69 research outputs found

    IbPE INDUSTRI MINUMAN HERBAL DI SUKOHARJO

    Get PDF
    The aims of the project are to increase quantity and quality of herbal drinking product with production process development, introduction modern tehnology, packaging tehnology and factory management. In small industry of Sari Bumi Nusantara, introduce liquid filler in production process, healthy permit, secondary packaging and lay out factory management. And in small industry of At-Tiin, introduce liquid filler, secondary packaging, healthy permit and lay out factory management. Both of them to develop newproduct are celup herbal tea. Methode of this project are observation methode, discussion, workshop place, operational factory and empowerment of owner small industry. Monitoring and evaluation this project do for once a week. The result of this project are quantity increase and product development from each small industry. And then, increasing quality of human resouce both skill of tools operational tehnique used and managerial ability. Network market expantion do it in both small industry, so increasing product demand. Key words : tehnology, lay out, packagin

    PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS TIGA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.)

    Get PDF
    The purpose of this research was to examine the effect of drying tempera- ture on the quality of corn. The experimental design was Completely Random Design, with two factor treatments. The first factor was corn varieties, consist of three kinds of varieties, Arjuna, Local and BISI-2 variety. The second factor was drying temperature consist of four levels, which were naturally with sunshine drying, and with machine drying temperature on 40 0C, 60 0C, and 80 0C. This research was done in Agriculture Technology Laboratory, Faculty oft Agriculture and Central Laboratory of Biology, Sebelas Maret University. The sample was taken from farmer around Central Java with elevation 110 – 112 in above sea surface. The result of this research indicated that during 112 days storage in room temperature, the three varieties of corn seed with 13 % water content were not indicate damage level. Corn seed with 40 0C drying temperature could inhibit decreasing of starch content, protein content and weight of cornseed. The lowest of weight increase, water content increase, and starch content decrease was BISI-2 variety. The BISI-2 variety with 40 0C drying temperature gave the highest of starch content (59.97%) and the lowest of weight increase (0.87%). The local variety with 40 0C drying temperature gave the highest of protein content (5.01%). The BISI-2 variety with 80 0C drying temperature gave the lowest water content (15.73%). Key words : Corn, drying temperature, qualit

    PROSES PRODUKSI TEH CELUP DENGAN PENAMBAHAN JAHE DAN KAPULAGA EBAGAI ANTIOKSIDAN

    Get PDF
    PRACTICE OF PRODUCTION DYE WITH ADDITION OF GINGER AND CARDAMOM AS ANTIOXIDANTS Yustinus Wijaya Abdi1 Baskara Katrianandito, S.T.P,.M.P2 Ir. Windi Atmaka, M.P2 ABSTRACK Tea Bags tea is packaged in bags (paper filter) for a dish by dipping it first in a glass or cup with hot water. The purpose of this is to understand empirically mitode manufacture and make products teabag ginger cardamom, knowing formulation tea with sensory analysis, determine the water content and the antioxidant in ginger teabag products and conduct economic analyzes On the product teabag ginger cardamom. In making teabag ginger cardamom produce three formulations. A product analysis includes test (scoring), moisture content test, test antioxidants and economic analysis. The selected formulation is a formulation 3 with additional ginger 0,5gr and cardamom 1,5gr. The water content contained in these products is 11.4 %, Antioxidant levels are 74.5 %. The selling price of this product is Rp20.000, clean -ProfitRp 7,589,452,-/month. BEP 346, B/C ratio is 1.7. Keywords : Teabag Ginger Cardamom, Production Process, Product Analysis, Economic Analysis Information : 1. Student Collage of Program Study D-III Technology of Agricultural Result of Agricultural Faculty Sebelas Maret University Surakarta with Yustinus Wijaya Abdi NIM H3113100 2. Lecturer of Program Study D-III Technology of Agricultural Result of Agricultural Faculty Sebelas Maret University Surakarta with R Baskara Katri Anandito, S.TP.,M.P and Ir. Windi Atmaka, M.P

    Uji Aktivitas Bahan Aktif Oleoresin Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza ROXB.) Pada Berbagai Variasi Pengeringan terhadap Pemulihan Tikus yang Terjangkit Kanker

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pengeringan dan warna kain penutup serta interaksi keduanya terhadap kadar kurkuminoid, total fenol dan aktivitas antioksidan oleoresin temulawak dan diteruskan dengan mengetahui pemulihan tikus yang terjangkit kanker yang didekati dengan mengetahui konsentrasi oleoresin temulawak untuk membunuh 50 % sel kanker Leher Rahim (sel HeLa) IC50. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu variasi teknik pengeringan (solar dryer dan sinar matahari langsung) dan warna kain penutup (tanpa penutup, kain hitam & kain putih). Hasil oleoresin terpilih digunakan untuk uji sitotoksik metode MTT dan dilanjutkan pengamatan apoptosis metode double stainning. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan solar dryer dan kain penutup berpengaruh terhadap kadar kurkuminoid, total fenol dan aktivitas antioksidan oleoresin temulawak. Selain itu, terjadi interaksi antara teknik pengeringan dan warna kain penutup pada kadar total fenol tetapi tidak terjadi interaksi pada kadar kurkuminoid dan kadar antioksidan oleoresin temulawak. Sedangkan kombinasi solar dryer kain penutup putih merupakan teknik pengeringan yang efektif yang dapat meminimalkan terjadi kerusakan pada senyawa aktif temulawak (kurkuminoid, total fenol dan antioksidan) jika dibandingkan dengan kombinasi lainnya. Pada penelitian ini kemampuan oleoresin temulawak dalam membunuh sel kanker dapat dibuktikan. Konsentrasi yang dibutuhkan oleoresin temulawak untuk membunuh 50% sel HeLa (IC50) didapatkan sebesar 50,256 g/ml. Kata kunci : Pengeringan, Oleoresin Temulawak , kurkuminoid, aktivitas antioksidan, total fenol, sel kanker (sel HeLa)

    STUDI KARAKTERISTIK PATI SINGKONG UTUH BERBASIS EDIBLE FILM DENGAN MODIFIKASI CROSS-LINKING ASAM SITRAT

    Get PDF
    Pada penelitian ini akan dipelajari pengaruh penggunaan asam sitrat sebagai agen crosslinking terhadap karakteristik dari edible film pati singkong utuh. Pati singkong utuh didapat dari ekstraksi pati singkong tanpa proses pengupasan yang akan membuat pekerjaan lebih efisien dan menghasilkan rendemen pati yang lebih banyak. Pembuatan edible film dilakukan dengan menggunakan 5 g pati singkong utuh, 2 ml gliserol, dan asam sitrat kristal (0%, 10%, 20%, dan 30% dari berat pati kering). Hasil analisis ANOVA dengan signifikasi 5% menunjukkan penambahan asam sitrat dapat meningkatan ketebalan dan kelarutan edible film serta penurunan laju tranmisi uap air dan pemanjangan. Penambahan asam sitrat 10% akan meningkatkan kuat tarik, pada penambahan 20% dan 30% akan menyebabkan penurunan kuat tarik edible film. Pada pengujian FTIR adanya reaksi cross-linking pada pembuatan edible film dari pati singkong utuh yang menghasilkan gugus ester dapat terbaca pada rentang 1725.4 - 1730.22 cm-

    IbPE Industri Minuman Herbal di Sukoharjo

    Get PDF
    Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi minuman herbal melalui pengembangan teknologi proses, melalui introduksi peralatan modern, teknologi pengemasan, dan penataan manajemen pabrik. Lokasi UKM adalah Sari Bumi Nusantara, dengan mengintroduksi alat proses produksi berupa mesin penepung, barcode, sertifikat halal, katalog produk dan web. Demikian juga yang dilakukan terhadap UKM At-tiin. Metode yang dilakukan adalah metode observasi, diskusi, kerja bengkel, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan usaha terpadu. Monitoring dan evaluasi kegiatan ini dilakukan tiap minggu. Hasil kegiatan ini adalah terjadi peningkatan jumlah produksi dan penjualan pada kedua UKM. Adanya barcode pada beberapa produk UKM. Sertifikat halal belum didapatkan karena kesibukan LPPOM MUI Yogyakarta. Setelah mendapatkan barcode dan sertifikat halal akan digunakan pada produk dengan kemasan baru. Mesin penepung sudah digunakan olehkedua UKM. Mesin tersebut dapat meningkatkan efisiensi produksi. Pekerja sudah terampil dalam menggunakan mesin penepung. Disamping itu juga dilakukan pengembangan dan perbaikan Website dan katalog produk. Jaringan pasar telah dibuat oleh kedua UKM dengan mengaktifkan Website dan menyebarkan katalog produk. Dengan kegiatan ini akan terjadi perluasan pasar. Kara kunci : mesin penepung, barcode, sertifikat halal, katalog produ

    Pengaruh Pengeringan dan Pengecilan Ukuran terhadap Sifat Bubuk Stevia rebaudiana

    No full text
    Kebutuhan gula tebu atau sukrosa sebagai pemanis terus  meningkat, kebutuhan gula nasional hanya mampu dipenuhi sekitar 40%, sisanya mengandalkan impor. Gula tebu memiliki kekurangan dengan nilai kalori yang tinggi. Stevia merupakan alternatif pemanis rendah kalori, dan mempunyai 300 kali tingkat kemanisan dari gula sukrosa. Pengeringan dan pengecilan ukuran merupakan proses pendahuluan dari daun stevia. Tahapan penelitian dilakukan dengan 2 tahap, yitu pertama pengeringan, dengan cabinet dryer yang dilakukan dengan variasi suhu pengeringan K1 (50 oC), K2 (60 oC), K3 (70 oC), dan K4 (80 oC) kemudian dilakukan uji kadar air dan total padatan terlarut, sampel terbaik yaitu K4 (pengeringan suhu 80 oC) dengan kadar air terendah yaitu 5,87% dan total padatan  terlarut tertinggi yaitu 8,73. Sampel terbaik kemudian dilanjutkan prosesnya ke tahap 2 yaitu pengecilan ukuran pada variasi M1 (60 mesh), M2 (80 mesh) dan M3 (100 mesh), kemudian dilakukan analisis persen rendemen, kadar abu, daya serap air, kadar steviosida dan kadar gula total bubuk daun stevia. One way Analysis of Variance (ANOVA) digunakan untuk analisis hasil penelitian dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada α = 0,05. Sampel terbaik yaitu M3 (ukuran partikel 100 mesh) dengan % rendemen sebesar 39,68%, kadar abu sebesar 10,34%, daya serap air sebesar 63,64%, kadar steviosida 7,28% dan kadar gula total 7,83%
    corecore