5 research outputs found

    PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN NUTRISI HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L.) DENGAN SISTEM Deep Flow Technique(DFT)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi larutan nutrisi hidroponik yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Selada Merah (Lactuca sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Bayang (Screen House) Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang, pada bulan September 2016 sampai dengan bulan Oktober 2016. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 10 tanaman, maka jumlah tanaman yang diteliti sebanyak 240 tanaman. Jumlah yang diteliti dalam satuan percobaan yaitu 10 tanaman contoh. Perlakuan yang diteliti adalah P1=700 ppm, P2= 800 ppm, P3= 900 ppm, P4= 1000 ppm. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat berangkasan basah tanaman (g), berat berangkasan kering tanaman (g), dan berat berangkasan basah akar (g). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, pemberian berbagai konsentrasi nutrisi hidroponik berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L.). Tingkat konsentrasi 900 ppm (P3 )diperoleh pertumbuhan dan hasil yang lebih baik yaitu menghasilkan tinggi tanaman 17,70 cm pada minggu ke-3, jumlah daun 22,73 helai pada minggu ke-4, berat berangkasan basah akar 26,48 g dan menghasilkan berat berangkasan basah tanaman 132,27 g

    UJI KEMIRINGAN TALANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica juncea L.) HIDROPONIK DENGAN SISTEM Nutrient Film Technique (NFT)

    No full text
    The research design used is experimental method using a randomized block design (RAK) with 4 treatments and 6 replications, each replication consisted of 13 plants, the number of plants examined as many as 312 plants. The number of plants observed in experimental unit that is 10 plants sample. The treatments studied were P1 = 1%, P2 = 3%, 5% P3, P4 = 7%. The parameters observed were plant height (cm), number of leaves (leaf), fresh weight of plants (g), weight wet above (g), weight wet under (g), leaf area (cm2) and plant dry weight (g ). Based on the results of the study concluded that, the slope of the gutter hydroponics good influence on the growth and yield of caisim (Brassica       juncea L.) in hydroponic systems Nutrient Film Technique (NFT). Hydroponics gutters slope in treatment P4 (7%) resulted in the growth and yield better caisim, ie an average plant height of 35.49 cm at age 21 HST, as wide as 3522.62 cm2 leaf area, plant fresh weight average amounting to 75.62 g wet weight above average crop of 66.63 g and the weight of the wet below the average of 8.99 g

    RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) VARIETAS RAJABASA AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill) varietas Rajabasa akibat pemberian pupuk organik dan NPK Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil. Penelitian ini dilaksanakan di Agro Techno Park (ATP) desa Bakung, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, yang terdiri dari dua faktor dengan sembilan kombinasi dan tiga ulangan sehingga diperoleh 27 satuan percobaan dengan jumlah sampel yang diteliti dalam suatu percobaan 10 tanaman sampel. Faktor yang diteliti adalah pupuk kandang kotoran itik, yaitu K1 = 20 ton pupuk kandang kotoran itik ha-1 , K2 = 25 ton pupuk kandang kotoran itik ha , K3 = 30 ton pupuk kandang kotoran itik ha-1. Sedangkan pupuk NPK Phonska yaitu P1 = 50 kg ha, P2 = 100 kg ha-1 , P3 = 150 kg ha-1 . Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), berat kering tanaman (g), bobot 100 biji (g), berat kering biji per tanaman (g), berat kering biji per petak (kg), dan umur panen(hari). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, (1) pemberian pupuk kandang kotoran itik 30 ton per hektar memberikan pertumbuhan yang lebih baik pada peubah tinggi tanaman minggu ke 1 setinggi 6,69 cm, minggu ke 2 setinggi 12,90 cm, minggu ke 3 setinggi 22,59 cm dan minggu ke 4 setinggi 31,08 cm. Pemberian pupuk kandang kotoran itik 30 ton per hektar memberikan hasil tanaman lebih baik pada berat kering tanaman lebih berat yaitu 186,92 gr dan bobot 100 biji menghasilkan berat 100 biji terberat yaitu 11,96 gr. (2) Pemberian pupuk NPK Phonska 150 kg per hektar memberikan pengaruh yang lebih baik pada pertumbuhan tinggi tanaman pada minggu ke 1 setinggi 6,14 cm, minggu ke 2 setinggi 11,95 cm. Pemberian pupuk NPK Phonska 150 kg per hektar memberikan pengaruh lebih baik pada hasil tanaman yaitu berat kering tanaman memberikan hasil terberat yaitu 175,62 gr dan bobot 100 biji menunjukkanberat 11,77 g. (3) Pada interaksi antara perlakuan pupuk kandang kotoran itik dan NPK Phonska berpengaruh nyata pada berat 100 biji yaitu 0,292 g, pada peubah berat kering tanaman yaitu 11,62 g dan berat kering biji per tanaman yaitu 76,74 g Kata kunci : NPK Phonska, Pupuk Organik, Tanaman Kedelai dan Varietas Rajabas

    RESPON TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR MOL DAUN GAMAL (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL

    Get PDF
    Response of Purple Eggplant  (Solanum melongena L.) Due to Organic Liquid Fertilization MOL Gamal Leaf (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp.) on the Growth and Yield.  This research aims to determine the response of purple eggplant (Solanum melongena L.) due to the application of liquid organic fertilizer MOL gamal leaf (Gliricidia sepium (Jacq.) Kunth ex Walp) on the growth and yield. This research was conducted in Kedondong Raye village chief, Banyuasin III sub-district, Banyuasin district, South Sumatera province, from April 2017 until August 2017.nThe research design used was experimental method using Randomized Block Design (RBD) with 6 treatments and 4 replications. The number of plants studied in the experimental unit is 10 plant samples. The treatments studied were concentration MOL gamal leaf that is P0 = 0%, P1 = 10%, P2 = 20%, P3 = 30%, P4 = 40%, P5 = 50%. The observed variables were plant height (cm), number of branches, number of flowers in each plant, number of fruit in each plant (fruit), fruit weight in each plant (g), fruit weight of plant (g). Based on the results of the study concluded that: 1). Giving of MOL leaf gamal has not affected the growth of purple eggplant plant (Solanum melongena L.) but good effect on the results.  2). The average yield of purple eggplant plant is height of 42.06 cm at the age of 77 day after plant, the branch number is 2.55 at the age of 80 day after plant, the number of flowers in each plant is 11,10 pieces , and the number of fruit in each plant on much as 2.71 fruit.  3). Giving of MOL of Gamal leaf at treatment of P2 (20%) showed good result that is average fruit weight in each plant equal to 219.03 g and weight of fruit in each plot on average equal to 4027.75 g.
    corecore