14 research outputs found
MUSLIM CULTURAL IDENTITY AND ATTITUDE CHANGE AMONG TOLAKINESE COMUNITY IN KENDARI
This article analyses the changing attitude and cultural identity of Tolakinese Muslim Community in Kendari. It focuses on four cultural values: 1) kohanu (shy); 2) merou (courtesy); samaturu (solidarity); 4) taa ehe tunai tui (introspection). The findings shows that people in the rural area are generally maintaining their culture while people in urban area have a contrast attitude as cultural values have been degraded in practices. This degradation eventually resulted in the changing attitudes of Tolakinese society. In general, even though there is a small group of people who still understand and or practice the tradition, there is a trend of degradation in the cultural values. There are factors behind this trend, among them are: education, living in the city and mixed marriage. Realizing the potential extinction and the importance of the tradition, several efforts are taken by traditional leaders aiming at preserving the culture of Tolaki. Among the efforts are socialization and contextualization of the tradition in line with the development and the values of Islam
PENGARUH DAN OTORITAS (Kajian Teori dan Praktek Konseling)
Perilaku individu merupakan cerminan dari kepribadiannya, baikperilaku untuk mempengaruhi orang lain maupun perilaku otoriteratau tidak. Individu sebagai makhluk sosial yang tidak lepas dalamberinteraksi dengan lingkungannya. Apapun statusnya pada prosesinteraksi tersebut terjalin hubungan yang bertujuan mempengaruhiorang lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Terkadangpemenuhan kebutuhan ini dengan mempengaruhi pihak lain melaluiteknik dan cara yang baik dan bjaksana, namun terkadang puladengan otoriter karena dilandasi oleh kekuasaan, kekuatan, danjabatan yang melekat pada dirinya, akan tetapi hal tersebut akanmelahirkan ketidak harmonisan di antara semua pihak, danberdampak negatif sehingga menimbulkan konflik dan kekerasan,sebagaimana fenomena akhir-akhir ini. Secara teoritis maupunpraktis, konseling telah membahas persoalan ini melaluipenyikapan terhadap kepribadiaan seseorang yang terkait dengan“diri” individu, di antaranya: self insight,attitude change, selfacceptance, motivation, dan problem solving.Kata Kunci: Pengaruh, kepribadian, perilaku, dan otoritas
PEMBELAJARAN KREATIF DALAM TINJAUAN BIMBINGAN & KONSELING
Abstrak: Pembelajaran kreatif terus dibahas sejakpembelajaran itu ada sebab bukan hal yang baru danbahkan dibutuhkan oleh semua pihak. Namun olehkarena pembelajaran selama ini hanya menitik beratkanpada aspek kognitif semata dan mengabaikan aspekafektif dan psikomotorik, sehingga pembelajaran yangbernuansa kreativitas terabaikan, semestinya ketigaaspek tersebut diupayakan berjalan secara simultan dankreatifitas mutlak merupakan bagian atau satu kesatuandengan pembelajaran itu sendiri. Karakteristik individuyang memiliki bakat kreatifitas adalah memiliki etoskerja tinggi, cepat dalam mengambil keputusan, berpikirfeleksibel, penuh ide, hasrat ingin tahu, cenderungmelakukan tugas-tugas yang berat dan sulit. Dalambimbingan konseling setiap individu atau peserta didikmemiliki potensi kreativitas yang dapat dikembangkanmelalui tiga pilar: orang tua, sekolah dan masyarakat.Ketiganya dituntut mampu menciptakan lingkunganyang dibutuhkan berupa: fleksibilitas dalam kesempatan,contoh yang positif, bimbingan dan dukungan, rasahumor, empati. Demikian pula bagi guru/konselordiharapkan mengedepankan prinsip-prinsip yaitu:understanding, acceptance, fleksibilitas, kepekaan dankeahlian yang dikemas dalam tiga proses layanan yakni,counseling itu sendiri, consulting, dan coordinating.Kata kunci: Pembelajaran kreatif, bimbingan konseling
KONTRIBUSI GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PROBLEMATIKA BELAJAR SISWA SMK NEGERI 3 KOTA KENDARI
AbstractProblems of learning is the obstacles and distractions, even make difficult for students to achieve learning goals. Problems of learning does not stand alone but always highly correlated wit h other things, such as biological, psychological and social aspects. Problems of learning often faced by the students require the contributions from teacher of counseling and guidence(BK) to solve it. From the result of study at SMK 3 Kota Kendari, was found that problems of learning are caused by: 1. The friendship relationship among students, 2. the relationship between students and parents, 3. the relationship between students and teachers, 4. economic factors; 5. domicile factors; and 6. the habit of getting up in the morning. Source of data analysis which is uses a qualitative descriptive, show thatcounseling and guidance teachers has applicative contribution through some kinds of communication relationship, namely: a. build communication between counseling and guidance teachers and school staff, b. build communication between counseling and guidance teachres and students, and c. building a harmonious communication between teachers and parents. Key words: problems of learning, counseling and guidanceAbstrakProblematika belajar merupakan hambatan dan gangguan, bahkan dapat mempersukar usaha peserta didik untuk mencapai tujuan belajarnya. Problematika belajar juga t idak berdiri sendiri akan tetapi senant iasa sangat berkaitan dengan hal-hal lainnya, seperti aspek biologis, psikologis dan sosial. Problematika belajar yang sering dihadapi peserta didik menuntut kontribusi guru Bimbingan Konseling (BK) dalam memecahkan problemdimaksud. Dari hasil penelit ian di SMK 3 Kota Kendari, diperoleh bahwa problematika belajar disebabkan oleh: 1. hubungan pertemanan antar peserta didik, 2. hubungan peserta didik dengan orang tuanya, 3. hubungan peserta didik dengan guru, 4. faktor ekonomi, 5. faktor domisili, dan 6. kebiasaan bangun pagi. Sumber data penelit ian yang menggunakan jenis diskriptifkualitatif ini menuturkan bahwa guru BK telah berkontribusi secara aplikatif melalui beberapa bentuk hubungan komunikasi, yaitu: a. membangun komunikasi antar guru BK dengan personel sekolah, b. membangun komunikasi antar guru BK dengan peserta didik, dan c. membangun komunikasi yang harmonis antar guru dengan orang tua peserta didik. Kata Kunci : Problematika Belajar, bimbingan dan konselin
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK PRIBADI SEHAT
Pendidikan Islam merupakan wadah yang bertujuan untuk mencetak individumenjadi manusia yang paripurna, sehat jasmani dan paling utama adalahrohani agar tercapai kesejahteraan hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.Pelaksanaan pendidikan Islam menghadapi berbagai tantangan yangdisebabkan oleh pengaruh globalisasi. Tantangan tersebut berasal dari aspekinternal dan eksternal. Pada aspek pertama meliputi sumber daya manusiaatau tenaga pendidiknya, kurikulum, sarana dan prasarana. Pada aspekeksternal adalah pengaruh globalisasi itu sendiri, yakni system pendidikanyang tampak bersifat hedonisme, kapitalisme, pragmatism dan lain-lain. Halini tidak berdiri sendiri tetapi juga terkait dengan dampak dari pengaruhpengaruh kehancuran dalam bidang hukum, politik, sosial, dan agama yangjuga berdampak terhadap pendidikan Islam. Solusi yang mutlak di`tempuhtidak lain adalah re- edukasi terhadap alQuran dan sunanh Rasul dalamrangka membentuk pribadi sehat.Kata Kunci : Pendidikan Islam, pribadi seha
KONTRIBUSI GURU BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI PROBLEMATIKA BELAJAR SISWA SMK NEGERI 3 KOTA KENDARI
Abstract
Problems of learning is the obstacles and distractions, even make difficult for students to achieve learning goals. Problems of learning does not stand alone but always highly correlated wit h other things, such as biological, psychological and social aspects. Problems of learning often faced by the students require the contributions from teacher of counseling and guidence
(BK) to solve it. From the result of study at SMK 3 Kota Kendari, was found that problems of learning are caused by: 1. The friendship relationship among students, 2. the relationship between students and parents, 3. the relationship between students and teachers, 4. economic factors; 5. domicile factors; and 6. the habit of getting up in the morning. Source of data analysis which is uses a qualitative descriptive, show that
counseling and guidance teachers has applicative contribution through some kinds of communication relationship, namely: a. build communication between counseling and guidance teachers and school staff, b. build communication between counseling and guidance teachres and students, and c. building a harmonious communication between teachers and parents.
Key words: problems of learning, counseling and guidance
Abstrak
Problematika belajar merupakan hambatan dan gangguan, bahkan dapat mempersukar usaha peserta didik untuk mencapai tujuan belajarnya. Problematika belajar juga t idak berdiri sendiri akan tetapi senant iasa sangat berkaitan dengan hal-hal lainnya, seperti aspek biologis, psikologis dan sosial. Problematika belajar yang sering dihadapi peserta didik menuntut kontribusi guru Bimbingan Konseling (BK) dalam memecahkan problem
dimaksud. Dari hasil penelit ian di SMK 3 Kota Kendari, diperoleh bahwa problematika belajar disebabkan oleh: 1. hubungan pertemanan antar peserta didik, 2. hubungan peserta didik dengan orang tuanya, 3. hubungan peserta didik dengan guru, 4. faktor ekonomi, 5. faktor domisili, dan 6. kebiasaan bangun pagi. Sumber data penelit ian yang menggunakan jenis diskriptif
kualitatif ini menuturkan bahwa guru BK telah berkontribusi secara aplikatif melalui beberapa bentuk hubungan komunikasi, yaitu: a. membangun komunikasi antar guru BK dengan personel sekolah, b. membangun komunikasi antar guru BK dengan peserta didik, dan c. membangun komunikasi yang harmonis antar guru dengan orang tua peserta didik.
Kata Kunci : Problematika Belajar, bimbingan dan konselin
TINJAUAN SEMANTIK TERHADAP LAFAZ NAZALA DAN HABAṬA DALAM AL-QUR’AN
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan relevansi makna kata nazala dan habaṭa dalam konteks kajian semantik Al-Qur’an, serta mengkaji penggunaan kata-kata tersebut dalam konteks ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis tematik (maudhu‘i) dan semantik. Data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kata nazala dan habaṭa, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, jurnal, kamus, dan literatur relevan lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat sinonim murni dalam Al-Qur’an. Meskipun nazala dan habaṭa memiliki makna dasar yang sama, yaitu “turun”, keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaan serta membawa nuansa makna yang khas sesuai dengan konteks ayat. Dengan demikian, teori “Anti-Sinonimitas dalam Al-Qur’an” tetap relevan dan dapat diterapkan dalam kajian semantik Al-Qur’an.Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan relevansi makna kata nazala dan habaṭa dalam konteks kajian semantik Al-Qur’an, serta mengkaji penggunaan kata-kata tersebut dalam konteks ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis tematik (maudhu‘i) dan semantik. Data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kata nazala dan habaṭa, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, jurnal, kamus, dan literatur relevan lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat sinonim murni dalam Al-Qur’an. Meskipun nazala dan habaṭa memiliki makna dasar yang sama, yaitu “turun”, keduanya memiliki perbedaan dalam penggunaan serta membawa nuansa makna yang khas sesuai dengan konteks ayat. Dengan demikian, teori “Anti-Sinonimitas dalam Al-Qur’an” tetap relevan dan dapat diterapkan dalam kajian semantik Al-Qur’an
