1,720,975 research outputs found

    MENENTUKAN KOEFISIEN EKSPANSI LINIER MATERIALKUNINGAN DENGAN TEKNIK ESPI

    Full text link
    Have performed experiments to determine the coefficient of linear expansion of brass rod with a technique ESPI (Electronic Speckle Pattern Interferometry). Dimensions of the test object that is used has a diameter of 45 mm, length 44 mm, and heated from 30 ° C to 40 ° C using a heater affixed to the back of the object. Speckle image data during heating was observed and every interval of 1 minute is stored in computer memory for further processing. The processing is done by subtracting to two speckle image pixel per pixel, and the results are displayed on the screen in the form of fringe pattern. Obtained from experiments brass linear expansion coefficient α = (1,96 ±0 ,02)10-5/°C with a standard deviation of the average of 1.02%. Keywords:  ESPI (Electronic Speckle Pattern Interferometry), thermal, heater, image, the linear coefficient of expansion

    PENGUJIAN STATIK DAN DINAMIK PELAT ALUMINIUM DENGAN TEKNIK INTERFEROMETRI OPTIK

    Full text link
    Abstrak: Interferometri optik telah diaplikasikan untuk menentukan deformasi suatu objek akibat pembebanan statis dan dinamis. Teknik ini memanfaatkan adanya perubahan fasa didalam gelombang cahaya koheren. Secara umum system ini terdiri dari: sistem optik, sistem perekam citra dan sistem pengolah citra. Sistem optik menentukan bentuk deformasi yang terjadi, sistem perekam citra berfungsi untuk merekam pola spekel sebelum dan sesudah terjadinya deformasi, dan sistem pengolah citra berfungsi untuk menghitung besarnya deformasi yang terjadi. Hasil dari pengamatan teknik ini adalah pola interferensi atau biasa disebut dengan pola frinji. Dengan menginterpretasikan pola-pola frinji yang didapat, maka secara kuantitatif dapat ditentukan distribusi deformasi yang terjadi. Kata-kata kunci: Interferometri optik, deformasi, fasa, koheren, citra, pola frinj

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    ANALISIS FASA DAN KEKERASAN MELALUI FRAKSI BERAT BOLA MILLING PADUAN FE, AL, DAN MN DENGAN METODA MECHANICAL ALLOYING SEBAGAI ALTERNATIF BAJA RINGAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai fasa dan kekerasan melalui fraksi berat bola milling paduan Fe, Al, dan Mn dengan metoda mechanical alloying sebagai alternatif baja ringan. Paduan ini memiliki komposisi Fe 80%, Al 10%, Mn 10% dengan proses mechanical alloying dengan waktu sintering selama 5 jam menggunakan bola milling dengan variasi perbandingan bola milling sebesar 1:2, 1:3, dan 1:4 dengan tekanan kompaksi sebesar 20 ton dan suhu pemanasan (Sintering) sebesar 350℃.  Variasi berat bola milling tersebut berpengaruh terhadap berubahnya struktur mikro, fasa serta nilai kekerasan paduannya. Uji kekerasan paduan Besi(Fe), Alumunium(Al), dan Mangan(Mn) dilaksanakan uji memakai metode pengujian Equotip, serta memperoleh hasil kekerasan yang tidak stabil dikarenakan terdapatnya variasi ukuran butir yang berpengaruh pada kekerasan yang signifikan terhadap variasinya dari sampel variasi bola milling 1:2, 1:3 serta 1:4. diperoleh kekerasan tertinggi terhadap sampel dengan durasi variasi bola milling 1:4 bernilai kekerasan sebesar 404 HL. Kondisi tersebut dikarenakan terdapatnya variasi ukuran butir yang berpengaruh terhadap kekerasan yang cukup signifikan. Tidak seperti sampel dengan variasi bola milling 1:2 dan 1:3 yang nilai kekerasannya cenderung turun sebab partikel penguat Fe erta Al yang terdapat pada paduannya kurang disebabkan kekerasannya dipakai guna aplikasi baja ringan. Hal ini menjelaskan bahwasanya dari ketiga sampel menunjukan kesamaan diagram fasanya. Selanjutnya dicocokkan pada data referensi melalui mekanisme mengidentifikasi sehingga diketahui bahwasanya puncak tertinggi ialah fasa Fe sementara puncak terendah ialah fasa Mn serta Al

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA SEDERHANA MELALUI PERAGA EDUKATIF DI PANORAMA SERPONG

    Full text link
    Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari dua dharma yang lainnya, serta melibatkan segenap sivitas akademik: dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan serta alumni. Melalui PKM sivitas akademik dapat hadir di tengah-tengah masyarakat. Melihat lokasi kampus yang tidak jauh dengan lokasi Perumahan Panorama Serpong Pamulang, maka sudah menjadi kewajiban bagi Universitas Pamulang (Unpam) untuk ikut serta membantu berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat baik yang dekat maupun yang jauh.Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) khususnya Fisika berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan saja tetapi juga merupakan proses penemuan. Permasalahan yang timbul yaitu tidak adanya media pembelajaran yang memadai untuk menjelaskan suatu konsep. Pembelajaran yang efektif seyogyanya menggunakan alat peraga. Namun kebanyakan sekolah masih merasakan kurangnya sarana dan prasarana tersebut. Alat peraga masih cukup sulit didapatkan. Hal ini akan mempersulit siswa dalam memahami konsep, jadi dosen harus kreatif dan inovatif. PKM dengan judul: “Media Pembelajaran Fisika Sederhana Melalui Peraga Edukatif di Perumahan Panorama Serpong†secara umum berjalan dengan lancar dan tertib. Pengunjung antusias dalam menyimak penjelasan materi teori dan aksi peragaan yang diberikan. Antusiasme pengunjung pun berlanjut saat tanya jawab seputar peragaan. Kegiatan PKM ini dinilai berjalan efektif karena tingkat ketertarikan pengunjung cukup tinggi terhadap pembelajaran Fisika.Kata kunci: IPA, Fisika, Perag

    Pembuatan Briket Bioarang Dari Campuran Eceng Gondok Kering dan Limbah Plastik HDPE Menggunakan Mesin Press Sederhana

    Full text link
    Penggunaan bahan bakar fosil di Indonesia semakin meningkat dan berakibat pada menipisnya cadangan bahan bakar. Sementara itu, potensi sumber energi terbarukan dari biomassa sangat melimpah, salah satunya adalah eceng gondok (Eichornia crassipes). Eceng gondok mengandung senyawa sumber kalori seperti selulosa, lignin, pentosa, dan beberapa mineral, namun kualitas briket eceng gondok masih di bawah standar. Meningkatnya timbunan limbah plastik menimbulkan masalah lingkungan karena plastik sulit terurai oleh alam. Di sisi lain, limbah plastik khususnya High Density Polyethylene (HDPE) memiliki potensi untuk meningkatkan nilai kalor briket eceng gondok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tar HDPE terhadap karakteristik fisik dan kimia briket bioarang eceng gondok, serta mengetahui kualitas briket eceng gondok dengan tambahan tar HDPE. Variasi campuran briket yang digunakan adalah 20 EG:80 HDPE, 40 EG:60 HDPE, dan 60 EG:40 HDPE. Proses pengarangan tanpa adanya oksigen digunakan untuk memproses biomassa sehingga terjadi penyusutan dari 50 kg enceng gondok basah menjadi 1 kg arang dan 1,5 kg limbah plastik menjadi 1 kg arang. Cetakan briket berdimensi 2,5 cm x 3 cm x 2,5cm dengan tekanan kempa 3 ton selama 4 menit. Hasil penelitian menunnjukkan bahwa briket bioarang eceng gondok komposisi 20 EG:80 HDPE memiliki nilai kalor 5240 kal/g, nyala api 1,93 menit dan laju pembakaran 0,50 g/menit. Komposisi 40 EG:60 HDPE memiliki nilai kalor 5567 kal/g, nyala api 1,95 menit dan laju pembakaran 0,57 g/menit. Sedangkan komposisi 60 EG:40 HDPE memiliki nilai kalor 5325 kal/g, nyala api 1,93 menit dan laju pembakaran 0,55 g/menit

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore