5 research outputs found

    Pembatalan nika sebab manipulasi identitas ditinjau dari teori Maslahah Imam AL-Ghozali: Studi Putusan PA Kota Malang Pada Perkara No 988/pd.G/2021/Pa.Mlg

    No full text
    Abstrak Pembatalan Pernikahan adalah pernikahan yang rusak tidak terpenuhinya syarat / rukun didalamnya dan pernikahan tersebut harus batal atas nama hukum, pernikahan yang rusak itu harus diperbaharui melalui pernikahan yang baru lagi, demi terciptanya syarat dan rukun yang sah dalam pernikahan Batalnya pernikahan ini terjadi ketika telah berlangsungnya pernikahan yang telah tercatat oleh hukum negara dan telah sah menurut agama, tetapi di dalam pelaksaan pernikahan itu terdapat syarat yang tidak dipenuhi dalam prosedur perundang undangan yang telah berlaku. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Yuridis Normatif dengan pendekatan kasus (case approach). Pendekatan Kasus merupakan sebuah pendekatan yang dilakukan dengan cara melakukan penelitian/kajian terhadap kasus yang berkaitan dengan isu yang sedang dihadapi. sumber data yang digunakan terdiri dari sumber data primer, sekunder, dan tersier. Adapun pengelolah datanya melalui tahap edit, klarifikasi, verifikasi, analisis dan kesimpulan. Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan penulis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hakim memutuskan perkara pembatalan nikah atas 5 dasar pertimbangan hakim yang diamati oleh penulis yang berupa : 1.) Poligami tanpa izin 2.) Pemalsuan identitas 3.) Alat bukti 4.) Akibat Hukum dan 5.) Kewenangan Pengadilan. Maka dari beberapa aspek pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara pembatalan nikah itu, peneliti mengkajinya dengan metode maslahah Imam Al Ghozali. Sehingga dari kasus tersebut kajian maslahah Imam Al Ghozali yang hadir untuk menjadi solusi dari permasalahan pembatalan nikah. Jadi yang masuk kedalam kajian bab pembatalan nikah akibat manipulasi identitas ialah tingkatan daruriyat yang juga kemaslahatannya demi menjaga keturunan (Hifdz nasab), menjaga harta (Hifdz mal) dan menjaga jiwa (hifdz nafs). Abstract Marriage annulment is a marriage that is damaged because the conditions or pillars are not fulfilled, and the marriage must be annulmnent in the name of the law. The damaged marriage must be renewed through a new marriage for the sake of creating legal terms and pillars in marriage. The cancellation of this marriage occurs when a marriage has been registered by state law and has been legal according to religion. In the implementation of the marriage, some conditions are not fulfilled in the statutory procedures that have been in effect. This research is a type of normative juridical research with a case approach.The data sources used to consist of primary, secondary, and tertiary data sources. The data management goes through the editing, clarification, verification, analysis and conclusion stages. Based on the research that has been carried out by the author, it can be concluded that the judge decides on the case of annulment of marriage on the basis of 5 judges' considerations observed by the author, namely: 1.) Polygamy without permission 2.) Forgery of identity 3.) Evidence 4.) Legal consequences and 5.) Court's Authority. So from several aspects of the judge's consideration in deciding the case of marriage annulment, the researcher studied it using the Imam Al Ghozali maslahah method. So from this case, Imam Al Ghozali's maslahah study was present to be a solution to the problem of marriage annulment. So what is included in the study of the marriage annulment due to identity manipulation is the level of daruriyat which is also beneficial for maintaining offspring (Hifdz nasab), protecting property (Hifdz mal) and protecting souls (hifdz nafs). امللخص البحث الكلمة المفتاحية : فسخ الزواج هو زواج متضرر بسبب غير مؤهل للشروط أو الركائز فيه ويجب أن يكون الزواج باطلا باسم القانون، ويجب تجديد الزواج المكسور من خلال زواج جديد مرة أخرى، من أجل وضع شروط وركائز صالحة في الزواج يحدث هذا الإلغاء عندما يكون الزواج قد تم تسجيله بموجب قانون الدولة وكان صالحا وفقا للدين، ولكن في تنفيذ الزواج هناك شروط لا يتم الوفاء بها في الإجراءات القانونية التي حدثت. هذا البحث هو نوع من البحوث القانونية المعيارية مع نهج الحالة. نهج الحالة هو نهج يتم من خلال إجراء بحث أو مراجعة للحالات المتعلقة بالقضية المطروحة. ويتكون مصدر البيانات المستخدم من مصادر البيانات الأولية والثانوية والثالثة. أما بالنسبة لإدارة البيانات من خلال مراحل التحرير والتوضيح والتحقق والتحليل والاستنتاجات وأظهرت نتائج الدراسة أنه مع الحالة رقم 988 / Pdt.G / 2021 / PA. ويرتبط Mlg إلى إلغاء الزواج. وقد رفعت القضية بسبب عنصر احتيال في شكل تلاعب في هوية الزوج الذي ادعى أنه جيجاكا، ولذلك أدرجت في قضية تزوير البيانات المدرجة في المادة 71 من تجميع الشريعة الإسلامية والمادة 22 من القانون رقم 1 لعام 1974 المتعلقة بالزواج. ونتيجة للقانون الذي حدث للمدعى عليه الأول والمدعى عليه الثاني لم يعد زوجا وزوجة، لم يعد اقتباس شهادة الزواج الذي أدلى به كوا بوميجي قانونيا، فالزوج الذي يتلاعب بهويته متهم بالسجن لمدة ست سنوات. وهكذا من الحالة إذا درست من نظرية مسلحة الإمام الغزالي دخلت في فصل المرحلة، التي تم إدراجها في فئة الدروريات. بحيث إلغاء الزواج الذي يحدث لصالح حفظ ناسل (حفظ ذرية

    Ketentuan waktu pisah tempat tinggal sebagai syarat perceraian dalam sema nomor 3 tahun 2023 perspektif teori keadilan John Rowls dan Maslahah Mursalah Imam As Syatibi: Studi putusan PA Bojonegoro tahun 2023-2024

    No full text
    INDONESIA: Perceraian adalah penghentian hubungan perkawinan antara seorang laki laki dan perempuan (suami dan istri). Dalam konteks agama islam menyebutkan bahwa perceraian ini dikenal sebagai at talaq yang artinya pelepasan atau kebebasan suami dari istrinya. Dalam istilah fiqih bahwa percerain itu “at talaq” atau “al furqoh” yang artinya membuka ikatan perjanjian, sedangkan furqah artinya bercerai. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif yaitu berupa penelitian yang fokus ada regulasi yang menjadi obyek penelitian, karena penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder melalui jelajah pustaka. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan perundang undangan (Statute Approach). Metode penelitian hukum yang dilakukan dengan menelaah regulasi dan undang-undang yang berkaitan dengan isu hukum yang sedang dibahas Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan penulis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Peraturan SEMA Nomor 3 Tahun 2023 ini jika dilihat dari paradigma Teori John Rawls tidak memiliki 2 unsur (1) The Greatest Equal Principle kebebasan untuk semua orang untuk memiliki hak yang sama secara luas, (2) The different principle of fair equality of opportunity ketidaksamaan atau prinsip berbeda yang mana dalam konsepnya perbedaan social dan ekomi harus sama sama memberikan manfaat kepada mereka yang kurang beruntung dapat menguntungkan satu sama lain. Sehingga peraturan SEMA Nomor 3 Tahun 2023 ini perlu adanya pembaharuan hukum untuk tidak dikasih batasan permohonan perceraian akan tetapi melihat kondisi permasalahan yang terjadi saja. Sehingga dari kasus tersebut kajian maslahah Imam As Syatibi yang hadir untuk menjadi solusi dari permasalahan percerain, dan harus segera diputuskan perceraiannya karena untuk tidak menjadi mudhorot bagi suami maupun istri dari banyaknya kasus di Pengadilan Agama Bojonegoro ini masuk dalam kategori daruriyat yang mengakomodir 3 maqosidus syari’ah menjaga jiwa (hifdz nafs). (Hifdz nasab), menjaga harta (Hifdz mall). ENGLISH: Divorce is the termination of the marital relationship between a man and a woman (husband and wife). In the context of Islam, it is stated that this divorce is known as at talaq which means the release or freedom of the husband from his wife. In fiqh terms, divorce is "at talaq" or "al furqoh" which means to open the bond of agreement, while furqah means to divorce. This research uses a type of normative juridical research, which is in the form of research that focuses on regulations that are the object of research, because this research is carried out by collecting secondary data through literature exploration. The research approach used in this study is the Statute Approach. The method of legal research is carried out by examining regulations and laws related to the legal issues being discussed Based on the research that has been conducted by the author, it can be concluded that SEMA Regulation Number 3 of 2023, when viewed from the John Rawls Theory paradigm, does not have 2 elements: (1) The Greatest Equal Principle, freedom for all people to have the same rights broadly, (2) The different principle of fair equality of opportunity, inequality or different principles, which in the concept of social and economic differences must equally provide benefits to those who The disadvantaged can benefit each other. So that SEMA regulation Number 3 of 2023 needs to be updated to not be given restrictions on divorce applications, but only look at the conditions of the problems that occur. So that from this case, the study of the maslahah of Imam As Syatibi who was present to be a solution to the problem of divorce, and the divorce must be decided immediately because it is not to become mudhorot for the husband and wife from the many cases in the Court ARABIC: باسم الطلاق الذي يعني تحرير الزوج أو حريته من زوجته. في الفقهة ، الطلاق هو "في الطلاق" أو "الفرقوه" الذي يعني فتح سند الاتفاق ، بينما الفرقة تعني الطلاق. يستخدم هذا البحث نوعا من البحث القانوني المعياري ، والذي يكون في شكل بحث يركز على اللوائح التي هي موضوع البحث ، لأن هذا البحث يتم من خلال جمع البيانات الثانوية من خلال استكشاف الأدبيات. نهج البحث المستخدم في هذه الدراسة هو نهج النظام الأساسي. يتم إجراء طريقة البحث القانوني من خلال فحص اللوائح والقوانين المتعلقة بالقضايا القانونية التي تتم مناقشتها بناء على البحث الذي أجراه المؤلف ، يمكن الاستنتاج أن لائحة SEMA رقم 3 لعام 2023 ، عند النظر إليها من نموذج نظرية جون رولز ، لا تحتوي على عنصرين: (1) مبدأ المساواة الأعظم ، حرية جميع الناس في الحصول على نفس الحقوق على نطاق واسع ، (2) المبدأ المختلف للمساواة العادلة في الفرص أو عدم المساواة أو المبادئ المختلفة ، والتي في مفهوم الاختلافات الاجتماعية والاقتصادية يجب أن توفر فوائد متساوية لأولئك الذين يمكن للمحرومين أن يستفيدوا من بعضهم البعض. بحيث تحتاج لائحة SEMA رقم 3 لعام 2023 إلى التحديث حتى لا يتم فرض قيود على طلبات الطلاق ، ولكن فقط النظر إلى ظروف المشاكل التي تحدث. لذلك من هذه الحالة ، فإن دراسة مصلحة الإمام الغزالي الذي كان حاضرا لتكون حلا لمشكلة الطلاق ، ويجب البت في الطلاق فورا لأنه حتى لا يصبح مظهرا للزوج والزوجة من العديد من القضايا في محكمة بوجونجورو الدينية ، يتم إدراجه في فئة الداروريات التي تستوعب 3 مقوسيدس الشريعة لحماية النفس ، حماية الممتلكات (مول حفظز)

    MEDIASI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERCERAIAN ALASAN SYIQAQ

    No full text
    Syiqaq adalah salah satu sebab terjadinya persoalan perceraian. Kesalahpahaman yang mengakibatkan konflik dan pertengkaran yang pada akhirnya mengakibatkan bubarnya rumah tangga atau putusnya hubungan suami istri, hal tersebut biasa terjadi dalam rumah tangga. Dalam penyelesaian sengketa perceraian dengan alasan syiqaq perlu adanya pihak ketiga untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam artikel ini akan menjelaskan, apa itu syiqaq yang dijadikan alasan dalam sengketa perceraian?. apa itu mediasi?. Bagaimana mediasi dalam menyelesaikan perceraian dengan alasan syiqaq?. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis penyelesaian sengketa perceraian alasan syiqaq dengan menggunakan mediasi. Metode penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan (library research). Mengumpulkan berbagai literatur dan rujukan ilmian berupa buku, jurnal dan artikel. Penulis menggunakan analisis isi dan analisis deskriptif untuk menganalisis data berikut pengumpulannya. Hasil dari penilitian ini: 1) Syiqaq merupakan Pertengkaran dan perselisihan secara terus menerus yang mengandung unsur-unsur yang membahayakan berlangsungnya kehidupan suami istri. 2) Proses  yang dikenal sebagai mediasi melibatkan penyelesaian perselisihan dengan bantuan pihak ketiga yang netral (mediator). 3) Dua metode mediasi penyelesaian sengketa perceraian alasyan syiqaq: litigasi (melalui pengadilan). Hakim perlu cermat dalam memeriksa fakta-fakta selama persidangan. Selain itu, idealnya hakim mempertimbangkan perlu atau tidaknya mengangkat hakam (mediator). Penyelesaian non-litigasi (diluar pengadilan) kedua belah pihak menghadirkan pihak ketiga atau hakam (mediator

    RELASI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM PERNIKAHAN: Teori Relasi Agama dan Sains Ian G Barbour

    No full text
    Laki-laki dan perempuan merupakan dua karekteristik berbeda namun dapat berjumpa dalam satu atap yang sama yaitu pernikahan. Relasi keduanya dalam pernikahan menarik bilamana ditanggapi melalui pandangan teori relasi agama dan sains yang dirumuskan oleh Ian G Barbour. Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis relasi laki-laki dan perempuan dengan menggunakan teori relasi Ian G Barbour. Metode penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan (library research). Mengumpulkan berbagai literatur dan rujukan ilmiah berupa buku dan artikel. Setelah data tersebut terkumpul, penulis melakukan analisis dengan metode analisis conten dan analisis deskriptif. Hasil dari penilitian ini: (1) Barbour mengelompokkan hubungan sains dan agama ke dalam empat tipologi: konflik, indepen, dialog dan integrasi. (2) Tipe relasi dalam pernikahan terbagi menjadi lima. Pertama, pernikahan yang diliputi oleh konflik antara suami dan istri. Kedua, pernikahan yang terasa hambar, hubungan suami istri tidak saling menghiraukan. Ketiga. Pernikahan yang cukup nyaman. Suami istri berbagi aktivitas dan kesenangan. Keempat, pernikahan yang menunjukkan relasi suami istri berbagi aktivitas pada hal-hal yang penting. Kelima, pernikahan yang menunjukkan adanya hubungan totalitas. (3) Relasi antara laki-laki dan perempuan dalam pernikahan dapat dikaitkan dengan empat tipologi Barbour. Salah satu contoh: hubungan suami istri yang tidak saling menghiraukan atau pernikahan yang hambar dapat dikategorikan dalam tipologi independensi. Kata Kunci : Laki-laki, perempuan, relasi, agama, sains, Ian G Barbou

    Facilitating transmuters' acquisition of data scientist knowledge based on their educational backgrounds: state-of-the-practice and challenges

    No full text
    Purpose: In recent years, data science has become a high-demand profession, thereby attracting transmuters (individuals who want to change their profession due to industry trends) to this field. The primary purpose of this paper is to guide transmuters in becoming data scientists. Design/methodology/approach: An exploratory study was conducted to uncover the challenges faced by data scientists according to their educational backgrounds. An extensive set of responses from 31 countries was received. Findings: The results reveal that skill requirements and tool usage vary significantly with educational background. However, regardless of differences in academic background, the data scientists surveyed spend more time analyzing data than operationalizing insight. Research limitations/implications: The collected data are available to support replication in various scenarios, for example, for use as a roadmap for those with an educational background in art-related disciplines. Additional empirical studies can also be conducted specific to geographical location. Practical implications: The current work has categorized data scientists by their fields of study making it easier for universities and online academies to suggest required knowledge (courses) according to prospective students' educational background. Originality/value: The conducted study suggests the required knowledge and skills for transmuters to acquire, based on their educational background, and reports a set of motivational factors attracting them to adopt the data science field.Accepted Author ManuscriptTransport and Plannin
    corecore