2 research outputs found
Pengaruh Lama Penyimpanan Suhu Rendah Dan Konsentrasi Hidrolisat Protein Kepala Litopenaeus Vannamei Beku Terhadap Kualitas Tepung Bekatul
Hidrolisat protein merupakan protein yang mengalami degradasi hidrolitik
dengan asam, basa, atau enzim proteolitik. Hasilnya berupa asam amino dan
peptida. Hidrolisat protein memiliki beberapa kegunaan pada industri pangan
maupun farmasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hidrolisat protein ikan
digunakan sebagai bahan makanan tambahan dalam sup, kuah daging, penyedap
sosis, biskuit, dan crackers. Selain itu hidrolisat protein juga dapat disertakan untuk
diet pada penderita gangguan pencernaan. Bekatul merupakan hasil samping
penggilingan gabah yang berasal dari berbagai varietas padi. Bekatul adalah
bagian terluar dari bagian bulir, termasuk sebagian kecil endosperm berpati.
Perolehan bekatul melalui beberapa tingkatan dalam proses pengolahan gabah,
yang mula-mula diperoleh dari beras pecah kulit dengan hasil ikutan sekam dan
dedak kasar. Fungsi tepung bekatul masih berkaitan dengan sifat fungsional
tepung bekatul yang hampir sama dengan tepung terigu. Sifat-sifat fungsional
tersebut antara lain kemampuan bekatul larut dalam air, menyerap air, menyerap
lemak, dan sebagainya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan
tepung bekatul pada Volume berbeda Hidrolisat protein kepala udang Vannamei
(Litopenaeus vannamei) beku. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan Mei –
Juni 2017 yang bertempat di Laboratorium Keamanan Hasil Perikanan,
Laboratorium Penanganan Hasil Perikanan dan Laboratorium Nutrisi Ikani
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang.
Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen
menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan
3 kali ulangan. Hidrolisat protein kepala Litopenaeus vannamei sebanyak 100 mL,
200 mL, 300Ml. ditambahkan dengan bekatul dengan proporsi 200 g disimpan
pada suhu ruang dan dilakukan pengujian proksimat pada hari ke 0, 5, 10, dan 15.
Pengujian yang dilakukan meliputi kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar
abu, kadar karbohidrat, pH, dan rendemen.
Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa penambahan
bekatul pada volume hidrolisat protein kepala litopenaeus vannamei yang berbeda
disimpan pada suhu rendah berpengaruh pada parameter kadar protein, kadar
lemak, kadar air, kadar karbohidrat, pH, dan Rendemen sedangan pada parameter
kadar abu didapatkan hasil yang tidak berpengaruh
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN HIDROLISAT PROTEIN KEPALA UDANG (Litopenaeus vannamei) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BEKATUL SEBAGAI BAHAN PENGIKAT
This study aimed to evaluate the characteristics of shrimp head protein hydrolysate (Litopenaeus vannamei) with the addition of rice bran as a binding agent during specific storage periods. The research utilized proximate analysis, including moisture, protein, fat, ash, and carbohydrate content, analyzed every five days over 15 days. The results showed that moisture and fat content tended to decrease over time, while ash and carbohydrate content increased. Protein content peaked on the 5th day before declining due to protein degradation. The findings suggest that the mixture of rice bran and shrimp head protein hydrolysate has potential as a raw material for protein supplements and carbohydrate-rich foods, depending on the storage duration.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik hidrolisat protein kepala udang (Litopenaeus vannamei) dengan penambahan tepung bekatul sebagai bahan pengikat selama periode penyimpanan tertentu. Metode penelitian menggunakan analisis proksimat meliputi kadar air, protein, lemak, abu, dan karbohidrat, yang dianalisis setiap lima hari selama 15 hari. Hasil menunjukkan bahwa kadar air dan lemak cenderung menurun seiring waktu, sedangkan kadar abu dan karbohidrat meningkat. Kadar protein mencapai puncaknya pada hari ke-5 sebelum mengalami penurunan akibat degradasi protein. Kesimpulan menunjukkan bahwa campuran tepung bekatul dan hidrolisat protein kepala udang memiliki potensi sebagai bahan baku suplemen protein dan makanan kaya karbohidrat, tergantung pada durasi penyimpanan
