/zootaxa.4545.2.4, http://zenodo.org/record/261880

    Pembinaan Kecerdasan Spiritual Anak Dalam Keluarga Di Desa Awang Bangkal Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar

    No full text
    Mahyuddin, 2011. Pembinaan Kecerdasan Spiritual Anak Dalam Keluarga Di Desa Awang Bangkal Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah. Pembimbing (1) Drs. H. Hamdan, M. Pd, Pembimbing (II) Dra. Hj. Ikta Yarliani, M. Pd. Dalam keluarga orangtua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak, sebagai pendidik yang utama dan pertama, orangtua berkewajiban membina kecerdasan spiritual anak dalam keluarga terhadap anaknya. Sehingga anak menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt. Didalam skripsi ini permasalahan yang ingin dicapai jawabannya adalah bagaimana pembinaan kecerdasan spiritual anak dalam keluarga yang mempunyai anak 0 sampai 12 tahun di Desa Awang Bangkal Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pembinaan kecerdasan spiritual anak dalam keluarga. Subyek dari penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai anak 0 sampai 12 tahun yang bertempat tinggal di Desa Awang Bangkal Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Dan yang menjadi responden yang diteliti adalah 41 orang. Untuk teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik obsevasi, wawancara, dokumenter dan angket. Seluruh data yang diperoleh kemudian diinterpretasi dan dianalisa secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian dan penjelasan untuk menghasilkan kesimpulan sebagai hasil penelitian dengan menggunakan metode induktif. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pembinaan kecerdasan spiritual anak dalam keluarga pada usia 0 sampai 12 tahun sudah cukup baik, hal ini terwujud karena karena ditunjang oleh beberapa faktor yaitu latar belakang pendidikan orangtua yang sekalipun sebagian besar hanya berpendidikan SD/sederajat tapi pendidikan informal dan non formal seperti kegiatan keagamaan yang mereka peroleh selama hidup sangat menunjang mereka dalam membina kecerdasan spiritual anak

    "Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States" By M. Carey.

    No full text
    "Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States: containing bried sketches of the moral and political character of those states. By M. Carey, member of the American philosophical, and of the American Antiquarian Society, and author of The Olive Branch, Cindiciae Hibernicae, essays on banking, on political economy, and on internal improvement. To which are now added the English editor's comments on the subject; together with Important Advice to Emigrants, and Cautions Against Impositions Practiced in the Outports
    corecore