1,720,974 research outputs found
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT SnO2/ZnO MENGGUNAKAN PATI BERAS KETAN PUTIH (Oryza sativa glutinosa) SEBAGAI CAPPING AGENT DENGAN METODE HIDROTERMAL
Telah dilakukan sintesis komposit SnO2/ZnO dengan metode hidrotermal
menggunakan pati beras ketan putih (Oryza sativa glutinosa) sebagai capping
agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pati beras
ketan putih (Oryza sativa glutinosa) terhadap ukuran kristal, morfologi, dan ukuran
material dari komposit SnO2/ZnO. Sintesis komposit SnO2/ZnO dilakukan dengan
metode hidrotermal selama 12 jam pada suhu 160 ℃ dengan variasi massa pati
beras ketan putih (Oryza sativa glutinosa) yaitu 0; 5; 10; dan 15 gram. Hasil
karakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa
komposit SnO2/ZnO yang disintesis dengan penambahan pati beras ketan putih
(Oryza sativa glutinosa) 15 gram memiliki kristanilitas yang lebih baik
dibandingkan variasi ekstrak 5 gram dan 10 gram. Ukuran kristal komposit
SnO2/ZnO dengan penambahan pati beras ketan putih (Oryza sativa glutinosa) pada
variasi massa 5; 10; dan 15 gram yaitu 24,574 nm; 20,525 nm; dan 12,4648 nm.
Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa SnO2 memiliki vibrasi regangan Sn-O-Sn
pada bilangan gelombang 602 cm-1
dan vibrasi regangan ZnO pada bilangan
gelombang 530 cm-1
. Hasil analisa SEM menunjukkan bahwa morfologi komposit
SnO2/ZnO yang disintesis terjadinya aglomerasi dengan morfologi yang tidak
beraturan dengan ukuran yang tidak seragam. Massa terbaik pati beras ketan putih
(Oryza sativa glutinosa) yang efektif sebagai capping agent yaitu pada variasi
massa 15 gram dengan menghasilkan ukuran kristal paling kecil yaitu 12,4648 nm.
Kata kunci : Komposit SnO2/ZnO, Hidrotermal, Capping agent, Oryza sativa
glutinos
KAJIAN SUBSTITUSI LIMBAH PLASTIK JENIS HDPE (High Density Polyethelene) SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN PASIR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR
Limbah plastik merupakan permasalahan lingkungan yang hanya dapat diatasi
dengan cara memanfaatkannya kembali. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penambahan serbuk plastik HDPE dengan variasi 0%, 3%,
5%, dan 7% terhadap kuat tekan mortar, serta mengetahui pengaruh perendaman
pada lingkungan asam, basa, dan air laut. Metode penelitian ini dilakukan sesuai
dengan SNI 03-6825-2002. Didapatkan hasil bahwa seiring dengan bertambahnya
serbuk plastik HDPE maka nilai kuat tekannya akan menurun, akan tetapi
semakin lama masa perawatan maka nilai kuat tekan yang dihasilkan meningkat.
Nilai kuat tekan tertinggi dengan penambahan serbuk plastik HDPE yaitu pada
penambahan 3% yang dilakukan perendaman 28 hari sebesar 29,19 MPa.
Sedangkan nilai kuat tekan terendah yaitu pada penambahan serbuk plastik HDPE
7% perendaman 14 hari sebesar 9,3 MPa. Nilai kuat tekan yang dihasilkan
memnuhi SNI 03-6882-2002. Mortar penambahan 3% serbuk plastik HDPE 28
hari serta dilakukan perendaman asam dikarakterisasi menggunakan SEM-EDS
(Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive Spectroscopy) dengan hasil
SEM menunjukkan adanya peningkatan lebar retakan pada mortar yang ditambah
serbuk plastik HDPE. Sedangkan analisa EDS didapatkan kandungan kimia
seperti Ca, Si, Al, K, C, O, dan Mg.
Kata kunci: Serbuk HDPE, Kuat Tekan, Morta
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT Sn /ZnO MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DENGAN METODE HIDROTERMAL
Telah disintesis Sn /ZnO dengan metode hidrotermal menggunakan ekstrak
daun Lamtoro (Leucaena leucocephala). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh dari penggunaan ekstrak daun Lamtoro (Leucaena
leucocephala) terhadap kristalinitas dan morfologi dalam sintesis komposit
Sn /ZnO. Sintesis komposit Sn /ZnO dilakukan dengan metode hidrotermal
selama 12 jam pada suhu 160°C dengan variasi massa daun lamtoro 5, 10 dan 15
gram. Karakterisasi XRD (X-Ray Diffraction) menunjukkan bahwa komposit
Sn /ZnO hasil sintesis tanpa penambahan ekstrak dan dengan penambahan
ekstrak daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) tidak memiliki perbedaan yang
signifikan, yaitu kristalinitasnya yang relatif tinggi serta pola difraksi yang
dihasilkan mengindikasikan terbentuknya Sn dan ZnO. Variasi massa ekstrak 5,
10 dan 15 gram menghasilkan kristal berukuran 13,54 nm, 40,64 nm, dan 65,05
nm sedangkan komposit Sn /ZnO tanpa penambahan ekstrak berukuran 65,03
nm. Massa ekstrak daun lamtoro dimana ukuran kristal yang dihasilkan paling
kecil, yaitu pada variasi massa 5 gram. Ekstrak daun Lamtoro (Leucaena
leucocephala) dapat digunakan sebagai capping agent alami dalam sintesis
komposit Sn /ZnO. Hasil karakterisasi FTIR (Fourier Transform Infra Red)
menunjukkan pita serapan dari getaran peregangan Sn-O-Sn dan Zn-O pada
spektrum tanpa penambahan ekstrak, yaitu pada bilangan gelombang 623,96
dan 496,70
. Sedangkan dengan penambahan massa ekstrak 10 gram
daun Lamtoro (Leucaena leucocephala), yaitu pada bilangan gelombang 529,55
dan 500,81
. Karakterisasi SEM (Scanning Electron Microscopy)
menunjukkan bahwa komposit Sn /ZnO dengan penambahan ekstrak daun
Lamtoro (Leucaena leucocephala) sebanyak 10 gram dan komposit Sn /ZnO
tanpa penambahan ekstrak memiliki perbedaan yang tidak terlalu signifikan,
secara ukuran partikel dengan penambahan ekstrak daun lamtoro lebih kecil
dibandingan komposit Sn /ZnO tanpa penambahan ekstrak.
Kata kunci : Komposit Sn /ZnO, Hidrotermal, Daun Lamtoro (Leucaena
leucocephala
PEMBINAAN UNTUK PRODUK KOPI HALAL PADA KELOMPOK TANI PANGESTU RAKYAT DESA BARU MANIS KABUPATEN REJANG LEBONG
Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu merupakan kabupaten dengan jumlah kebun kopi yang cukup luas. Salah satu kelompok tani yang bertanam kopi dikebunnya adalah Kelompok Tani Pangestu Rakyat yang tepatnya berlokasi di Desa Baru Manis Kecamatan Bermani Ulu Kabupaten Rejang Lebong. Selain berkebun kelompok tani ini mengolah kopi hasil panen mereka untuk dijadikan bubuk kopi dan dijual ke daerah sekitarnya. Saat ini produk kopi bubuk dari Kelompok Tani Pangestu Rakyat ini belum mempunyai sertifikat halal. Kelompok tani ini sadar betul mengenai kehalalan suatu produk akan memberikan nilai tambah bagi produknya, karena konsumen dari produk kopi mereka sebagian besar adalah masyarakat muslim. Namun sampai saat ini Kelompok Tani Pangestu Rakyat belum mengetahui proses apa yang harus dilakukan agar produknya bisa disebut sebagai produk halal dan bisa mendapatkan sertifikat halal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi. Melalui kegiatan ini Kelompok Tani Pangestu Rakyat diberikan pengetahuan dan pembinaan berupa materi mengenai produk halal, proses untuk mencapai suatu produk halal, dan alur yang harus dilalui untuk memperoleh sertifikat halal untuk suatu produk. Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah yang sudah dituangkan dalam Undang-undang no. 33 tahun 2014 mengenai jaminan produk halal. Undang-undang tersebut menyatakan bahwa semua produk yang beredar di Indonesia wajib memiliki sertifikat halal
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT CuO/Zn2SnO4 DENGAN METODE HIDROTERMAL DAN APLIKASINYA SEBAGAI PENDEGRADASI ANTIBIOTIK CIPROFLOXACIN
Sintesis komposit CuO/Zn2SnO4 telah berhasil dilakukan. Penelitian ini
bertujuan untuk mensintesis komposit CuO/Zn2SnO4 untuk fotodegradasi antibiotik
ciprofloxacin. Zn2SnO4 disintesis dengan metode hidrotermal pada suhu 185 ºC
selama 17 jam. Cu(NO3)2.3H2O disintesis kemudian ditambahkan bubuk Zn2SnO4
dengan metode hidrotermal pada suhu 180 ºC selama 5 jam. Hasil sintesis kemudian
dikarakterisasi menggunakan X-ray Diffractometer (XRD) menunjukkan bahwa
komposit CuO/Zn2SnO4 yang disintesis dengan variasi (CuO 40%) memiliki
kristanilitas yang baik dibandingkan variasi (CuO 20, 60, dan 80%). Ukuran kristal
komposit CuO/Zn2SnO4 dengan variasi 20, 40, 60, dan 80% berturut-turut adalah
29,48 nm, 20,23 nm, 31,99 nm, dan 34,82 nm. Karakterisasi menggunakan
Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan bahwa morfologi komposit
CuO/Zn2SnO4 yang disintesis bulat dan lembaran yang tidak beraturan dengan
ukuran yang tidak seragam dan terjadinya aglomerasi. Karakterisasi menggunakan
Transmission Electron Microscopy (TEM) ini mengkonfirmasi dengan analisis
TEM berbentuk lembaran dan bulat, dan Ultraviolet-visible Diffuse Reflectance
Spectroscopy (UV-Vis DRS) komposit CuO/Zn2SnO4 variasi (CuO 20, 40, 60, dan
80%) memiliki energi bandgap berturut-turut adalah 1,67 eV, 1,46 eV, 1,50 eV,
dan 1,50 eV. Persentase degradasi terbaik didapatkan pada perlakuan penambahan
CuO/Zn2SnO4 variasi (CuO 20%) dengan penyinaran selama 120 menit dengan
nilai persentase degradasi sebesar 47,07%.
Kata Kunci: Zn2SnO4, CuO, Komposit CuO/Zn2SnO4, Ciprofloxaci
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT SnO2-ZnO MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) DENGAN METODE HIDROTERMAL
Komposit SnO2-ZnO telah disintesis melalui metode hidrotermal menggunakan
ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.)
terhadap ukuran patikel dari komposit SnO2-ZnO. Sintesis komposit SnO2-ZnO
dilakukan dengan metode hidrotermal selama 12 jam pada suhu 160oC dengan
variasi massa ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) yaitu 0, 5, 10, dan 15
gram. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa komposit SnO2-ZnO yang telah
disintesis memiliki kristalinitas yang baik ditandai dengan puncak-puncak yang
tajam dan intensitas yang tinggi. Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa SnO2
memiliki peregangan Sn-O-Sn pada bilangan gelombang 614 cm-1
dan peregangan
Zn-O pada bilangan gelombang 595 cm-1
. Hasil analisa SEM menunjukkan bahwa
morfologi komposit SnO2-ZnO yang dihasilkan berbentuk bulat tidak beraturan.
Variasi massa ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) yang menghasilkan
ukuran kristal komposit SnO2-ZnO paling kecil (33,23 nm) adalah penggunaan
ekstrak dengan massa 15 gram. Sedangkan variasi massa ekstrak daun patikan kebo
(Euphorbia hirta L.) yang menghasilkan kristalinitas paling baik adalah
penggunaan ekstrak dengan massa 10 gram.
Kata kunci : Komposit SnO2-ZnO,Hidrotermal,Euphorbia hirta L
Green Synthesis of SnO2 Nanocrystals Using Garcinia Mangostana L Fruit Peels Extract as Natural Capping Agent
The hydrothermal synthesis of SnO2 nanocrystals at a relatively low-temperature range of 95-100 °C was successfully conducted utilising Garcinia Mangostana L fruit peel extract as a natural capping agent. Characterisation of the synthesised SnO2 nanocrystals was performed using an X-ray diffractometer (XRD) for phase analysis and determination of crystallite size and a Scanning Electron Microscope (SEM) for morphology analysis. XRD analysis revealed the formation of phase-pure SnO2 nanocrystals, with distinct peaks at angles (2θ) of 26.01°, 33.89°, and 51.70° corresponding to miller indices (110), (101), and (211) as per JSPDS standard data. The absence of impurity peaks in the XRD pattern indicated the high purity of the synthesised SnO2 nanocrystals. SEM images exhibited differences in the size and morphology of the synthesised SnO2 nanocrystals with and without the extract. Specifically, the presence of the fruit peel extract led to a reduction in aggregate formation and inhibited crystal growth, resulting in smaller aggregates. These findings highlight the significant impact of Garcinia Mangostana L fruit peel extract on the hydrothermal synthesis of SnO2 nanocrystals with varied sizes and morphologies
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT SnO2/ZnO MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) DENGAN METODE HIDROTERMAL
Telah disintesis SnO2/ZnO dengan metode hidrotermal menggunakan ekstrak
daun kelor (Moringa oleifera L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh dari penggunaan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap
kristalinitas dan morfologi dalam sintesis komposit SnO2/ZnO. Sintesis komposit
SnO2/ZnO dilakukan dengan metode hidrotermal selama 12 jam pada suhu 160°C
dengan variasi massa daun kelor 5, 10 dan 15 gram. Karakterisasi XRD (X-Ray
Diffraction) menunjukkan bahwa komposit SnO2/ZnO hasil sintesis tanpa
penambahan ekstrak dan dengan penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera
L.) tidak memiliki perbedaan yang signifikan, yaitu kristalinitasnya yang relatif
tinggi serta pola difraksi yang dihasilkan mengindikasikan terbentuknya SnO2 dan
ZnO. Hasil karakterisasi FTIR (Fourier Transform Infra Red) menunjukkan pita
serapan dari getaran peregangan Sn-O-Sn dan Zn-O pada spektrum tanpa
penambahan ekstrak, yaitu pada bilangan gelombang 624,039 cm-1 dan 615,64 cm-
1
. Sedangkan dengan penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.), yaitu
pada bilangan gelombang 615 cm-1 dan 607 cm-1
. Karakterisasi SEM (Scanning
Electron Microscopy) menunjukkan bahwa komposit SnO2/ZnO dengan
penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) sebanyak 5 gram dan
komposit SnO2/ZnO tanpa penambahan ekstrak memiliki perbedaan yang
signifikan, yaitu ukuran partikelnya lebih kecil dibandingkan komposit SnO2/ZnO
tanpa penambahan ekstrak. Variasi massa ekstrak 5, 10 dan 15 gram menghasilkan
kristal berukuran 48,21 nm, 46,88nm, dan 54,44 nm sedangkan komposit
SnO2/ZnO tanpa penambahan ekstrak berukuran 48,22 nm. Massa ekstrak daun
kelor dimana ukuran kristal yang dihasilkan paling kecil, yaitu pada variasi massa
10 gram. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat digunakan sebagai bahan
alami dalam sintesis komposit SnO2/ZnO.
Kata kunci : Komposit SnO2/ZnO, Hidrotermal, Daun kelor (Moringa oleifera L.
PENGARUH PENAMBAHAN PATI JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI CAPPING AGENT PADA SINTESIS KOMPOSIT SnO2/ZnO DENGAN METODE HIDROTERMAL
Sintesis komposit SnO2/ZnO melalui pendekatan green synthesis dengan
menggunakan pati jagung (Zea mays L.) telah berhasil dilakukan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan pati jagung (Zea mays L.)
sebagai capping agent dalam pembentukan kristalinitas dan morfologi dalam
sintesis komposit SnO2/ZnO. Sintesis dilakukan dengan variasi massa pati jagung
(Zea mays L.) 5, 10, dan 15 gram yang disintesis menggunakan metode hidrotermal
pada suhu 160 ºC selama 12 jam. Hasil karakterisasi menggunakan X-Ray
Diffraction (XRD) menunjukkan puncak spesifik material SnO2 pada penambahan
pati jagung yang mempunyai tingkat kristalinitas yang berbeda-beda. Karakterisasi
menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) material SnO2 menunjukkan
puncak pada bilangan gelombang 607 cm-1
yang merupakan getaran regangan Sn�O-Sn dan bilangan gelombang 531 cm-1
yang merupakan getaran regangan Zn-O.
Serta hasil karakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM)
menunjukkan bahwa penambahan pati jagung sebagai capping agent dapat
mengurangi terjadinya agregat pada komposit SnO2. Sehingga pada penelitian ini,
material SnO2 dan ZnO telah berhasil disintesis dan menghasilkan komposit
SnO2/ZnO dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Kata Kunci : Capping agent, Hidrotermal, Komposit SnO2/ZnO, Pati Jagung,
SnO2
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT SnO2/ZnO MENGGUNAKAN PATI BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI CAPPING AGENT DENGAN METODE HIDROTERMAL
Sintesis komposit SnO2/ZnO dengan metode hidrotermal dengan menggunakan
pati biji alpukat (Persea americana Mill.) telah berhasil dilakukan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pati biji alpukat (Persea
americana Mill.) terhadap ukuran kristal, dan morfologi yang dihasilkan. Variasi
massa pati biji alpukat (Persea americana Mill.) yang digunakan yaitu 0, 5, 10,
dan 15 gram yang disintesis menggunakan metode hidrotermal pada suhu 160 oC
selama 12 jam. Hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD)
menunjukkan bahwa komposit SnO2/ZnO yang disintesis dengan penambahan
pati biji alpukat (Persea americana Mill.) 15 gram yang paling efektif dengan
memiliki ukuran kristal yang paling kecil yaitu 20,53 nm. Karakterisasi dengan
Fourier Transform Infrared (FTIR) komposit SnO2/ZnO menunjukkan puncak
pada bilangan gelombang 573 cm-1
yang merupakan getaran regangan Sn-O-Sn
dan bilangan gelombang 531 cm
-1
yang merupakan getaran regangan Zn-O.
Karakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan
bahwa morfologi komposit SnO2/ZnO yang dihasilkan terjadi aglomerasi dengan
bentuk yang tidak beraturan dengan ukuran partikel yang tidak seragam.
Kata kunci : Komposit SnO2/ZnO,Hidrotermal,(Persea americana Mill.
- …
