2 research outputs found
Sejarah Peradaban Islam dan Metode Kajian Sejarah
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah peradaban islam dan metode kajian sejarah, Pada penelitian sejarah peradaban islam dan metode kajian sejarah ini menggunakan metode (library reseach) dengan mengumpulkan sejumlah buku-buku, majalah, jurnal, lifet yang berkenaan dengan masalah dan tujuan penelitian. Pengumpulan data dengan hasil penelitian terdahulu yang menjadi pendukung data pada tema penelitian sejarah peradaban islam dan metode kajian sejarah dengan proses penelitian dimulai dengan tahapan mengidentifikasi, menemukan informasi yang relevan, menganalisis hasil temuan, dan kemudian mengembangkan dan mengekspresikannya menjadi temuan baru berkaitan dengan sejarah peradaban islam dan metode kajian sejarah. Peradaban sebagai suatu bukti tentang kemajuan dan perkembangan kebudayaan dari masa ke masa. Sedangkan Islam adalah agama samawi yang diturunkan oleh Allah SWT kepada seluruh manusia melalui utusan-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW dengan pedomannya yaitu Al-Qur’an dan Hadis. penulisan sejarah peradaban islam menggunakan dua metode yaitu metode penggalian sejarah (historiografi) dan metode sejarah. Metode penggalian sejarah (historiografi) umumnya menggunakan metode yang akurat seperti lisan atau interview, metode observasi yang mengamati secara langsung, serta metode documenter yang mempelajari dengan cermat dan mendalam segala dokumen yang didapatkan. Sedangkan metode sejarah adalah metode yang digunakan setelah dilakukannya metode penggalian sejarah. Metode yang digunakan diantaranya yaitu metode deskriptif(penggambaran), metode kompartif (membandingkan), dan metode analisis sintesis (analisa secara kritis dan menghasilkan kesimpulan)
TRADISI MARKOBAR SEBAGAI IDENTITAS DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BATAK MANDAILING
Penelitian ini mengkaji Tradisi Markobar sebagai identitas dan kearifan lokal masyarakat Mandailing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali bagaimana tradisi Markobar berfungsi sebagai identitas budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Mandailing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Markobar, yang berarti "berbicara," merupakan tradisi lisan yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat Mandailing. Kearifan lokal ini dianggap penting untuk digali, dikaji, dan direvitalisasi karena memiliki peran yang krusial dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah tantangan globalisasi. Tradisi Markobar umumnya dilaksanakan dalam acara siriaon (pesta dalam suasana gembira) atau dalam acara duka cita seperti silulutun. Dalam upacara pernikahan, Markobar dimulai dengan pembukaan oleh suhut, dijawab oleh mora hingga kahanggi, dan kemudian dilanjutkan dengan nasihat dari keluarga kedua mempelai yang berlandaskan sistem dalian natolu. Sementara pada upacara kematian, meskipun serupa, Markobar lebih menekankan pada pesan penyemangat dan ucapan duka cita, yang diawali dengan pembukaan oleh suhut dan dilanjutkan oleh keluarga
