1,720,969 research outputs found
KAJIAN LINGKUNGAN RENCANA PENGEMBANGAN KAWASAN PERKANTORAN DAN PERGUDANGAN DI KAWASAN PERKOTAAN AGATS KABUPATEN ASMAT
Pemanfaatan lahan yang tidak terkendali dan tidak sesuai tata ruang menjadi salah satu penyebab peningkatan degradasi lingkungan. Beberapa tahun terkahir telah terjadi beberapa bencana yang diakibatkan oleh terganggunya kesimbangan lingan akibat pembangunan yang lebih fokus pada produksi ekonomi dan cenderung kurang mempertimbangkan dampak dan keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian pengaruh atau kesesuaian rencana pembangunan kawasan perkatoran dan pergudangan yang akan berpengaruh terhadap lingkungan di Kawasan Perkotaan Agats Kabupaten Asmat. Pengaruh lingkungan dikaji dengan menggunakan variabel kapasitas daya dukung dan daya tampung Lingkungan Hidup untuk pembangunan, perkiraan mengenai dampak dan risiko Lingkungan Hidup, kinerja layanan atau jasa ekosistem, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim serta tingkat ketahanan dan potensi keanekaragaman hayati. Hasil kajian menunjukkan kegiatan pengembangan kawasan perkatoran dan pergudangan memberikan tekanan terhadap kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup sehingga diperkukan perlakuan khusus dalam melakukan pengembangan kawasan perkatoran dan pergudangan di Kawasan Perkotaan Agats Kabupaten Asmat
MODEL PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN (TRANSPORTASI HIJAU) DALAM MENUNJANG MOBILITAS CIVITAS AKADEMIKA DI KAMPUS UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Dengan merujuk pada indikator UI GreenMetric 2021, maka penilaian tingkat ketersediaan dan pemodelan sistem transportasi ramah lingkungan di dalam kampus UIN Alauddin dilakukan dengan metode pendekatan analisis berupa pendekatan kuantitatif bagi penilaian tingkat ketersediaannya dan pendekatan kualitatif dalam perumusan pemodelan sistem transportasi ramah lingkungan, menggunakan data berupa data primer dan data sekunder yang diperoleh dari arsip data UIN Alauddin Makassar dan sumber pustaka lainnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di kawasan Kampus 2 UIN Alauddin Makassar masih dalam kategori rendah karena belum memiliki moda transportasi massal yang ramah lingkungan sehingga perlu diarahkan pada penyediaan dan pengembangan infrastruktur sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di kawasan Kampus 2 UIN Alauddin Makassar baik fisik berupa pengembangan fasilitas penunjang maupun non fisik berupa berupa kebijakan tertulis
SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Kecamatan Polewali merupakan Ibukota Kabupaten Polewali Mandar yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 61.807 jiwa. Pertambahan jumlah penduduk yang terjadi tiap tahun sangat mempengaruhi pola konsumsi masyarakat yang dapat meningkatkan jumlah timbulan sampah. Pada tahun 2019, jumlah timbulan sampah yang ada di Kecamatan Polewali sebanyak 7983, 3 ton. Untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan dibutuhkan alat pengangkutan sampah yang memadai. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polewali Mandar sebagai penyelenggara pengangkutan persampahan di Kecamatan Polewali memiliki alat pengangkutan sampah berupa mobil armroll sebanyak 6 buah dan mobil dump truck sebanyak 6 buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sistem pengangkutan sampah yang digunakan dan mengetahui kinerja pengangkutan sampah di Kecamatan Polewali. Untuk mengetahui pola sistem pengangkutan sampah yang digunakan serta kinerja pengangkutan sampah di Kecamatan Polewali pada tahun 2019 dapat diketahui Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga
INDEKS KEMAMPUAN LAHAN DALAM PENGEMBANGAN PERKOTAAN AGATS KABUPATEN ASMAT
Pengembangan kawasan perkotaan perlu mempertimbangkan aspek kelayakan lokasi atau kemampuan lahan pada kawasan tersebut. Indeks atau tingkat kemampuan lahan padan Kawasan Perkotaan Agats akan menjadi salah satu pertimbangan utama untuk menentukan kesesuaian pemanfaatan lahan serta acuan dalam mengarahkan pengembangan kota di masa yang akan datang. Kawasan perkotaan Agats yang berada di pesisir selatan Pulau Papua yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Asmat di Provinsi Papua Selatan secara umum memiliki keunikan fisiologi kawasan dan tipikal kotanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya dukung lahan atau kawasan memalui perhitungan indeks kemampuan lahan atau satuan kemampuan lahan dengan menngunakan metode overlay terhadap beberapa indikator satuan kemampuan lahan (SKL) sesuai dengan pedoman kajian aspek fisik dan lingkungan yang telah diterbitkan oleh Kementerian PUPR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kategori tingkat kemampuan lahan pada Kawasan Perkotaan Agats terdiri atas 2 (dua) kategori yaitu sekitar 53,5% wilayahnya memiliki tingkat kemampuan pengembangan rendah dan 46,5% wilayahnya memiliki tingkat kemampuan pengembangan sedang
ARAHAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR WILAYAH PESISIR KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR
Galesong Utara merupakan kecamatan pesisir Kabupaten Takalar yang memiliki berbagai potensi untuk di kembangkan. Potensi yang dapat dikembangkan pada wilayah pesisir yaitu sektor perikanan, dan sektor wisata bahari. Potensi wilayah yang dimiliki Kecamatan Galesong Utara ditetapkan sebagai Pembangunan Kawasan Industri Takalar (KITA). Hal tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai seperti kurang optimalnya aksebilitas terhadap seluruh wilayah untuk mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi, maka perlu adanya arahan pengembangan infrastruktur untuk mengoptimalisasi potensi sumber daya tersebut. Penelitian ini, menggunakan metode kualitatif dengan cara pengumpulan data yaitu wawancara, observasi langsung, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan yaitu deskriptif yaitu untuk mengetahui pengembangan infastruktur dengan melihat sebab akibat dalam peningkatan dan pengembangan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi sektor sekunder dan tersier. Adapun hasil analisis penelitian yaitu dengan mengoptimalisasikan pembangunan infrastruktur utama dan infrastruktur pendukung perikanan serta meningkatkan ruang terbuka hijau (RTH) sebagau sarana hiburan atau tempat bermain..
Kata Kunci : Infrastruktur, Pengembangan, Pesisir
PERSPEKTIF MASYARAKAT KAMPUS DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI RAMAH LINGKUNGAN (TRANSPORTASI HIJAU) DI KAMPUS UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Implementasi sebuah kebijakan baik itu ditingkat nasional, provinsi bahkan sampai wilayah kawasan seperti kawasan kampus perlu untuk mendengarkan masukan dan tanggapan masyarakatnya dalam hal ini masyarakat kampus UIN Alauddin Makassar. Begitupula kebijakan atau rencana program perwujudan sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di dalam kampus yang telah digagas sebelumnya bersama para pimpinan dalam hal ini Rektor UIN Alauddin Makassar dianggap sangat perlu untuk mendengar dan mempertimbangkan tanggapan atau persepsi masyarakat tentang rencana tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat kampus dalam membangun kampus UIN Alauddin Makassar. Dengan merujuk pada indikator UI GreenMetric 2021, maka penilaian persepsi masyarakat dan penentuan skala priorotas program sistem transportasi ramah lingkungan di dalam kampus UIN Alauddin dilakukan dengan metode pendekatan analisis berupa kombinasi pendekatan kualitatif dan kuantitatif bagi penilaian persepsi masyarakat dan dalam menentukan prioritas pengembangannya, menggunakan data berupa data primer dan data sekunder yang diperoleh dari arsip data UIN Alauddin Makassar dan sumber pustaka lainnya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa secara umum, perspektif masyarakat kampus dalam pengembangan konsep sistem transportasi ramah lingkungan (transportasi hijau) di Kawasan Kampus 2 UIN Alauddin Makassar direspon baik dan disetujui oleh masyarakat kampus, bahkan jika dilihat lebih rinci terdapat beberapa program yang justru direspon sangat baik atau sangat disetujui oleh masyarakat kampus yang sekaligus menjadi program prioritas utama
INDEKS KEKUMUHUHAN KECAMATAN WATANG SAWITTO KABUPATEN PINRANG
Masalah permukiman kumuh hingga saat ini masih menjadi masalah utama yang dihadapi dikawasan permukiman perkotaan. Tingginya arus urbanisasi akiba tmenumpuknya sumber mata pencaharian dikawasan perkotaan menjadi magnet yang cukup kuat bagi masyarakat perdesaan untuk bekerja di kawasan perkotaan dan tinggal dilahan-lahan ilegal yang mendekati pusat kota, hingga akhirnya menciptakan lingkungan permukiman kumuh. Kondisi seperti ini juga terjadi di Kabupaten Pinrang, terutama permukiman disekitar kawasan bantaran Saluran Irigasi tepatnya sekitar Jl. H. Didu permukiman ini terletak di bagian pusat Distrik Teminabuan yang diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode observasi lapangan, wawancara, dan pengumpulan data sekunder. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pembobotan (Skoring). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kekumuhan permukiman kumuh di bantaran Saluran Induk Irigasi Sawitto. Hasil skoring diperoleh nilai kriteria dan indicator kekumuhan yaitu 19 yang termasuk kedalam klasifikasi tingkat kekumuhan ringan
PENATAAN JALUR HIJAU JALAN BERBASIS MITIGASI BENCANA POHON TUMBANG DI JALAN PENGHUBUNG KOTA MAKASSAR DAN KABUPATEN GOWA
Selama tahun 2017-2022, kejadian pohon tumbang yang terjadi di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa telah mengakibatkan kerugian materil bahkan korban jiwa, kejadian ini sangat rutin terjadi setiap tahun ketika puncak musim penghujan. Selain kerugian materil dan korban jiwa, juga berdampak pada gangguan arus lalu lintas. Penelitian ini diarahkan pada lokasi dengan intensitas kejadian pohon tumbang yang sering terjadi setiap tahunnya yaitu di Ruas Jalan HM. Yasin Limpo - Jalan Tun Abdul Razak di Kabupaten Gowa dan Jalan Letjen. Hertasning - Jalan Aorepala di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar tingkat kerawanan bencana pohon tumbang di lokasi penelitian serta merumuskan arahan strategis yang dapat dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya meminimalkan dampak (mitigasi) terhadap bencana tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan data lapangan serta data citra satelit yang diolah untuk menghasilkan tujuan penelitian dalam bentuk spasial dan kontekstual. Hasil analisis menunjukkan bahwa bencana pohon tumbang yang terjadi beberapa tahun terakhir di lokasi penelitian ternyata berbanding lurus dengan tingkat kerawanan bencana pohon tumbang yang menunjukkan bahwa loasi penelitian sebagian besar memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi atau berpotensi sangat tinggi, sehingga arahan penanganan dan penataan yang perlu dilakukan mencakup arahan penataan pada aspek penataan, aspek manajemen/pemeliharaan dan aspek pelibatan masyarakat.
Kata Kunci : Mitigasi bencana, pohon tumbang, jalur hijau, penataan kawasan
PEMILIHAN SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH (SPAL) DOMESTIK DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR
Air limbah domestik merupakan salah satu permasalahan kota yang kompleks, tetapi nyaris dikesampingkan dan tidak di kelola dengan baik. Wilayah studi yaitu Kelurahan Ballaparang Kecamatan Rappocini Kota Makassar sebagai pusat pemukiman dan perdagangan jasa. Dalam pengembangan kota tidak lepas dari penyediaan utilitas kota termasuk sarana dan prasarana pengelolaan air limbah pemukiman yang saat ini mendesak untuk disusun strategi pengelolaan air limbah domestik di permukiman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis skoring untuk mengatahui kondisi selanjutnya menggunakan metode analisis kualitatif untuk merumuskan arahan konsep penanganan yang akan digunakan. Berdasarkan analisis pembobotan setelah dilakukan pemberian skor setiap indikator pada masing-masing variabel tingkat ketersediaan sistem pengelolaan air limbah domestik masuk dalam kategori sedang yaitu 359-270. Selanjutnya menggunakan analisis kualitatif untuk arahan pengelolaan air limbah domestik memiliki beberapa alternatif yaitu on site system (septik tank dan bioseptik tank), dan untuk off site system (IPAL ABR dan IPAL Biofilter). Berdasarkan pertimbangan ketersediaan lahan, efesiensi biaya, kondisi social, dan kemudahan pengerjaan maka disarankan menggunakan IPAL Komunal yaitu IPAL ABR, apabila pada saatnya nanti kelurahan ballaparang sudah masuk dalam penanganan air limbah terpadu maka system ini langsung bisa tersambung ke jaringan IPAL Terpadu Kota Makassar
- …
