10 research outputs found
The effect of zinc (Zn) content to cell potential value and efficiency aluminium sacrificial anode in 0.2 M sulphuric acid environment
Pengaruh Kecepatan Pengelasan Pada Proses Metal Inert Gas Welding Terhadap Kualitas Hasil Pengelasan Produk Clevis Bracket”
Pada pengelasan MIG ( Metal Inert Gas ) yang ada saat ini, masih ditentukan oleh kualitas operatornya. Pada penelitian ini MIG ( Metal Inert Gas ) di gabung dengan alat scanner system yang bekerja dengan sensor garis atau line sensor yang memanfaatkan kecepatannya sebagai proses pengelasan. Proses kerja scanner system tersebut berdasarkan pembacaan pola garis sesuai gambar yang direncanakan. Sebagai akibat kegunaan pembacaan pada scanner system pada penilitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hasil pengelasan pada produk clevis bracket. Hasil dari penelitian ini akan menghasilkan kualitas yang lebih baik, menghemat waktu, hasil pengelasan yang homogen dan dapat mengerjakan pengelasan secara otomatis sesuai kebutuhan berdasarkan pola garis. dengan mengoptimalkan nilai variabelnya, yaitu dengan mengoptimalkan kecepatan pengelasan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui hubungan parameter kecepatan gerak pengelasan terhadap kualitas hasil pengelasan dan juga mendapatkan kecepatan pengelasan sesuai.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental nyata ( true experimental research) . Variabel bebas adalah variabel yang besarnya ditentukan sebelum penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kecepatan pada proses pengelasan dengan variasi 180, 360, 540 dan 720 mm/menit. Variabel terikatnya pada penelitian ini adalah indikasi cacat yang terjadi dengan menggunkan metode NDT (Non-destruktif testing), yaitu foto pada daerah las dan radiografi. Sedangkan Variabel terkontrol pada penelitian ini adalah ketebalan pelat, diameter elektroda, arus listrik, kecepatan wire rood, gas pelindung, bentuk sambungan, posisi pengelasan.
Dari hasil penelitian dilakukan pengamatan secara visual, terdapat hasil cacat cembung dan cacat tinggi kaki las yang mempengaruhi kualitas hasil pengelasan yang disimpulkan dari Fillet Weld , dari hasil kecepatan pengelasan dengan kecepaan 360 mm/menit dan 540 mm/menit adalah hasil yang paling baik, sedangkan pada 180 mm/menit ditolak karena panjang Fillet Weld melebihi batas ketebalan pelat yang dilas, dan kecepatan pengelasan 720 mm/menit dilakukan perbaikan dengan pengulangan pengelasan pada daerah lasan tersebut hingga panjang Fillet Weld yang dianjurkan. Sedangkan pada cacat manik cembung yang terjadi pada setiap pengulangan kecepatan pengelasan masih diperbolehkan dalam penggunaanya. Dari hasil radiografi ditemukan cacat las jenis porosity dan cluster porosity , peningkatan kecepatan pengelasan menyebabkan peningkatan cacat secara kuantitas. Namun demikian, namun cacat-cacat tersebut masih diperbolehkan dalam pengunaanya dan tidak mempengaruhi pengamatan yang dilakukan secara visual
Pengaruh Kuat Arus Pengelasan Dua Layer dengan Metode GTAW dan SMAW terhadap Kekuatan Tarik pada Plat ASTM A 36
Pengelasan GTAW ( Gas Tungsten Arc Welding ) merupakan pengelasan dengan kualitas yang baik, namun pengelasan jenis ini tergolong pengelasan mahal, sedangkan SMAW merupakan pengelasan dengan nilai ekonomi dan kualitas pengelasan yang lebih rendah. Pada pengelasan SMAW ( Shield Metal Arc Welding ) umumnya masih sering terjadinya cacat akar pada saat pengelasan posisi root pass . Penggunaan elektroda saat pengelasan yang baik yaitu dilakukan pemanasan dalam oven terlebih dahulu untuk menghilangkan kelembaban dalam elektroda yang nantinya akan berpengaruh pada hasil pengelasan, dengan pemanasan terlebih dahulu juga pada elektrodanya akan meningkatkan kekuatan hasil pengelasan menggunakan metode SMAW tersebut. Sedangkan untuk pengelasan GTAW, metode ini sangat baik namun ketika melakukan pengelasan posisi cover pass yang memungkinkan terjadinya cacat kurangnya kolam lasan yang dihasilkan, selain itu juga pengelasan jenis ini harus menggunakan dua tangan oleh karena itu juru las GTAW harus yang bersertifikat nasional maupun international untuk menghasilkan lasan yang terbaik. Karena permasalahan kedua metode tersebut penggabungan dua jenis dilakukan yang bertujuan untuk menutupi kekurangan masing-masing.
Dalam penelitian ini variasi yang digunakan adalah kuat arus GTAW 100 A, 130 A, 160 A dan SMAW 65 A, 80 A, 95 A, Filler Rod, dengan pengelasan Root Pass terlebih dahulu kemudian didiamkan hingga temperatur kembali ke temperatur ruang kemudian dilakukan pengelasan pada posisi Cover Pass . GTAW yang digunakan adalah ER70S-6 diameter 2,4 mm dan elektroda pada SMAW adalah E7016 diameter 2,4 mm yang dipanaskan 300 o C terlebih dahulu selama 1 jam dengan tebal plat 7 mm jenis ASTM A 36, kampuh yang digunakan yaitu single V Groove 60 o posisi saat mengelas yaitu 1G yaitu posisi mendatar, dengan posisi pengelasan dua layer yaitu GTAW-GTAW, GTAW-SMAW, SMAW-SMAW dan SMAW-GTAW.
Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa semakin besar arus yang digunakan nilai kekuatan tariknya akan menurun pada pengelasan GTAW-GTAW namun berbanding terbalik pada pengelasan SMAW-SMAW dan juga pengkombinasian pengelasan antara GTAW dan SMAW, hal ini disebab oleh pengaruh panas yang dihasilkan menggunakan GTAW, panas yang dihasilkan terpusat sehingga penurunan panas yang dihasilkan lebih lambat yang berpengaruh pada lebar HAZ dan bentuk struktur mikronya. Sedangkan indikasi cacat yang diamati terdapat cacat porosity dan cluster porosity ketika menggunakan metode pengelasan SMAW, selain itu pula luasan HAZ yang dihasilkan sangat mempengaruhi kekuatan tarik yang dihasilkan. hal ini juga diperkuat dengan hasil foto mikrostruktur yang sudah dilakukan, bentuk butir yang besar memperlihatkan bahwa nilai kekuatan tarik yang dihasilkan lebih besar
ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA
Poros bekerja dengan menerima beban berupa lentur, tarikan, tekan dan puntiran. Berdasarkan pembebanannya poros dibedakan dalam beberapa macam, diantaranya poros transmisi, gandar, poros spindel. Pada poros transmisi biasa dikenal dengan sebutan shaft. Shaft akan mengalami beban puntir berulang, beban lentur ataupun keduanya. Pada shaft daya ditransmisikan melalui pulley. didapatkan beberapa nilai diantaranya ialah, safety factor, tegangan geser maksimum, dan von mises sebelum terjadi kegagalan pada momen torsi sebesar 1600 Nm. dan Semakin tinggi momen torsi yang diberikan maka nilai safety factor yang dihasilkan semakin rendah yaitu sebesar 0,74 dimana nilai awal sebesar 1,49, hal ini menjelaskan bahwa beban torsi yang diterima akan mempengaruhi kegagalan poros tersebut
Analisa Kekuatan Desain Meja Kursi Lipat dengan Simulasi Komputer
Desain meja dan kursi biasanya dibuat dengan fungsi yang terpisah. Pada studi ini akan dibuatproduk yang mengabungkan meja dan kursi agar multi-fungsi dengan desain lipat sehingga bisamenghemat ruang. Multifungsi ini memberikan kebebasan pengguna merubah desain mejakursi lipat ini menjadi kursi atau meja. Desain menggunakan dimensi yang dikaji secaraergonomik agar dapat digunakan secara fungsional untuk pangsa pasar utama untuk bisnismakanan yang menggunakan media duduk lesehan. Desain ini dimodelkan dengan bantuansoftware ANSYS 14.5 dimana desain dimodelkan secara 3 dimensi (3D). Model materialmemakai 2 model yaitu kayu jati untuk desain berharga tinggi dan polipropilena untuk desainberharga lebih ekonomis. Beban operasi diaplikasikan arah aksial sebesar 100 kgmenyesuaikan dengan asumsi berat tubuh rata-rata maksimal orang Indonesia. Dari hasilsimulasi, besar tegangan operasional masih dapat menerima beban maksimum tanpa terjadikerusakan sesuai dengan kriteria kegagalan von-misses. Lokasi besar tegangan kritis terdapatpada bagian tumpuan tangan sehingga nantinya dapat diperbaiki dengan memperbesarinersianya. Ergonomik yang dilakukan memberikan batas range pemakaian meja kursi lipat iniuntuk orang dengan tinggi rata-rata 160 cm dan memiliki sudut sandaran 70 derajat.Kata kunci: Meja kursi, pemodelan 3 dimensi, ergonomik, tegangan von-misses
Design for tables and chairs are usually made with a separate function. In this study, it will bemade a product that combines a table and chairs so that space can be saved. Thismultifunctional gives the user freedom to change the design of this folding chair into a deskchair or a table. The dimension of the design is examined ergonomically in order to be usedfunctionally for major market share for business meals using the media to sit cross-legged. Thisdesign is modeled with the help of ANSYS 14.5 software where design modeled 3-dimensional(3D). The mModel using 2 materials namely: with teak for the design of high price andpolypropylene for more economically price. Operating load applied to the axial direction of 100kg with assuming an average body weight of a maximum of Indonesian. From the simulationresults, a large operating stress can still receive the maximum load without damage inaccordance with the criteria of failure von-misses. The location is great critical stress found onthe pedestal hand so that later can be improved by increasing inertia. Ergonomic done to givethe range limit usage table folding chairs for people with average height of 160 cm and has abackrest angle of 70 degrees.Keywords: Desk chair, three-dimensional modeling, ergonomics, stress von-misse
Pelatihan Daur Ulang Logam (Alumunium) bagi Masyarakat Karang Joang
Metal recycling is an effective way to deal with the abundance of scrap metal such as drink can, scrap iron and others. Metal recycling skill is needed by the community especially in the youth to help reduce the amount of scrap metals in the environment and to develop a new creative and innovative industry, however the community doesn’t have the skills needed and have never gotten the training on metal recycling. Therefore, in the community service acticity of the Materials and Metalurgical Engineering Study Program, ITK, it was given metal recycling skill (aluminum) for the community. The metal recycling skill training was held in Kalimantan Institute of Technology campus, Balikpapan, East Kalimantan. The training was attended by 15 people from the community. The training was held by conducting presentation, practice, and discussion. The qualitative analysis results (from observation and discussion result) showed that all participant felt getting new knowledge and skill, that is the metal recycling skill
Implementasi Repair Grove Ban Layak Pakai Dan Pengembangan Produktifitas Sumber Daya Manusia Untuk Masyarakat Karang Joang
Pendidikan adalah modal utama bagi suatu bangsa dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang dimilikinya. Sumberdaya manusia yang berkualitas akan mampu mengelola sumber daya alam dan memberi layanan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, titik sentral pembangunan adalah pemberdayaan sumber daya manusia termasuk tenaga kerja, baik sebagai sasaran pembangunan maupun sebagai pelaku pembangunan. Balikpapan merupakan kawasan industri yang dimana di desa Karang Joang tersebut merupakan daerah yang sedang berkembang. Namun sejauh ini, kurangnya pendidikan dan belum ada tindakan yang nyata baik dari pemerintah maupun tokoh masyarakat dan pengusaha. Akibatnya kebanyakan orderan yang diminta oleh para pengembang beralih pada sekelompok orang saja. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka lembaga pelatihan dan pengembangan produktifitas sumber daya manusia yang berlokasi di desa Karang Joang mencoba untuk memfasilitasi kelompok produktif ini agar bisa lebih produktif dan berguna bagi upaya memperbaiki ekonomi keluarga, salah satunya adalah dengan jalan memberikan pelatihan tentang manajemen dan repair ban layak pakai
ANALISIS PENGARUH VARIASI ARAH PENGELASAN HARDFACING TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA ASTM A36
Welding is a metal joining process with filler or without filler. The welding method is also used to thicken the surface of the material or hardfacing. Hardfacing is a welding process with the aim of improving mechanical properties and is used on worn components by using SMAW welding, SMAW welding is used because it is relatively inexpensive and flexible. The purpose of this study was to determine the effect of hardfacing with SMAW welding direction variations on the tensile strength and microstructure of ASTM A36 steel material. The welding directions are horizontal, vertical and diagonal. This study used ASTM A 36 steel with a thickness of 5 mm. The welding electrode was E7018 with a diameter of 3.2 mm and a current of 130 A. After conducting this research, the highest average tensile strength value was found in the vertical direction, which was 474.74 N/mm2. The average value of the tensile strength in the diagonal direction is 446.715 N/mm2. The average horizontal tensile strength value is 420.785 N/mm2
Modification of the Four-Step Motorcycle Camshaft Used in Making Salwa Cars (Go Card)
To meet the needs of racing, both drag bike racing and road races, vehicles or motorcycles with conditions still standing are not enough. Therefore, it is necessary to modify certain parts, including modifying the chassis, body, and engine. The three parts are very related. Of the three parts, the most priority is modifying the engine because the engine is the main factor in a vehicle or motorcycle. What is needed in modifying the engine is improving engine performance or maximizing engine performance. In this study, the author chose a four-stroke kharisma motorcycle because the modification did not require many changes from the standard conditions. Drag bike racing and road racing have similarities in modifying the engine. Only the difference is in terms of calculating engine endurance. Drag bike racing does not need long engine endurance because it only drives on straight tracks, while road races must think about engine endurance because the engine works in rough terrain conditions varies
Effect of Heat Input with Current Variation on Weld Overlay GTAW Method with ERNi-CI and ERNiFe-CI Fillers on Mechanical Properties and Micro Structure of Main Cap Product
Weld overlay is one of veneering method that do by welding on the base metal, so there is wear resistant, additional layer and corrosion resistant. Vibration load that work continue on engine block causing worn out on the components that be in the engine block, one of which occurs on both sides of the main cap that directly intersect to the engine block, however it needed an appropriate repair method that is weld overlay method that giving additional layer and wear resistant. This research is using filler ERNi-CI dan ERNiFe-CI on weld overlay method GTAW with current variation on main cap that made from nodular cast iron. Trials that did is conducted metallography and hardeness. The observation result of metallography show that micro structure in HAZ area and base metal contain more ferrite on the lower current. The more heat input however the more it decreasing hardeness value on weld metal and fusion line. This is caused by the more heat input, however cooling that happens become slow. The hardeness value of welding filler ERNiFe-CI is more high than the hardeness value of welding filler ERNi-CI effect of influence the numbers of nickel composition on the filler
